Trending

Tak Cuma Soal Virus WannaCry, Langkah-Langkah Ini Dapat Membuat Komputermu Lebih Aman

Virus Wannacrypt atau yang lebih dikenal sebagai Wannacry memang sukses bikin banyak orang menangis. Serangan siber yang memanfaatkan alat peretas milik National Security Agency Amerika itu sukses meluluh lantahkan 200 ribu komputer di 100 negara.

Wannacrypt ini tersebar dalam bentuk ransomware. Program jahat itu akan mengunci komputer beserta data milik korban dan meminta tebusan sejumlah uang jika ingin data-data di komputer itu terselamatkan.

Korbannya tak main-main. Di Indonesia misalnya dari mulai perpustakaan universitas Jember sampai rumah sakit sekelas Dharmais menjadi korbannya. Di Inggris bahkan dikabarkan ada korban meninggal dunia, karena data kesehatan yang terkunci oleh virus ini sementara sang pasien dalam keadaan kritis.

Serangan Ransomware, secara umum, dikabarkan meningkat belakangan ini. Kaspersky Lab, dalam sebuah laporannya berjudul “KSN: Report Ransomware in 2014-2016” mengungkapkan, dari April 2015 hingga Maret 2016, terjadi peningkatan korban Ransomware hingga 17,7 persen, atau dari 1.967.784 korban, hingga 2.315.931 korban di seluruh dunia.

Karena itu sejatinya WannaCrypt cuma satu diantara sekian banyak virus berbentuk ransomware. Itu kenapa kita perlu waspada dan melakukan antisipasi.

Sediakan Budget Untuk Selalu Pakai Sistem Operasi Terbaru

Memang menggunakan sistem operasi terbaru macam windows 10 memang tak menjamin 100 persen datamu aman. Tapi setidaknya, serangan virus macam ini umumnya memanfaatkan lubang yang dimiliki oleh sistem operasi jadul.

Wannacrypt misalnya, banyak menyerang sistem operasi yang lebih lama. Apalagi microsoft sudah menghentikan pembaharuan untuk produk XP dan sistem operasi server yang lebih lama. Sementara dibeberapa bidang masih bergantung pada OS ini. Walhasil, Wannacrypt berhasil menyusup. Dan perusahaan besutan Bill Gates itu harus turun gunung menambal lubang di Microsoft XP.

Bukan Berlagak Hipster, Tapi Pakai Sistem Operasi Alternatif Seringnya Lebih Aman

Pengguna produk apple memang bisa tidur nyenyak kemarin. Karena serangan hanya dilakukan ke OS Windows saja. Umumnya program jahat dirancang untuk bergerak di sistem operasi yang lebih banyak digunakan. Sementara sistem tertutup milik apple lebih mempersulit masuknya virus-virus jahat.

Pilihan lain dengan menggunakan sistem operasi alternatif macam Linux dan turunannya. Biasanya para penjahat malas untuk mengkutak-kutik pengguna OS ini karena jumlahnya yang tidak masif.

Kadang Malas Karena Makan Waktu, Tapi Meng-Update OS Adalah Langkah Bijak

Ini memang penyakit kebanyakan dari kita. Karena biasanya mengupdate OS memakan banyak waktu. Apalagi ketika sudah hendak shutdown komputer dan masih ada peringatan sedang mengupdate dan jangan mematikan komputer.

Padahal sesungguhnya langkah ini merupakan salah satu pencegahan terbaik. Sebagai penyedia sistem operasi, perusahaan macam microsft misalnya punya 3500 tenaga keamanan yang selalu siap siaga mencari celah produknya.

Untuk kasus Wannacrypt misalnya, Microsoft sudah menemukan celah ini sejak april dan memberikan update guna menambalnya. Sayangnya masih banyak pengguna windows yang mengabaikan update terbaru ini.

Pakai Program Antivirus Yang Juga Selalu Di Update

Minimal aktifkan windows defender milikmu. Dan tak ada salahnya memperkuatnya dengan antivirus milik pihak ketiga. Namun secanggih apapun program antivirus milikmu, akan sia-sia kalau tidak diperbaharui secara berkala. Karena perkembangan teknologi program jahat juga tak kenal hari libur dan selalu berkembang.

Zaman Begini Masih Pakai Produk Bajakan?

Sudah tak jamannya lagi menggunakan program bajakan. Terlebih sistem operasi bajakan. Biasanya dalam program bajakan sudah ditanam program-program jahat yang siap mencuri data hingga meluluh lantahkan komputermu.

Umumnya, program bajakan ini akan meminta antivirus komputer kita untuk dimatikan. Dengan alasan program tak akan jalan jika antivirus dinyalakan. Begitu diinstall, semua program jahat yang ada di dalamnya akan langsung tersebar tanpa ada yang menghalangi.

Coba Periksa Berulang-ulang Kalau Terima Email Dengan Lampiran File

Virus juga sangat umum tersebar melalu email yang berisi lampiran. Dalam sebuah serangan Ransomware, peretas akan mengirim email pada calon korban. Dalam email yang dikirimkan, peretas menautkan link atau lampiran dan link atau lampiran tersebut. Email yang terkirim dengan iming-iming tertentu agar pengguna komputer lengah dan masuk dalam jebakan.

Saat pengguna komputer meng-klik tautan link atau meng-klik lampiran, program jahat otomatis langsung bekerja. Selanjutnya, malware ini mengenkripsi file, folder, bahkan drive di komputer yang diserang dan meminta tebusan melalui pesan yang peretas tinggalkan. Meskipun korban berhasil membersihkan komputernya dari Ransomware, file, folder, atau drive yang terenkripsi, hampir mustahil bisa digunakan kembali tanpa kunci yang digenggam oleh peretas.

Tak Perlu Kunjungi Situs Yang Aneh-Aneh

Nah, terakhir jangan suka mengunjungi situs yang aneh-aneh. Macam situs-situs musik atau film bajakan, konten esek-esek, perjudian, informasi hoax atau situs-situs tak jelas lainnya. Karena banyak situs yang juga ditanam program-program jahat yang siap melumpuhkan komputermu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top