Feature

Tak Cuma Sekedar Saran, Pasanganmu Butuh Pembuktian

Ini bukan sekedar kata i love you yang kamu ucapkan setiap hari, tapi tentang bagaimana kamu menggenapi janji.

Bahkan pada sebuah drama atau film yang sering kita saksikan, sebuah hubungan kerap dibumbui pertentangan. Kamu mungkin jadi pihak pada posisi yang kerap bersalah. Berpikir bahwa meski telah melukai hatinya, toh kita bisa meminta maaf untuk tak lagi mengulangi.

Hari ini kamu boleh lolos dari sesuatu yang membuatnya terluka atau hingga berurai air mata. Tapi apa iya kalian berdua akan terus-menerus begitu selamanya? Tentu tidak kan.

Coba bayangkan kembali, kapan kamu terakhir kali berjanji untuk tak membuat ulah yang menganggu hubungan dan perasaan pasanganmu? Lalu bandingkan dengan upayamu untuk memenuhi janji yang telah kamu katakan di hari lalu.

Hubungan yang Kokoh Tentu Dimulai dari Kesanggupan Menerima dan Kerelaan Berubah

Keputusanmu untuk menambatkan hati tentu ada alasannya. Kamu bersedia memberinya cinta, sedangkan dia bersedia untuk dicintai. Kalian mungkin berbeda pada beberapa hal, namun karena sudah saling sayang, berusaha untuk menyatukan suara jadi sesuatu yang sedang diupayakan bersama.

Kamu patut  tahu, bahwa upaya untuk mempertahankan hubungan bukan tentang siapa yang paling sayang. Ini jadi ajang pembuktian seberapa besar kesungguhanmu. Menerima si dia dengan segalanya kekurangannya. Dan mau berubah demi kelangsungan hubungan

Kesediaan Untuk Menurunkan Ego Dan Mengalah Pada Pasangan Pun Jadi Bukti Untuk Kesungguhan yang Sebenarnya

Menurunkan ego dan mengalah untuk pasangan, memang bukanlah perkara mudah. Kalau untuk sekedar berucap dari mulut tentu siapa saja pun bisa. Tapi ini tentang bagaimana kita akan membuktikan lewat perbuatan. 

Menjadi sebuah keberuntungan,ketika kamu dan dia bisa saling membuktikan. Dari sini kalian berdua akan bisa saling menilai. Seberapa besar rasa sayang yang sebenarnya. Hal ini tentu akan menciptakan rasa nyaman sebagai modal untuk menjalani hubungan ke depannya

Setelah Memenuhi Janji, Sang Pacar Akan Merasa Dicintai dan Dihargai Oleh Kamu Sebagai Pasangannya

Lupakan dulu perkara janji cinta yang kerap kamu sampaikan kepadanya dirinya. Hal lain yang akan menambah keyakinannya adalah pembuktian janji yang kerap kamu lontarkan. Tak perlu ragu untuk membuktikan, walau dari hal-hal kecil.

Membawakan dirinya makanan atau menjemput dia ke tempat kerja tanpa ia tahu terlebih dahulu. Jika ternyata perbuatan itu juga disaksikan oleh orang lain, tentu ini jadi kesenangan tersendiri baginya. Kini ini merasa bahwa dirinya ternyata begitu berarti untukmu.

Berbeda Argumen Itu Biasa, yang Terpenting Adalah Bagaimana Cara Kamu dan Pasangan Menyelesaikan Masalah

“Aku ini adalah laki-laki yang kerap kepala, masih yakin ingin bersama?”

Kadang kala kalimat seperti ini dipakai untuk mencoba memastikan, apakah sang calon pasangan adalah orang yang sabar. Berbekal rasa cinta yang masih sedang hangat-hangatnya. Sang pacar mungkin dengan cepat akan menjawab “Tenang saja, aku bersedia untuk mengalah”.

Berusahalah untuk tetap berlaku sama sebagaimana kamu telah berjanji di awal cerita. Tapi bukan berarti pula kau harus mengikuti semua inginnya. Bijaklah memilah-milah masalah, tahu kapan kamu bisa melenturkan syaraf dan kapan harus mengangkat suara. Dengan begitu dia akan semakin yakin, bahkan kamu memang pasangan yang akan melengkapinya.

Lalu Kalian Akan Menemukan Sudut Pandang Berbeda dari Pertengkaran-pertengkaran Kecil yang Justru Membuat Hubungan Kian Lekat

Menjadi sepasang kekasih yang serasi bukan berarti kalian akan menilai semua hal dengan satu sisi. Pertengkaran-pertengkaran kecil yang terjadi jadi sesuatu yang akan mendewasakan diri. Bukan berarti kamu harus menghilangkan kepercayaan yang dulu sudah ada. Tapi bagaimana kamu bisa memetik pelajaran dari pertengkaran-pertengkaran tersebut dan menjadikan sebagai perekat hubungan.

Beberapa Hal Lain Memang Tak Kalah Pentingnya, Tapi Cobalah Tempatkan Dirinya Pada Prioritas Utama

Bukan tentang seberapa sering kamu akan memberinya kabar, atau seberapa banyak pesan yang kamu kirimkan. Tapi bagaimana kalian berdua tetap bisa berasa dekat meski sedang berjauhan. Ingatlah satu hal ini, bahwa tak ada sibuk yang terlalu. Semua hanya masalah prioritas dan bukan prioritas.

Meski ada berpuluh-puluh hal lain yang lebih penting untuk dikerjakan dulu, namun memberinya kabar adalah sesuatu yang amat dia tunggu. Tak perlu panjang lebar, cukup dengan beberapa kalimat yang akan menjelaskan. Ia tentu juga paham bahwa, bahwa memang ada hal lain yang memang perlu mendapat perhatian.

Konon Bukti dari Cinta Adalah Setia, Cobalah Tunjukkan Padanya Tanpa Harus Mengumbar Kata-kata  

Sesuatu yang kerap salah diartikan dari beberapa pasangan, terlalu sering berkata bahwa dirinya sayang. Padahal kadang dia yang menjadi pacar tentu tak lagi butuh itu. Berhenti untuk berkata hal yang sama. Cobalah lakukan sesuatu yang berbeda.

Karena beribu ucapan sayang darimu tak akan berguna jika tak dibarengi dengan satu tindakan nyata. Kata-kata bisa dilupakan begitu saja, namun perbuatan yang membuktikan cinta akan terpatri dihatinya.

 

1 Comment

1 Comment

  1. sherlytan

    December 6, 2017 at 6:14 am

    Iya nih, keren gila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

1 Comment

1 Comment

  1. sherlytan

    December 6, 2017 at 6:14 am

    Iya nih, keren gila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

1 Comment

1 Comment

  1. sherlytan

    December 6, 2017 at 6:14 am

    Iya nih, keren gila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

1 Comment

1 Comment

  1. sherlytan

    December 6, 2017 at 6:14 am

    Iya nih, keren gila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top