Feature

Tak Lagi Ada Alasan Untuk Tetap Tinggal, Menjadi Alasan Terbaik Untuk Segera Pergi

Apa lagi yang akan dipertahankan? Barangkali jadi satu pertanyaan yang akhir-akhir ini memenuhi pikiranmu. Tapi untuk segera pergi meninggalkan pasanganmu juga terasa bukan pilihan yang tepat. Akhirnya ragu-ragu, belakangan jadi tetap bersama.

Cuma tetap saja terasa ada yang salah. Tapi lagi-lagi kamu tak menemukan alasan yang terbaik untuk bisa pergi. Tapi sesungguhnya yang kamu butuhkan bukanlah alasan untuk pergi. Kamu hanya butuh alasan untuk tidak tetap tinggal.

 

Frekuensi Hubungan Kerap Jadi Bahan Pertimbangan, Disini Kebijakanmu Memang Benar-benar Diuji

Iya, iya saya paham. Kalimat yang tadinya “kita jalani dulu aja ya” mungkin sudah berubah menjadi “tetap bertahan ya”. Hati dan pikiran jadi dua hal yang kadang tak sejalan. Hari ini kita bisa saja saling cinta dan tak mau berpisah, tapi esok tentu masih akan jadi rahasia.

Kebersamaan yang sudah lama untuk berbagai macam cerita, kadang jadi sesuatu yang enggan untuk ditinggalkan. Bahkan walau sudah tak cinta, sebagian orang masih akan memilih untuk bersama. Dengan alasan sudah lama bersama.

Dan jika hal tersebut kembali kau dan dia alami, itu bukan sesuatu yang baru lagi. Lupakan dulu, seberapa lama kau dan dia saling cinta. Ini masalah kelanjutan hubungan yang kau punya. Jika ternyata sudah tak ada gambarannya, bertahan tentu bukanlah solusinya.

 

Kamu Bisa Saja Punya Alasan Agar Tetap Bertahan, Tapi Apakah Dia Juga?

Ini jadi yg skrenario usang di beberapa kasus percintaan. Saat si lelaki masih cinta, diseberang sana si perempuan sudah tak lagi punya rasa dan begitu sebaliknya. Jangan fokus pada dirimu saja, atau berpikir cintamu akan mengalirkan energi yang sama untuk dia. Biar bagaimanapun kamu juga kamu tentu harus realistis juga. Memilah-milah segalanya bukan hanya dari satu sudut pandang saja.

Dan tak ada salahnya, jika kamu akan coba bertanya perihal rasa yang sekarang ia punya. Tanpa harus merasa ini adalah sebuah kesalahan, justru hal inilah yang memang harus kamu lakukan. Sebab cinta dan rasa ada frekuensinya, jika ternyata kalian berdua sudah tak mampu untuk tetap menghidupkannya. Itu tandanya kekuatannya sudah tiada lagi dihati kalian berdua.

 

Dan Coba Pastikan Dulu Barangkali Kamu Hanya Takut Untuk Memulai Cerita yang Baru

Ini jadi dilema yang kerap melanda pasangan yang memang sudah saling cinta sejak lama. Bertahun-tahun hidup berdampingan dengannya, dan hebatnya bagimu ia telah menjadi bagian dari nafas yang tak boleh dipisahkan.

Terlalu terbiasa bersama membuatmu menutup mata atas hal-hal objektif yang seharusnya dipakai. Hingga pada beberapa ketidakcocokan yang kerap kamu lupakan, hanya karena takut kehilangan.

Dihadapannya kamu bisa saja bilang tak ingin berpisah karena sudah sayang dan cinta. Namun hal lain yang menjadi alasan bertahan meski tahu tak ada harapan, jadi rahasia hanya ditahu oleh hatimu.

 

Status Kau Jadikan Alasan Padahal Cintanya Sudah Hilang

Kita mungkin sudah ingin serius, namun sialnya dia masih ingin menikmati semuanya dengan caranya sendiri. Hal ini jadi sesuatu yang tak bisa kita pungkiri. Meski seringnya ada hal yang lebih berarti. Apalagi kalau bukan perihal status hubungan yang takut terganti.

Entah karena dorongan dari mana, sebagian besar dari kita sering kali merasa takut akan kesendirian. Tidak ingin dicap tak laku hingga menghindari diri dari ejekan lain dari beberapa orang. Harusnya bukanlah sesuatu yang kita jadikan alasan. Apalagi jika ternyata pihak yang mencinta hanyalah diri sendiri saja.

 

Meski Tak Mudah Bukan Berarti Kau Tak Bisa Melakukannya,Sebab Kau Hanya Butuh Melangkah

Seolah berdiri dibawah payung bernama ketakutan, kita tak berani untuk menyuarakan keinginan. Sekalipun itu untuk menyudahi sebuah hubungan yang sudah tak lagi sejalan. Semua orang tentu tahu, ini memang bukanlah jalan yang mudah. Pergi dan berjalan untuk menanggalkan semua rasa, sama saja dengan menyakiti hati. Sebab cerita yang selama ini dipercaya akan bahagia, ternyata justru berakhir dengan sia-sia.

Cobalah yakinkan hatimu dulu, pikirkan kembali semua keputusan yang akan kau jadikan jalan keluar dari masalahmu. Sebab terus menerus berdiri di tempat yang memang salah. Hanya akan menempatkanmu pada segudang masalah yang tiada habisnya.

 

Cintamu Bisa Saja Sudah Benar, Namun Orang yang Menerimanya Juga Patut Dipertanyakan

Perihal cinta yang katamu jadi bukti dari ketulusan, tentu tak patut untuk dipersalahkan. Rasa itu memang jadi bukti, bahwa bagaimana dulu kita pernah tersipu malu setiap kali bertemu. Tak perlu menghakimi dirimu, dan bertindak jadi manusia paling nelangsa sedunia.

Karena tak hanya kamu saja, toh banyak manusia yang juga bernasip sama. Punya cinta yang tulus namun tak tersalurkan baik oleh dia yang dicinta.

Dan untuk yang kesekian kalinya lagi, tak ada salahnya jika kamu pastikan lagi. Siapa dirinya yang katamu adalah penerima cinta yang kamu miliki. Dari sini kamu mungkin akan menemukan jawabannya, dia kah orangnya atau tidak?

 

Berjalanlah, Keputusanmu Untuk Pergi Sudah Benar

Karena tak ada sesuatu yang akan dijadikan alasan untuk tetap tinggal. Sebab hal-hal yang kalian yakini sudah tak sama serupa. Sebab ketika kamu akan berkata “ya” dirinya mungkin tak membalas dengan jawaban yang senada.

Cintamu tak akan cukup untuk dijadikan pondasi untuk gambaran hubungan ke depan. Ada perkara lain yang juga perlu untuk dipikirkan.

Biarlah hatimu akan sakit sementara, sebab memutuskan pergi dari dia yang kemarin kau cinta. Setidaknya ini jauh lebih baik daripada terus menerus bertahan pada hubungan yang salah. Dan tak hanya menyelamatkan hubunganmu saja, ini juga akan menghindari dia dari rasa bersalah.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bayi Berusia 4 Bulan di Sumsel Meninggal Dunia, Karena Asap Kebakaran Hutan

Kabakaran lahan hutan yang mengakibatkan kabut asap di beberapa wilayah Sumatera Selatan kini menelan korban jiwa. Elsa Fitaloka, seorang bayi perempuan yang masih berusia 4 bulan asal Banyuasin, dinyatakan meninggal dunia akibat Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Ada bayi meninggal dunia sekitar pukul 18.35 WIB ketika dirawat di rumah sakit. Menurut analisa awal akibat ISPA,” ucap anggota BPD Dusun III, Talang Buluh, Banyuasin, Agus Darwanto, saat dikonfirmasi lewat telepon, Minggu (14/9/2019), sebagaimana dikutip dari laman detik.com. 

Lebih lanjut, Agus mengaku korban Elsa adalah warganya. Bayi tersebut adalah anak dari pasangan Nadirun dan Ita Septiana.

“Mulai sesak nafas kemarin malam dan masih di rawat di rumah. Tadi pagi lihat kondisinya semakin parah, dirujuklah ke rumah sakit Ar-Rasyid di Palembang dan meninggal,” kata Agus.

Dikatakan Agus, dari diagnosa awal Elsa disebut terkena serangan ISPA. Elsa pun sempat diminta dirujuk ke RS Muhamad Hoesin Palembang, namun saat itu tidak ada kamar kosong.

“Sempat dibawa ke bidan desa, kata ibu bidan sudah parah dan harus dibawa ke rumah sakit. Itulah kami bawa ke rumah sakit Ar-Rasyid untuk penanganan,” jelas Agus lebih lanjut.

“Diagnosa awal dokter bilang kena ISPA, Elsa juga kemarin memang sesak nafas. Itu bersamaan saat kabut asap kemarin tebal sekitar pukul 23.00 WIB,” sambung Agus lagi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, Hakim mengaku pihaknya sudah menurunkan tim ke rumah sakit Ar-Rasyid tempat korban awal dirawat.

“Kami sudah dapat info dan langsung diterjunkan tim ke sana sekarang juga. Kami turut berduka cita,” kata Hakim.

Beliau menyebutkan jika kondisi kabut asap yang tebal, dia sudah menghimbau agar masyarakat menggunakan masker. Termasuk menghimbau dan mengurangi kegiatan di luar rumah.

“Keadaan asap tebal ini jangan keluar rumah kalau tidak penting. Sebaiknya memakai masker, di Dinas Kesehatan dan perangkat telah siap 24 Jam untuk melayani masyarakat,” pungkas Hakim.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Adela Resmi Layangkan Gugatan Cerai pada Sang Suami

Kabar tak megenakkan, baru-baru ini datang dari pelantun lagu ‘All I Ask”, Adele. Yap, belum lama ini, ia mengumumkan perpisahannya dengan sang suami, Simon Konecki. Dan kini, penyanyi perempuan berusia 31 tahun tersebut secara resmi melayangkan gugatan cerai pada suaminya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh oleh pihak Adele melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari E! News, Jumat (13/9), dimana Adele menggugat cerai Simon setelah 8 tahun, dan memutuskan akan merawat anak mereka, Angelo, bersama-sama.

“Mereka berkomitmen untuk membesarkan Angelo bersama dengan penuh cinta,” ungkapnya sang sumber.

Akan tetapi, hingga ini dituliskan, baik Adele maupun Simon Konecki masih belum angkat bicara terkait kabar gugatan cerai mereka tersebut.

Sebelumnya, Ryan Tedder, vokalis OneRepublic sekaligus sahabat dekat Adele, mengungkap kabar sang musisi setelah memutuskan untuk berpisah. Ia menyebut Adele tengah merasa kesulitan karena perceraian, namun keadaannya baik-baik saja.

“Perceraian memang sangat membuatnya kesulitan. Tapi sekarang dia baik-baik saja,” ujar Ryan beberapa waktu sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lelaki yang Hina BJ Habibie di Sosmed, Ternyata Mengidap Gangguan Jiwa

Kepergian Presiden ke-3, BJ Habibie jadi luka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, saat semua orang sedang berduka, seorang lelaki didatangi polisi karena melakukan ujaran kebencian atas meninggalnya BJ Habibie. Akan tetapi, setelah diinterogasi, ternyata laki-laki tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Kami sudah lakukan interogasi terhadap seorang diduga pelaku ujaran kebencian saat mengomentari wafatnya Bapak BJ Habibie lewat media sosial,” kata Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP M Ikang saat dikonfirmasi, Jumat (13/9/2019) dilansir dari detiknews.com. 

Lebih lanjut, Ikang mengarakan jika, pelaku adalah BA (16) warga Desa Petanggan, Belitang, OKU Timur. Dan dari intogasi polisi, BA mengakui jika dirinya memang telah berkomentar pedas di media sosial.

“Pelaku mengakui perbuatannya, tetapi orang tuanya mengaku anaknya dalam kondisi gangguan jiwa. Dia baru pulang berobat dari Ernaldi Bahar Palembang (rumah sakit jiwa) dan dirawat selama 40 hari,” kata Ikang.

Saat ini, lanjut Ikang, BA tengah dirawat jalan. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari rumah sakit dan obat yang masih dikonsumsi aktif oleh BA.

“Semua ada, ada obat-obatan, ada surat berobat jalan. Kalau diinterogasi dia diam, lupa dan kemarin didampingi juga sama keluarganya,” jelas Ikang.

Melihat kondiri BA yang memang menderita gangguan jiwa, polisi hanya melakukan interogasi dan tidak melakukan penahanan. Namun, Polisi juga meminta keluarga untuk melakukan pengawasan terhadap BA.

Sebelumnya, sebagai infromasi, pelaku mengomentari sebuah postingan atas wafatnya BJ Habibie di media sosial. Ia berkomentar ‘Mampus lo keparat cuihh‘ yang kemudian memacing emosi warganet di Instagram.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top