Feature

Tak Berniat Porno, Tapi Tidur Telanjang Punya Segudang Manfaat Untuk Kesehatan

Setelah lelah beraktivitas seharian, tentu kita ingin istirahat dengan nyaman. Sayangnya, kadang kala kita justru tak bisa mendapatkan tidur yang berkualitas. Namun sudah tahukah kamu, jika salah satu cara untuk mendapatkan istirahat yang berkualitas adalah dengan tidur telanjang?

Salah satu study menyebutkan bahwa pada saat malam hari suhu tubuh kita akan mengalami penurunan, ini terjadi agar daya tahan tubuh kita tetap kuat. Dan jika ternyata kita tidur dengan tetap mengenakan pakaian, maka penurunan suhu tubuh pun akan terhambat.

Meski di Indonesia masih terbilang cukup jarang dilakukan, tapi kita harus tahu manfaat apa saja yang bisa didapatkan dengan tidur telanjang.

Tak Lagi Khawatir Tidur Larut Malam, Menanggalkan Pakaian Mencegah Diri dari Insomnia

Beberapa orang bahkan memilih untuk mengonsumsi otak tidur, hanya karena menderita insomnia akut. Padahal segala jenis obat tentu akan memberikan efek samping dikemudian hari, oleh karena itu kita bisa menanganinya dengan mencoba terlelap tanpa busana. Cara ini dinilai ampuh untuk menjaga kesejukan permukaan kulit yang juga berpengaruh pada tingkat kepulasan tidur kita.

Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian di Australia yang menyebutkan bahwa penggunaan baju tidur justru dapat membuat panas terperangkap di permukaan kulit. Hasilnya, suhu tubuh pun akan turut beranjak naik sehingga kita akan cenderung terjaga semalaman.

Memberikan Ruang Gerak Agar Kulit Bisa Bernafas dengan Bebas dan Baik

Coba bayangkan, setelah seharian penuh mengenakan pakaian yang lengkap, bahkan hampir menutupi sekujur tubuh. Maka ketika nanti kita akan tidur, ini bisa jadi berita baik untuk  tubuh bisa bernafas lebih leluasa.

Masa transisi dari tertutup seharian penuh, sampai pada waktu tidur yang tidak lagi tertutupi oleh pakaian. Hal ini akan membuat kulit terjaga kesehatannya dan menurunkan resiko terkena berbagai masalah kulit.

Lebih Praktis dan Membantu Diri Jadi Bersemangat Beranjak dari Tempat  Tidur

Yap, manfaat lain yang juga bisa kita rasa juga datang dari segi ekonomi. Sebab tak perlu susah payah untuk membeli piyama lagi, tak ada pakaian tidur yang harus dicuci lagi, yang juga tentu akan menghemat pengeluaran. Hingga beranjak dari tempat tidur yang akan lebih terasa mudah dari biasanya.

Jika tak percaya, kita bisa mencoba membuktikan sendiri, bagaimana gejolak rasa untuk bangun dari tempat tidur ketika masih mengenakan piyama dibandingkan ketika tanpa busana. Karena mengenakan busana tidur akan membuat kita malas bergerak untuk mencopot dan berdiri dari tempat tidur, akan tetapi telanjang akan mendorong kita lebih bersemangat untuk berdiri menuju kamar mandi dan beranjak memulai aktivitas.

Hormon Kortisol yang Kerap Naik Saat Kita Kepanasan, Akan Lebih Mudah Diatur Ketika Tidur Tanpa Pakaian

Konon hormon ini bekerja dengan meningkatkan kadar gula darah melalui mekanisme glukoneogenesis, menekan kerja sistem imun, serta meningkatkan metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Hormon kortisol akan semakin naik dan bertambah ketika tubuh kita sedang merasa kepanasan.

Namun tidur telanjang, dengan menanggalkan pakaian dapat menjaga suhu tubuh lebih dingin, sehingga bisa tidur dengan baik. Maka tak heran jika situasi ini akan membantu tubuh kita dapat menghasilkan, serta mengatur hormon kortisol lebih optimal.

Dan Berpengaruh Juga Pada Kesehatan Organ Intim Hingga Gairah Seks dalam Hubungan Suami Istri

Khusus untuk kita yang sudah menikah, kegiatan semacam ini memang sudah tak lagi asing di mata. Karena faktanya, tidur telanjang bisa jadi salah satu cara untuk membuka peluang bersentuhan dengan pasangan lebih besar. Terlebih lagi saat kamu tidur berpelukan dengan pasangan.

Kontak tubuh semacam ini, mampu menciptakan gairah seks yang baik dalam hal hubungan suami istri. Dan berpengaruh pula pada testis yang dimiliki laki-laki, karena tidur tanpa pakaian akan membuatnya tetap berada pada suhu yang lebih dingin. Ini jelas akan menjaga kesehatan sperma dan sistem reproduksi secara normal.

Dan untuk perempuan, kondisi tidur yang begini akan membantu mencegah infeksi jamur. Karena jamur tumbuh lebih cepat dalam kondisi hangat dan lembab. Bila kondisinya relatif dingin dan kering, pertumbuhannya pun dapat dicegah.

Bahkan Dipercaya dapat Membuat Tubuh Tetap Awet Muda

Tak hanya olahraga dan menjaga pola makan saja, faktanya kegiatan tidur tanpa busana juga bisa membuat kita awet muda. Hal ini disebutkan karena pada suhu 19-21 derajat Celcius, suhu yang tubuh dapatkan ketika kita tidur tanpa pakaian, hormon HGH (Human Growth Hormone) dan melatonin akan diproduksi secara maksimal.

Dua hormon ini dipercaya sejak lama sebagai katalisator penting dalam proses detoksifikasi serta peremajaan sel-sel tubuh. Sehingga tubuh dan kulit akan berpeluang untuk terlihat lebih muda.

Hingga Mampu Menurunkan Resiko Diabetes yang Bisa Menyerang Siapa Saja

Terlihat sepele memang, namun siapa sangka jika pada salah satu jurnal yang diutarakan oleh Diabetes Journal Amerika Serikat bahwa tidur telanjang dipercaya jadi penyebab turunnya risiko seseorang menderita diabetes.

Sebab dengan begini, kita telah merangsang pertambahan jumlah brown fat, yakni jaringan lemak berwarna kecokelatan yang berfungsi untuk meningkatkan metabolisme lemak serta glukosa darah.

Tapi perlu diingat pula, aktivitas tidur telanjang ini haruslah dibarengi dengan tempat tidur dan selimut yang bersih. Karena jika ternyata tempat tidur kita kotor, hal ini justru bisa jadi sumber penyakit yang akan menyerang tubuh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lika-Liku Selingkuh, yang Perlu Kamu Tahu

Setelah banyaknya kasus selingkuh yang kerap dikaitkan dengan istilah ‘Pelakor’, beberapa orang menjadi was-was. Takut jika pasangannya dipikat atau terpikat oleh pihak lain. Padahal yang namanya selingkuh, itu tak hanya karena si penggoda saja. Lihat juga reaksi yang digoda, atau jangan-jangan pasanganmulah yang menggoda.

Jangan buru-buru sensi, buat bilang kalau si lelaki selingkuhan istrimu adalah brengsek. Atau perempuan yang konon merebut suamimu, kau cap murahan. Sekali lagi, selingkuh dilakukan dua orang dengan sadar. Tak ada yang bisa dibenarkan dan disalahkan. Agar tak terjebak dalam pemahaman yang salah, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang selak beluk penyelewengan yang melukai hati.

Kenali Dulu Siapa Dia, Sebab dari Hasil Penelitian Ada Orang yang Memang Gampang Selingkuh

Selingkuh itu merenggut kebahagian, dan memotong impian masa depan. Untuk itu, mendapati pasangan yang mendua jelas jadi sesuatu yang tak diinginkan kita semua. Nah, untuk membebaskan dari ancaman kejadian yang menyakitkan ini. Dari hasil beberapa penelitian, inilah beberapa jenis karakter orang yang disebut-sebut mudah sekali untuk selingkuh.

Apalagi Jika Dirinya Gemar Posting Foto Mesra di Sosial Media

Dikutip dari laman Tirto.id, Gwendolyn Seidman, seorang profesor psikologi pada Albright College, yang mempelajari relationship dan cyberpsychology menyatakan bahwa saat ini banyak pasangan yang merasa perlu menampilkan hubungan percintaan mereka di media sosial. Bukan benar-benar bahagia, pasangan yang gemar memasang foto mesra, bisa jadi sedang menyembunyikan masalah hubungannya.

Dan Jika Suamimu Mendadak ‘Bernafsu’ Bisa Jadi Ia Sedang Selingkuh

Tanpa bermaksud untuk mengajakmu tak percaya pada suamimu. Namun, perubahan yang signifikan perlu untuk dicurigai. Coba perhatikan lagi, bagaimana ia bersikap sebelumnya. Masih serupa atau mendadak berbeda. Bahkan, dari hasil penelitian. Suami atau pasangan yang sedang berselingkuh, konon akan lebih bernafsu bercinta dari hari-hari biasa. 

Itulah Sebabnya, Hasil Studi Bilang : Tukang Selingkuh Berpotensi Meninggal Lebih Cepat dari Dia yang Setia

Untuk kamu para pelaku yang kerap berselingkuh, hati-hat saja nih. Pasalnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dan diterbitkan dalam Jurnal Of Sexual Medicine oleh University Of Florence, Italia menyebutkan, kebiasaan selingkuh terbukti membuat usia lelaki lebih cepat meninggal dibandingkan laki-laki yang setia.

Tapi Selalu Ada Alasan, yang Memicu Seseorang Selingkuh dari Pasangannya

Percayalah selingkuh selalu jadi awal atas segala kerhancuran hubungan dengan pasangan. Namun, kalaupun harus ditelisik lebih dekat, faktor pemicu yang akhirnya membuat seseorang selingkuh jelas sangatlah beragam. Untuk itu, sekelompok ilmuwan punya penjelasan menganai alasan seseorang menyeleweng dari pasangannya. Berikut ini adalah beberapa alasannya.  

Lalu Jika Sudah Selingkuh, Pantaskah Ia Kembali Lagi Padamu?

Jadi momok yang selalu ditakutkan dalam hubungan, tak seorang pun ingin hubungannya berakhir karena perselingkuhan. Tapi, perjalanan cerita cinta selalu datang dengan berbagai macam kejutannya. Jika “selingkuh” tiba-tiba jadi prahara, kita tak selalu bisa menolaknya. Untuk bisa mempertimbankan apakau dirinya layak diterima lagi atau tidak, kamu bisa membacanya disini.

Sebagai Pelajaran yang Akan Menguatkan, Mari Berbenah Diri dari Sakit Hati Karena Diselingkuhi

Tak bisa memilih cerita hidup, beberapa orang bernasib sial karena pernah menjadi korban perselingkuhan dari seseorang yang mungkin disayang. Tapi nasi sudah menjadi bubur, segala bentuk sakit hati yang tak bisa dihindari. Ada beberapa pelajar yang bisa kamu jadikan acuan untuk terus bangkit dari sakit hati, karena diselingkuhi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sederet Alasan, Mengapa Seseorang Selingkuh dari Pasangan

Percayalah selingkuh selalu jadi awal atas segala kerhancuran hubungan dengan pasangan. Namun, kalaupun harus ditelisik lebih dekat, faktor pemicu yang akhirnya membuat seseorang selingkuh jelas sangatlah beragam. Untuk itu, sekelompok ilmuwan punya penjelasan menganai alasan seseorang menyeleweng dari pasangannya.

Dan dari hasil temuan tersebut, sebagaimana yang dilansir dari Brightside.me, ada beberapa alasan yang bisa membuat seseorang berselingkuh. Berlaku untuk setiap orang, termaksud mereka yang hubungannya terlihat mesra. Sebab mereka juga berpotensi untuk tergoda oleh orang ketiga.

Keintiman Memudar dan Tak Tahu Bagaimana Caranya Mengembalikan

Bayangkan, kamu akan bertemu dengan orang yang sama setiap hari. Dari sejak kamu membuka mata hingga tertidur pada malam harinya. Bosan itu manusiawi, tapi jika hal tersebut justru merubah kalian berdua sampai kehilangan keintiman. Jelas bisa berbahaya. Tak mamu untuk menciptakan suasana yang bisa membawa kalian dalam percakapan hangat, jadi kemungkinan yang bisa menghantar hubungan pada perselingkuhan, yang bisa berakhir pada perceraian. 

Seks sering disebut-sebut sbagai salah satu hal yang dicari oleh lelaki yang berselingkuh dari pasangannya. Padalah, pada buku The Truth on Cheating, konselor pernikahan Gary Neuman mengatakan bahwa 47% klien lelakinya yang berselingkuh mengaku tak memiliki keintiman emosional dengan pasangannya. Dan kian sulit untuk bisa dideteksi, karena laki-laki tidak suka menunjukkan perasaan mereka. Padahal, banyak perempuan yang sangat menginginkan agar pasangan prianya memiliki perasaan terbuka.

Merasa Tak Dihargai Oleh Pasangan Sendiri

Percaya atau tidak, sebagian besar lelaki menginginkan eksistensi dan penghargaan atas apapun juga. Akan jadi cerita buruk, jika ternyata sang istri berperilaku dengan sesuka hati tanpa berpikir bagaimana perasaan sang suami. Entah dari perkataan, sikap, perbuatan, dan hal lain dalam interaksi serta hubungan berdua.

Laki-laki akan merasa dilukai tatkala istrinya memandang rendah pekerjaannya, hanya karena si istri punya penghasilan yang lebih besar, misalnya. Rasa rendah diri atas sikap seperti ini akhirnya melahirkan sakit hati yang kemudian memicunya untuk mencari perempuan lain yang bisa menghargai dirinya seperti keinginannya. Dan bisa terjadi juga sebaliknya, perempuan selingkuh karena tak merasa dihargai oleh suaminya.

Berkurangnya Romansa dan Gairah Tiap Kali Ingin Bercinta

Yap, tetap mempertahankan romansa cinta seperti awal menikah memang susah. Geliat bercinta dan emosi bisa pudar seiring bertambahnya usia. Tapi, hal yang perlu dan baiknya tetap ditumbuhkan keterbukaan perihal kehidupan seks pada pasangan kita. Karena kalau tidak, pasanganmu bisa pergi dan mencari kebutuhan jasmaninya di luar.

Hal ini dibenarkan oleh survei dalam buku berjudul The Normal Bar oleh Chrisianna Northrup, Pepper Schwartz, dan James Witte. Katanya, kurangnya emosi, hilangnya geliat romansa, serta kehidupan seks yang membosankan menjadi alasan bagi 70% pria dan 49% wanita memutuskan untuk berselingkuh dari pasangannya. Menariknya, orang-orang dalam surveri tersebut mengaku memiliki kehidupan yang bahagia secara umum. Tak ada masalah atau skandal lainnya.

Waktu yang Tadinya Dipake Berdua, Direnggut Oleh Sosial Media

Mewabahnya tren sosial media, memang memberi dampak tersendiri bagi hubungan. Lelaki yang sibuk pada games di ponsel pintar atau perempuan yang terus berselancar pada timeline Instagram. Kadang perempuan lupa, bahwa ada pasangan yang perlu disambut ketika pulang kerja. Begitu pun sebaliknya, laki-laki lupa kalau istrinya pun butuh waktu berdua untuk tetap menghidupkan rasa.

Maka jika salah satu pasangan sudah terjebak pada aktivitas dunia maya yang berlebihan, kemungkinan selingkuh akan meningkat. Sementara kamu sibuk denga gadgetmu, lelakimu mungkin akan sibuk mencari perempuan yang bisa menggantikan peranmu.

Salah Satu atau Masing-masing, Terlalu Sibuk untuk Bekerja

Kecintaan terhadap pekerjaan dan alasan lain, seringkali membuat seseorang lupa. Bahwa selain mengumpulkan pundi-pundi rupiah, ada pasangan yang juga membutuhkan dirinya. Perjalanan bisnis atau kebohongan yang disengaja, jadi celah paling banyak yang dimanfaatkan oleh lelaki untuk menyeleweng dari pasangan.

Sedangkan perempuan, biasanya akan berselingkuh di tempat kerja, pada rekan yang biasanya dekat dan bisa memahaminya. Dan, tahun 6 hingga ke 9 konon jadi tahun paling rawan atas perselingkuhan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Dari sini kita belajar, bahwa manajemen waktu antara bekerja dan pulang ke rumah menikmati kebersamaan dengan pasangan bisa jadi salah satu penekan keinginan selingkuh dari pasangan.

Mendapat Pengaruh dari Luar Diri

Yap, circle pertemanan memang kerap disebut-sebut sebagai pembentuk karakter seseorang. Walau sebenarnya kita tetap jadi pihak terkuat yang bisa menentukan akan jadi seperti apa kita kelak. Kita cenderung bersikap sebagaimana beberapa teman kita bersikap.

Bahkan dalam sebuah polling anonim, lebih dari 75% laki-laki yang melakukan hubungan badan dengan perempuan yang bukan istrinya mengaku terpengaruh karena teman-temannya juga melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, orang sekitar bisa jadi pemicu yang mendorong seseorang untuk selingkuh.

Selingkuh, Sudah Jadi Kebiasaan yang Mendarah Daging Baginya

Percayalah, persentase seorang peselingkuh berubah sangatlah sedikit. Jadi, jika sudah pernah ketahuan satu kali selingkuh, kemungkinan besar akan melakukan hal serupa di hari berikutnya. Sebab, selingkuh itu memberi efek ‘nagih’. Ada sensasi berbeda yang dirasa ketika berhasil menaklukkan banyak perempuan, jika ia adalah seorang lelaki. Pun begitu sebaliknya.

Maka jika sedari pacaran saja, kamu sudah tahu ia adalah ‘tukang selingkuh’. Sebaiknya pertimbangkan niatmu untuk terus bersamanya. Karena sifat tersebut, mungkin sudah jadi tabiatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top