Trending

Tak Hanya Harus Lucu, Pelawak Juga Mesti Cerdas Karena Membuat Orang Tertawa itu Tak Mudah

Apa yang ada dipikiran ketika mendengar kata “pelawak”? Lucu mungkin menjadi kata yang paling tepat untuk menggambarkannya. Jika dulu menjadi pelawak adalah kategori pekerjaan yang dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang, karena sebagian besar beranggapan bahwa untuk bisa menjadi pelawak tidak butuh pendidikan tinggi, yang dibutuhkan hanyalah selera humor bagus yang bisa menghibur banyak orang. Kenyataanya tidaklah demikian, kita bisa melihatnya dari beberapa kiprah pelawak atau stand-up comedian tanah air.

Hadir dengan lawakan dan hiburan yang tidak sekedar lucu membuktikan, bahwa mereka yang melawak juga membutuhkan kecerdasan demi menghasilkan lawakan yang berkualitas. Coba lihat beberapa orang cerdas yang berkiprah di dunia hiburan tanah air, tidak semua mereka datang dari latar belakang pendidikan yang biasa-biasa saja. Justru sebaliknya mereka yang sukses menghibur biasa memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dengan tingkat kecerdasan yang juga tak perlu diragukan.

Meski Terlihat Sepele Tapi Ini Bukanlah Pilihan Yang Salah

Di Indonesia sendiri profesi pelawak dimulai dari panggung-panggung kecil dengan bayaran yang memang masih terbilang sangat kecil. Ini pula yang membuat sebagian masyarakat masih mengganggap pelawak adalah pekerjaan yang tidak terlalu menjanjikan dan dipandang sebelah mata. Terlihat konyol dengan hal-hal bodoh yang dilakukan memberikan mereka image yang dianggap sebagai orang yang tidak memiliki pendidikan.Tanpa mau sedikit memberi toleransi bahwa panggung kecil itu adalah jalan yang akan menjembatani kita pada posisi yang lebih baik. Bahkan mereka yang kini namanya sudah menjadi pelawak besar juga tadinya memulai karir di panggung-pangung kecil. Sebut saja Srimulat dan grup lawak legendaris Warkop DKI.

Karena Menjadi Pelawak Tak Hanya Lucu Tapi Juga Harus Cerdas

Tampil dengan lelucon yang bertujuan menghibur bukan berarti seorang pelawak tidak mengerahkan pikirannya untuk mengumpulkan materi lawakan. Bahkan seiring dengan perkembangan zaman diera sekarang, kita bisa melihat bahwa beberapa pelawak atau stand-up comedyan. Terdiri dari orang-orang cerdas dengan latar belakang pendidikan yang tinggi.

Sebut saja Raditya Dika yang bergelar S2 Ilmu Politik dari Fakulas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Indonesia serta nama-nama besar lannya yang juga merupakan orang-orang cerdas dengan latar belakang pendidikan yang baik. Hal ini menyadarkan kita bahwa untuk melawak tidak hanya butuh selera humor yang tinggi saja tapi pola pikir yang juga cerdas. Ini juga yang akan membedakan mereka dengan pelawak-pelawak lain.

Hingga Kepada Bagaimana Proses Penyampaian Materi Yang Disajikan

Kita bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika proses penyampaian sebuah materi lawakan disampaikan dengan cara yang tidak terkonsep. Garing! Ya ini adalah jawaban dari gambaran situasi tersebut. Seseorang tidak akan bisa terlihat lucu jika dirinya tidak mempunyai konsep penyampaian isi lawakan yang tersusun.

Untuk itu seorang pelawak dituntut untuk bisa berpikir lebih sistematis dalam menyampaikan materi lawak, lengkap dengan isi materi yang juga memiliki nilai. Baik dari segi kelucuan dan manfaat lain yang terkandung didalamnya. Biar bagaimana pun cara men-delivery materi akan sangat mempengaruhi nilai lawakan yang disampaikan. Penonton bisa saja tidak tertawa meski itu isi lawakan yang disampaikan sangat lucu dan sebaliknya. Maka dari itu, sudah menjadi tugas utama seorang pelawak adalah memahami bagaimana situasi saat menyampaikan materi lawak.

Tidak Hanya Kadar Lucu Tapi Juga Tentang Nilai Yang Terkandung Didalam Lawakannya

Sejatinya pelawak bukanlah mereka yang hanya bisa membeberkan keburukan orang lain demi dianggap lucu, atau menciptakan sesuatu yang terlihat sangat dipaksakan untuk mendapat riuhnya tepuk tangan dari penonton. Seorang yang memang memiliki jiwa seni dalam hal melawak akan selalu menampilkan sesuatu yang berkualitas. Karena tujuannya tidak selalu untuk menyampaikan kelucuan yang diperlihatkan, tapi bagaimana seseorang bisa menyampaikan sesuatu yang memang benar memiliki nilai yang bermanfaat bagi siapa pun yang menonton dan mendengarkannya. Dengan begitu materi yang disampaikan akan bernilai guna dan tidak akan sia-sia. Untuk bisa melakukan hal itu tentu dibutuhkan kemampuan dengan niat yang sunguh-sungguh.

Pun Proses Pembentukan Jati Diri Pada Setiap Pelawak Sangatlah Penting

Ciri khas memang akan sangat berpengaruh pada diri seseorang begitu pula dengan seorang pelawak. Saat disebutkan nama seorang pelawak, lalu orang-orang langsung mampu membayangkan sesuatu, itu artinya pelawak tersebut benar-benar memiliki jati diri. Hal tersebut akan memudahkan pelawak dalam bekiprah dan diingat oleh masyarakat luas. Hadir dengan sesuatu yang menjadi ciri khas membuatnya jadi berbeda dengan yang lain, sekaligus nilai tambah baginya

Mencari sesuatu yang berasal dalam diri bukanlah hal mudah, namun jati diri jelas diperlukan untuk membedakannya dengan pelawak yang lain. Misalnya seorang stand-up comedian, Arie Kriting yang selalu hadir dengan materi ketertinggalan Indonesia timur yang juga kampung halamannya. Dengan begitu orang-orang yang mendengar namanya akan langsung bisa menggambarkan bagaimana dan siapa Arie Kriting tersebut.

Segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia memang selalu membutuhkan kemampuan yang melibatkan pikiran dan kecerdasan yang dimilikinya, termasuk menjadi pelawak sekali pun.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top