Feature

Sungguh Smartphone Itu Candu Bagimu! Ini Alasannya Dan Cara Mengatasinya!

Iya smartphone, tablet, gawai, gadget itu candu. Tapi kenapa? Pernah cari alasannya? Dari sekian banyak alasan, paling menarik adalah melihatnya dari sisi biologis. Hal itu melibatkan unsur Dopamine yang diproduksi alamiah oleh tubuh khususnya bagian otak.

Dengan Menggunakan Smartphone, Tubuhmu Memproduksi Dopamine, Dan Itu Serupa Obat Anti Depresi!

otak

Sumber: health.kompas.com/shutterstock

Dari sekian banyak fungsinya, zat Dopamine ini diproduksi untuk memberikan “reward” (hadiah, imbalan) bagi tubuh karena sudah melakukan hal baik. Tujuannya supaya kita mau melakukan hal baik itu lagi esok harinya. Contohnya ketika kita makan makanan yang sehat, berolah raga, tertawa, dan hal serupa lainnya yang baik bagi tubuh.

Imbalan yang diberikan oleh Dopamine berupa perasaan senang dan bahagia. Karena itu Dopamine serupa dengan obat anti depresi yang bisa membuat pikiran jadi bersemangat. Dengan efek yang seperti itu tidak heran jika kita menjadi candu dan mau melakukan hal-hal baik di atas bukan? Kita makan setiap hari dan merasa senang karena kenyang tanpa harus disuruh.

Kecanduanmu Itu Bukan Karena Fisik Gadgetnya Tapi Aplikasi Di Dalamnya!

gadget

Inilah yang terjadi ketika kita menggunakan Smartphone, seperti disebutkan Psikolog David Greenfield, PhD, a West Hartford, dalam bukunya Virtual Addiction. Contoh misalnya ketika kita memainkan game di mobile phone. Otak akan membaca ciri-ciri fisik kita seperti denyut yang naik, konsentrasi meningkat sebagai hal baik. Hasilnya hal itu diterjemahkan bagus bagi tubuh dan otak memberi imbalan berupa Dopamine.

Begitu juga dengan email, sosial media, layanan video dan hal lain yang tersemat di dalam smartphone. Ada peningkatan denyut jantung dan konsentrasi ketika kita mendengar notif gadget kita berbunyi kemudian mendapat informasi baru. Sehingga lagi-lagi tubuh membaca ini sebagai hal baik dan memberi imbalan Dopamine . Hasilnya kita merasa senang, bahagia yang ujungnya menjadi ketergantungan terhadap rasa bahagia dari ponsel pintar tersebut.

Masalahnya kemudian ketergantungan itu akan menggangu pada kehidupan kita yang lain. Hubungan sosial misalnya yang menjadi berantakan karena kita melulu memperhatikan gadget dibanding orang sekeliling.

Belum lagi urusan kesehatan fisik. Maklum saja, Dopamine yang dikeluarkan otak bisa dibilang diproduksi secara keliru dalam hal penggunaan gadget ini. Karena sejatinya fisik kita tidak benar-benar sedang melakukan aktivitas. Karena itu kita perlu mengatasi rasa candu “bahagia” ini. Caranya bagaimana?

Yakinkan Dulu Bahwa Dunia Tetap Berputar Meski Kamu Tidak Tahu Update Status Orang Lain (Mantanmu misalnya)

smartphone pemisah

Ini problem paling utama. Kecanduan berawal dari perasaan tertinggal informasi terkini. Padahal jika betul-betul kita resapi, sesungguhnya kita tidak tertinggal apa-apa kalau sejenak tidak berhubungan dengan sosial media misalnya.

Bahkan kini mulai dikenal istilah Nomophobia, sebuah ketakutan akut kehilangan akses terhadap mobile phone. Ini berkaitan dengan kecemasan akan tertinggal informasi terbaru yang disediakan oleh samrtphone. Untuk itu yakinlah kita baik-baik saja jika tertinggal trending topic terakhir atau tidak tahu apa status mantan yang terakhir. Tenang Saja.

Taruh Gadgetmu Di tempat Yang Sulit Dijangkau

smart watch

Ini langkah kedua yang cukup mudah tapi membantu. Dulu Sebelum adanya smartphone kita melakukan aktivitas berinternet lewat komputer. Kita harus pergi berada di depan komputer atau laptop untuk sekedar memeriksa email. Berbeda dengan sekarang yang cukup meraih saku.

Untuk menciptakan “kesulitan” yang sama, letakanlah gadget di tempat yang sulit diraih. Jika ingin dibawa, Taruh dalam sebuah tempat, kemudian masukan di bagian paling dalam tas kita. Dengan begitu kita tak akan mudah mengaksesnya.

Tidak Perlu Minta Maaf Kalau Lama Menjawab Mention

menunda pekerjaan

Kekeliruan ini masih sering kita adopsi. Ketika kita lama menjawab pesan di Whatsapp, FB messanger atau mention di twitter, kita cederung meminta maaf atas keterlambatan tersebut. Sesungguhnya hal ini tidak perlu dilakukan.

Kenapa? Sebab tidak ada yang salah dengan tidak terhubung dengan gadget, smartphone dan sosial media. Ini etika yang harus kita pahami. Semua itu adalah akun yang bisa kita diami dan kita tinggalkan tanpa harus pergi pamit. Jadi tak perlu merasa bersalah jika lama tak membalas mention.

Atur Waktu Penggunaan (Khususnya Buat Anak), Misalnya Dengan Aplikasi Macam Kakatu

kakatu

Disiplin Menggunakan merupakan hal utama dalam menghindari ketergantungan. Caranya dengan mengatur waktunya. Tentunya tidak mudah melakukannya apalagi untuk anak-anak.

Nah, salah satu cara yang ampuh dengan menggunakan Kakatu. Aplikasi asli buatan Indonesia ini diciptakan Muhamad Nur Awaludin untuk memberi informasi aplikasi mana saja yang layak untuk anak. Selain yang direkomendasikan, pengguna juga bisa secara manual mengatur aplikasi mana yang bisa diakses. Terdapat opsi “orang tua” yang membuka semua fitur gadget dan opsi “anak” yang membatasi pemakaian.

Selain itu fitur paling petingnya adalah pembatasan waktu. Kakatu memberikan rekomendasi durasi yang sehat bagi anak, yaitu 15-20 menit bagi anak berusia 3-5 tahun, 60 menit bagi anak berusia 6-7 tahun, dan 2 jam bagi anak berusia diatas 7 tahun. Jika diaktifkan maka gadget akan mati dengan sendirinya jika waktu sudah mencapai batasnya. Dan untuk menyalakannya harus menggunakan Pin.

Ada Gadget Yang Sudah Diinstal Kakatu Dari Pabrik, Samsung Galaxy Tab 3V

galaxy 3v

Salah satu yang mendukung gerakan ini adalah Samsung yang meluncurkan Galaxy Tab 3V dengan aplikasi Kakatu yang sudah preinstall. Versi Kaktu dalam Galaxy Tab V3 ini bahkan lebih lengkap dari versi gratisan yang ada di google play store. Macam melacak lokasi anak, history penggunaan, dan fitur lainnya.

(Quiz) Jawab Pertanyaan ini untuk Mendapatkan Samsung Galaxy Tab 3V!

Mau mencicipi kerennya kakatu dalam gadget samsung? Jawab pertanyaan berikut ini untuk memperoleh kesempatan mendapatkan Samsung Galaxy Tab 3V.

 




2 Comments

2 Comments

  1. Iskandar

    December 22, 2015 at 4:57 pm

    bener banget sih, ponsel emang candu
    kadang aku ditegur istri kalo keasyikan main ponsel

  2. Victory Nugroho

    January 7, 2016 at 10:32 am

    pernah saya coba.. dan mampu bertahan selama 3 hari ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Respon Garin Nugroho Terhadap Petisi Tolak Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’

Sudah tayang sejak 18 April 2019 lalu, film “Kucumbu Tubuh Indahku” merupakan karya terbaru dari Garin Nugroho yang sebelum tayang secara reguler di Tanah Air. Film tersebut sudah dibawa melanggang buana ke beberapa festival film Internasional dan meraih banyak penghargaan.

Namun, rupanya “Kucumbu Tubuh Indahku” tak begitu bisa diterima di Indonesia. Terbukti dari munculnya petisi untuk menolak penayangan film tersebut di laman change.org. Rakhmi Mashita, sang pembuat petisi, menolak film “Kucumbu Tubuh Indahku” karena dianggap menyebarluaskan paham LGBT.

Sebuah film selain dibuat untuk menceritakan true story, seharusnya sebuah film bisa membawa efek positif bagi penontonnya, seperti menjadi inspirasi positif,kreatif,dan menambah wawasan yg bernilai positif jgJika film seperti ini diijinkan tayang dan disebarluaskan, kita mesti khawatir, bahwa generasi muda yg mengalami kesulitan menemukan jati diri akan mencontoh perilaku dalam film ini.”  tulis Rakhmi di website change.org. Hingga ini dituliskan dari target 5 ribu orang, sudah 3 ribu lebih orang yang ikut menandatangi petisi tersebut.

Menanggapi hadirnya petisi tersebut, Garin Nugroho buka suara. Ia memberikan pernyataan sebagai berikut:

“Petisi untuk tidak menonton film “Kucumbu Tubuh Indahku” lewat ajakan medsos, tanpa proses dan ruang dialog, bahkan tanpa menonton telah diviralkan di media sosial. Penghakiman massal lewat media sosial berkali terjadi pada karya seni dan pikiran atas keadilan. Gejala ini menunjukkan media sosial telah menjadi medium penghakiman massal tanpa proses keadilan, melahirkan anarkisme massal.

Bagi saya, anarkisme masa tanpa proses dialog ini akan mematikan daya pikir terbuka serta kualitas warga bangsa, memerosotkan daya kerja serta cipta yang penemuan warga bangsa, serta mengancam kehendak atas hidup bersama manusia untuk bebas dari berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan sebagai tiang utama demokrasi.

Lewat keprihatinan ini, saya ingin menyatakan keprihatinan terbesar atas gejala menjamurnya penghakiman massal tanpa proses dialog dan penegakan hukum berkeadilan. Bagi saya, kehendak atas keadilan dan kehendak untuk hidup bersama dalam keberagaman tanpa diskriminasi dan kekerasan tidak akan pernah mati dan dibungkam oleh apapun, baik senjata hingga anarkisme massal tanpa proses berkeadilan.” tutupnya.

Film “Kucumbu Tubuh Indahku” sendiri menceritakan kisah penari Lengger bernama Juno. Film produksi Fourcolours Films ini diperankan oleh Muhammad Khan, Sujiwo Tejo, Teuku Rifnu Wikana, Randy Pangalila, dan sederet artis peran pendukung.

2 Comments

2 Comments

  1. Iskandar

    December 22, 2015 at 4:57 pm

    bener banget sih, ponsel emang candu
    kadang aku ditegur istri kalo keasyikan main ponsel

  2. Victory Nugroho

    January 7, 2016 at 10:32 am

    pernah saya coba.. dan mampu bertahan selama 3 hari ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

PSI Kalah Pemilu dan Tak Akan Punya Wakil di DPR-RI

Dari hasl quick count, Grace Natalie selaku ketua umum Partai Solidaritas Indonesia alias PSI mengakui kekalahannya dalam Pemilu 2019. Hal ini diungkapkan berdasarakan perolehan suara yang didapat dari beberapa lembaga survei yang menggelar hitung cepat. Dimana PSI hanya memperolehan suara 4 persen.

Padahal, syarat yang menjadi ketentuan Undang-undang sebuah Partai bisa masuk ke parlemen, setidaknya harusnya memperolah 4 persen suara. Barulah partai tersebut bisa mempunyai wakil di DPR-RI.

“Menurut quick count, PSI mendapat 2 persen. Dengan perolehan itu PSI tidak akan berada di Senayan lima tahun ke depan,” tutur Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam keterangan tertulis, Rabu (17/4/2019).

Perempuan tersebut menuturkan, bahwa dirinya dan tim telah berjuang maksimal sehingga tak mau menyalahkan siapa pun terkait hasil jeblok tersebut.

“Kami telah berjuang dengan apa yang kami bisa. Tidak, kami tak akan menyalahkan siapa-siapa. Kader kami, pengurus PSI, Caleg kami, telah bekerja keras siang dan malam meyakinkan rakyat. Tapi inilah keputusan rakyat melalui mekanisme demokrasi yang harus kami terima dan hormati,” jelasnya.

Namun tak hanya itu saja, sebagai salah satu Partai pendukung 01, Grace juga menuliskan ungkapan rasa bahagianya atas keunggulan suara yang diperolah pasangan calon priseden nomor urut 01. Bahkan di pernyataannya, meski kalah mereka mengatakan jika mereka akan segera kembali. Sebab mereka bukanlah Partai yang datang ke rakyat lima tahun sekali. 

PSI memang kalah dan tak bisa melaju ke Senayan, tapi menariknya di media sosial macam Twitter dan Instagram. Para pengguna yang memang memberikan surat suaranya ke PSI tetap memberi dukungan dan semangat agar mereka tak patah arang dan siap melaju lagi di 5 tahun mendatang.

“comeback stronger, we are with you. bangga menjadi bagian 2% yg memilih psi jaga eksistensi, gaspol di 2024!” Cuit akun @aqli aulia

“2% suara buat partai baru udah gokil banget sih, keep up the good work!” tambah akun @taufmeister

“Bangga menjadi bagian dari 2% @psi_id @grace_nat @TsamaraDKI Tetap berjuang untuk Pancasila, UUD 1945, dan NKRI 2% adalah tangga awal agar PSI dapat lebih baik 👍☝️ tweet akun @fantoniw

2 Comments

2 Comments

  1. Iskandar

    December 22, 2015 at 4:57 pm

    bener banget sih, ponsel emang candu
    kadang aku ditegur istri kalo keasyikan main ponsel

  2. Victory Nugroho

    January 7, 2016 at 10:32 am

    pernah saya coba.. dan mampu bertahan selama 3 hari ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Terbaru, Pemerintah Swiss Bilang ‘Kopi Tidak Penting untuk Kehidupan’

Baru-baru ini pada sebuah pernyataannya, Pemerintah Swiss mengatakan ingin mengakhiri persediaa kopi darurat yang mereka miliki. Pasca membuat pernyataan jika hal tersebut ‘tidak penting’ untuk kelangsungan hidup manusia.

Sebagai informasi, sejak Perang Dunia I dan II, Swiss mulai menyimpan kopi sebagai cadangan darurat sebagai persiapan untuk kekuatan potensial. Selanjutnya, hal tersebut berlanjut hingga pada beberapa dekade  berikutnya demi memerangi kekurangan yang bisa diakibatkan perang atau bencana alam.

Namun pada keputusan terbarunya, Pemerintah Swiss justru berharap praktik tersebut akan diakhiri pada akhir 2022 mendatang. Karena Pemerintah sekarang mengatakan jika kopi ‘tidak penting untuk kehidupan’ sehingga tak perlu dimasukkan dalam cadangan darurat.

“Kopi hampir tidak mengandung kalori dan itu tidak berkontribusi, dari perspektif fisiologis, untuk menjaga nutrisi,” kata Kantor Federal untuk Pasokan Ekonomi Nasional, sebagaimana dikutip dari bbc.com.

Dirilis untuk mendapat respon dari publik, pihak Pemerintah berharap akan menemukan titik akhir dari keputusan ini pada November mendatang. Karena faktanya, tak semua orang setuju dengan keputusan tersebut. Reservesuisse, yang mengawasi persediaan makanan Swiss, mengatakan 12 dari 15 perusahaan yang menyimpan kopi di negara itu, ingin terus melakukan hal tersebut.

Mengingat Swiss adalah negara dengan penduduk penggemar kopi berat, sebagian besar masyarakat protes. Mereka berkata, menjadikan bobot kalori sebagai kriteria utama untuk makanan pokok tidak adil untuk kopi. Karena faktanya, menurut Organisasi Kopi Internasional setidaknya, penduduk Swiss mengonsumsi sekitar 9kg (20 lb) per tahun. Dimana ini hampir tiga kali lipat dari yang dikonsumsi Orang Inggris, yang hanya 3,3 kg per orang per tahun.

Menurutmu, kopi itu penting tidak untuk kehidupan?

2 Comments

2 Comments

  1. Iskandar

    December 22, 2015 at 4:57 pm

    bener banget sih, ponsel emang candu
    kadang aku ditegur istri kalo keasyikan main ponsel

  2. Victory Nugroho

    January 7, 2016 at 10:32 am

    pernah saya coba.. dan mampu bertahan selama 3 hari ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top