Feature

Susah Melihat Orang Senang, Senang Melihat Orang Susah Itulah Kamu

Percaya atau tidak, dalam hidup ada saja manusia yang kerap bersikap tak menyenangkan pada sesamanya. Bisa jadi dia itu seseorang yang mungkin kamu kenal, atau justru kamu sendiri yang bersikap seperti itu?

Meski katanya hidup adalah kompetisi yang harus dimenangkan, bukan berarti kamu akan menghalalkan segala cara kan? Aku tahu jika ini memang tak gampang, bisa menerima segala bentuk pencapaian orang lain dengan lapang. Tapi adakah yang salah dengan keberhasilan orang?

Seolah tak merasa bersalah, kamu masih bisa bersikap santai seolah tak ada yang salah dengan sikapmu itu. Kerap merasa senang, ketika aku kalah hingga tak bisa terima saat aku lebih berhasil darimu. Masihkah kamu akan bilang bahwa itu bukanlah sebuah kecurangan?

Kamu mungkin masih bisa berusaha untuk mengelak dan berkata bukan, tapi kali ini aku akan coba bantu untuk mengingatkan.

Mengaku Tak Egois Tapi Bertindak Sesuka Hati Tanpa Tahu Bagaimana Rasanya Diperlakukan Begitu

Kamu tak perlu buru-buru menggelengkan kepala demi menghindar dari tuduhan ini. Bukan tanpa bukti, aku bisa pastikan bahwa kamu memang tak pernah suka melihat orang lain terlihat lebih. Bersikap seolah sedang dikalahkan, hingga buru-buru mengejar keterlambatan. Padahal dia yang kamu nilai sedang berupaya mengalahkanmu, sama sekali tak berniat untuk melakukan hal yang dituduhkan itu.

Meski aku atau siapa saja yang ada di dekatmu merasa tak ada masalah, kamu justru bertindak sebaliknya. Apa pun yang akan aku lakukan, kerap diartikan sebagai upaya untuk membuat diri lebih tinggi. Perlahan kamu bersikap dengan tak mau menggunakan logika. Besarnya hasrat untuk dilihat lebih segalanya, membuatmu mengabaikan perasaan orang lain.

Bahkan Bahagiaku Kerap Berubah Jadi Teror Untukmu

Siapa pun itu tanpa terkecuali selalu kamu anggap pesaing. Sikap yang katamu adalah kuda-kuda untuk mengalahkan semuanya, justru jadi sesuatu yang membuat orang lain resah. Bagaimana tidak? Bahagia yang mereka rasa, akan melahirkan duka pada wajahmu. Begitu pula sebaliknya, ketika ada orang yang merasa jatuh dan berduka, kamu jadi satu-satunya orang yang tertawa bahagia.

Padahal dari hatiku  yang paling dalam, semua yang sedang kulakukan memang tak aku niatkan untuk mengalahkanmu. Bahkan relasi yang tadinya kupikir akan bisa tumbuh lebih baik, kini berubah jadi api yang masih saja kerap kamu semburkan minyak agar berkobar kian liar.

Saat Aku Menganggapmu Sebagai Teman, Kamu Justru Memandangku Sebagai Ancaman

Tanpa menaruh rasa curiga, selama ini aku berpikir bahwa hubungan kita akan baik-baik saja. Diawal pertemuan kamu selalu jadi teman yang baik untuk segala cerita. Namun pelan-pelan karaktermu yang sebenarnya terlihat nyata.

Kekhawatiran yang menghantuimu, jadi momok yang selalu mengancam jiwa. Bahkan meski aku sendiri tak berniat untuk terlihat lebih hebat, kamu selalu mewanti-wanti agar tak lagi diposisikan lebih rendah. Hingga pada beberapa cerita bohong yang mendadak ada, demi bisa menjatuhkanku di depan yang lainnya.

Hidup memang terlalu keras untuk mereka yang lemah dan tak mau berupaya. Akan tetapi kebahagiaan dan pencapaian orang lain, tak seharusnya kamu anggap sebagai ancaman besar.

Padahal Iri Hati Tak Bisa Membuatmu Lebih Bahagia Dariku

Pernah aku berpikir, apakah yang salah dari perbuatan yang kulakukan. Mengoreksi hal-hal yang mungkin menyakitimu tanpa sadar, anehnya aku justru tak menemukan kesalahan itu. Dan benar saja, ternyata hatimulah yang memang bermasalah.

Seolah tak bisa menerima segala hal baik yang sedang datang padaku, sikap buruk yang kamu tunjukkan justru kian menjadi.

Meski dengan Apa pun Kamu Akan Berkilah, yang Kutahu Dirimu Tak Pernah Senang Melihat Aku Bahagia

Tak perlu bersusah payah menghapus semua perbuatan yang sejak dulu telah kamu tunjukkan. Hal-hal yang bagiku menyenangkan, katamu adalah sebuah kesia-siaan. Atau sedih yang bagiku menyakitkan, justru jadi sesuatu yang membuat kamu senang.

Lalu masihkah kamu akan bisa bilang, jika dirimu tak seburuk yang sedang aku jelaskan? Sudahlah Kawan berhenti untuk hidup dalam kebohongan! Kini aku sudah memberimu ruang untuk leluasa dalam hal menilai seseorang. Dan jika kamu akan menganggapku sebagai ancaman, itu artinya kamu telah mengiyakan untuk tak lagi kuanggap sebagai teman.

Karena kini, yang kutahu kamu adalah sosok menyebalkan yang kerap bahagia dikala aku susah, namun bersedih kala aku bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Uang Adalah Salah Satu Alasan Untuk Bekerja, Tapi Sudahkah Kamu Mengelolanya dengan Baik Sebagaimana Mestinya?

Dari sekian banyak alasan yang bisa kita sebutkan, tentang alasan untuk bekerja. Uang selalu jadi bagian penting yang akan disebutkan. Memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, makan, rumah tinggal, pakaian, dan barang-barang lain yang mungkin diperlukan.

Tapi sayangnya, kita kerap salah kaprah. Bahkan masih saja sering membeli barang yang tak sesuai pada peruntukannya. Selanjutnya, setelah sudah sampai pada titik lelah atas banyaknya barang yang dibeli namun tak berarti. Coba cek lagi, sudah sampai mana kemampuan kita dalam mengelola pendapatan yang diterima selama ini!

Kerja Rodi Bagai Kuda, Tapi Tabungan pun Tak Ada

Jika hal ini memang sedang kamu rasakan, itu artinya kamu tak punya kemampuan mengelola keuangan. Kalau tak percaya, coba hitung berapa gajimu selama memiliki sumber pendapatan, lalu bandingkan dengan saldo tabunganmu sekarang.

Padahal kalaupun gaji yang ditabung hanya 10 persen dari gaji, nilai ini sangatlah bermanfaat untuk masa-masa sulit yang mungkin terjadi di hari depan. Jadi, kapan mau mulai menabung?

Tak Memperdulikan Berapa Banyak Pengeluaran, Kamu Tak Tahu Uang yang Keluar Setiap Bulan

Sekilas kegiatan seperti ini mungkin terasa aneh bagimu, atau berpikir jadi sesuatu yang sudah teramat kuno. Gambarannya begini, kalau kamu tak tahu apa saja yang menjadi pengeluaranmu tiap bulan. Dengan membuat catatan pengeluaran yang teratur dan terinci, jelas akan membantu kita untuk tahu.

Sebab dengan begitu, kita tahu kemana uang yang dimiliki pergi. Dan rasa kehilangan yang sia-sia, juga tak lagi terasa. Karena kita tahu, kemana alokasinya.

Tagihan Kartu Kedit, Lebih Besar dari Gaji Bulanan

Nah, coba dipikirkan lagi apa sebenarnya alasanmu untuk bekerja. Jangan sampai, semua gaji yang kamu terima hanya akan habis untuk membayar tagihan kartu kredit yang kerap digesek tanpa tahu aturannya.

Tiap kali kita berbelanja, hanya dengan menggunakan kartu tanpa mengeluarkan uang tunai. Rasanya memang jelas membuat baagia, seolah apapun yang kita suka bias didapat dengan mudah. Padahal setiap kali kamu belanja dengan kartu kredit, itu sama saja dengan menambah jumlah hutang yang kamu punya.

Kartu kredit jelas membantu pada waktu-waktu tertentu, tapi kalau sudah keblalasan bisa-bisa jadi beban.

Bukan Perlu, Sering Kali Barang yang Dibeli Hanya Sekedar Ingin Saja

Demi memastikannya, mari kita lihat lagi barang-barang yang ada dalam lemari. Benarkah semuanya terpakai dengan baik, atau justru masih ada banyak barang baru beli yang belum tersentuh? Bukan karena butuh dan memang dirasa perlu, beberapa benda yang kita miliki sering kali dibeli hanya karena suka. Padahal, dipakainya jarang sekali.

Kontrol diri untuk lebih realistis lagi, dengan tak membuang-buang uang pada barang yang sejatinya tak diperlukan. Karena tak hanya meyelamatkan kita dari ancaman kehabisan uang, hal ini juga jadi upaya agar isi lemari tak dihiasi barang-barang tak perlu.

Dan Sering Menghambur-hamburkan Uang, Hanya Demi Terlihat Kekinian

Dalam seminggu, dua atau tiga kali kamu mungkin akan duduk manis di coffee shop. Menikmatian beberapa cangkir kopi, yang harga bisa jadi biaya bensin untuk satu minggu ke depan. Dan kalau akan dikalkulasikan, bisa-bisa budget untuk minum kopi saja kadang 40% dari total gaji kita.

Keinginannmu untuk terlihat kekinian, jelas jadi hak semua orang. Tapi bukan berarti juga kita harus membuang-buang uang hanya demi sebuah pengakuan. Biarlah orang akan memandang kita seperti apa adanya kita, yang terpenting kita mampu mengelola keuangan dengan benar dan sesuai keinginan.

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Cara Unik Ucapkan “Aku Cinta Kamu” dalam 10 Bahasa Daerah

Indonesia terkenal sebagai Negara dengan beranekaragam budaya di dalamnya. Sebenarnya, ada banyak bahasa daerah yang ada di Indonesia, namun adapula satu bahasa pemersatu yaitu bahasa Indonesia. Berikut adalah cara unik untuk mengucapkan “aku cinta kamu” dalam 12 bahasa daerah yang berbeda.

1. Bahasa Daerah Makasar

Jika kamu adalah orang asli Makassar, kamu pasti tahu ucapan cinta ini. Dalam bahasa Makassar, kamu bisa mengucapkan “aku cinta kamu” dengan ucapan “kuangaiq/ eroka’ ri kau/ ku suka’ ko / ku suka ki’.”

2. Bahasa Daerah Manado

Yang kedua adalah bahasa daerah Manado. Manado juga punya ucapan tersendiri untuk mengungkapkan ucapan “aku cinta kamu”, yaitu “Ta suka pa ngana”.

3. Bahasa Daerah Minang

Untuk bahasa daerah Minang, ternyata ucapan “aku cinta kamu” dari seorang pria dan wanita berbeda loh. Ucapan dari pria berbunyi “ Aden suko jo kau piak” dan ucapan dari wanita berbunyi “Adiak suko jo uda”.

4. Bahasa Daerah Nias

Selanjutnya adalah ucapan “aku cinta kamu” dengan bahasa daerah Nias. Dalam bahasa Nias, kamu bisa mengucapkannya dengan kalimat “Omasido khou”.

5. Bahasa Osing

Nah yang satu ini adalah ucapan “aku cinta kamu” dengan menggunakan bahasa Osing yang berasal dari Banyuwangi. Dalam bahasa osing sendiri, kamu bisa mengungkapkan cinta dengan ucapan “Isun demen nang riko”.

6. Bahasa Daerah Padang

Bagi kamu yang suka masakan Padang, nggak afdol jika kamu nggak tahu sedikit saja bahasa orang Padang. Nah ucapan cinta dalam bahasa Padang sendiri berbunyi “Ambo senang siko/ Aden suko jo waang”.

7. Bahasa Daerah Papua

Papua adalah bagian Indonesia yang terletak di daerah Timur. Kalau kamu sudah mengenyam pendidikan di Universitas ternama, biasanya kamu akan punya banyak teman dari banyak pulau yang berbeda. Salah satunya adalah Papua. Di papua sendiri, ungkapan cinta diungkapkan dalam kalimat “Sa cinta ko”.

8. Bahasa Daerah Palembang

Selanjutnya beralih ke daerah Palembang yang terkenal dengan kerupuk ikannya. Nah di Palembang sendiri juga memiliki bahasa daerah loh. Dalam bahasa daerah Palembang, ucapan “aku cinta kamu” bisa kamu ganti dengan “Aku cinto bedebek samo kau”.

9. Bahasa Daerah Pekalongan

Berbicara tentang Pekalongan, pasti identik dengan batiknya yang terkenal di kalangan banyak orang. Nah dalam bahasa Pekalongan, ungkapan cinta bisa kamu ucapkan dengan kalimat “Nyong demen koe”.

10. Bahasa Daerah Prabumulih

Yang terakhir adalah bahasa daerah Prabumulih. Dalam bahasa Prabumulih, kamu bisa mengganti ucapan “aku cinta kamu” dengan kalimat “Aku galak samo kau”.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemudik Melahirkan di KA Dalam Perjalanan Menuju Surabaya

Seorang pemudik bernama Nuzulul Hikmah (23) melahirkan di atas kereta dalam perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya. Ia diketahui berasal dari Dusun Makalah, Kecamatan Kedundung, Sampang, Madura. Sementara itu, kereta yang ditumpanginya adalah ka 7028 Kertajaya Lebaran relasi Pasarsenen-Surabaya Pasarturi.

Nuzulul yang duduk di tempat duduk nomor 13B gerbong kereta Ekonomi 4 itu merasakan kontraksi saat di perjalanan sehingga sang suami, Jamil (32) segera lapor ke kondektur saat berada di Stasiun Kaliwungu.

Menerima laporan tersebut, kondektur segera melihat kondisi Nuzulul dan mengumumkan kepada penumpang lainnya guna menanyakan adakah yang berprofesi sebagai tenaga medis.

“Secara kebetulan di dalam kereta tersebut ada salah seorang penumpang yang berprofesi sebagai bidan sehingga yang bersangkutan segera membantu proses persalinan Bu Nuzulul Hikmah dengan dibantu kru KA Kertajaya Lebaran. Persalinan tersebut dilakukan dalam perjalanan di petak jalan antara Mangkang dan Jerakah,” kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang Suprapto , Minggu (18/6/2018) malam seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, proses persalinan tersebut berjalan dengan lancar dan bayi lahir dengan selamat pada pukul 15.27 WIB. Setibanya di Stasiun Semarangtawang, Nuzulul Hikmah beserta bayi perempuan yang lahir dengan berat badan 2,5 kilogram tersebut segera dirujuk ke Rumah Sakit Panti Wilasa, Semarang demi mendapatkan perawatan.

Ia mengatakan proses persalinan tersebut berjalan lancar dan bayi lahir dengan selamat pada pukul 15.27 WIB. Sesampainya di Stasiun Semarangtawang. kata dia, Nuzulul Hikmah beserta bayi perempuan yang baru dilahirkan dengan berat badan 2,5 kilogram tersebut segera dirujuk ke Rumah Sakit Panti Wilasa, Semarang, untuk menjalani perawatan.

Selanjutnya, Suprapto mengatakan PT KAI Daop 4 Semarang sudah menyiapkan tiket untuk keluarga Jamil yang akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Terkait dengan pembiayaan, ia mengatakan secara aturan jika biaya perawatan bagi penumpang tersebut tidak ditanggung oleh asuransi Jasa Raharja.

Menurut dia, biaya perawatan bagi Nuzulul Hikmah beserta bayinya dibiayai oleh Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro.

“Bayi tersebut selanjutnya diberi nama Faridatul Jamilah. Dia merupakan anak kedua dari pasangan Jamil dan Nuzulul Hikmah,” katanya.

Suprapto mengimbau seluruh penumpang khususnya ibu hamil yang menumpang KA jarak jauh agar mematuhi aturan mengenai ketentuan perjalanan bagi ibu hamil. Dalam hal ini, ibu hamil yang boleh naik KA jarak jauh jika usia kehamilannnya 14-28 minggu.

Apabila di luar usia kehamilan 14-28 minggu, wajib membawa surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan yang menyatakan usia kehamilan pada saat pemeriksaan, kandungan dalam keadaan sehat, tidak ada kelainan dalam kandungan, dan wajib didampingi oleh minimal satu orang pendamping dewasa saat naik KA jarak jauh.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top