Feature

Stres Di Tempat Kerja? Jangan Buru-Buru Resign! 9 Hal Ini Akan Mengubah Jam Kerjamu Jadi Terasa Menyenangkan!

Stres adalah kata yang sedemikian familiar dewasa ini. Banyak faktor yang bisa memicu stres. Stres di tempat kerja menjadi hal yang kadang dikeluhkan oleh orang-orang di sekitar kita. Hal ini sangat lazim terjadi, mengingat banyaknya tekanan yang diterima di tempa kerja. Belum lagi tuntutan pekerjaan yang begitu tinggi, acapkali membuat orang-orang terjebak dalam tingkat stres yang tak bisa lagi dianggap remeh.

Banyak faktor memang yang menyebabkan timbulnya stres di tempat kerja. Situasi kerja yang selalu berada di bawah tekanan, teman kerja yang tidak menyenangkan dan pimpinan yang tidak mau tahu dengan kondisi di lapangan akan semakin memicu munculnya stres di tempat kerja. Eits jangan buru-buru patah arang dan memutuskan resign! 9 tips ini akan mengubah jam kerjamu jadi terasa menyenangkan

Rencanakan Dengan Baik Apa Yang Akan Kamu Lakukan Di Tempat Kerja

Tetapkan perencanaan baik, dengam begini kamu bisa melewati jam kerja dengan lebih nyaman. Tentukan apa, mengapa, bagaimana, kapan dan siapa yang akan bertanggungjawab pada tugas itu. Dengan begini stres di tempat kerja pun bisa lebih kamu minimalisir. Jangan ragu juga untuk membuat rencana kerja jangka pendek dan panjang. Hal ini akan memudahkan kamu untuk mencapai target pekerjaan. Kalau target bisa kamu capai, alasan untuk stres pun akan jauh berkurang.

Pahami Betul Porsi Tugas Dan Tanggung Jawab Kamu

Pastikan kamu telah paham betul tugas dan tanggung jawab kamu. Lakukan tanggung jawab kamu sesuai dengan porsinya. Bekerjalah dengan efektif dan efisien. Bisa menyelesaikan  tanggungjawabmu dengan tepat waktu akan membuat kamu nyaman berada di tempat kerja. Jangan segan bertanya bila kamu masih merasa ragu.

Jangan Ragu Mempercayakan Sebagian Tugas Pada Anak Buah. Belajarlah Untuk Lebih Percaya Pada Kemampuan Orang Lain!

Bukan karena kamu memiliki kemampuan untuk mengerjakannya sendiri, lantas kamu tidak mau mendelegasikan tugas kepada anak buahmu. Belajar mempercayakan sebagian tugas kepada anak buahmu akan sangat mengurangi beban kerjamu. Dengan begini kamu pun bisa sekaligus membentuk tim kerja yang solid dan bisa diandalkan.

Jadilah Pribadi Yang Menyenangkan. Menjadi Orang Yang Humble Tidak Akan Membuat Kamu Rugi!

Berusahalah menjadi orang yang menyenangkan di tempat kerja. Buat orang-orang di dekatmu merasa nyaman. Sesekali jangan enggan untuk sekedar hang out dengan rekan kerjamu. Dengan begini kamu bisa lebih dekat dengan teman-teman kerjamu, kamu pun jadi bisa paham karakteristik mereka. Bahkan bisa jadi, kamu akan menemukan sahabat baik di tempat kerja.

Bangun Komunikasi Yang Eektif Dengan Rekan Kerja Kamu!

Ini penting untuk kamu lakukan. Jangan enggan untuk membangun pola komunikasi yang efektif dengan rekan kerja. Menjadi orang yang terbuka akan membuat kamu lebih nyaman menjalani interaksi kerja dengan rekan-rekanmu. Kalau sudah begini, kerja pun tak lagi terasa jadi beban. Kamu jadi lebih mudah mengomunikasikan hal-hal yang memiliki kaitan dengan pekerjaan.

Karena Setiap Orang Berbeda, Kamu Harus Berusaha Berkompromi Dan Bertoleransi Dengan Rekan Kerjamu

Pahami karakteristik rekan kerjamu. Dengan memahami karakteristik mereka, kamu akan lebih bisa berkompromi dan bertoleransi. Ingat! Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menyelesaikan pekerjakan. Jangan memaksakan caramu menyelesaikan pekerjaan harus dilakukan orang lain juga ya!

Ciptakan Suasana Kerja Yang Nyaman Ala Kamu!

Buat diri kamu nyaman berada di tempat kerja kamu. Ciptakan atmosfir senyaman mungkin. Kamu bisa mendengarkan musik favoritmu lewat headphone atau meletakkan benda kesayanganmu di atas meja kerja. Saat kamu merasa sangat penat, ambillah nafas dalam-dalam beberapa kali. Santai dan jangan lakukan apa pun. Setelah melakukan itu kamu akan merasa jauh lebih baik.

Perayaan Atau Kompetisi Kecil Akan Memupuk Semangat Dan Kebersamaan Di Tempat Kerja!

Perayaan atau kompetisi kecil-kecilan akan membuat semangat kerja lebih terjaga. Melebur dalam suasana yang hangat dan santai akan memupuk kebersamaan. Kalau sudah begini stres di tempat kerja tak lagi jadi momok yang menakutkan.  Kamu pun jadi bisa bekerja dengan antusias dan bahagia.

Jangan Lekas Menyerah Untuk Mendapatkan Atmosfir Nyaman Di Tempat Kerja Kamu! Hidup Memang Butuh Perjuangan

Jangan lantas menyerah begitu saja bila kamu belum juga menemukan kenyamanan di tempat kerja. Hidup memang butuh perjuangan. Jangan buru-buru memutuskan untuk resign, sebelum kamu memastikan diri telah berjuang sebaik mungkin. Yuk, berjuang sekali lagi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Cara Ampuh yang Bisa Kamu Lakukan Jika Ingin Menabung Separuh Gajimu

Menabung adalah salah satu hal yang penting untuk jaminan masa depan yang cerah. Namun tak banyak orang yang bisa melakukannya dengan baik. Banyak godaan yang akhirnya membuat niat menabung menjadi sekedar wacana tanpa perlakuan nyata. Buat kamu yang kesulitan dalam hal menabung, coba terapkan 10 cara menabung ini deh.

Setidaknya kamu berusaha dulu, kalau nanti masih ada hal-hal yang menganggu tabunganmu ya setidaknya kamu sudah mencobanya.

1. Miliki Dua Rekening Tabungan yang Berbeda

Kamu bisa mencoba membuat dua rekening tabungan. Satu rekening tabungan untuk menyimpan uangmu yang bisa kamu ambil kapanpun, satu rekening lagi hanya untuk menyimpan uang tanpa bisa diambil sesuka hati.

2. Masukkan Setengah Jumlah Gaji pada Tabungan Setelah Gajian

Saat jadwal gajian tiba, usahakan untuk langsung memasukkan setengah dari jumlah gajimu ke tabungan. Hal ini untuk menghindari penggunaan uang gajian untuk hal yang hanya kamu inginkan, bukan butuhkan.

3. Menentukan Target Diri Sendiri dalam Hal Pengeluaran

Cobalah untuk menentukan target pengeluaranmu sendiri. Kamu bisa membatasi misalnya dalam satu minggu, maksimal kamu hanya boleh mengeluarkan uang Rp 200 ribu saja.

4. Hindari Membawa Kartu Debit Maupun Kredit di Dompet

Kamu bisa khilaf dalam berbelanja kalau membawa kartu debit maupun kartu kredit. Jadi lebih baik bawa saja uang recehan secukupnya di dompetmu. Untuk kartu debit dan kredit, lebih baik ditinggal di rumah saja.

5. Beli Camilan yang Bikin Perut Kenyang

Jika kamu ingin membeli camilan, belilah camilan yang bisa membuat perutmu kenyang. Dengan begitu kamu hanya butuh membelinya sedikit saja.

6. Mengonsumsi Mie Instan Maksimal Tiga Kali dalam Seminggu

Mengonsumsi mie instan terlalu banyak memang tak baik untuk kesehatan. Namun jika kamu megonsumsinya sebanyak tiga kali dalam satu minggu, rasanya masih ada dalam batas aman kok. Kamu juga bisa lebih menghemat uang makan.

7. Nongkrong Sekali dalam Seminggu dengan Budget Rp 50 Ribu Saja

Tenang saja, kamu tetap bisa nongkrong kok. Namun janga terlalu sering ya. Nongkrong saja sekali dalam satu minggu, tentukan juga budgetnya. Rasanya uang Rp 50 ribu sudah cukup deh.

8. Usahakan Bawa Bekal Makanan dari Rumah

Biar kamu tidak jajan di luar dan menghabiskan banyak uang, kamu bisa membawa bekal dari rumah. Karena tentu saja, bekal dari rumah akan lebih hemat dibandingkan beli makanan atau jajan di luar.

9. Bawa Juga Minuman dari Rumah

Agar kamu tak perlu membeli minuman di luar, kamu bisa membawa minuman sendiri dari rumah. Bawa saja satu botol minuman untuk persediaan minummu saat berada di luar rumah.

10. Kumpulkan Uang Receh yang Kamu Punya, Nantinya Pasti Berguna

Jika kamu sulit menabung dengan jumlah uang yang banyak, kamu bisa mulai dengan menabung uang recehanmu. Kamu bisa menggunakannya juga untuk membayar parkir atau untuk pengeluaran kecil lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Punya Catatan Perencanaan Keuangan Membuatmu Masuk Golongan Orang Boros Lho, Kawan

Salah satu hal yang paling sulit terutama dalam mengelola keuangan pribadi yaitu membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Sebab seringkali keinginan justru seperti kebutuhan, begitupun sebaliknya. Nah, kalau kamu termasuk golongan yang justru lebih sering mewujudkan keinginan dibanding mengutamakan kebutuhan, maka hati-hati, berarti gaya hidupmu selama ini termasuk golongan orang boros lho, Kawan.

Pertama, Kamu Merasa Gajimu Selalu Habis tapi Tak Jelas Pengeluarannya untuk Apa Saja

Menurut perencana keuangan independen Pandji Harsanto, seperti dikutip dari beritagar.id, batas pengeluaran demi cicilan adalah sebesar 30 persen. Sementara untuk pengeluaran rutin adalah berkisar 30-40 persen dari penghasilan. Tapi kalau tiap bulan kamu justru kebingungan kemana perginya gajimu, secara tak langsung sebenarnya kamu punya gaya hidup yang boros. Karenanya, sebelum membawa dampak yang lebih buruk pada finansialmu di masa mendatang, segeralah buat perencanaan belanja yang jelas yaitu dengan mencatat tiap pengeluaran dan mengevaluasi setiap bulannya.

Sering Sekali Pakai Kartu Kredit buat Transaksi Sehari-hari

Kartu kredit bukan uang tambahan ya, Kawan. Fungsinya justru sebagai alat penunda pembayaran. Makin sering kamu memakai kartu kredit, maka hutangmu pun semakin bertambah. Nah, kebiasaan ini mungkin tampak sepele, tapi hati-hati, kalau kamu tak piawai mengatur keuangan, justru bisa mengganggu kesehatan keuanganmu. Karenanya supaya hutang tak menumpuk, gunakanlah kartu kredit dengan bijak. Atau cukup pakai kartu debet saja, Kawan.

Kamu Belum Bisa Melepaskan Kebiasaan untuk Beli Dua Barang yang Sama

Kadang, ketika menyukai suatu barang, ada orang yang rela membelinya hingga dua barang. Padahal, ini juga bentuk pemborosan. Setengah uang yang keluar bisa kamu gunakan untuk menabung. Atasi kebiasaan ini dengan tabungan rencana. Jadi, uang otomatis kamu tabung sehingga kamu tak bisa menggunakannya untuk belanja hal yang tidak dibutuhkan.

Kamu pun Tak Punya Rencana Pengeluaran Bulanan yang Jelas Saat Gajian Tiba

Bila kamu tak terbiasa membuat rencana belanja, maka hati-hatilah dengan pengeluaran yang sebenarnya tak perlu, tapi kamu asal main belanja. Demi mengatasi agar hal ini tak sering terjadi, biasakan jatah diri sendiri dengan sistem amplop. Yup! Anggarkan pengeluaranmu sesuai dengan kebutuhan secara rinci yuk, Kawan! 

Punya Mimpi Bepergian, namun Kamu Tak Punya Tabungan

Ini sering terjadi pada milenials. Mimpi ingin bepergian kesana kemari, membuat daftar tempat yang hendak dikunjungi, hanya saja tak punya uang tabungan yang memang dialokasikan untuk liburan. Pantas saja, banyak yang merasa gajinya tak cukup untuk sebulan. Padahal, kembali lagi ke paradigma yang kamu tanamkan yaitu biasakan untuk menyisihkan uang untuk menabung tiap bulannya. Anggaran sisanya, usahakan mengikuti sisa uang yang ada.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Penolakan Bukan Akhir dari Segalanya, Tergantung Bagaimana Caramu Menanggapinya

“Pengalamanmu bagus, hanya saja…”

Pernah mendapatkan reaksi yang demikian? Mungkin saat kamu sudah melakukan serangkaian persiapan untuk mengikuti tes, bahkan sukses dalam beberapa seleksi, tapi pada akhirnya langkahmu harus terhenti di seleksi terakhir. Mereka menolak untuk memberimu kesempatan lagi. Yap, kamu dinyatakan gagal!

Terdengar mengecewakan memang. Dan tidak hanya satu orang yang pernah merasakan hal semacam ini. Bahkan yang namanya penolakan pun terjadi bukan hanya dalam lingkup pekerjaan, tapi juga dalam urusan bisnis, asmara, bahkan pertemanan. Ada lho orang yang mungkin harus bergulat dengan hal-hal seperti itu setiap waktunya. Dampaknya? Tentunya orang tersebut stress bukan main.

Merasa ditolak bukanlah hal yang menyenangkan, yang ada justru sangat mengganggu ketenangan batinmu. Kamu jadi bergumul dan mempertanyakan kenapa nasibmu sampai semalang itu. Untuk itu, setidaknya belajarlah berdamai dengan penolakan yang kamu terima. Memang sukar, tapi bukan berarti tak mungkin, kan?

Sudahkah Kamu Punya Definisi Tersendiri Mengenai Penolakan

Coba sebentar saja, pikirkan kembali kapan terakhir kali kamu mendapatkan penolakan atau merasa ditolak. Saat itu, bagaimana kamu meresponinya? Yang paling lazim terjadi mungkin sedih atau frustasi. Kamu jadi terlalu jauh memikirkan kekuranganmu dan ragu pada kemampuan diri sendiri. Ini yang perlu diperbaiki. Penolakan atau kegagalan tak selalu disikapi dengan cara yang seperti itu. Justru benar kata orang, belajarlah dari kegagalan. Saat gagal, cobalah untuk tetap berpikir positif, dengan begitu sebenarnya kamu juga sedang berperang melawan sisi buruk dirimu sendiri.

Penolakan Bisa Saja Terjadi Karena Kamu dan Orang Itu Mungkin Punya Cara Pandang yang Berbeda Terhadap Sesuatu

Memaknai sebuah penolakan itu harus dari dua sisi. Jangan terus-terusan berpikir kalau dirimu yang lemah atau semacamnya. Tapi pahamilah situasinya secara menyeluruh. Kalau konteksnya kamu sedang melamar pekerjaan, mungkin kamu dan orang itu punya visi yang berbeda, jadi mereka enggan untuk merekrutmu. Atau kalau soal asmara, kamu dan dia mungkin memang sama-sama jatuh cinta, tapi ada hal-hal seperti karakter yang bertolak belakang sehingga kamu dan dia jadi sulit menyatu.

Penolakan pun Bisa Juga Terjadi Karena Pihak Lain Kurang Mengenal Dirimu dengan Baik

Butuh waktu untuk mengenal seseorang lebih jauh lagi. Termasuk dalam hal mengenal dirimu. Tapi dalam sebuah wawancara, kamu hanya punya waktu yang terbatas dan tak banyak yang bisa digali berdasarkan pengalaman wawancara tersebut. Mungkin mereka hanya akan tahu tentang dirimu secara permukaan saja. Kalau saat momen tersebut kamu sedang dalam kondisi yang tidak fit atau bahkan nerveous, akhirnya, mereka jadi menilaimu tak sesuai ekspetasi kan? Tapi jangan juga menyalahkan keadaan. Berusahalah bijak dalam menyikapi sesuatu.

Penolakan Melibatkan Dua Pihak, Bukan Hanya Kamu Tapi Juga Dia yang Menolakmu

Sesi wawancara dalam melamar kerja sejatinya tak seperti ujian. Kalau kamu dinyatakan gagal, bukan berarti kamu tidak memenuhi kualifikasi. Bisa saja justru sebaliknya, kemampuanmu diatas yang lain sehingga perusahaan mungkin minder untuk merekrutmu. Kamu perlu tahu, perusahaan biasanya suka memilih karyawan dengan kapasitas yang biasa-biasa saja supaya bisa berkembang.

Sementara kamu adalah tipikal orang yang sudah bisa mengembangkan potensi dalam dirimu sejak lama, bukan? Untuk itu, ada kekhawatiran tertentu yang mungkin dipertimbangkan oleh perusahaan. Sekali lagi, ingatlah, penolakan bukan hanya tentang dirimu, tapi juga soal mereka yang memutuskan untuk tidak melibatkanmu.

Belajar dari Sebuah Penolakan, Pasti Ada Sisi Positif yang Bisa Kamu Petik Kok!

Orang-orang yang mengalami penolakan bukan berarti tak memenuhi standar ya. Saat menghadapi penolakan, sejatinya kamu sedang belajar tak hanya jadi orang yang lebih bijak lagi dalma menyikapi sesuatu, tapi juga melatih diri untuk selalu berpikiran positif terhadap apapun yang terjadi dalam hidupmu. Sekali lagi, penolakan bukanlah akhir dari segalany, bahkan bisa jadi awal dari sesuatu besar yang akan terjadi di hidupmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top