Trending

Stan Lee, Sang “Bapak” Para Superhero Marvel Kini Pergi Untuk Selamanya

Keluarga besar Marvel Studios berduka. Pencipta sekaligus penulis komik untuk semesta Marvel, Stan Lee meninggal dunia pada Senin (12/11) malam waktu setempat setelah mengalami keadaan medis darurat lantaran komplikasi radang paru-paru. Dan tak lama dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke Cerdars Sinai Medical Center, Los Angeles. Duka mendalam dirasakan banyak orang yang mengenal bahkan menikmati karyanya.

Bagi pecinta komik dan sederet superhero Marvel, tentu sepakat jika keberadaan sosok Stan Lee sangat krusial. Lahir dengan nama Stanley Martin Lieber, ia  mulai membuat komik untuk pertama kalinya di tahun 1941. Berkat imajinasinya, kini kita mengenal beragam tokoh superhero keluaran Marvel. Dari karyanya kita belajar, superhero tak melulu tampil berjubah dan tampak megah. Justru, hampir sebagian besar tokoh rekaan Stan Lee selalu menekankan unsur rendah hati dan manusiawi.

Sumber : https://www.instagram.com/therealstanlee/

Ia memulai debutnya sebagai komikus dengan membuat cerita tentang Captain America. Baru kemudian di tahun 1960, ia pun mendirikan Marvel Comics. Dua tahun setelahnya, sosok Spider-Man lahir lewat komik besutan Stan Lee bertajuk Amazing Spider-Man.

Karya kedua yang dibuatnya yaitu Avengers. Tepatnya pada tahun 1963, Stan Lee menciptakan komik Avengers dari volume 1 hingga 35 yang selesai di tahun 1966.  Kreativitasnya terus berkembang, Stan Lee muda terus menelurkan karya dan mengenalkan kita pada sosok superhero seperti Hulk, Fantastic Four, Iron Man, Daredevil, Thor, hingga para mutant di X-Men.

Ia sendiri nyaman dengan nama Stan Lee sebagai nama panggungnya. Terinspirasi dari nama pena yang dipilihnya saat masih bekerja sebagai pengisi teks di Timely Comics—yang kemudian berubah menjadi Marvel Comics.

Sumber : https://www.instagram.com/therealstanlee/

“Saya merasa suatu saat nanti saya akan menulis Great American Novel dan saya tidak ingin memakai nama asli saya yang konyol dalam komik,”  ujar Lee dalam sebuah wawancara semasa hidupnya.

Menariknya, kepintarannya meramu dan menciptakan cerita superhero tak terbatas hanya untuk Marvel. Di awal tahun 2000-an, Stan Lee bahkan ikut ambil bagian merangkai cerita komik untuk karakter DC yang sudah punya nama besar seperti Superman, Batman, Catwoman, Flash, Shazam!, Wonder Woman, Green Lantern, Sandman, hingga Robin.

Sebagai komikus, karya Stan Lee selalu dikenal punya karakter yang didefinisikan kuat karena kekurangan yang mereka miliki. Aktor Mark Hamill bahkan menyebut Lee sebagai ‘agen’ budaya pop lewat komik yang ia buat dan terbitkan.

“Kontribusinya pada budaya pop adalah sesuatu yang revolusioner dan tak bisa dijabarkan dengan kata-kata. Aku menyayanginya dan akan selalu merindukannya,” kata Hamill.

“Ia memiliki imajinasi luas yang hanya bisa dilampaui oleh kebesaran hatinya.”  Ujar Bob Iger, direktur utama Disney menyebut Stan lee sebagai sosok superhero dengan maknanya sendiri.

Sumber : https://www.instagram.com/therealstanlee/

Pada usia 40 Tahun, Lee memutuskan untuk berhenti membuat komik dan membuat komik perpisahan dengan menciptakan Fantastic Four. Namun, setelah pensiun membuat komik, Lee tetap eksis dengan tampil sebagai cameo di sejumlah film Marvel. Bahkan kehadiran mendadak Lee sebagai cameo di selalu ditunggu-tunggu oleh penggemar. Ini karena sosoknya yang ikonik dan selalu hadir dengan dialog atau adegan komedi yang mengundang gelak tawa penonton.

Kepergian Stan Lee menjadi duka mendalam bagi semesta Marvel Studios. Para pemeran superhero Marvel pun mengekspresikan kesedihan atas kepergian Lee lewat media sosial mereka.

There will never be another Stan Lee. For decades he provided both young and old with adventure, escape, comfort, confidence, inspiration, strength, friendship and joy. He exuded love and kindness and will leave an indelible mark on so, so, so many lives. Excelsior!!” tulis Chris Evans, pemeran Captain America di Twitter. Menurut Evans, Lee membuat berbagai orang lintas usia bisa menikmati petualangan, persahabatan, kekuatan, dna kebahagiaan dari karya-karyanya.

Sumber : https://twitter.com/DanishAhamed11

Rekan satu timnya, Scarlett Johansson juga ikut mencuit ungkapan dukacitanya tentang kepergian Lee. Johansson yang memerankan karakter Black Widow mengucapkan rasa terima kasihnya atas jasa besar Lee.

“Rest in Peace Stan Lee: writer, editor and publisher of Marvel Comics and so much more. Thank you for all you did,” tulisnya.

Sementara itu, pemeran Iron Man, Robert Downey Jr. juga menuliskan sikap respeknya pada Lee melalui akun Instagram. Robert merasa berutang budi terhadap Stan Lee. Karena itu, dia memajang foto berdua bersama Stan Lee, disertai logo hati.
Selamat jalan Stan Lee..

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top