Feature

Stop Menilai dan Menyalahkan Diri Sendiri Saat Gagal, Lantaran Hanya Akan Membuatmu Tak Berkembang

Dari setumpuk persoalan hidup yang kamu alami, apakah kamu tipikal yang suka menyalahkan diri sendiri apabila ada hal yang kamu cita-citakan tapi tak berhasil? Kamu merasa tak becus menangani tanggung jawab serta impian yang selama ini kamu harapkan, lantaran tak mau mencari kambing hitam, kamu merasa dirimulah satu-satunya tempat yang paling layak jadi sosok yang paling disalahkan. Akhirnya, frustasi dan depresi pun melanda dirimu.

Padahal, tak selamanya setiap hal yang terjadi adalah kesalahan yang kamu perbuat. Tak baik juga menyalahkan diri sendiri dan keadaan. Karena ujung-ujungnya kamu tak akan ada waktu untuk introspeksi lantaran sibuk menghakimi diri sendiri. Hal semacam ini tak akan membuatmu berkembang.

Tak Perlu Menyalahkan Realita Saat Suatu Hal Tak Berjalan Sesuai Rencana

Tahukah kamu, mengapa yang namanya realita selalu terdengar menakutkan? Karena kita terbiasa menganggap realita adalah hal-hal yang tak sesuai keinginan. Karena itu saat semua berjalan keluar dari rencana yang kita harapkan terjadi, kamu jadi menyalahkan realita untuk hal yang tak sesuai keinginanmu.

Kamu memikirkan hal dimana kamu seolah-olah sudah berusaha sekuat tenaga tapi lagi-lagi kamu mengira seperti bukan takdirmu untuk mendapatkannya. Namun sebelum kamu menyalahkan realita lantaran kondisimu yang sekarang ini, cobalah merefleksi sejenak, sudahkah rencana yang kamu susun selama ini sudah berjalan cukup mumpuni?

Berhenti Merutuki Diri Sendiri Karena Terlalu Sering Menyia-nyiakan Kesempatan

Perkara mimpi yang tak kunjung terwujud, biasanya membuatmu berpikir kalau hidup begini-begini saja. Apalagi kalau kamu memang terlalu memikirkan banyak rencana yang ada di hidupmu. Kepalamu dipenuhi ambisi untuk mewujdukannya. Dan kalau hasilnya tak sesuai ekspetasi, kamu terlalu sering merutuki diri sendiri.

Tapi ada kalanya sebenarnya hal itu terjadi lantaran kita tak menyadari saat sebuah kesempatan datang. Bisa jadi rasa malas yang datang pun jadi pencetus yang membuatmu menunda-nunda melakukan sesuatu dengan dalih mencari momen yang tepat. Kalau sudah begitu, bukankah berarti kamu yang menyia-nyiakan kesempatan?

Katamu Semesta Tak Mendukung? Bukankah Itu Hanya Alasan Untuk Menutupi Karaktermu yang Mudah Menyerah?

Jangan terburu-buru menyalahkan diri sendiri saat gagal. Justru akan lebih baik kalau kamu membuang jauh-jauh perasaan negatifmu dan menggantinya dengan kontemplasi pribadi. Jangan sampai berkata kalau semesta tak mendukung. Sebab siapa tahu bukan semesta yang tak mendukung, tapi memang kamu yang mudah menyerah. Coba perbaiki lagi motivasi pribadimu.

Jangan Sibuk Menyalahkan Pekerjaan atau Pendapatanmu yang Sekarang, Semua Itu Bukan Berarti Kesia-siaan Untukmu

Kamu berpikir kalau hari-harimu begitu berat, membosankan, serta karier yang tak berkembang. Kamu tak suka dengan pekerjaanmu dan lantaran hal itu, kamu mulai menyalahkan banyak hal. Termasuk soal sistem perusahaan yang berantakan, bahkan berujung kamu jadi menyalahkan pendapatanmu. Lantaran gaji yang tak sesuai ekspektasi membuat diri kehilangan motivasi, dan pekerjaan yang tak manusiawi membuatmu stres nyaris setiap hari.

Namun anehnya, kamu masih tetap bertahan di sana. Tak perlu menyalahkan keadaan dan selalu merutuki diri sendiri, sebab sejatinya kita selalu punya pilihan, namun rasa enggan keluar dari zona nyaman seringnya mengambil jalan pintas dengan memangkas semua pilihan.

Pencapaian Diri yang Tak Sesuai Keinginan Sejatinya Mudah Membuatmu Kecewa pada Diri Sendiri, Tapi Ketahuilah Manusia Bukanlah Makhluk yang Sempurna

Kamu pasti paham, manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Akan ada masanya setiap hal melenceng dari rencana. Bahkan ada kesalahan-kesalahan yang sengaja maupun tak sengaja membuat kita jadi membenci diri sendiri. Hal ini kian diperparah dengan hobimu yang suka membandingkan diri sendiri. Hei, kamu perlu sadari, tiap orang memiliki banyak kekurangan dan pastinya pernah melakukan kesalahan. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Sebab kunci diri agar bisa berkembang adalah menerima kekurangan diri sendiri dan bangkit untuk jadi lebih percaya diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

4 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Liburan ke New York, Biar Kamu Nggak Kaget

New York merupakan salah satu kota terbesar di dunia. Kota ini juga sangat layak dijuluki sebagai kota yang tak pernah mati. Ya, hal itu karena memang kota ini sangat ramai dengan segala hiruk-pikuk orang-orang di sana.

Nah kalau kamu hendak berlibur ke sana, ada baiknya kamu mengetahui 5 hal ini terlebih dulu agar kamu tak kaget nantinya.

1. Surga Bagi Para Pecinta Kuliner

Kamu tak perlu takut kesulitan dalam mencari makanan saat berada di New York. Di sana kamu bisa menemukan banyak makanan. Bahkan kalau dihitung, kamu bisa saja makan dalam jangka waktu satu tahun di tempat makan yang berbeda.

2. Jalannya Bisa Bersambung Kemana Saja

Kalau kamu berada di New York, kamu tak perlu takut terkena macet. Karena di sana ternyata jalannya bersambung antara satu jalan dengan jalan lainnya. Hal ini membuat semua tujuan bisa dicapai dengan banyak opsi rute yang berbeda.

3. Banyak Gedung Pencakar Langit

Bisa dibilang New York adalah “hutannya” gedung pencakar langit. Makhlum saja, New York sangat giat dalam melakukan peremajaan dan pembangunan kotanya. Gedung megah yang sudah dibangun di sana misalnya Empire State Building yang tingginya mencapai 381 meter, 432 Park Avenue yang mencapai tinggi 426 meter, dan One World Trade Center yang tingginya mencapai 541 meter.

4. Terdapat Taman Kota yang Paling Terkenal

Taman kota yang terletak di Manhattan adalah salah satu taman yang sering dipakai untuk syuting film. Area taman ini sendiri seluas 341 hektar. Di sana kamu bisa duduk santai, tur keliling taman sambil naik kuda, lari pagi, hingga berkunjung ke kebun binatang yang juga ada di taman kota ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Nabilah Ex-JKT48 Tetap Ingin Ditemani Ibunda Sepanjang Kariernya di Dunia Hiburan

Nama Nabilah Ratna Ayu Azalia semula dikenal seiring kariernya yang tergabung dalam idol group bernama JKT48. Bersama teman-temannya dalam idol group tersebut, Nabilah—sapaannya berkesempatan untuk bisa berkarya di dunia entertainment lewat jalur musik.

Karier yang semakin menanjak ia dapatkan semasa bergabung di JKT48. Namun sejak 2017, ia memilih keluar dari idol group yang sudah membesarkan namanya itu. Bukan tanpa alasan dirinya pergi, namun satu hal yang pasti, Nabilah semakin dewasa, ia berhak menentukan keputusan perihal masa depannya. Dara kelahiran 11 November 1999 ini baru saja menamatkan studinya di jenjang SMA pada Mei lalu. Terbaru, ia tengah melakukan persiapan diri  sebelum masuk ke perguruan tinggi.

Kepada Gobagi.com, Nabilah menceritakan soal persiapannya sebelum resmi menyandang status sebagai mahasiswa.

“Aku daftar dua jurusan yaitu kedokteran dan hukum. Tapi akhirnya diterima di (jurusan) hukum. Mungkin memang Allah punya jalan terbaik, dan memang ada keinginan untuk jadi notaris atau pengacara,” kata Nabilah saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dibalik sosoknya, tak banyak orang yang tahu kalau Nabilah memang sudah memendam cita-cita di bidang hukum sejak lama. Profesi impiannya yaitu menjadi pengacara. Alasannya masuk akal, ia mengaku senang kalau bisa mengerti hukum lantaran setiap pekerjaan pasti ada sangkut pautnya dengan hukum. Ia tak ingin dibodohi orang untuk urusan yang satu ini. Karenanya, ia pun senang lantaran kedepannya akan mendalami soal ilmu hukum.

Saat masih duduk di bangku sekolah, Nabilah mengaku tak terlalu suka hitung-hitungan dan lebih suka hapalan. Harapannya, ini bisa menjadi modal awal saat nanti ia akan menjajaki status barunya sebagai mahasiswa hukum. Urusan kampus, Nabilah memilih untuk tidak mempublikasikan nama universitas atau tempatnya nanti menimba ilmu. Kalau sudah waktunya, baru ia siap memberitahu.

Peralihan dari bangku sekolah ke mahasiswa baru akan dijajaki oleh bintang Sunshine Becomes You ini. Keputusannya untuk berkuliah bukan berarti ia harus meninggalkan dunia hiburan yang sudah menjadi ladang profesinya. Kedepannya, Nabilah mengaku akan lebih selektif saat memilih tawaran pekerjaan. Sebab tentu saja, ia ingin memprioritaskan dahulu kuliah dan masa depannya. Apalagi soal tawaran pasti akan selalu berdatangan. Disinilah tantangan baru Nabilah untuk lebih profesional lagi dalam pekerjaannya.

“Alhamdulillah soal rezeki, ada saja (rezeki) yang datang. Entah apa itu pekerjaannya, dari film, catwalk, atau undangan bintang tamu di acara tv. Ya senang tentunya. Semoga terus dilancarkan. Amin,” kata Nabilah.

Ke depannya, ia tetap akan memprioritaskan kuliahnya. Sebisa mungkin kalaupun ada tawaran pekerjaan, ia mengaku akan menyesuaikan dengan jadwal kuliah. Kalau memang bentrok, Nabilah memilih enggan mengambilnya. Prinsip ini sejatinya sudah dijalankan Nabilah sejak lama. Apalagi, manajernya adalah ibunya sendiri, sehingga ia pun mengaku lebih dimudahkan dalam hal mengatur waktu.

Lantaran sudah dimanajeri oleh sang Ibu, Nabilah mengaku akan tetap bekerja didampingi ibunya sampai kedepannya nanti. Selain lebih nyaman, ia bersyukur karena diberi kesempatan untuk bisa tetap dekat bahkan semakin dekat dengan sang ibu.

“Karena bekerja didampingi Ibu, jadinya juga ibadah. Dan soal rezeki pun jadi lebih enak karena pada akhirnya bisa buat keluarga sendiri,” lanjutnya.

Bicara soal karier, Nabilah mengungkapkan ada satu lagi tawaran film yang datang pada dirinya. Menariknya, untuk genre film kali ini justru datang dari genre film horor. Nabilah mengaku tak merasa keberatan namun justru tertantang.

“Kenapa film horor, karena menurut aku kalau ada satu pekerjaan yang bisa kujalani, aku akan baik-baik saja. Selama itu rezekinya masih baik, kenapa ngga diterima?” ujarnya.

Film ini sendiri akan menjadi film keduanya setelah Sunshine Becomes You yang dibintanginya pada 2015 lalu. Kendati nama Nabilah sejatinya lebih dikenal sebagai penyanyi, untuk tawaran di bidang musik dirasa masih harus dipertimbangkan lagi.

“Waktu itu ada juga yang memberi tawaran masuk ke manajemen musik. Tapi kalau di musik, aku takut belum bisa bagi waktunya antara syuting film, kuliah, acara lainnya juga. Karenanya untuk musik ya nanti dulu,” lanjutnya.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

EXO Akan Tampil Sebagai Duta Pariwisata Korea Selatan

EXO ditunjuk sebagai duta kehormatan pariwisata Korea Selatan. Seiring kabar ini, mereka pun akan berpartisipasi sebagai model dari video promosi pariwisata yang dibuat oleh organisasi pariwisata resmi pemerintah Korea, Korea Tourism Organization.

Tahun ini, KTO berencana membuat video promosi pariwisata bertajuk ‘Korea Asks You, Have you ever?’ dengan tema yang dipilih yaitu membahas mengenai berbagai pengalaman unik di Korea Selatan dari sudut pandang turis mancanegara.

Mengutip dari Soompi, Minggu (24/6), akan ada enam kategori video yang digunakan anggota EXO untuk menjelaskan tema tersebut. Di antaranya adalah kategori sejarah dan tradisi, kehidupan sehari-hari, petualangan, tren, healing, serta hallyu.

EXO yang terdiri dari sembilan anggota akan berpartisipasi dalam setiap kategori yang ada demi mengiklankan berbagai pengalaman dan aktivitas yang bisa dinikmati oleh para turis di Korea Selatan.

Pihak KTO juga menyatakan, partisipasi boyband yang digawangi Kai cs ini diyakini akan mempengaruhi minat turis mancanegara terhadap Korea Selatan.

“EXO adalah salah satu bintang yang paling mewakili K-Pop, seperti yang bisa dilihat dari fakta bahwa mereka tampil dalam ajang Olimpiade Musim Dingin PyeongChang,” sebut KTO.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top