Feature

Sudah Berakhir, Tak Perlu Saling Sindir

Drama dari sebuah proses perpisahan, kadang jadi sesuatu yang menyakitkan. Tak terima ditinggalkan, hingga rasa sakit karena tak lagi bisa bertahan, jelas jadi sesuatu yang membelenggu dalam pikiran. Tapi bagaimana jika si dia dan kamu justru mendadak saling memamerkan keburukan mantan pasangan?

Selain para selebriti yang kadang mengumbar masalah dengan barisan para mantan, kamu juga pasti pernah lihat, ‘kan, seorang teman yang terlihat sibuk untuk menceritakan keburukan serta alasannya berpisah dengan mantan. Saling sindir jadi kegiatan yang gencar dilakukan, seolah-olah akan ada keuntungan yang ia dapatkan. Atau jangan-jangan hal itu juga pernah kamu lakukan?

Tapi tunggu dulu deh, memangnya ada gunanya ya?

Pertemuan dan Perpisahan adalah Dua Hal yang Berkesinambungan, Tak Perlu Disesalkan

Begini, setiap orang datang dan pergi, tak terkecuali kekasih. Ada yang datang untuk kemudian akan jadi istri atau suami, tapi ada juga yang hadir hanya sekedar singgah di hati sebentar saja. Tak perlu kamu risau atau gundah, karena setiap orang pastilah merasakan hal serupa. Lagipula, pada setiap pertemuan pastilah ada perpisahan. Maka tak ada yang perlu disesalkan.

Jika memang sudah tak bisa dibendung lagi, biarkan ia pergi. Begitu pun kamu, kalau memang sudah tak betah menjadikannya kekasih, kamu punya hak serupa untuk meninggalkannya, dan mencari kekasih baru lagi. Ini sudah jadi hukum alam, maka tak ada yang perlu dibesar-besarkan untuk jadi bahan sindiran.

Toh Darinya Kamu Pasti Dapat Pelajaran, kalaupun Sakit Hati Jangan Terlalu Dibesar-besarkan

Yaya, perpisahanmu mungkin lahir dari kesalahan yang dibuatnya. Diduakan atau dibohongi oleh dia yang disayang jelas menyakitkan. Tapi memaksa semuanya berubah sesuai keinginan kita, jelas jadi sesuatu yang amat susah. Cobalah buka mata, untuk melihat sisi baik dari kejadian yang sedang ada dihadapan. Bagaimana kamu bisa menjadikan sebuah perkara sakit hati, menjadi acuan untuk bisa bersikap lebih baik lagi.

Jika memang cukup bijak, setelah itu kamu akan paham, jika menaruh percaya penuh pada seseorang sebaiknya memang dibarengi logika. Mencintai seseorang haruslah disertai dengan kekuatan rasa yang serupa. Yap, dari sakit hati kamu belajar, meski menjadi pacarmu, masih ada kemungkinan dia jadi pembuat luka yang sebenarnya tak kita inginkan.

Meski Menyisakan Luka, Kamu Tak Perlu Menunjukkannya pada Khalayak Ramai Juga

Nah, ini jadi sesuatu yang perlu kita tanyakan pada diri sendiri. Memangnya ada yang peduli, kalau kita akan saling sindir dengan mantan di media sosial? Kamu boleh mengumpulkan semua rasa sakit hatimu, menjadikannya sebuah catatan yang tak ‘kan terlupa. Namun membagikannya di media sosial, jelas tak akan merubah apa-apa.

Mantanmu akan tetap menjalani hidupnya seperti biasa, atau bahkan sedang tertawa karena kamu terlalu sibuk mencari celah untuk keburukannya. Sekalipun dia adalah pihak yang bersalah, sudahlah biarkan saja. Cukup kamu saja yang tahu, apa saja letak salah yang sudah ditorehkannya. Tak perlu diumbar-umbar.

Kepergiannya Sudah Jadi Rencana Semesta, kalau Tak Terima Protes Saja pada Sang Kuasa

Untukmu yang percaya akan jalan cerita setiap manusia, pasti paham jika datangnya dia dalam hidupmu sudah direncanakan-Nya. Pun jika akhirnya dia juga pergi, hal itu sama saja, maka sudah direncanakan-Nya juga. Jangankan untuk merubahnya, menghalanginya saja kadang kita tak bisa. Ya, jika Tuhan bilang “iya”, maka apa pun itu pastilah terjadi juga.

Kita boleh saja berharap banyak padanya, berandai-andai akan hidup bersama sampai tua. Namun sesuatu yang sudah menjadi garis semesta, jelas tak bisa kita rubah. Nikmati saja, tak perlu protes dengan bersikap seolah-olah paling nelangsa.

Kita Tak Bisa Memaksa, Begitu pula Sebaliknya

Masih belum bisa terima akan perpisahan, kamu kembali memberinya ajakan rujuk untuk kembali menjalin hubungan. Tapi sayangnya si dia tak lagi sepemikiran, dirinya memilih untuk tetap menjalani hidupnya tanpa dirimu lagi. Merasa tak senang, sebab terlihat diabaikan. Kamu pikir, mencibirnya di media sosial akan membuatnya merasa takut hingga akhirnya kembali padamu.

Hey, itu bukanlah sebuah sikap yang baik, Kawan! Menolaknya kembali bersama adalah haknya. Dan kamu juga memiliki kesempatan yang serupa. Menolak jika diminta kembali, atau mengiyakan ajakan untuk berhubungan lagi.

Meski Katamu Kamu Masih Tak Terima, Mempermalukan Dirinya Bukan Solusinya

Kalang kabut yang kita rasa, seringkali membuat gelap mata. Sehingga kamu jadi bersikap gegabah tanpa pertimbangan matang Mempermalukannya jelas bisa kita lakukan, bahkan kalau kita mengarang cerita orang-orang mungkin akan percaya. Karena kita adalah mantan kekasihnya. Tapi, apa iya ini sudah jadi pilihan yang benar? Seringnya tidak, sih.

Coba bayangkan, kamu akan bilang dia itu “Tukang selingkuh, pembohong, dan tak bisa setia!” Beberapa waktu, orang yang tahu sindiran itu mungkin akan beranggapan buruk padanya, selebihnya kamu  akan dicap sebagai pihak yang bodoh. Bagaimana tidak, kok mau-maunya pacaran dengan orang seperti itu. Nah, sampai disini siapa yang akan malu? Jelas saja kamu!

Sebab Saling Sindir, Serupa dengan Mempermalukan Diri Sendiri

Jika boleh berpendapat, orang-orang yang suka saling sindir dengan mantan pacar di media sosial adalah mereka yang tak bisa menerima keadaan. Tak sanggup menghadapi kekalahan karena sudah ditinggalkan, atau tak bisa menerima jika dirinya jadi pihak yang disakiti dan tak lagi dicintai. Ini memang jadi situasi yang berat, apalagi jika kita dan dia sudah berpacaran cukup lama. Tapi, saling sindir hanya akan dilakukan seorang pecundang.

Lupakan dan ikhlaskan, itu jauh lebih baik untuk dilakukan. Saling sindir mungkin melegakan emosimu, tapi juga mempermalukan dirimu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Lagu Romantis Ini Dijamin akan Membuat Suasana Pernikahanmu Semakin Berkesan

Banyak hal yang harus kamu perhatikan untuk membuat pesta pernikahanmu berjalan dengan lancar dan manis untuk dikenang. Nah, biasanya para calon pengantin baru ini akan menyiapkan segala rencana pernikahannya dengan sangat matang. Selain dekorasi dan makanan yang enak, kamu juga perlu menyiapkan backsound yang romantis untuk membuat pesta pernikahanmu lebih bermakna.

Untuk kamu yang masih belum tahu ingin memilih lagu apa untuk diputar di pesta pernikahanmu nanti, berikut adalah 10 lagi yang recommended banget buat kamu.

1. Kasih Putih – Glenn Fredly

Biarkanlah kurasakan

Hangatnya sentuhan kasihmu

Bawa daku penuhiku

Berilah diriku kasih putih di hatiku

2. Akhirnya Ku Menemukanmu – Naff

Akhirnya ku menemukanmu

Saat hati ini mulai meragu

Akhirnya ku menemukanmu

Saat raga ini  ingin berlabuh

Jika nanti ku sanding dirimu

Miliki aku dengan segala kelemahanku

Dan bila nanti engkau di sampingku

Jangan pernah letih tuk mencintaiku

3. Cinta Terakhir – Ari Lasso

Kini usai sudah segala penantian panjangku

Setelah temukan dirimu duhai kekasihku

Hanya di hatimu akan ku labuhkan hidupku

Karena kaulah cinta terakhirku

4. Kamu yang Kutunggu – Rossa ft. Afgan

Kamu dikirim Tuhan untuk melengkapiku

Tuk jaga hatiku

Kamu hasrat terindah untuk cintaku

Takkan cemas ku percaya kamu

Karena kau jaga tulus cintamu

Ternyata kamu yang kutunggu

5. Tercipta Untukku – Ungu

Aku ingin engkau selalu

Hadir dan temani aku

Di setiap langkah yang menyakiniku

Kau tercipta untukku

6. Pilihanku – Maliq & D Essentials

Menjadi yang terakhir dalam hidupku

Maukah kau tuk menjadi yang pertama

Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata

Jadilah yang terakhir

Tuk jadi yang pertama

Tuk jadi selamanya

7. Teman Hidup – Tulus

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku

Berdua kita hadapi dunia

Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju

Bersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmu

Kau milikku, ku milikmu

8. Hingga Akhir Waktu – Nine Ball

Takkan pernah ada yang lain di sisi

Segenap jiwa hanya untukmu

Dan takkan mungkin ada yang lain di sisi

Ku ingin kau di sini tepiskan sepiku bersamamu

Hingga akhir waktu

9. Sedari Dulu – Tompi

Kau adalah belahan jiwa

Kutahu itu sayang sedari dulu

Kau cinta yang hembuskan surga dunia di sepanjang nafasku

Kau adalah belahan jiwa

Aku cinta kamu sedari dulu

Dan aku takkan berpaling darimu

Hanya kamu

10. Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki – Sheila On 7

Sifatmu yang selalu redakan ambisiku

Tepikan khilafku dari bunga yang layu

Saat kau di sisiku

Kembali dunia ceria

Tegaskan bahwa kamu

Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dari Segala Kesibukan yang Membosankan, Kita Butuh “Me Time” Demi Menjaga Kewarasan

Berdasarkan beberapa hasil temuan, manusia sekarang mengalami gangguan kejiwaan yang cukup signifikan. Dan salah satu hal yang mempengaruhinya adalah banyaknya tekanan atas gaya hidup manusiamo modern era sekarang.

Selanjutnya menjalani hidup dengan monoton serta terjebak dalam padatnya rutinitas harian, juga dipercaya mampu memburuknya kondisi psikis dan fisik seseorang. Kalau sudah begini, menyisihkan waktu untuk diri sendiri, jadi sesuatu yang amat kita butuhkan. Cobalah keluar dari segudang pekerjaan, dengan bersantai sejenak tanpa beban.

Sebab, menurut sebuah penelitian yang dilakukan Annals of Behavioral Medicine menyatakan, ketika kita meluangkan waktu minimal 15 menit sehari untuk menghibur diri. Hal tersebut mampu menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, mengurangi resiko serangan jantung, serta mampu membuat pikiran terasa lebih tenang. Selain itu, ini juga membuktikan dapat membuat kita tetap waras. Baik kondisi psikis maupun fisik akibat berbagai tekanan pekerjaan.

Selain itu, ada beberapa manfaaat baik lagi yang juga bisa kamu dapatkan ketika menyisihkan sedikit waktu untuk “Me Time” dari aktivitasmu.

Jadi Ajang Kontemplasi untuk Bisa Berpikir Jernih

Coba bayangkan, setiap hari milikmu selalu digunakan untuk memikirkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan. Tak hanya, menyita perhatian saja hal ini juga selalu menguras fokus pikiran kita. Nah, dengan menyisihkan waktu untuk diri sendiri. Kamu bisa berpikir tentang banyak hal diluar pekerjaan.

Dan tak hanya menenangkan dan melahirkan ide-ide baru yang lebih cemerlang. Ajang kontemplasi juga bisa membantu kita menemukan produktivitas yang selama ini telah lama hilang. Bagaimana, menarik kan?

Lepaskan Semua Beban Pikiran Agar Terhindar dari Stres yang Menakutkan

Memilih untuk melakukan “Me Time”, serupa dengan menekan tombol “restart” pada komputer milikmu. Sebab sekuat dan sesibuk apapun kamu, tubuhmu selalu butuh waktu untuk berhenti sejenak untuk kemudian mengumpulkan tenaga lagi. Tak harus dilakukan dengan sesuatu yang terlihat besar, bepergian menghirup udara segar di akhir pekan boleh jadi pilihan.

Pastikan jika apa yang kamu lakukan, membuatmu lupa sebentar atas tumpukan laporan mingguan. Tugas yang belum diselesaikan, hingga rapat besar yang sudah menunggu di minggu depan. Mengistirahatkan diri sebentar untuk memperoleh amunisi yang kuat di hari mendatang.

Berguna Juga dalam Mempererat Hubungan Kita

Untuk kamu yang punya pasangan, tapi juga selalu sibuk dalam urusan pekerjaan. Tanpa harus merasa bersalah pada pasangan, cobalah beri ia pengertian jika kamu sedang butuh waktu untuk sendiri. Apalagi jika memang, sedang ada perdebatan yang belum menemukan titik terang.

Ambilah waktu untuk menepi sebentar, pikirkan semua hal yang sudah kamu dan si dia lakukan dengan tenang. Tak hanya menghantarmu pada rasa nyaman yang baru, “Me Time” juga akhir melahirkan pemikiran lain yang bisa jadi jawaban atas hubungan. Maka, bukan tak mungkin pula jika selepas ini. Hubunganmu dan pasangan, akan lebih erat dari waktu yang sebelumnya.

Sebagai Jalan untuk Menemukan Sesuatu yang Selama Ini Diinginkan

Merasa buntu atas semua hal yang selama ini sedang dijalani. Ada titik yang akan menghantarmu pada fase jemu. Tak tahu apa yang akan dipilih, tapi juga bingung akan hal yang sedang dijalani. Namun setelah “Me Time”, kamu bisa meyakinkan diri tentang apa yang selama ini diingini.

Sendirian, memberimu keleluasaan untuk menemukan hal-hal tanpa harus terdistraksi oleh pendapat dari luar. Kamu tak perlu merasa butuh mendengar apa pendapat orang. Semua hal yang kamu inginkan, bisa dengan mudah kamu lakukan. Lupakan semua yang ada pada luar diri, karena inilah saatnya kamu lebih tahu tentang apa yang kamu ingini.

Merasa Bisa Menikmati Hidup, Setelahnya Kita Bisa Lebih Produktif Lagi untuk Bekerja

Atas nama kesibukan dan segudang pekerjaan, kadang kala memaksa diri untuk tetap bekerja justru malah meciptakan beban baru dalam pikiran. Kamu mungkin mendadak akan merasa tak lagi bisa sproduktif dulu, pikiran terganggu, hingga beban lain yang menganggu konsentrasimu.

Memaksakan diri, mungkin boleh-boleh saja. Tapi hasilnya? Tentu saja tak akan maksimal. Istirahatlah sebentar. Cari kegiatan lain yang bisa membuatmu lupa pada pekerjaan. Pergi mencicipi beberapa kuliner di pinggir jalan, menginap sebentar ke luar kota di akhir pekan, atau sekedar bersantai membaca buku di rumah.

Sebab setiap kali kita berhasil mendapatkan waktu berkualitas untuk menenangkan diri sendiri. Kita akan lebih mudah berkonsentrasi lagi. Hasilnya, kita bisa kembali bekerja dengan produktivitas yang lebih baik dari sebelumnya. Jadi, kapan mau “Me Time?”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Didera Isu Rumah Tangga Tak Akur, Thalita Latief Tanggapi dengan Santai

Rumah tangga Thalita Latief dan Dennis Rizky diisukan bermasalah hanya lantaran keduanya jarang foto bersama. Thalita pun angkat bicara, ia mengaku sang suami memang bukan tipe yang suka berfoto dan mengunggahnya di media sosial.

“Ya emang suami aku tuh modelnya cuek banget ya. Maksudnya dia musisi banget, sometimes dia juga yang motoin. Jadi memang dia tipikalnya bukan yang tipikal social media gitu. Dia itu, jadi kalau kita kan cewek-cewek gitu. Jadi kalau lagi manggung di mana baru dia post. Kalau nggak ya nggak, dia gamers soalnya,” ucap Thalita seperti dikutip dari detik.com, Senin (10/12).

Seiring profesinya, Thalita seringkali bertugas ke luar kota atau luar negeri membawa anak semata wayangnya. Menurut Thalita wajar jika ada saja yang salah sangka.

“Kita kan host program, keluar kota kita ke luar negeri. Jadi ya gitu, orang suka salah sangka aja sih sebenarnya. Karena memang suamiku tipe yang kalau hobi di luar kerjaan itu kerjaannya musisi jelas ya, di studio, manggung, ke luar kota, di televisi, tapi kalau ngomongin di rumah hari-hari dia itu tipenya gamers,” tuturnya

“Jadi bukan tipikal cowok yang ribet sama social media tuh dia nggak. Cuma kan karena kita publik figur orang mungkin suka ‘Ini kenapa?’ Padahal sebenernya nggak,” tegas Thalita Latief.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top