Feature

Tak Hanya Jadi Penyuplai Sperma Saja, Setiap Suami Punya Tugas Penting Pada Masa Kehamilan Istrinya

Mendapati istri sedang hamil, tak lantas membuat keresahan dan penantian selesai. Barangkali kamu pun pernah berpikir, “Wah, istriku sudah hamil, tinggal menunggu waktu kelahirannya saja,”. Karena faktanya, perjuangan  yang lebih sukar justru baru saja dimulai.

Berita ini jelas jadi kabar bahagia, tapi jangan pikir menjalaninya juga akan semudah itu. Jelas tidak! Ada berbagai macam fase yang akan dilalui, mulai dari mual dan tak nafsu makan di awal kehamilan hingga sering tak bisa tidur menjelang persalinan.

Suami mungkin lelah karena harus bekerja, tapi biar bagaimana pun tak seharusnya membiarkan istri berjuang sendiri. Istri memang jadi pihak yang paling tahu bagaimana lelahnya menjaga kehamilannya sekarang, tapi sebagai suami, kamu juga tak boleh tinggal diam. Sebab pasangan akan jadi pemberi semangat nomor satu, kamu perlu memahami apa saja hal yang akan menjadi tugasmu.

Bayangkan Jika Kita Menjadi Dia, dengan Memahami Segala Perubahan yang Terjadi Atas Dirinya

Jika ini adalah kehamilan yang pertamanya, jelas akan jadi sesuatu yang cukup membuat kewalahan. Dengan modal pengetahuan yang masih sekedar teori, ada hal-hal lain yang memang kerap terjadi diluar kendali.

Perlu dipahami jika kehamilan bukan sepenuhnya jadi tanggung jawab satu orang, tak boleh hanya duduk manis saja. Cobalah untuk ikut serta dalam berbagai macam kelas kehamilan yang diikuti istri tercinta.

Sebab meski masih ada dalam kandungan, janin yang kelak memanggilmu bapak sudah harus dijaga berdua mulai sekarang.

Hamil Membuatnya Lebih Sensitif, Jadilah Teman Baik Untuk Semua Cerita dan Keluhannya

Hari ini ia bisa berubah jadi lebih manja, esok mendadak marah-marah tanpa alasan yang jelas. Kehamilan memang datang dengan diikuti perubahan hormon, tak boleh buru-buru marah dan menyalahkannya karena bersikap tidak seperti biasa.

Ini jadi gambaran situasi yang wajar dirasakan oleh setiap perempuan yang sedang mengandung. Maka dengan tetap berada di sampingnya, berusahalah menjadi teman yang baik untuknya. Biarkan ia bercerita dan dengarkan. Karena kadang kala ia hanya butuh didengar, dan diberi masukan jika memang sedang ingin meminta pendapat. Tak akan membuatmu susah bila hanya mendengar keluh kesahnya, dan suami harusnya bisa memahami itu.

Berusahalah Untuk Memberi Rasa Nyaman dan Tenteram Padanya dengan Berupaya Membuatnya Bahagia

Istrimu ini sedang berjuang untuk mengandung hingga 9 bulan nanti. Berjalan dengan beban yang bertambah, tidur dengan posisi yang kadang tak enak, hingga kesulitan lain yang bisa saja kita tak tahu.

Dan upaya untuk membuatnya bahagia rasanya sangat pantas ia dapatkan pada masa kehamilannya. Ini bukan perkara kamu harus memberinya hadiah mobil mewah agar dia senang, tapi bisa dimulai dengan hal-hal sepele yang bisa membuatnya nyaman.

Memanjakannya dengan menyiapkan sarapan, mengajaknya berlibur barang sehari atau dua hari, hingga memijat kakinya sesaat sebelum tidur ketika malam hari. Pakailah momen berdua ini untuk melakukan hal yang berharga, sebab jika kelak sang bayi telah lahir sebagian besar waktunya akan dihabiskan dengan si kecil.

Jangan Biarkan Ia Melakoni Pekerjaan Berat, Sigaplah dalam Mengambil Alih Beberapa Pekerjaan Rumah

Hal lain yang akan jadi bentuk perhatian kepada sang istri adalah dengan meringankan bebannya mengurusi pekerjaan rumah. Sebab pada masa ini, tak baik jika ia kelelehan hanya karena menyelesaikan pekerjaan rumah, yang sebenarnya bisa kita gantikan untuk sementara.

Dengan begitu, ia jadi punya cukup banyak waktu yang bisa dipakai untuk beristirahat. Selain akan membuatnya terhindar dari rasa lelah, ini akan menjaganya dari kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi hanya karena pekerjaan berat yang dilakoninya.

Beberapa Kali Ia Akan Dilanda Cemas yang Berlebih, Tenangkan Ia Dengan Kalimat-kalimat Positif 

“Udah tenang aja, kamu nggak akan kenapa-napa kok. Kan ada aku,” walau kamu sendiri sebenarnya mungkin juga sedang sama khawatirnya. Mengandung bayi selama 9 bulan lamanya, jelas bukanlah sesuatu yang mudah. Tak hanya berbagai macam spekulasi dokter, ada pula beberapa mitos dari orangtua yang katanya harus dipercaya. Tidak boleh ini itu, hingga kadang jadi sesuatu yang mengganggu.

Hindari untuk menyalahkan ia dalam kepanikannya, tapi jangan pula turut serta berpikir yang tidak-tidak seperti dirinya. Cobalah untuk menenangkan diri sendiri terlebih dahulu, setelah itu cobalah membuatnya tenang. Bantu ia percaya bahwa hal baik akan selalu bersama kalian.

Hindari Pertentangan, Sebisa Mungkin Turuti Apa yang Ia Inginkan

Kondisi psikis orang hamil memang kerap sulit diterka, jadi wajar jika akan ada berbagai macam pertentangan dengannya. Pembawaannya yang berubah jadi lebih emosional, sering kali jadi penyebab banyaknya hal-hal yang mendadak tak sepaham dengan kita. Dan pada situasi seperti ini, tugas suami jelas dibutuhkan untuk mencairkan suasana.

Banyak-banyaklah mengalah untuk mencegah perdebatan yang jelas tak baik untuk kondisi kesehatan dan bayi yang sedang dikandungnya. Sebisa mungkin beritahu ia pelan-pelan, bahwa apa yang dianggapnya benar, tak selalu berjalan lurus dengan fakta yang ada. Namun jika situasi dan waktunya tak mendukung, mengalah jadi jalan terbaik untuk menghindari pertentangan.

Dan Selalu Jalinlah Komunikasi yang Baik Untuk Mendiskusikan Segala Hal yang Berkaitan dengan Kehamilan dan Kesehatannya

Komunikasi jadi kunci untuk suami istri bisa bersama-sama untuk menjaga kesehatan ibu dan jabang bayi. Jika ternyata sang istri mendadak jadi pendiam, tak ada salahnya untuk lebih aktif bertanya sejauh mana perkembangan bayi dan kesehatan dirinya.

Dari diskusi ini kita bisa tahu apa saja yang perlu dipersiapkan, dan sejauh mana tumbuh kembang janin yang sedang dikandungnya. Melihatnya bertransformasi dari perempuan biasanya yang sebentar lagi akan memberikan seorang anak untuk kita, jadi pengalaman manis yang juga memberikan kita pelajaran. Pelajaran untuk lebih menghargainya sebagai pasangan yang juga sudah berjuang mati-matian demi melahirkan buah hati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Belajarlah Dari Kecewa, Agar Kamu Percaya Ada Bahagia yang Nyata Dari Hasil Menata Luka

Kenapa kamu kecewa? Karena Tuhan menciptakan air mata sebagai salah satu pereda dari sedihnya dikecewakan.

Hidup bagaikan roda yang berputar, siang berganti malam, panas berganti hujan, dan kekecewaan yang berganti menjadi kebahagiaan. Susah dan senang selalu berdampingan mengiringi perjalanan kehidupan, jangan harap kamu akan selalu merasakan bahagia, tanpa pernah merasakan luka. Hidup terlalu monoton jika dihabiskan dengan bahagia.

Lalu, setelah yang ku sampaikan barusan kamu masih bertanya mengapa Tuhan memberikanmu kekecewaan? Sini, mendekatlah. Biar aku jelaskan sekali lagi, coba ceritakan hal apa saja sebenarnya yang membuatmu kecewa? Kamu terluka karena cinta? Harapanmu tentang cita-cita kandas? Keluarga yang tak utuh, pendidikan yang tak bisa diraih, dan karier yang hanya jalan ditempat tanpa kemajuan, semua itu yang membuatmu kecewa? Tolong, coba berpikir dan mencoba bersyukur sekali saja.

Jangan selalu memikirkan hal-hal yang tak dapat kamu capai, karena semua itu diluar kendalimu. Ada takdir yang lebih berkuasa dari kekuatan otak, otot dan mental. Cobalah untuk lebih fokus dengan apa yang sedang kamu genggam, kamu miliki. Merasa cukup bukan berarti harus berhenti berjuang, hanya saja itu bisa dijadikan obat kekecewaan.

Pernah kah kamu membaca kisah-kisah orang yang sukses diluar sana? Apakah kesuksesan mereka raih dengan cara instan? Apakah dengan sekali berjuang mereka langsung ber-uang? Dan apakah mereka tidak pernah merasakan kecewa dalam hidupnya. Tentu saja mereka pernah jatuh, sebelum bangkit dan menikmati hasil dari perjuangannya.

Jatuh, bangkit. Gagal, bangkit. Kecewa, menata luka. Tidak ada kata menyerah dalam kamus orang-orang sukses. Seperti halnya mereka, mengapa tak kamu coba untuk mengambil sisi positif dari kecewa? Menjadi lebih dewasa misalnya. Setelah luka yang kamu dapat, dari situ kamu belajar lebih dalam tentang kehidupan. Belajar menerima bahwa ada beberapa hal yang memang diluar kendali makhluk bernyawa.

Semuanya hanya tentang proses, orang-orang sukses diluar sana mengalami jatuh bangun atas usahanya, lalu apa yang mereka lakukan setelah itu? Apakah mereka terpuruk sepertimu? Apakah mereka menyalahkan dunia atas takdir-Nya? Dan apakah mereka sepertimu yang hanya bisa menyalahkan tuhan lalu mengutuk keadaan. Mengaku menjadi orang yang paling terpuruk, sakit hati terhadap dunia.

Kini, masih mau kah kamu menyalahkan Tuhan atas kekecewaan yang kamu rasakan? Apa yang akan kamu dapatkan dari semua itu? Kebahagiaan? Tidak, semua itu hanya akan memperburuk keadaan. Tuhan diam saja bukan berarti dia ingin melihatmu terpuruk, sekarang apa yang akan tuhan ubah sedangkan dirimu sendiripun tak mau berubah. Jika kau bangkit dan mampu mengobati kecewamu dengan hal positif maka tuhan juga akan menggantikan tangisan dengan senyuman.

Kamu hanya perlu yakin atas takdirNya, nikmatilah prosesmu sendiri meskipun panjang. Jangan banyak mengeluh, lebih baik kamu keluarkan lebih banyak peluh agar kebahagiaanmu terbayar utuh. Tuhan memberimu kecewa bukan berarti dia ingin melihatmu terluka, justru dia ingin membuatmu bangkit dan menatanya. Hey, kamu yang sedang dilanda kecewa, aku yakin kamu kuat, bangkitlah segera, ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top