Feature

Sulit Memang, Belajar Menerima Takdir Tuhan Tanpa Keluhan

“Ditengah sebuah kesulitan, selalu ada seberkas cahaya yang jadi jalan keluar.”

Begitu orang-orang memberi komentar, pada kita yang mungkin sedang kesusahan. Tapi benarkah, kita bisa tetap kuat terus berjalan, tanpa ada rasa sesal dan kecewa pada Tuhan? Sayangnya tak selalu demikian!

Bisa, memberi masukan agar tetap tenang tanpa banyak mengeluarkan umpatan, tapi jika kita adalah pihak yang sedang kesusahan, terasa mustahil untuk bisa berlaku seperti yang tadi disebutkan.

Tak ingin bermaksud untuk tak bersyukur atas segala hal, tapi menerima takdir Tuhan yang tak kita inginkan, jelas saja susah, Kawan!

Sudah Susah Payah Berencana, Lalu Berusaha untuk Mewujudkannya tapi yang Terjadi Justru Sebaliknya

Coba bayangkan, satu mimpi yang sudah lama diangan-angankan. Berusaha sekuat tenaga agar semuanya kesampaian, tapi ditengah jalan tiba-tiba ada saja halangan yang menjadikannya gagal. Kecewa? Jelas saja!

Tak peduli siapa orangnya, semuanya pasti setuju jika hal-hal semacam ini selalu membuat kita jatuh dan kecewa. Berusaha mencari titik salahnya, hingga kadang menyalahkan diri sendiri atau protes pada semesta.

Masa-masa begini, memang jadi situasi yang cukup krusial. Bahkan beberapa orang gagal dalam mengembalikan semangat dan kesadarannya. Memilih mengakhiri hidup pun dijalani, demi lepas dari rasa kecewa. Semoga saja kita tak mengikuti jejaknya.

Beberapa Waktu Mungkin Sakitnya Tak Begitu Terasa, tapi Kemudian Kita Mungkin Akan Mengutuki Segalanya

Ini jelas jadi sesuatu yang berat, sebab menerima sebuah kegagalan dan ujian bukanlah sesuatu yang mudah. Beribu-ribu pertanyaan mungkin akan hinggap diatas kepala. Membentuk satu keresahan hingga mengganggu jiwa yang tadinya sudah mulai tenang.

Gagal atau tidak memang adalah sesuatu yang biasa, tapi untuk bisa legowo agar bisa menerima jelas kadang jadi sesuatu yang diluar porsi manusia. Tetap lelap dalam bayang-bayang kegagalan, atau beranjak untuk berupaya sekali lagi.

Selanjutnya, demi menyenangkan jiwa. Waktu dan situasi mungkin jadi sasaran empuk dari kemarahan. Jadi ajang untuk mempertanyakan, mengala semua hal itu bisa terjadi?

Mencoba Ikhlas dan Menerima Memang Menenangkan, tapi Jelas Tak Mudah untuk Dilakukan

Mereka yang mengaku peduli mungkin akan datang untuk menenangkan. Memberi kita dorongan untuk bangkit dari keterpurukan. Tapi sayangnya, berpuluh-puluh nasihat yang mereka sampaikan tak selalu bisa jadi jalan keluar.

Belajar untuk menerima semua hal, hingga ikhlas dan tak lagi menyalahkan semua hal, barangkali jadi sesuatu yang saat ini kita butuhkan. Tapi untuk berjalan, dan melakoni hal tersebut jelas tak mudah, Kawan!

Hal Lain yang Menambah Beban, Mereka yang Tak Lebih Baik dari Kita Justru Terlihat Memperoleh Hidup yang Tampak Begitu Bahagia

Membandingkan hidup dengan situasi yang orang lain alami, memang bukanlah pilihan baik yang sekarang kita butuhkan. Terlebih dalam situasi buruk. Namun, nampaknya memang sudah menjadi naluri yang manusiawi, jika membandingkan hidup boleh jadi ajang untuk mengoreksi diri.

Anehnya, bukannya bisa berbenah diri. Kita malah merasa jauh lebih terbebani. Apalagi jika seseorang yang kita lihat, sejatinya tak lebih baik dari kita. Lantas dimana letak salah yang kita perbuat? Haruskan kita melakukan hal yang sama dengan mereka, untuk tak lagi mendapat ujian? Ya, tentu saja tidak. Sebab setiap orang punya jalan cerita yang berbeda, dengan bahagia yang juga tak pernah sama.

Manusia Memang Hanya Boleh Berencana, Sebab Tuhan Selalu Jadi Penentunya, tapi…

Ini mungkin jadi kalimat paling menenangkan yang akan banyak kita dengar. Tapi hal yang sesungguhnya kita rasakan, kadang berbanding terbalik dengan apa yang ada dalam pikiran. Kita memang hanya boleh berencana, tetapi Tuhanlah yang menentukannya.

Lalu bagaimana jika kita tak berencana apa-apa, masihkah Tuhan akan memberi ujian yang sama? Atau haruskah kita diam saja, tanpa perlu bergerak untuk melakukan apa pun?

Sudah…sudah…, bertanya-tanya hanya akan menambah kebingungan pada isi kepala, cobalah untuk menerima semuanya dengan lapang dada.

Berpikir Jika Diri Sudah Berbuat Baik, namun Takdir yang Datang Justru Kerap Terbalik

Bukan bermaksud ingin memegahkan diri sendiri, tapi segala hal yang sudah diyakini selalu jadi versi terbaik yang bisa kita lakoni. Memastikan semua rencana akan berjalan dengan benar, memeriksa hal-hal lain yang dibutuhkan, hingga berkali-kali mengecek bagaimana langkah yang akan dilakukan.

Pikiran kita telah dipenuhi hal-hal baik, bahwa rasanya tak ada salah yang ditemui. Tapi anehnya, hal yang terjadi justru diluar rencana. Kita  yang berharap bahagia, mendadak harus kecewa. Kita yang tadinya merasa keberhasilan sudah didepan mata, lagi-lagi harus mengubur semua mimpi yang ada.

Tidak dengan Mengeluh Memang Mustahil, namun Mengeluh pun Tak Merubah Apa-apa

Adalah sebuah keajaiban jika kamu bilang akan tetap diam dan menerima semuanya dengan hati yang lapang. Bahkan meski diri ini adalah seseorang yang beriman tebal, hingga telah begitu paham bahwa semua hal terjadi karena memang sudah disuratkan. Tetap terasa sulit untuk menerima semua takdir tanpa adanya pertentangan, meski hanya sekedar bertanya “Mengapa?” pada Tuhan.

Namun, hal lain yang jadi pertanyaan adalah, jika menerima takdir tanpa keluhan memang susah dilakukan, apakah mengeluh akan merubah situasinya? Jelas tidak, kan? Lantas kenapa kita harus mengeluh?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bahagia Adalah Cara Pintar untuk Merayakan Hidup yang Lebih Bermakna

Merasa lelah karena didera masalah? Depresi karena banyaknya tanggung jawab yang membebani? Hingga rasa cemas yang tak henti-hentinya memenuhi isi kepala. Ya, hampir setiap orang sedang berjuang untuk menghadapi itu semua.

Memang sih, masih banyak hal-hal bahagia yang bisa kita ingat untuk menghibur hati. Tapi, kenapa akhir-akhir ini semua itu seolah terlihat menjauh, ya? Bukan, itu hanya perasaanmu saja.

Nah, demi menyelamatkanmu, bagaimana jika kami akan memberimu langkah yang mungkin lebih mudah dari yang terbayang sebelumnya agar kamu benar-benar bisa merasa bahagia. Biarlah kami bercerita, kamu cukup diam dulu untuk membaca dan memahaminya. Tentang bagaimana langkah-langkah dasar yang sebenarnya bisa kamu jalani untuk hidup yang lebih bermakna.

Bahagia Itu Adalah Bentuk Lain dari Pengalaman  

Memang sih, akan terasa mengada-ada jika kita diminta untuk bahagia, ditengah-tengah situasi sulit yang mungkin sedang diderita. Kebahagiaan itu sebenarnya merupakan kumpulan kecil dari makna-makna perjalanan dan kepuasan yang didapatkan.

Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan AS merilis Laporan Kebahagian Dunia, setiap tahunnya. Pada laporan tahun 2018, penduduk Firlandia jadi orang-orang yang menempati peringkat pertama untuk penduduk yang paling bahagia. Padahal dari beberapa negara yang diteliti, Amerika justru memiliki tingkat pendapatan yang paling tinggi. Tapi mereka justru berada pada urutan ke-18. Dengan kata lain, meski katanya bisa memilih bahagia karena memiliki apa saja yang diinginkan, belum tentu juga kita bisa mendapat bahagia.

Ini Akan Menjadi Rumit, jika Kita Tak Bisa Memecahkan Persoalan yang Sedang Mendera

Kamu pasti paham, ‘kan? Jika ekonomi Amerika dan penduduknya sudah jadi tolak ukur yang baik untuk berbagai negara. Mereka menghasilkan uang lebih banyak. Namun dari hasil rilisan penelitian yang tadi dijelaskan, negara tersebut justru tak menunjukkan peningkatan kebahagiaan. Konon kesenjangan antara pendapatan dan kebahagiaan ini disebut Easterlin Paradox. Dan tak melulu jadi patokan untuk bahagia yang banyak digadang-gadang orang.

Diri ini mungkin punya uang yang lebih dari cukup, bahwa lebih banyak dari yang sebelumnya kita bayangkan. Tapi kita justru terjebak, berjuang memahami. Kenapa sih kita tak bahagia? Padahal jawabannya sungguh sangat sederhana, bahagia itu adalah pilihan.

Ya, Sesimpel Memilih “Aku Ingin Bahagia Saja”

Diartikan dalam bentuk yang berbeda-beda. Setiap orang pasti punya penilaian yang tak serupa tentang bahagia. Kawan lain bilang bahagianya jika punya rumah dan mobil mewah, tapi untuk kita bisa jadi tak serupa. Jika kebahagiaanmu adalah keadaan, maka kita dapat berkata bahwa kebahagiaan hanyalah pengalaman, atau serangkaian pengalaman.

Selain itu, kebahagiaan juga bisa kita artikan sebagai tindakan untuk menemukan makna hidup dalam pengalaman sehari-hari dengan orang lain. Itulah sebabnya, Worl Happiness Report mengungkapkan bahwa kedermawanan dan jaringan dukungan sosial, juga jadi dua faktor kunci yang akan mengarahkan kita pada bahagia.

Pada setiap bahagia yang mungkin sedang diinginkan, kita menaruh harap untuk orang lain mengambil bagian. Kita percaya, memilih bahagia bisa didapatkan dengan mempersilahkan orang lain berperan untuk hidup kita.

Selanjutnya, Mari Bertindak Jadi Penentu untuk Bahagia yang Kita Inginkan

Jangan terlalu mendengar apa kata orang, jangan pula ikut-ikutan bisikan kawan. Sejatinya bahagia, hanya bisa kita rasakan sendiri. Bukan tentang takaran yang dibuat orang, atau berdasarkan kepercayaan yang digadang-gadang oleh mereka yang ada di sekitar.

Tentukan dan lakukan semua hal yang kita percaya jadi sumber bahagia. Perbuat segala sesuatu yang memang kita percaya. Ini bukan tentang siapa mereka yang ada di dekat kita saja. Tapi bagaimana kita bisa memaknai arti dari bahagia yang kita percaya.

Dan Jadikan Bahagia sebagai Pilihan Bijak demi Hidup Lebih Bermakna

Sesungguhnya banyak cara untuk memaknai hidup lebih dalam. Tapi belajar untuk memilih berbahagia dengan cara yang kita suka adalah salah satunya. Tak pernah ada pihak lain yang tahu, semuanya hanya akan jadi rahasia diri sendiri. Buang semua perkara yang jadi beban, dan mulailah merileksasi diri dengan cara yang kamu percayai.

Pertanyaannya, sudahkah kamu bahagia hari ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Untuk Kamu yang Masih Lajang, Tips Ini Bisa Membantumu Mewujudkan Mimpi Punya Rumah Sendiri

Di zaman sekarang, rasanya sangat sulit untuk mewujudkan impian untuk memiliki rumah sendiri. Terlebih jika kamu ingin memiliki rumah di kota-kota besar. Mengingat lahan di kota besar semakin hari semakin sempit karena pembangunan yang terus menerus dilakukan di kota-kota besar. Untuk itu, Gobagi mencoba membagikan tips agar kamu bisa mewujudkan impianmu untuk memiliki rumah sendiri. Simak tips berikut ini!

1. Membuat Perencanaan

Segala sesuatu tentu harus dilandasi dengan perencanaan yang matang. Nah mumpung kamu masih lajang, kamu perlu memanfaatkan masa lajangmu untuk membuat sebuah perencanaan masa deoan. Kmau harus bisa mengutamakan apa yang patut untuk kamu prioritaskan. Langkah pertama adalah dengan membuat perencanaan keuangan agar kamu tahu kira-kira sejauh mana tabungan yang kamu perlukan untuk mewujudkan impianmu itu.

2. Melakukan Investasi

Kamu bisa melakukan investasi dengan banyak cara. Asalkan kamu punya cukup modal untuk melakukannya. Misalnya kamu bisa membeli barang dengan nilai investsi yang cukup baik seperti emas.

3. Mencari Lokasi Terbaik

Setiap orang tentu menginginkan lokasi tempat tinggal yang terbaik. Namun sayangnya hal ini serasa sangat sulit diwujudkan jika kamu tinggal di kota besar. Tak perlu risau, kamu tetap bisa kok mendapatkan lokasi terbaik jika kamu jeli dalam memilih. Usahakan untuk memilih lokasi hunian yang memiliki akses mudah dengan pusat kota.

4. Tak Ada Salahnya Memilih Bangunan Vertikal untuk Tinggal

Sempitnya lahan di kota besar tentu juga akan menyulitkanmu untuk mendapatkan hunian yang pas. Tak ada salahnya kok kamu memilih hunian bangunan vertikal seperti apartemen. Karena memang saat ini apartemen dinilai sebagai hunian yang nyaman, aman, dan terjangkau harganya.

5. Pilih Tenor yang Sesuai dengan Kesanggupanmu

Pastikan kamu memilih tenor yang sesuai dengan kesanggupanmu. Sesuaikan saja jangka waktu cicilan dengan pendapatanmu sehingga kamu tak akan tersiksa dengan tagihan cicilan apartemen yang besar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Dilirik Lelaki, Mari Belajar Mandiri

Biasanya perempuan diminta untuk bersikap lebih manis, agar lebih dilirik lelaki. Duh, ini sebuah pernyataan yang perlu dibenahi. Karena selain sikap manis yang katanya dimintai itu, kemandirian justru lebih banyak dicari. Yap, hal ini dinilai jadi satu kualitas yang perlu kamu tunjukkan. Mulai tak bergantung pada orang, hingga terlihat bisa melakukan banyak hal tanpa bantuan orang.

Disisi lain, katanya perempuan mandiri sering dinilai terlalu mengintimidasi lelaki, padahal faktanya beberapa lelaki justru tergila-gila pada kemandirian seorang perempuan. Lantas, bagaimana bentuk kemandirian yang dimaksudkan? Kira-kira begini, nih!

Meminta Pendapat Itu  Wajar, tapi Bukan Berarti Selalu Meminta Izin untuk Apa yang Akan Dilakukan

Menjadi perempuan mandiri, kamu harus paham. Jika tak semua hal perlu untuk dibagikan pada pasangan. Namun, berbeda ceritanya, jika yang akan kamu tanyakan adalah sesuatu yang menyangkut hubungan. Jelas ini masih wajar. Selebihnya, tanpa merasa bergantung pada seorang pihak, kamu bisa melakukan banyak hal sendiri. Padamu ada rasa percaya akan kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan. Maka kamu hanya merasa butuh berbagi cerita dan pendapat saja. Bukan menggantungkan semua keputusan pada dirinya.

Tak Merasa Perlu Ditemani Setiap Saat, Kamu Bisa Melakoni Banyak Hal Seorang Diri

Lupakan dulu seseorang yang mungkin bisa dimintai bantuan, ini tentang apa yang bisa kamu lakukan dengan yang mungkin tak bisa. Berbeda dengan perempuan lain yang hanya akan melakukan sesuatu dengan bantuan teman atau pasangan. Kamu justru tumbuh dengan karakter yang berbeda dari biasanya

Bukan ingin berkata bahwa kamu bisa melakukan semua hal seorang diri, namun untuk perkara-perkara yang memang bisa ditangani sendiri. Kamu tak pernah meminta bantuan orang lain, hanya untuk menyelesaikannya. Manis mungkin jika apa yang kamu lakukan mendapat bantuan dari dia yang tersayang. Tapi kemampuanmu untuk mengerjakan sesuatu seorang diri, selalu jadi nilai lebih.  

Paham Apa yang Dimau, Semua Kamu Lakukan dengan Sungguh-sungguh

Kamu terbiasa dengan pernyataan “iya” untuk sesuatu yang diinginkan, dan “tidak” untuk sesuatu yang tak diinginkan. Tak ada basa-basi yang memperkeruh situasi. Kamu selalu paham, tentang apa yang sebenarnya sedang kamu inginkan. Mulai dari menekuni hobi, menjalani sesuatu yang disukai, dan hal-hal lain yang mungkin dimimpikan. Semua kamu lakukan dengan satu niat yang jelas. Terarah dan diselesaikan dengan baik dan tepat.

Bertanggung Jawab untuk Segala Hal, Semua Urusan Selalu Dikerjakan dengan Benar

Mengerti arti pentingnya sebuah kepercayaan, kamu selalu menanamkan rasa tanggung jawab yang besar untuk segala kepentingan. Tak hanya pada perkara hubungan, hal serupa juga berlaku untuk sisi kehidupan lain yang memang akan kamu jalankan.

Jadi tak heran, jika setiap lelaki yang melihatmu selalu terkagum dan terkesan. Karena tak hanya jadi perempuan yang terlihat serius untuk pilihan-pilihan hidupnya. Kamu juga selalu menjadi sosok yang berbeda dengan caramu bertanggung jawab pada semua hal yang ada.

Memiliki Pendirian yang Kuat, Tak Mudah Terpengaruh oleh Bisik-bisik Kawan

Konon perempuan sangat mudah terbawa arus. Latah mengikuti apa yang dilakukan perempuan lain. Hingga selalu ikut-ikutan dengan apa yang sedang digilai zaman. Anehnya, tak satu pun sikap itu ada pada dirimu. Semua yang kamu lakukan, selalu lahir dari buah pikir sendiri. Bukan karena ingin dilirik orang, tidak pula untuk ajang pamer pada kawan. Kamu melakukan apa yang kamu cintai, mengerjakan apa yang kamu ingini, dan selalu berusaha untuk menunjukkan bahwa dirimu berbeda. Dengan tak perlu ikut-ikutan perempuan lainnya.

Beberapa Kali Bisa Juga Bersikap Manja, tapi Masih dalam Porsinya

Yap, semandiri apa pun kamu, perempuan pastilah punya sisi manja pada setiap dirinya. Tak melulu bersikap jutek dan tegas bak seorang petugas. Kamu paham, ada waktu dimana kamu perlu melonggarkan sisi mendirimu. Dan membiarkan pasangan masuk untuk mengisinya. Menempatkan jadi perempuan yang ingin dilindungi tanpa harus diintimidasi.

Kamu paham, bagaimana takaran yang pas untuk sikap manja yang sedang dibicarakan. Tak selalu harus serius, tapi kamu juga paham, jika bersikap manja terlalu berlebihan juga tidak dibenarkan.

Dan yang Terpenting, Kecerdasan dan Percaya Diri yang Tinggi, Jadi Hal Wajib yang Harus Kamu Miliki

Barangkali ini jadi babak paling mengagumkan dari seorang perempuan. Tentang bagaimana ia memandang suatu hal dengan tingkat percaya diri yang juga ia miliki dalam hidupnya. Bukan tentang seberapa cantik kamu, tak pula perihal seberapa bagus warna kulitmu. Namun menjadi sosok perempuan pintar yang juga memiliki  wawasan luas, akan selalu membuatnya dipandang jadi sosok yang mengagumkan. Tapi yang paling penting adalah kepercayaan dirimu pun tak boleh dilewatkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top