Feature

Suamiku Kenapa Kamu Waktu Susah Sama Aku, Tapi Saat Senang Malah Memilih yang Lain?

Babak baru dari perjalanan cinta kita nampaknya mulai bergerak menuju ambang kehancuran. Keberanianku untuk mengatakan ini tentu beralasan. Meski kamu mungkin tak sadar, tapi kurasa kau bukan lagi suami yang kukenal.

Aku paham jika biduk rumah tangga, memang akan selalu mendapat ujian. Tapi kali ini kamu memang sudah keterlaluan. Jika jauh sebelumnya kita selalu berdua untuk melewati setiap cobaan, kali ini aku harus berjuang sendiri untuk melawan. Memerangi kamu dengan dia yang kini lebih kamu pilih.

Barangkali Kamu Lupa Siapa Dia Yang Kemarin Bersamamu Saat Susah, Perempuan Ini Adalah Orangnya

Tak perlu kujelaskan bagaimana kita dulu memulai perjalanan. Kamu tentu tahu susahnya hidup dua orang yang baru menikah. Memilih hidup di rumah kontrakan kecil, agar tak bergantung pada orangtua. Tak hanya diriku saja, kamu juga tentu masih ingat bagaimana rasanya.

Hingga akhirnya kerja keras dan usaha yang kita lakukan, berbuah hasil yang baik. Hidup yang layak dengan ekonomi yang bisa dikatakan lebih dari cukup. Bukan bermaksud untuk mengungkit masa yang telah lalu, ini semua hanya sebagian kecil dari cerita kita. Bagaimana? Apa kamu tetap memilih untuk berpura-pura lupa?

Kutemani Mendaki Terjalnya Bebatuan, Namun Kini Kamu Malah Memberiku Pilihan Yang Tak Sekalipun Kuinginkan

Memang kamu jadi pihak yang lebih dominan untuk semua keberhasilanmu sekarang. Tapi kurasa kamu tahu, bahwa perempuan ini pernah jadi penyokong untuk semua keluh kesahmu. Selalu setia disampingmu meski dunia ikut menertawaimu. “Aku tahu kamu bisa, percayalah aku disampingmu” jadi kalimat pamungkas yang dulu katamu amat berharga.

Anehnya, hasil akhir dari apa yang telah kita miliki justru jadi kejutan baru. Masih lekat diingatan bagaimana kamu berjanji tuk tetap bersama. Namun seseorang yang di luar sana memang nampakanya jauh lebih menggoda.

Dengan Apa Yang Kamu Miliki Sekarang Mudah Memang Untuk Menjatuhkan Pilihan

Wajar memang jika dirinya akan dengan mudah tertarik padamu. Bagaimana pun kamu memang sosok laki-laki yang banyak dicari. Percaya diri dan punya sesuatu yang dapat dibanggakan tentu jadi daya pikat yang menarik bagi seorang perempuan. Bukan berniat untuk selalu memojokkanmu, tapi kenyataannya kamu jadi pihak yang justru berusaha untuk dilirik.

Segala pembuktian, hal yang tadinya hanya kamu perlihatkan di hadapanku, diam-diam kamu perlihatkan untuk orang lain juga. Dengan semua yang telah kau punya, tentu mudah memang menjatuhkan pilihan. Tapi bagaimana jika itu semua tak bertahan lama?

Diriku Sadar Jika Parasku Tak Seelok Dia, Tapi Setidaknya Aku Sudah Berhasil Memberimu Putri Kecil Yang Tak Kalah Cantik

Aku masih ingat, jika dulu penampilan bukanlah sesuatu yang terlalu mendapat perhatianmu. Tak heran jika aku pun tak pernah merasa butuh untuk merias diri, dengan perawatan ekstra. Namun dunia baru yang ada, memang datang dengan membawa beberapa perubahannya. Masalah-masalah kecil dalam hal penampilan, mulai masuk dalam daftar yang perlu dikeluhkan.

Meski telah berusaha untuk bisa tampil serupa, usahaku memang tak lebih unggul dari dia. Paras yang kupunya tentu tak secantik dirinya, tapi apakah itu jadi syarat mutlak untuk tetap bersama ? Cobalah ingat betapa manisnya dia yang kini kita punya.

Sebab Cintaku Tak Perlu Kamu Ragukan, Lalu Bagaimana Dengan Dia Yang Ingin Kamu Jadikan Pilihan

Di awal cerita kamu datang dengan segala kesederhanaan. Memintaku untuk melengkapi ruang-ruang kosong dalam hidup. Tanpa ragu, perempuan ini mantap menerima ajakanmu.

Bahkan jika saat ini kamu kembali datang dan bertanya, jawabanku tentu masih sama. Rasa sayang dan semua cinta yang sedari dulu ada masih tersusun rapi dengan baik meski sekarang sedang diombang-ambing oleh perubahan. Lalu bagaimana dengan dia? Sudahkah kamu pastikan bahwa dirinya juga sanggup berlaku sama?

Bohong Memang Jika Kubilang Ini Tak Menyakitkan, Lalu Haruskah Aku Memaksamu Untuk Tetap Bertahan?

Sebagai pihak yang sedang dalam dua kemungkinan, ini tentu terasa menyakitkan. Ditinggalkan atau tetap dijadikan pilihan, jadi dua hal yang saat ini selalu aku pikirkan. Tumpukan kemungkinan itu terlihat mengerikan, tapi haruskan aku tetap bertahan?

Dulu aku berpikir bahwa kamu adalah sosok pendamping yang memang diciptakan semesta untukku seorang. Akan tetapi ada sesuatu yang kini aku percaya, bahwa apa yang kuanggap benar tak selalu bisa sejalan. Ditinggal olehmu tentu saja menyakitkan, tapi apa iya aku harus terus bertahan? Sedang kamu sudah berjalan tuk meninggalkanku.

Jika Akhirnya Kamu Ingin Nikmati Bahagiamu Dengan Dia, Aku Pun Paham Bahwa Waktu Mungkin Telah Merubah Segalanya

Masih dalam keterbatasanku yang tak bisa menerka semesta. Posisiku sebagai pihak yang disakiti tentu jadi mimpi yang tak pernah kuingini. Memintamu untuk tetap bertahan memang nampaknya tak bisa kulakukan. Tapi bukan berarti aku lantas berhenti untuk mengupayakannya. 

Bahkan hingga kini aku masih mencintaimu dengan rasa yang sama saat dulu pertama. Tapi jika akhirnya kamu ingin nikmati bahagia dengan dia, aku sungguh tak apa.

Kini aku bisa melepasmu, bukan karena rasa yang sudah tiada. Aku hanya sadar bahwa kamu bukan lagi laki-laki sederhana yang kemarin mengajakku hidup bersama. Karena nampaknya waktu dan segala yang kamu punya telah berhasil merubah segalanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ketahui Sisi Gelapmu Menurut Zodiak, Agar Kamu Bisa Mawas Diri

Astrologi konon dapat mengungkap kehidupan seseorang, juga memprediksinya dari segi karakteristik. Nampaknya, rasi bintang tersebut memiliki pengaruh yang dapat dipercayai dan diyakini memang akan terjadi seperti sebuah ramalan keuangan atau cinta. Namun dibalik itu semua, pengklasifikasian karakteristik menjadi salah satu hal menarik. Entah percaya atau tidak, secara alam bawah sadar ada orang-orang yang memang tersugesti untuk meyakini hal-hal dari kacamata astrologi. Kamu juga begitu?

Tetapi bagaimana kalau astrologi sebenarnya menyimpan hal-hal yang menakutkan tetapi mereka enggan menyebutkan. Kalau selama ini kamu selalu mendapatkan saran kencan dan karir secara baik padahal ada saran yang harus mereka bagikan agar kamu tak berbuat menyimpang yang bersumber dari rasi bintangmu. Lantas kalau memang ada, apa yang kamu lakukan? Dilansir dari Ranker.com berikut ini adalah hal yang paling menyeramkan dari diri kamu menurut zodiakmu sendiri.

Aries

Orang yang berzodiak Aries, diibaratkan seperti sebuah amarah mendidih yang tiba-tiba bisa meledak begitu saja. Kenapa? Karena dirinya bisa bersikap keras secara eksplosif alias marah-marah tak terbendung. Aries butuh me-manage kemarahan itu sendiri.

Aries, Leo dan Sagitarius memang tipikal keras kepala dan berpendirian tetapi energi dan rasa antusiasme yang dimiliki bisa menjadi bumerang bagi dari sendiri. Hal ini terjadi dipicu ada stres dalam diri. Sangat disarankan untuk ikut gym supaya dapat mengalihkan rasa tersebut.

Taurus

Taurus memiliki rasa posesif yang membuatnya sangat tidak nyaman. Seolah-seolah semua hal harus dijaga sesuai dengan keinginannya meskipun itu sering sebatas obsesi. Dalam hal asmara, ada kecenderungan suka menyesali apa yang dulu terjadi, kenangan yang terbangun, sampai rasa ingin sekali memiliki hingga membuat pemikirannya kamu tidak seimbang. Sebaiknya lupakan dan ikhlaskan saja, jangan menyesal kalau dulu sempat berusaha sekuat tenaga meskipun hasilnya sia-sia.

Gemini

Gemini memiliki keresahan dalam hatinya untuk terus berbicara sesuai dengan apa yang ia rasakan. Dengan kata lain Gemini adalah tipikal orang bermuka dua. Teman-temannya pun telah tahu kalau curhatannya akan dibicarakan karena dirinya tak kuat menahan. Gemini juga tak bisa membiarkan orang lain tahu bagaimana perasaannya. Meski begitu, setidaknya dirinya cukup menawan untuk menambah teman baru demi menggantikan orang-orang yang merasa telah dikhianati.

Cancer

Cancer adalah orang yang sangat tersakiti, dapat diibaratkan mereka seperti seorang pengasuh yang kuat namun menderita. Dia rela melakukan banyak hal untuk apa yang dicintai, meskipun tak suka untuk mengakuinya. Dirinya bukannya diam saja, namun dia juga berpikir bahwa sebenarnya bisa mendapatkan lebih karena banyak orang yang hutang budi kepadamu. Sehingga dia selalu merasa kekurangan dari segala aspek kehidupan.

Leo

Leo adalah orang yang narsisnya tingkat dewa. Kemanapun orang berzodiak Leo pergi, pasti sorotan selalu mengarah kepadanya dan dia pun tak munafik tuk menyukai hal seperti itu. Teman-temannya banyak yang peduli padanya, karena dia merupakan orang yang baik dan murah hati. Namun seketika sorotan itu pergi, dia rela melakukan apa saja untuk kembali menjadi pusat perhatian, bahkan sampai membuat sesuatu drama agar orang kembali menaruh simpati kepadanya. Kamu adalah yang terbaik, benarkan Leo?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cara Pandang Bermasalah, Merasa Berhak Menunjuk yang Salah

“Semut diseberang lautan terlihat, tapi gajah di pelupuk mata tak dilihat”

Ungkapan barusan, barangkali jadi gambaran yang pas untuk orang-orang yang kerap bertindak bak Tuhan. Menyalahkan orang lain dengan seenaknya, tanpa tahu bahwa manusia lain pun punya hak serupa. Ya, hak untuk sepaham denganmu atau tidak.

Asal kamu tahu saja, puncak kedewaasaan tertinggi dari seseorang adalah, ketika kamu setuju untuk tidak setuju. Jadi, jika beberapa hal yang kerap terlihat sering jauh dari pandanganmu, bukan berarti kamu berhak untuk bilang itu adalah sesuatu yang salah. Meski sesungguhnya, hal itu mungkin salah.

Maka sebelum bersikap dan merasa dirimu paling benar, ada beberapa hal yang perlu ditanyakan pada diri sendiri.

Setiap Orang Punya Pandangan dan Pilihan Terbaik Sesuai Versinya

Kamu mungkin bisa berkata bahwa, kamu adalah orang terbaik yang ada di kelompok pertemanan milikmu. Tapi, pendangan itu tak selalu sejalan dengan kawan lain yang nyatanya ia adalah seorang teman. Menganggap diri adalah yang terbaik, boleh jadi sudah mendarah daging. Tapi, merendahkan orang hanya karena tak sepaham jelas salah.

Walau mungkin apa yang kita percaya adalah sesuatu yang benar, dan yang dibicarakan oleh kawan adalah salah. Kita hanya berhak untuk menyampaikan kebenaran yang kita percaya. Selanjutnya, ia bebas untuk menentukan pilihannya dan kita pun tak bisa memaksa dia untuk percaya. Karena biar bagaimanapun, serupa dengan kita. Ia juga punya hak yang sama, untuk mempercayai sesuatu sesuai dengan versi dirinya.

Orang Lain Mungkin Bisa Salah, Tapi Siapa Kamu yang Berhak Menghakiminya?

Lain hal jika kamu adalah orangtuanya, bosnya di kantor hingga posisisi lain yang memang mau tak mau menugaskan dirimu untuk menentukan. Batas mana yang akan jadi garis antara salah dan benar. Bahkan meski begitu, ia masih berhak untuk menentukan akan setuju atau tidak denganmu. 

Untuk beberapa kesempatan, diri kita mungkin berada pada posisi yang benar. Tapi bukan berarti itu sudah benar sesuai aturan. Barangkali, diri kita sendirilah yang menganggap itu benar. Bagaimana dengan pandangan orang lain? Belum tentu serupa. Ingatlah, bahwa apapun yang kita katakan benar, bukan berarti akan mendapat hasil yang sama dengan yang orang lain lihat.

Serupa dengannya yang Katamu Salah, Dimata Orang Lain Kamu Pun Pernah Berbuat Hal Serupa

Konon ketika kita memilih untuk menunjuk orang lain bersalah dengan jari telunjuk, ada tiga jari lain yang sudah menunjuk diri kita secara bersamaan. Dengan kata lain, setiap kali kita bertindak untuk menyatakan seseorang bersalah, ia juga punya hal yang sama untuk mengelaknya dan tak setuju dengan pendapat kita.

Hari ini kamu mungkin bisa berkata bahwa rekan kerjamu salah, karena kebetulan ia datang terlambat untuk pertemuan yang sudah dijanjikan. Tapi disaat bersamaan, bisa saja ada orang lain yang datang untuk menyadarkanmu. Bahwa pada hari-hari lain di masa lalu, kamu pun pernah begitu.

Lagipula Mereka yang Terlalu Mudah Menyalahkan Orang, Punya Gangguan dalam Mengendalikan Diri Sendiri

Yap, beberapa ahli yang melakukan penelitian untuk sikap dan penguasaan diri seseorang berkata bahwa, mereka yang terlalu terburu-buru untuk marah dan menyatakan orang lain salah. Memiliki kemampuan mengontrol emosi yang rendah. Dan sialnya, sikap seperti ini bisa membuatmu dijauhi orang. Karena biar bagaimanapun, tak ada orang yang suka berteman dengan manusia yang merasa dewa. Tak pernah berbuat salah, dan berhak menjatuhi orang lain apa saja yang menurutnya tak benar.

Salah dan Benar Itu Perkara Biasa, Jadikan Pelajaran Bukan jadi Ajang Merendahkan Orang

Percayalah bahwa tak ada satupu manusia yang sempurna. Dia yang katamu benar, boleh jadi salah pada tindakan lain. Dan begitu sebaliknya, dia yang katamu salah, bisa saja lebih hebat darimu pada beberapa hal yang kau tak bisa. Cobalah untuk lebih jeli melihat situasinya, dengan mulai memilah-milah hal mana yang layak dijalankan persoalan, dengan yang tak seharusnya dipermasalahkan.

Perbedaan cara pandang, harusnya membuat kita sama-sama belajar. Jika apa yang ada dalam isi kepala satu manusia, belum tentu bisa diterima makhluk lainnya. Tak perlulah merasa paling unggul sendiri, lalu melenggang untuk menyombongkan diri dengan apa yang kita percayai.

Tak Boleh Melihat dari Satu Sisi, Kamu Pun Perlu Paham Bagaimana Ia dari Sisi yang Berbeda

Ingat ya, setiap orang punya pendapat, pandangan, pola pikir, hingga kemampuan yang berbeda-beda. Tak ada yang serupa, dan tak bisa pula kita memaksanya untuk sama. Sebab meski serupa doyan makan mie, kamu jelas tak bisa mengajak orang lain mengangguk untuk memilik mie goreng, jika ternyata ia lebih suka mie kuah. Dari sini kita harusnya bisa belajar, bahwa apa yang sejalan saja, kadang tak bisa disamaratakan semua.

Cobalah untuk membuka mata, melepaskan apa yang kita percaya tadi. Untuk kemudian belajar melihat sesuatu dari kacamata yang berbeda. Dengan begitu, barangkali kita bisa lebih memahami dirinya.

Dan Percayalah, Terbiasa Menyalahkan Orang Lain Tak Membuat Dirimu Lebih Besar

Barangkali kamu berpikir bahwa berupaya untuk menunjukkan kesalahan seseorang akan membuatmu dipandang lebih baik. Mendapat penghargaan karena sudah menujukkan sesuatu yang besar, hingga berharap akan lebih dikenal, sebab sudah mengoreksi orang. Padahal faktanya, seringkali tidak begitu.

Dipandang baik tak dilihat dari kemampuan kita untuk berteriak salah dan benar pada seseorang. Tapi bagaimana kita bisa menyampaikan pendapat dengan baikk tanpa terkesan menggurui dan bertindak paling benar sendiri. Ingat, bintang yang bersinar tak pernah berkata jika ia tinggi. Tapi semua orang tahu, jika setiap malam ia ada di langit untuk menerangi bumi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Berada di Kubu yang Mana, Menyalakan Atau Mematikan Tanda ‘Read’ di WhatsApp?

Saat mengirim pesan kepada orang lain via aplikasi WhatsApp, kamu pasti berharap orang tersebut dapat membalas dalam jangka waktu yang tidak lama. Namun, setelah selang satu sampai dua jam ternyata ia tidak kunjung membalas bahkan pesan kamu tidak ada indikasi kalau sudah di-read. Lantas apa yang terjadi kira-kira ya?

Kemungkinan orang tersebut sibuk memang ada sih, tapi bisa saja ia mematikan tanda read atau centang biru di WhatsApp, lho. Meskipun bagi sebagian orang masih merasa sungkan dengan tidak membalas pesan kendati telah membacanya, adapula yang mengambil jalan tengah dengan mematikan centang biru agar bisa membaca terlebih dahulu, dan sesuka hati untuk membalasnya. Jadi bagaimana mengatasi agar pesan lebih cepat mendapatkan respon?

Kembali Bertanya guna Memastikan kalau Ia Berada di Sana

Bagi kubu yang menyalakan tanda ‘Read’ di WhatsApp, menunggu seseorang membalas lama saja sudah membuat jengkel apalagi kalau tidak ada kepastian seperti tidak di-read sampai tidak dibalas. Nah, bagi mereka yang mematikan tanda ‘read’, pasti akan mudah untuk berlama-lama tak membalas pesan.

Untuk itu apabila pesan kamu tak kunjung mendapatkan respon lebih baik kamu bertanya kembali guna menyadarkan bahwa ada seseorang yang sedang bertanya kepadanya. Sambil berharap kalau orang tersebut peka.

Berikan Sindiran Halus supaya Chat-mu Dibalas

“Memangnya koran, dibaca doang?”, sindiran macam itu biasanya dilakukan kepada seseorang yang kerjaanya hanya read pesan yang ditujukan kepadanya tapi tak membalas. Lantas bagaimana kalau tak ada tanda di-read tapi sudah hampir beberapa jam tak ada respon?

Hal yang kamu lakukan tetap sama yakni memberikan sindiran. Salah satunya tentang meme perihal orang yang lama membalas pesan. Selain buat lucu-lucuan, hal ini biasanya ampuh untuk memancing respon orang yang dituju.

Responnya Lama? Coba Telepon Saja!

Menunggu respon orang yang dituju untuk membalas chat di WhatsApp sangatlah tidak nyaman. Ya namanya saja menunggu, tentu tidak ada kata enak. Oleh karena itu daripada terlalu lama menunggu balasnya, lebih baik kamu telepon saja ke nomornya, dan langsung membicarakannya. Semoga saja dia mengangkat teleponmu, ya!

Gunakan Medsos untuk Menegaskan kalau Ada Pesan yang Harus Dibalas

Perihal menjengkelkan adalah di era sekarang sudah terlihat saat seseorang menonaktifkan tanda ‘Read’, kemudian ia tak membalas, namun update status atau foto di media sosial.  Orang-orang seperti itu harus kamu senggol dengan cara bertanya di media sosialnya, sehingga ia akan sadar kalau ada pesan yang tidak terabaikan.

Bila Semua Cara Sudah Ditempuh, tapi Tak Juga Dibalas, Lupakan Sajalah Mungkin Itu Kemauannya

Semua cara di atas sudah kamu lakukan, namun balasan tak kunjung datang. Kalau sudah seperti ini ya lupakan saja, buat apa juga kamu mengeluarkan effort sekuat tenaga demi seseorang yang sebenarnya tak begitu penting juga. Mungkin dengan bersikap seperti ini adalah jalan keluar yang terbaik bagi kalian berdua.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top