Trending

Supaya Tak Lupa, Janji Manis Mas Anies Kutaruh Disini

Kemenangan Anies-Sandi di laga Pilkada Ibu Kota Jakarta jadi sorotan hampir seluruh rakyat Indonesia. Mereka yang pro, tentu akan tersenyum bangga dan berterima kasih pada semesta. Akhirnya sosok pilihannya jadi gubernur juga.

Lalu bagaimana dengan mereka yang tak suka? Pahit memang, tapi seorang kesatria tak pernah malu mengakui kekalahannya. Babak ini akan jadi pembelajaran pada pertarungan berikutnya. Meski nyatanya banyak kebohongan yang tercium dari duel kemarin, kami sungguh tak apa. Begitu kira-kira kata mereka.

Tutur kata dari pasangan gubernur dan wakil gubernur ini memang begitu apik saat kampanyenya kemarin. Walau kini banyak yang menuding cara bicara sang wakil kini lebih mirip Vicky Prasetyo, mantan tunangannya Zaskia Gotik. Bertele-tele dan tak jelas arahnya. Untuk ini, saya harap Bang Sandi tak marah, karena memang begitulah netizen di negara kita. Toh 56% penduduk Jakarta melabuhkan hati pada mereka.

Barangkali penghuni Jakarta sudah mulai lupa, atau bahkan tak tahu apa saja janji dari pemimpinnya. “Ya saya mah yang penting seiman dan nggak suka ngegusur”.

Kali ini dengan senang hati, saya akan membantu mengingatkan. Apa saja kira-kira janji kampanye yang kemarin gencar disuarakan Gubernur Jakarta kini.

Dari Banyaknya Janji yang Telah Dibuat Anies-Sandi, Setidaknya Ada Beberapa Janji yang Patut Untuk Ditagih


Resmi dilantik pada 16 Oktober 2017 lalu oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur Anies-Sandi telah jadi pelayan rakyat Jakarta untuk 5 tahun kedepan. Berhubung masa kerja mereka hanyalah setengah dekade, mari kita bayangkan dengan logika, agaknya kita tak boleh terlalu berharap jika semua janji itu akan terpenuhi.
Akan tetapi ada 8 janji yang nampaknya layak ditagih.

1. DP rumah nol persen
2. Membuka 200 ribu lapangan kerja baru, dengan menbangun 44 pos pengembangan kewirausahaan untuk warga.
3. Penutupan Hotel Alexis
4. Tak ada lagi kasus penggusuran selama 5 tahun ke depan
5. Membangun stadion mewah setaraf Old Trafford untuk Persija
6. Melanjutkan program KJP dari gubernur terdahulunya
7. Menghentikan reklamasi Teluk Jakarta
8. Meningkatkan nominal UMP DKI Jakarta

Mengingat baru satu bulan genap menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kita tentu tak bisa mendesak mereka untuk buru-buru merealisasikan janjinya. Bahkan pada salah satu kesempatan beberapa minggu yang lalu, Anies meminta masyarakat bersabar dan memberi mereka waktu terlebih dahulu.

Bak pasangan yang baru jadian, kita memang tak boleh buru-buru mencintainya terlalu dalam. Tapi tidak juga harus membencinya meski awalnya tak suka. Biarlah mereka bekerja sesuai dengan alur yang telah dirancang bersama beberapa orang dibelakang. Maksud saya timnya, bukan oknum lain yang mungkin kamu kira.

Satu Kabar yang Mungkin Jadi Awalan, Kini Izin dari Hotel Alexis Tak Lagi Diperpanjang

Nama Alexis kian melambung kala pilkada kemarin. Hotel yang berlokasi jalan RE Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara ini memang terus dibicarakan. Mulai dari aktivitas prostitusi yang meresahkan, hingga lantai 7 yang katanya jadi surga kaum adam.

Pada masa kerja gubernur sebelumnya, Alexis memang masih melenggang santai dan tetap beroperasi seperti biasanya. Namun setelah Anies Baswedan resmi jadi gubernur, secara sah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memperpanjang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDPU) Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis.

Sekilas ini tentu jadi awalan yang baik untuk pembuktian janji manis saat kampanye, tapi apa iya Alexis akan benar-benar tutup dan memberhentikan aktivitasnya? Sekedar mengingatkan saja, jika bicara tempat prostitusi di Jakarta, harusnya hal ini berlaku untuk semuanya, bukan hanya Alexis saja Mas Anies!

Akan Tetapi Ada Janji Lain yang Justru Membuat Sang Gubernur Dicap Sebagai Pembohong

Saya tak akan bilang jika ini adalah salah satu kecurangan pemenang pertarungan. Namun jika kamu akan menilainya seperti itu silahkan saja, toh semua orang berhak punya pandangan berbeda bukan?

Pada Rabu, 8 November dan Jumat, 10 November 2017 lalu, buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota. Mereka menuntut pemerintah DKI Jakarta merevisi penetapan upah minimum provinsi tahun 2018 dari Rp 3,6 juta menjadi Rp 3,75 juta, sesuai janji politik Anies-Sandi saat berkampanye.

Hasilnya gubernur malah hanya mengumumkan nilai UMP Jakarta menjadi Rp 3.648.035,00, naik dari nilai sebelumnya Rp 3.335.000,00. Dengan kata lain, keputusan ini hanya menaikkan sekitar 300 ribu rupiah dari UMP sebelumnya.

Bahkan Presiden dari KSPI, Said Iqbal, dalam jumpa pers di Jakarta, hari Rabu kemarin blak-blakan mengatakan bahwa keputusan yang ditetapkan oleh Pemkot DKI tersebut tak sesuai dengan janji politik Anies-Sandi pada buruh ketika kampanye Pilkada.

Karena menurut Iqbal salah satu hal yang mempengaruhi kemenangan Anies-Sandi adalah janjinya kepada kaum buruh. Hal ini terlihat dari penyataan Iqbal yang mengatakan bahwa, “Kontrak politik ini yang membuat ratusan ribu buruh DKI Jakarta memilih pasangan ini,”.

Jadi wajar saja, jika akhirnya mereka memberi gelar kehormatan kepada Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai “Bapak Upah Murah”.

Untuk kesepakatan politik terhadap para kaum buruh, dia memang mengaku pernah menandatanganinya. Namun ia berharap buruh dapat bersabar dan memberinya waktu.

Lagi pula menurut saya, kita memang harus bersabar. Barangkali tahun depan nominalnya akan naik lagi. Toh masih ada 4 tahun masa kerja setelah penetapan UMP 2018.

Sebagai warga yang baik, mari kita kawal janji-janji kampanye dan kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta. Jangan terlalu banyak mendesak dan menuntut ini itu. Apa lagi ini adalah kali pertama Sandiana Uno duduk diranah pemerintahan. Takutnya ia kerap tak siap jika tiba-tiba ada wartawan dan masyarakat yang bertanya banyak. Karena hanya sedikit gugup dan tak jelas arah bicaranya saja, ia sudah disebut wagabener oleh netizen.

Akhirnya, semoga semua janji yang telah diberikan tak hanya bualan belaka. Karena warga Jakarta tentu ingin hidup sesuai yang telah digambarkan Mas Anies dan Bang Sandi. Ya benar, Maju Kotanya Bahagia Warganya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kisah Memprihatinkan dari Tikiri, Gajah Kurus yang Dipaksa Bekerja di Sri Lanka

Cerita-cerita perenggutan lahan hutan yang akhirnya menghilangkan tempat tinggal untuk binatang mungkin sering kita dengar. Dan hal lain yang lebih menyedihkan adalah, cerita-cerita eksploitasi hewan demi keuntungan oleh beberapa orang. Seperti cerita seekor gajah yang baru-baru ini viral di media sosial.

Yap, binatang malang itu adalah Takiri, seekor gajah berusia 70 tahun yang dipaksa ikut dalam sebuah festival keagamaan di Sri Lanka untuk menghibur penonton. Namun, tak ada yang menyangka di balik kostum warna-warni yang dikenakan gajah tersebut. Gajah berjenis kelamin betina itu dalam kondisi yang miris. Di balik kain yang dikenakan, Yap, dari beberapa foto yang beredar luas, ternyata badan Takiri sangat kurus tidak seperti gajah pada umumnya.

Dilansir dari worldofbuzz.com, Kamis (15/8), pada awalnya kisah gajah malang tersebut diungkap oleh Lek Chailers, pendiri yayasan Save Elephant Foundation, sebuah organisasi yang fokus dalam penyelamatan gajah. Dalam momentum peringatan Hari Gajah Sedunia pada 12 Agustus lalu, melalui halaman Facebook ia menceritakan bahwa Tikiri merupakan salah satu dari 60 gajah yang dipaksa bekerja selama 10 malam berturut-turut di Esala Perahera, sebuah festival yang digelar di Kandy, Sri Lanka.

“Tikiri bergabung dalam parade awal setiap malam hingga larut malam selama sepuluh malam berturut-turut, ia bekerja di tengah-tengah kebisingan, kembang api, dan asap. Dia berjalan beberapa kilometer setiap malam sehingga orang-orang akan merasa diberkati selama upacara,” katanya.

Membuat orang-orang kian simpatik dan merasakan kesedihan yang teramat dalam atas kondisi gajah itu. Kulitnya terlihat mengendur, bagian tulang rusuk dan tulang belakangnya bahkan sampai terlihat di balik tubuh kurusnya itu.

“Bagaimana kita dapat menyebut festival ini berkah, atau sesuatu yang suci, jika kita membuat hidup makhluk lain menderita? Hari ini adalah Hari Gajah Sedunia. Kita tidak dapat membawa dunia yang damai kepada gajah jika kita masih berpikir bahwa kondisi Tikiri bukanlah masalah,” sambung Lek Chailers lagi.

Di sisi lain, menurut kabar terbaru yang disampaikan oleh yayasan Save Elephant Foundation lewat halaman Facebook, Kamis (15/8), kondisi Tikiri kini semakin mengenaskan. Kondisi kesehatan Tikiri dikabarkan semakin menurun. Foto terbaru yang mereka bagikan memperlihatkan Tikiri terkulai lemas dikerubungi banyak orang.

Kisah Tikiri pun ramai jadi bahan perbincangan para pengguna media sosial. Dan sejak pertama kali diunggah pada Selasa (13/8) lalu, postingan tersebut telah dibagikan ulang lebih dari dua ribu kali. Sebagian besar warganet pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap apa yang dialami Tikiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dari Hasil Riset, Laki-laki yang Suka Kirim Foto Penis ke Perempuan Ternyata…

Kalian mungkin pernah mendengar atau membaca, beberapa kasus lelaki yang sering mengirim foto penis miliknya kepada kaum hawa. Nah, sebuah riset mengungkap ternyata laki-laki yang suka melakukan hal tersebut memiliki kepribadian narsis dan seksis.

Riset ini dipublikasikan oleh The Journal of Sex Research pada 18 Juli 2019 lalu. Tim ilmuwan menuliskan bahwa ini adalah penelitian pertama yang secara kuantitatif menginvestigasi motif pria heteroseksual mengirim foto penis mereka. Dalam riset ini, seperti dilansir IFL Science, para peneliti mempelajari 1.087 responden laki-laki di Amerika Serikat. Ada 48 persen di antara para responden mengaku pernah mengirimkan foto penisnya ke perempuan meski tidak diminta.

Untuk menilai perilaku para responden, tim periset meminta mereka untuk menjawab sejumlah pertanyaan. Dari situ para ilmuwan menemukan bahwa laki-laki yang mengirimkan foto penis memiliki tingkat narsis dan seksis yang sangat tinggi. Nah, orang dengan sifat narsis cenderung memiliki rasa kagum berlebihan pada dirinya sendiri. Mereka sering merasa bahwa dirinya lebih baik dibanding orang lain atau terobsesi dengan dirinya. Inilah yang kemudian mendorongnya percaya diri untuk mengirimkan foto-foto penis miliknya kepada orang-orang. 

Tak hanya itu saja, riset ini juga menemukan, 15 persen responden mengaku alasan mereka mengirimkan foto itu adalah untuk membuat penerimanya merasa takut. Sementara delapan persen lainnya ingin membuat penerima foto itu merasa malu. Selanjutnya, para peneliti juga menemukan, bahwa motivasi utama responden mengirimkan foto adalah akibat sifat misoginis dan ingin memiliki kontrol.

Bahkan, ada responden yang setuju dengan komentar semacam, “Saya memiliki rasa tidak suka pada perempuan dan mengirim foto penis memuaskan saya” atau “Mengirim foto penis membuat saya merasa memiliki kontrol dari orang yang saya kirimi gambar itu”.

Sebagian besar lelaki yang mengirim gambar, menganggap apa yang ia lakukan itu akan membuat penerimanya merasakan hal positif. Temuan lain dalam riset ini menunjukkan, 45 persen responden mengirimkan foto dengan harapan mendapat balasan gambar serupa. Yakni, perempuan akan berbalik mengirimkan foto gambar alat vital mereka.

Uniknya, hanya sedikit responden yang mengaku mengirimkan foto penis demi memuaskan rasa seksual mereka. Karena itu, para peneliti menyimpulkan bahwa libido tidak selalu menjadi alasan kenapa pria mengirimkan foto penisnya ke perempuan. Bisa saja mereka yang mengirimkan foto penisnya ke perempuan karena tidak cukup percaya diri dengan tampangnya. Mereka lalu merasa “alat vitalnya” punya kemungkinan lebih besar untuk memukau perempuan yang sedang ia dekati. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Seorang Polisi Terbakar saat Mahasiswa Unjuk Rasa di Cianjur

Seorang anggota polisi Resor Cianjur, Aiptu Erwin, dikabarkan terbakar saat sejumlah mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Cianjur. Akibatnya Aiptu Erwin menderita luka bakar serius di sekujur tubuh. Dan saat ini, polisi tersebut masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, sejak Kamis sore (15/8/2019).

Selanjutnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko memaparkan kronoligi kejadian tragis tersebut sebagai berikut. “Saat ini kita ketahui ada tragedi terbakarnya personel Polri khsusunya di Polres Cianjur anggota tepatnya Polsek Cianjur Kota. Selain itu, dua personel dari Satuan Sabhrara Polres Cianjur juga menderita luka bakar,” kata Truno di Mapolrestabes Bandung, Kamis (15/8/2019).

Beliau menambahkan, kronologi kejadian berawal dari unjuk rasa mahasiswa yang telah direncanakan sejak Senin 12 Agustus 2019 sesuai surat pemberitahuan ke Polres Cianjur dan ada pernyataan dari koordinator lapangan organisasi kepemudaan Cipayung plus Cianjur untuk melakukan audiensi terkait dengan kebebasan berpendapat atau mengemukakan pendapat.

Kemudian, hari kemarin Kamis (15/8/2019) sekitar pukul 12.00 WIB rombongan mahasiswa sebanyak 50 orang mengatasnamakan dari OKP Cipayung plus Cianjur menyampaikan pendapat terkait isu lapangan pekerjaan dan pendidikan. Mereka ingin audiensi khususnya di Pemkab Cianjur dan DPRD Kabupaten Cianjur.

“Namun upaya pengunjuk rasa (audiensi dengan pemda dan DPRD Cianjur) tidak berhasil menemui pimpinan dewan yang dimaksud. Kemudian mereka melanjutkan aksi unjuk rasa sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Kabid Humas.

Setelah itu, tutur Truno, para mahasiswa itu menggelar aksi unjuk rasa dan melakukan penutupan Jalan Siliwangi depan pintu masuk Pemda Cianjur. Akibatnya terjadi kemacetan arus lalu lintas di kawasan itu atau tidak tertib. Kemudian massa mahasiswa membakar ban bekas.

Nah, setelah itu Anggota Polri yang melakukan pengamanan dan menjaga ketertiban atas nama Aiptu Erwin, anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Bojong Herang, Polsek Cianjur Kota, memadamkan api.

“Saat pemadaman api, ada salah satu oknum dari 50 orang mahasiswa yang disebutkan tadi, menyiram yang bersangkutan (korban Aiptu Erwin) dengan bahan bakar minyak yang mudah terbakar. Sehingga kondisi Aiptu Erwin terbakar dan saat ini sedang dalam penanganan medis. Khususnya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati yang berkoordinasi dengan RSUD Cianjur,” tutur Truno.

Tak haya Aiptu Erwin, ungkap Truno, dua anggota Sabhara Polres Cianjur yakni, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon juga mengalami luka bakar setelah berusaha menyelamatkan rekannya dengan cara memadamkan api. “Sesaat setelah kejadian korban Erwin dan dua rekannya dibawa ke rumah sakit,” ungkap Truno.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top