Community

Sudah Waktunya Move On, Begini Cara Melupakan Mantan Tanpa Penyesalan

Suatu hubungan memang tidak selamanya lancar, bahkan tak sedikit yang harus kandas di tengah perjalanan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan retaknya suatu hubungan baik itu dari internal maupun eksternal, sehingga mau tidak mau kita harus bisa mengakhirinya.

Namun apakah setelah hubungan itu berakhir semuanya akan ikut hilang? Tentu tidak, karena dibalik semua perjalanan bersama “mantan” pasti menyimpan banyak kenangan yang kadang membuat kamu merasa sakit hati atas atas bubarnya hubungan.

Oleh karena itu, yuk simak beberapa cara melupakan mantan pacar berikut ini agar bisa cepat move on:

Luapkan Saja Dalam Tangis

Meski menangis kadang dianggap cengeng, tapi cara melupakan mantan dengan menangis bukan hal yang salah. Jika malu menangis di hadapan orang lain, terutama bagi kamu laki-laki, tentunya sangat antipati dengan menangis, maka dirimu bisa menangis seorang diri atau gunakan me time.

Jika kamu bingung bagaimana melampiaskan kesedihan dan kekesalan, kamu bisa kok menangisi hubungan yang telah bubar. Asalkan, jangan terlalu lama larut dalam kesedihan dan terkukung dalam tangis terus-menerus.

Karena sebenarnya setelah menangis membuat perasaan akan terasa sangat lega luar biasa. Jika kamu bingung mencari tempat curhat, kamu bisa kok perbanyak ibadah dan ceritakan semua uneg-uneg sama Tuhan, karena dengan cerita kepada Sang Maha Pencipta rahasia tidak akan terbongkar sama sekali. Namun hal tersebut bukan berarti hanya “dekat” pada Tuhan saat sedih saja.

Putuskan Semua Hubungan dengan Mantan

Kadang ada yang menganggap cara melupakan mantan seperti terdengar alay dan berlebihan. Namun cara ini sebenarnya masih dalam batas wajar jika berlaku hanya sementara saja sekadar untuk mengobati kesedihan Anda dan melupakan sang “mantan” dan bukan berarti kamu menjadi “amnesia” dengan mantan.

Putuskan dan tutup semua akses yang berhubungan dengan mantan, mulai dari dunia maya hingga dunia nyata. Jika terlalu berat untuk melupakan, kamu bisa memulai dengan menghapus semua kontak dengan mantan di sosial media.

Kemudian, jika terpaksa harus bertemu, kurangi intensitas pertemuanmu dengan mantan dan hindari kontak fisik. Kamu juga harus bisa stop stalking mantan dan mendengarkan kabar tentang mantan dari teman-temanmu atau lingkungan sekitar.

Singkirkan Barang Pemberian Mantan

Selama kamu menjalin hubungan bersama mantan, tentu telah banyak kenangan dan saling memberi, baik dari hal tidak nampak dan hal yang nampak seperti pemberian barang-barang.

Buang atau berikan barang pemberian mantan kepada orang lain sebagai cara melupakan seseorang yang cukup efektif, karena dengan kamu tetap menyimpan barang dari mantan, kamu akan lebih sulit melupakannya.

Mencari Kesibukan dan Kegiatan Baru

Cara melupakan mantan yang paling positif adalah dengan melakukan aktivitas baru dan mencari kesibukan lain agar memori atau ingatanmu tidak terisi dengan kenangan bersama mantan.

Selain itu, menciptakan prestasi baru juga bisa menjadi cara membuat mantan menyesal karena melihat kamu tetap bahagia meski sudah tidak bersama mantan lagi. Kamu juga bisa melampiaskan kesedihan dengan menyalurkan hobi yang kamu sukai.

Bergabung Bersama Sahabat

Meski tidak bersama pasangan lagi, toh kamu tetap bisa kok, bahagia, have fun, atau bersenang-senang dengan teman, sahabat atau keluarga. Tunjukkan juga bahwa tidak menyesal telah berpisah dengannya.

Jangan malu berkeluh kesah dengan sahabat dekat yang kamu punya. Cara melupakan mantan jika sulit dihadapi sendiri yaitu minta tolonglah kepada sahabat agar bisa membantu melupakan mantan secepatnya tanpa sakit hati lagi.

Nah, demikianlah cara melupakan mantan dengan yang bisa kamu lakukan. Segeralah hapus kenangan masa lalu yang pahit untuk diingat dan ambil saja pelajaran dari kenanganmu bersama dengan mantan.

Baca juga: Beberapa Cara Membersihkan Paru Paru yang Dipercaya Ampuh

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Adela Resmi Layangkan Gugatan Cerai pada Sang Suami

Kabar tak megenakkan, baru-baru ini datang dari pelantun lagu ‘All I Ask”, Adele. Yap, belum lama ini, ia mengumumkan perpisahannya dengan sang suami, Simon Konecki. Dan kini, penyanyi perempuan berusia 31 tahun tersebut secara resmi melayangkan gugatan cerai pada suaminya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh oleh pihak Adele melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari E! News, Jumat (13/9), dimana Adele menggugat cerai Simon setelah 8 tahun, dan memutuskan akan merawat anak mereka, Angelo, bersama-sama.

“Mereka berkomitmen untuk membesarkan Angelo bersama dengan penuh cinta,” ungkapnya sang sumber.

Akan tetapi, hingga ini dituliskan, baik Adele maupun Simon Konecki masih belum angkat bicara terkait kabar gugatan cerai mereka tersebut.

Sebelumnya, Ryan Tedder, vokalis OneRepublic sekaligus sahabat dekat Adele, mengungkap kabar sang musisi setelah memutuskan untuk berpisah. Ia menyebut Adele tengah merasa kesulitan karena perceraian, namun keadaannya baik-baik saja.

“Perceraian memang sangat membuatnya kesulitan. Tapi sekarang dia baik-baik saja,” ujar Ryan beberapa waktu sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Meski Sering Rindu, Jarak Merubah Kita Jadi Kian Tangguh

Tak bisa ditolak, kabar bahwa kita harus berjarak adalah kenyataan yang awalnya terasa berat. Takut jika berjauhan, berbagai macam ketakutan tiba-tiba memenuhi hati dan pikiran. Bagaimana jika kamu butuh bantuanku, jatuh sakit dan tak ada yang mengurusmu, atau yang lebih parah lagi, bertemu perempuan baru dan lupa pada diriku.

Namun hidup terus melaju, meski kita berdua mungkin tak mau, dirimu tetap harus pergi dan kita menjadi jauh. Kerap mengeluh dan berkata rindu, perjalanan awal dari hubungan yang terbentang jarak ini, tentu tak semudah yang orang bilang. Berkali-kali aku menahan sepiku sendiri, berkali-kali pula kau berkata rindu dan ingin segera bertemu. 

Kita belajar menikmati prosesnya, meredam semua amarah kita sedang ingin bertengkar, dan kembali saling mengungkapkan perasaan jika sudah sedikit tenang. Pelan-pelan kita percaya jika jarak ternyata merubah kita berdua menjadi manusia yang lebih dewasa. Paham jika waktu jadi sesuatu yang berharga, setiap kali ada waktu luang, bertemu adalah hal yang wajib kita kita lakukan.

Sialnya, pada waktu lain yang tak dapat kita halau, aktivitas berbeda dengan zona waktu yang juga tak sama, jadi sesuatu yang kerap memicu salah paham. Kamu bisa jadi sudah ingin tidur, ketika aku baru saja sampai di rumah dari tempat kerja. Di lain waktu, aku yang tak tahu kamu lelah, merasa kecewa karena tak didengar ketika hendak bercerita bagaimana hariku di tempat kerja. Butuh waktu memang, untuk bisa saling paham, untuk itulah kita belajar, bagaimana meredam semunya dengan porsi yang seharusnya.

Kini, kita berdua harus sama-sama berterimakasih, sebab jarak yang masih membentang justru jadi ajang pembelajaran yang kian menangguhkan hubungan. Dari yang tadinya tak bisa menahan rindu, kita belajar bagaimana mengatur waktu. Kita yang dulunya masih kerap mengedepankan ego, berubah jadi dua manusia waras yang tahu kapan harus berkutat dengan pendapat dan kapan harus menurunkan keinginan.

Tak apa, jika kita masih berjauhan, karena aku percaya kau dan aku akan terus belajar bagaimana menjaga hubungan. Jika jarak ini sudah usai, aku percaya hubungan ini akan jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Setelah Punya 10 Anak Laki-laki, Akhirnya Ibu Ini Lahirkan Anak Perempuan

Alexis Brett adalah seorang ibu asal Inggris yang sudah melahirkan 10 orang bayi laki-laki secara berturut-turut. Karena selalu mendapat anak laki-laki, tadinya ia berpikir keluarganya sudah lengkap, namun ternyata pada kehamilannya yang ke-11 dirinya dikaruniai satu anak lagi yang berjenis kelamin perempuan.

Dilansir Bored Panda, Alexis menjadi ibu dari 11 anak di usianya yang menginjak 39 tahun. Dirinya menghabiskan waktu lebih dari 8 tahun untuk mengandung selama 18 tahun terakhir hidupnya. Kini ia bahagia dengan keluarga besarnya.

Anak ke-11 Alexis, yang juga anak perempuan satu-satunya, diberinama Cameron.  Alexis berkata kehamilannya yang ke-11 itu tidak terencana, namun malah mendatangkan kebahagiaan yang dinantikan, yakni anak perempuan. Kini, dengan 11 anak, Alexis merasa sudah amat cukup dan tak berniat merencanakan kehamilan lagi.

Suami Alexis, David adalah seorang masinis. David biasanya berangkat kerja jam 5.30. Sementara Alexis, memiliki waktu sedikit saja untuk dirinya sendiri sebelum anak-anaknya bangun, mandi, dan sarapan. Hidup memang tak mudah, karena mengurus 11 orang anak adalah pekerjaan yang berat. Akan tetapi, meski sibuk menjadi ibu dan mengurus keluarga, ia masih berencana untuk bekerja paruh waktu sebagai instruktur senam.

Menurut Alexis, bayi Cameron mendatangkan efek yang besar bagi kakak-kakaknya. Ke-10 anak laki-laki bersaudara itu senang memiliki adik perempuan yang bisa diajak bermain.

“Mereka berkelakuan baik di dekat Cameron, mereka mencoba sehati-hati mungkin agar Cameron tidak terbangun.” kata Alexis.

“Mereka juga mau membantu menyuapi Cameron,” ucap sang ayah.

Sebagai informasi, adapun nama dari kakak laki-laki Cameron adalah : Campbell (17) Harrison (16), Corey (14), Lachlan (11), Brodie (9), Brahn (8), Hunter (6), Mack (5), Blake (3), dan Rothagaidh (2). Keluarga besar ini tinggal di rumah dengan 5 kamar. Alexis dan David menata barang-barang dengan rapi, ke-10 anak laki-laki mereka ikut membantu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top