Feature

Suspension Bridge Sukabumi, Tak Sekedar Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia

Bisa dipastikan, hampir sebagian besar dari kita kini pergi ke tempat wisata hanya untuk berfoto-foto saja. Menarik memang, ketika feed Instagram, selalu dipenuhi dengan potret jalan-jalan. Tapi, apa kamu tidak bosan? bepergian hanya untuk jadi bahan pamer pada kawan?

Nah, untuk kamu yang mungkin sudah mulai lelah dengan lalu-lalangnya foto liburan di linimasa. Kamu bisa coba pergi ke Suspension Bridge di Sukabumi, yang tak hanya menyajikan tempat untuk berselfie tapi juga bisa jadi ajang menantang diri. Yap, dibuka sejak awal April lalu, jembatan gantung yang konon adalah terpanjang se-Indonesia ini terletak di kawasan Situ Gunung, Sukabumi Jawa Barat.

Jika kamu berada di Jakarta, kamu bisa menggunakan jasa transportasi umum seperti kereta api dan bus atau kendaraan pribadi. Untuk jalur kreta sendiri, kamu bisa naik KRL jurusan bogor lalu melanjutkan perjalanan dengan kreta api Pangrango : Bogor Palegan – Sukabumi, lalu berhenti di stasiun Cisaat. Kemudian disambung dengan naik angkot menuju Situ Gunung.

Beruntungnya naik bus, mungkin akan lebih mudah. Karena, tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) baru saja diresmikan, dengan kata lain jarak tempuh Jakart-Sukabumi, yang tadinya bisa sampai 5-6 jam, bisa ditempuh lebih kurang dari 2 sampai 3 jam.

Dikelola oleh pihak Taman Nasional Gede Pangrango, untuk sampai di Situ Gunung kita harus melalui akses jalan yang memang masih kecil dan sedikit berkelok. Apalagi jika kita pergi dengan bus besar, adrenalinmu akan sedikit mengalami pemanasan. Tapi tak terlalu menakutkan kok.

Sampai Saat Ini, Suspension Bridge Masih Jadi Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia

Panjang jembatan ini mencapai 250m dengan ketinggian 150m serta lebar 2 m. Untuk daya tampungnya, menurut salah satu petugas yang berjaga sebenarnya mampu menampung hingga ratusan orang. Namun demi keamanan, petugas menyarankan untuk satu kali penyebrangan sebaiknya hanya ada 40 orang saja. Jadi kamu nggak boleh selfie lama-lama di tengah jembatannya. Karena akan selalu ada petugas yang berjaga untuk meminta kita tetap berjalan melaju ke depan.

Nah, buat kamu yang takut ketinggian disarankan jangan mencoba karena kamu saat melintas di atas jembatannya. Karena selain jembatan yang memang akan bergoyang, menengok ke bawah akan membuatmu kian takut. Tapi, bagi saya pribadi ini tak terlalu mengerikan kok. Karena lembah dibawah jembatan ditutupi oleh pepohonan jadi tak terlalu terlihat tinggi.

Walau sebenarnya, setiap pengunjung yang ingin menyebrang akan diberi sabuk pengaman, untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba ada angin kencang atau gempa bumi. Bentuknya semacam safety belt yang memiliki pengait. Jadi jika ada apa-apa, kita diminta untuk tetap mengikuti komando dari petugas dan bisa mengaitkan diri ke sisi jembatan.

Oh iya, untuk tali jembatannya terlihat cukup kuat. Sebab ada 8 sisi tali yang dipakai. Dua untuk penganggah di bawah, empat untuk pegangan di sisi kiri kanan, dan 2 di atas.

Cuma Bayar 50 Ribu, Kamu Sudah Dapat Makan Prasmanan, Welcome Drink dan Tiket Masuk ke 3 Lokasi

Menurut saya ini adalah harga tiket masuk yang terbilang murah, barangkali karena masih baru buka. Dengan membayar 50 ribu rupiah, kita sudah bisa masuk ke tiga lokasi Suspension Bridge, Curug Sawer, dan Danau Situ Gunung. Enaknya lagi nih, ketika melalui pintu masuk sebelum sampai di Suspension Bridge, kita akan dipersilahkan makan ala menus prasmanan yang cukup enak. Nasi tim dengan menu lauk ayam goreng, lalapan dan ikan asin, serta tahu dan tempe goreng lengkap dengan sambal dan sayur asem. Mantap kan?

Selanjutnya, kita akan melalui Suspension Bridge atau jembatan gantung, kemudian bisa diteruskan ke lokasi Curug Sawer yang posisinya berada agak ke bawah lembah kira-kira bisa dicapai selama 10 menit dengan berjalan kaki.

Nah, selesai dari curug dan kita akan diarahkan untuk kembali menyebrang ke posisi start awal. Diperjalanan naik dari Curug, kamu mungkin akan menemukan beberapa binatang yang masih hidup dan tinggal dalam kawasan hutan tersebut. Monyet atau tupai, dan beberapa binatang lainnya. Tapi ingat ya, kamu tak boleh memberikan makanan apapun kepada mereka. Karena, memang ada aturannya.

Selepas kembali ke seberang, kamu akan kembali diarahkan untuk mencicipi teh dan kopi serta beberapa cemilan ala pedesaan, seperti singkong dan pisang rebus.

Ada Juga Area Musik dengan Kursi-kursi Kayu yang Siap Menampung 3 Ribu Orang Pengunjung

Sembari mencicipi kopi dan pisang rebus, kita akan disajikan musik khas Daerah Sunda oleh beberapa orang yang berada di semacam saung tepat ditengah-tengah deretan kursi. Oh iya, selain menu makanan yang sudah ada dalam tiket masuk. Kamu juga bisa memesan makan atau minuman lain loh. Konon ada beberapa jenis kopi yang dijajakan hasil dari perkebunan daerah setempat. Dengan catatan kamu harus merogoh kocek lagi. Karena ini, diluar pakaet harga tiket masuk yang sudah disebutkan tadi.

Melipir Sedikit ke Balik Bukit, Kamu Bisa Memancing atau Berkemah di Danau Stu Gunung

Posisi danau ini, agak sedikit memutar dari titik jembatan gantung. Jadi kita harus keluar ke arah pintu masuk, dan berjalan ke mengelilingi bukit dari jambatan gantung tadi untuk kemudian turun ke bawah ke arah danau. Dari pintu masuk, jarak danau kurang lebih 1,2 km.

Kalau harus berjalan kaki, mungkin akan menghabiskan waktu sekitar 20-30 menit. Namun, buat yang tak mau capek, bisa juga menggunakan jasa ojek yang ada di pintu masuk. Hitung-hitung berbagi rejeki dengan masyarakat setempat. Harganya bervariasi, tergantung seberapa pintar kita menawar saja. Tapi umumnya, 20-25 ribu untuk pergi dan ditunggui hingga kita akan pulang lagi ke pintu masuk awal.

Oh iya nantinya, akan ada wahana flying fox juga loh. Panjangnya pun serupa dengan panjang jembatannya. Tapi, untuk sementara masih sedang dalam tahap pembangunan. Memang sih, tempat ini mungkin tak punya spot foto yang banyak nan instagramable seperti kebanyakan tempat wisata zaman sekarang. Tapi, untuk kamu yang merasa berani untuk menantang diri dan menikmati sensasi berjalan di jembatan gantung terpanjang se-Indonesia. Kamu wajib datang ke sini!

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Tempat Menakjubkan di Indonesia Ini akan Buat Kamu Serasa Ada di Negeri Lain

Apakah kamu punya keinginan untuk pergi ke luar negeri dan berfoto di tempat yang menjadi ikon negara tersebut? Nah buat kamu yang ingin pergi ke luar negeri namun belum memiliki cukup waktu dan dana untuk pergi ke sana, kamu bisa kok mengunjungi beberapa tempat unik di Indonesia ini.

Meski ada di Indonesia, namun kamu akan dibuatnya serasa ada di negari lain, berikut ulasannya.

1. Patung Merlion, Bontang

www.instagram.com/onothimawan

Kini kamu tak perlu jauh-jauh pergi ke Singapura untuk bisa melihat dan berfoto dengan patung merlion yang merupakan salah satu ikon dari negara tersebut. Kamu bisa kok menemukan patung yang serupa di Bontang, tepatnya ada di Cafe Singapura, Kalimantan Timur.

2. Istana Anak-anak TMII, Jakarta

www.instagram.com/endoh_dols19

Jika kamu sangat suka dengan hal yang berbau Disney, tentu kamu tak asing lagi dengan istana atau kastil cinderella bukan? Kamu tak perlu pergi ke Disney World untuk bisa melihat dan menyaksikan keindahan kastil Cinderella karena kini kamu bisa mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta dan menemukan istana Cinderella di sana.

3. Patung Yesus, Malake

www.instagram.com/mari.wisata1

Mungkin kamu pernah mendengar tentang salah satu ikon di Brasil yaitu Patung Yesus De Janeiro. Nah, kamu juga bisa menemukan patung semacam di Brasil ini dengan datang ke Makale, Sulawesi Selatan. Di sana ada patung Yesus yang merupakan patung Yesus tertinggi di dunia terhitung dari atas permukaan lautt.

4. Masjid Agung, Semarang

www.instagram.com/karlitanilam

Masjid Agung ini sekilas mirip dengan Masjid Nabawi bukan? Masjid ini terletak di Semarang, Jawa Tengah. Hal unik yang ada di sana adalah adanya payung yang terbyka di pelataran masjid layaknya Masjid Nabawi. Masjid ini diresmikan pada tahun 2006 silam oleh Bapak Presiden SBY.

5. Patung Budha Tidur, Mojokerto

www.instagram.com/ariniee

Jika kamu berkunjung ke patung Budha tidur di Mojokerto ini, pasti kamu akan langsung teringat dengan salah satu ikon yang ada di Thailand. Ya, patung Budha tidur di Mojokerto ini memang sedikit menyerupai Sleeping Budha Wat Pho di Thailand.

6. Monumen Simpang Lima Gumul, Kediri

www.instagram.com/txtravelmds

Kamu tak perlu jauh-jauh pergi ke Paris untuk bisa melihat secara langsung Arc de Triomphe yang sangat unik. Karena kamu bisa berkunjung ke Kediri untuk melihatnya. Di Kediri terdapat sebuah monumen yang disebut sebagai monumen simpang lima gumul. Monumen ini merupakan salah satu ikon Kota Kediri yang diresmikan pada tahun 2008 silam.

7. Goa Gong, Pacitan

www.instagram.com/lutfi_amdi

Goa Gong ini memiliki keindahan yang tak kalah menariknya dibandingkan Goa Thien Cung yang berada di Vietnam. Pada dasarnya, Pacitan juga sudah dikenal sebagai “Kota Seribu Goa”, sehingga tak mengherankan jika di sana kamu bisa menemukan banyak goa yang mampu menyihirmu sampai berdecak kagum akan keindahannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Di Penghujung Tahun, Lima Tempat Ini Bisa Jadi Rekomendasi Kado Jalan-Jalan Seru Bareng Pasangan

Jalan-jalan berdua bareng pasangan jelas menyenangkan. Nah, mumpung sudah di penghujung tahun, biasanya banyak pasangan akan membuat agenda penutup tahun dengan jalan-jalan bareng. Tak usah jauh-jauh, tilik saja kota di sekitaran tempat tinggalmu yang menawarkan potensi wisata, yang penting kamu dan pasangan bisa menghabiskan waktu berdua dan menikmati liburan akhir tahun bersama.

Apalagi kalau kamu dan partnermu tipikal pasangan yang suka traveling atau touring, jangan sampai melewatkan cuti tanggal merah di penghujung tahun! Kalau sampai hari ini mungkin kamu masih bingung, kira-kira jalan-jalan macam apa yang bisa dilakukan berdua, nih, ada lima bocoran yang bisa jadi tips untukmu. Pokoknya rencanakan saja kegiatan yang seru, romantis, tapi tetap berkesan, kawan!

Rasakan Serunya Melepas Tukik Kembali ke Samudera di Pantai Ujung Genteng, Sukabumi

Sumber : https://www.instagram.com/2606abay/

Romantis ya sah-sah saja, tapi kira-kira keromantisanmu turut membawa dampak baik untuk lingkungan, belum? Untukmu yang punya jiwa menghargai atau kepedulian tersendiri terhadap alam, mungkin patut mencoba pengalaman melepas tukik kembali ke samudera.

Sederhana, kamu cukup mengunjungi area konservasi penyu di Pantai Pangumbahan,Ujung Genteng, Sukabumi. Dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih 6 jam dari Jakarta, di tempat ini kamu bisa menyaksikan sejumlah telur penyu di penangkaran, proses penyu bertelur di malam hari, sampai melepas tukik-tukik yang baru satu malam menetas.

Ajak dia untuk melepas seekor tukik dari tangannya. Memandang tukik-tukik yang terseok di atas pasir menuju samudera luas membuat kita sadar, bahwa makna hidup adalah untuk berjuang. Dijamin, pemandangan luar biasa ini bakal terekam di benak dan memberi makna mendalam bagi kalian berdua.

Untuk yang Tinggal di Area Jawa Tengah dan Yogyakarta, Sudahkah Kamu Sampai di Puncak Suroloyo, Kulon Progo?

Sumber : https://www.instagram.com/shafiraliyah/

Kamu ingin mengajaknya ke tempat yang tinggi tapi enggan mendaki gunung? Maka jawabannya adalah Puncak Suroloyo di Kulon Progo. Yup, tak jauh dari Yogyakarta, ada nirwana yang tersembunyi di Pegunungan Menoreh, Kulon Progo, bernama Puncak Suroloyo.

Konon, Puncak Suroloyo dulunya adalah lokasi pertapaan penguasa Tanah Jawa, yaitu Sultan Agung. Pemandangan yang menakjubkan di tempat ini adalah menikmati matahari terbit atau sunrise.  Dari gardu pandang tertinggi di 1.019 mdpl, kamu bisa memandang empat gunung–Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro–serta Candi Borobudur yang tertutup kabut dari kejauhan. Menakjubkan, bukan?

Atau Kalau yang Tak Mau Jauh-jauh dari Ibukota, Menyebrang Saja ke Kepulauan Seribu

Sumber : https://www.instagram.com/ko_junn/

Untuk yang tinggal di Ibukota namun enggan beranjak ke tempat yang lumayan jauh, kenapa tak coba pergi ke Kepulauan Seribu? Kunjungi saja salah satu pulaunya. Tempat ini tak hanya menawarkan panorama alam yang memikat dengan pantai-pantainya yang eksotis, tapi juga menjadi wadah bagi pelestarian alam bahari.

Selain menjamah pantai berpasir putih dan lautnya yang jernih, kamu juga bisa mengajak pacarmu untuk sadar lingkungan, lho. Caranya yaitu dengan ikut berpartisipasi menanam mangrove di sekitar pantai. Jadi, selain menghabiskan waktu bersama, kamu dan pasangan pun turut berkontribusi menjaga kelestarian alam.

Road Trip ke Puncak Saat Akhir Pekan Juga Ide Bagus Lho…

Sumber : https://www.instagram.com/explorepuncak/

Faktanya, jalan ke arah Puncak saat akhir pekan akan didera kemacetan. Tapi jangan salah, justru disitu tantangannya. Kamu kira-kira bersedia tidak kalau diajak ke Puncak di akhir pekan? Sebab sejatinya disitu kamu dan pacarmu bisa merasakan perjuangan melalui kemacetan berdua.

Mungkin terasa menyebalkan, tapi di situasi inilah kamu bisa gunakan untuk menguji, apakah masing-masing dari kalian bisa mengendalikan temperamen dan tetap adem sepanjang perjalanan? Ketika kalian bisa menguasai situasi yang bikin pegal itu tanpa jadi ‘panas’, suasana Puncak bisa kalian nikmati berdua dengan tetap menyenangkan lho kawan.

Atau Kalau Mau Agak Jauh Sedikit dari Jakarta, Buat Saja Agenda Pelesiran ke Bandung Sembari menikmati jajanan khas Sunda

Sumber : https://www.instagram.com/bukitmoko – @afil_photography

Tenang, Bandung tak hanya area pusat kotanya saja yang menarik untuk ditelusuri. Faktanya, pinggiran kotanya juga menawarkan nuansa yang romantis sebagai tempat kabur bagi kamu dan pacarmu. Coba saja pergi ke Bukit Moko,  nikmati suasana sekaligus pemandangan kelip lampu kota Bandung menghampar 180 derajat. Nuansa sunyi makin lengkap dengan secangkir kopi panas dan jajanan khas Sunda. Walaupun didera udara dingin, pasti rasanya tetap menyenangkan karena kamu bepergian bersama pasangan.

Nah, demi menunjang agendamu, yang disiapkan bukan hanya jadwal rencana dan anggaran yang sesuai. Fisik pun juga perlu dimantapkan, kawan. Karenanya, di tengah cuaca yang sedang berganti ke musim hujan, kamu tetap harus jaga stamina ya. Selain urusan fisik dan stamina, hal lain yang perlu kamu mantapkan adalah soal tunggangan nih kawan. Terlebih kalau kamu dan pasangan tipikal yang suka touring, Suzuki punya jawabannya lewat Suzuki GSX-S150.

Motor yang satu ini didesain bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh lho kawan. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Konsisten dengan konsep ini, tangki dibuat aerodinamis dengan bentuk melengkung. Kapasitasnya yang mencapai 11 liter, dipastikan cukup untuk mencapai jarak tempuh jauh. Meski aerodinamis  justru penampilan GSX-S150 ini terlihat cukup gagah.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

GSX-S150 juga mengusung aura modern. Karena kita akan disambut oleh LCD speedometer full digital. Display dibagi menjadi 3 bagian. Di bagian kanan dan kiri sendiri menampilkan indikator lampu sein, lampu netral, lampu jarak jauh, rpm, dan indikator bahan bakar. Sementara itu, pada bagian tengahnya memberikan informasi mengenai kecepatan, tachometer, posisi gigi, indikator bahan bakar, dan waktu.

Lampu depannya sudah mengadopsi teknologi LED dengan batok lampu yang dilengkapi dengan visor kecil. Di bagian tangki disematkan fairing mini Shroud yang berfungsi untuk membelah angin dan membuat tampilan lebih gahar. Apalagi di bawah mesin terdapat undercowl yang berfungsi juga sebagai pelindung mesin.

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Yusaku Maezewa : Konglomerat dari Jepang yang Akan Jadi Turis Pertama Ke Bulan

Liburan keliling dunia mungkin sudah biasa, tapi bagaimana jika tujuan liburannya adalah bulan? Yap, kamu tak salah baca. Pada Senin, 17 September lalu, Elon Musk selaku CEO SpaceX, mengumumkan jika ada seseorang yang akan jadi orang pertama yang akan melakukan perjalanan menuju bulan.

Dan lelaki beruntung itu adalah Seorang konglomerat dari Jepang, bernama Yusuka Maezewa. Konon Yusaku juga akan mengajak 8 orang lain, yang identitasnya masih belum dibagikan. Mereka akan menaiki Big Falcon Rocker atau BFR, yang saat ini masih dalam tahap pembuatan. Tapi, meski demikian katanya roket ini akan jadi yang terbesar yang pernah dibuat. Dengan perkiraan tinggi sepanjang 118 meter yang setara dengan gedung 35 lantai, dan diameter sepanjang 9 meter.

Rencana ini diagendakan akan selesai dibangun dan siap meluncur pada tahun 2023 mendatang. Dengan kata lain, Yusaku juga akan jadi orang pertama dengan kewarganegaraan non-AS yang dapat terbang ke bulan. Meski tak akan mendarat, dan hanya berkeliling mengitari orbit bulan dari roket yang membawannya terbang. Yusaku tetap jadi manusia perdana yang melakukan perjalanan liburan menuju bulan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top