Feature

Siapkan Diri Untuk Menjadi Ayah Baru, Untuk Si Buah Hati

Setelah merasa dag-dig-dug kala mengucapkan ijal kabul, kali ini kita akan kembali was-was atau bahkan merasa masih belum siap. Hitungan mundur dari perkiraan waktu yang telah ditetapkan oleh sang dokter akan waktu kelahiran cabang bayi, segala bentuk emosi yang campuk aduk sebenarnya adalah sesuatu yang normal. Wajar ini adalah pengalaman pertama yang akan kita rasakan.

Menjelang akhir kehamilan, saat usia kandungan istri berkisar 27-40 minggu, janin bisa terasa sangat berat sehingga istri sering kali merasa kelelahan dan uring-uringan. Dalam situasi seperti ini peranan suami yang juga akan menjadi bapak jelas sangat diperlukan. Tak boleh ikut-ikutan menjadi emosian, laki-laki harus jadi pihak yang selalu menenangkan.

Tak Hanya Istri Saja, Kita Juga Harus Memulai Kebiasaan Hidup Sehat Mulai dari Sekarang 

Makan bersama selalu lebih nikmat jika dibandinkan dengan makan seorang diri saja. Tak percaya? Coba tanyakan pada istri yang ada di rumah. Nah untuk mendukungnya agar bisa makan dengan baik, sebagai suami sudah saatnya kita mulai turut serta.

Menerapkan pola hidup dan kebiasaan sehat lainnya. Jika kebetulan kamu adalah seorang perokok, cobalah untuk menguranginya. Setidaknya ketika sedang berada di rumah. Karena tak hanya berbahaya pada sang ibu yang mengandung, rokok juga berpengaruh pada janin yang ada dalam kandungannya.

Jika memang memungkinkan, sesekali ajaklah istri untuk berjalan santai sekitar komplek tempat tinggal, baik di pagi atau sore hari. Selain membantunya bergerak lebih banyak, kegiatan ini baik untuk proses persalinannya kelak.

Jadi Suami Tak Boleh Egois, Belajarlah Untuk Lebih Peka Terhadapnya Khususnya Untuk Urusan Hubungan Seks

Faktanya memang tak ada alasan untuk seseorang berhenti berhubungan intim saat masa kehamilan. Namun laki-laki perlu paham, jika kehamilan kadang datang dengan berbagai macam sebab akibatnya. Dan salah satunya, membuat perempuan enggan untuk melakukan hubungan seks atau justru sebaliknya.

Apapun yang menjadi keputusan dari sang istri, sebagai suami sudah selayaknya kita bisa memahami. Untuk mengatasinya, carilah cara lain yang akan tetap membuat kita dekat dengan sang istri. Jika memang tidak membuatnya merasa terganggu, hubungan seks masih bisa dilakukan dan sebaliknya jika ternyata sang istri malah terganggu. Sebaiknya hentikan dulu, selama masa kehamilan. 

Terbuka Untuk Mempelajari Pengetahuan Dasar Tentang Proses Persalinan

Jangan jadi laki-laki yang tak bertanggung jawab, dengan membebankan semuanya pada sang istri saja. Sebagai pihak yang juga berperan dalam hal menanam benih, sebagai suami kita juga boleh untuk ikut serta dalam beberapa pelatihan dan kelas ibu hamil yang diikuti sang istri.

Pahami apa saja yang harus dilakukan seorang suami jika nanti akan menemaninya bersalin. Disamping itu, pastikan pula jika kita akan selalu ada setiap kali istri pergi untuk memeriksakan kehamilannya. Ini perlu, untuk tahu sejauh mana perkembangan dari kehamilan. Dengan begitu kita tahu apa yang akan selanjutnya dilakukan.

Turut Serta Ambil Bagian, Dalam Hal Meringankan Tugas dan Beban Pekerjaan Rumah Tangga

Membiarkan sang istri dengan segala beban pekerjaan yang jelas akan bertambah bukanlah pilihan yang bertanggung jawab. Setelah kelahiran sang buah hati, pekerjaannya jelas bertambah. Dan dalam situasi ini, ia jelas membutuhkan bantuan dari sang suami.

Mulailah dengan memerhatikan hal-hal kecil yang selama ini terabaikan, misalnya membenahi perabotan rumah tangga yang selama ini rusak, membantu istri untuk belanja kebutuhan sehari-hari, membantunya memasak hingga melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Sebab pasangan yang baik adalah saling melengkapi dan bahu membahu untuk saling membantu. Biar bagaimanapun, suami juga bertanggung jawab atas segala prahara pekerjaan dalam rumah tangga.

Selalu Siaga Untuk Semua Kebutuhan dan Keperluan yang Dibutuhkan Istri dan Anak Kita

Tak boleh leyeh-leyeh, biasakan diri untuk selalu cepat tanggap dalam segala situasi. Kelak meski sedang tengah malam, si kecil bisa saja menangis dan terbangun karena ngompol. Melihat istri yang mungkin juga sedang kelelahan, kita harus bisa diandalkan. Menggantikan istri untuk menggantikan popoknya, hingga siaga untuk kebutuhan mendadak lainnya.

Simpan nomor-nomor penting yang bisa dihungi saat genting, seperti ambulan, nomor ponsel dokter, dan pihak lain yang bisa dihubungi ketika kita sedang butuh bantuan mereka. Pahami bagaimana cara untuk mengontrol emosi ketika nanti akan dihadapkan dengan situasi sebelum persalinan yang bisa saja terjadi saat tengah malam.

Belajar Jadi Pribadi yang Lebih Sabar dan Lebih Baik Lagi, Sebab Sosok Ayah Harus Jadi Panutan Untuk Anaknya

Sebelum sah dipanggil ayah oleh seorang bayi kecil yang sedang dinanti kelahirannya, cobalah untuk menanggalkan semua kebiasaan buruk selama masih melajang. Sikap emosional yang sebelumnya sulit untuk dikelola, harus bisa ditempatkan sesuai pada porsinya. 

Tak boleh sembarangan bicara karena sebentar lagi akan ada anak kecil yang harus diberi contoh-contoh baik untuk hidupnya. Berusahalah untuk jadi orang tua terbaik untuknya, sebab semua hal kita lakukan dihadapannya kelak akan jadi acuan hidup untuknya.

Dan yang Paling Penting, Bersiaplah Untuk Bertemu dengan Sang Bayi Untuk yang Pertama Kali

Ini akan jadi momen bahagia yang berhasil membuatmu haru. Rasa tak percaya karena sudah menjadi ayah hingga pengalaman luar biasa untuk yang pertama kalinya. Meski awalnya masih merasa canggung, ada energi lain yang akan dibawa oleh tubuh mungil itu saat pertama kalinya kita menggendongnya dalam dekapan.

Ucapkan terimakasi untuk sang istri tercinta yang sudah rela bertaru nyawa untuk melahirkan sang buah hati kita. Selanjutnya, bantulah sang istri untuk merawat dan menjaga bayi mungil yang kelak akan memanggil kita dengan sebutan ayah.

Pelajari pula bagaimana kita akan membantu sang istri untuk merawatnya sepanjang masa pertumbuhannya. Mulai dari memandikannya dirinya, membawakan cemilan atau minuman untuk sang ibunya, hingga bagaimana sang istri akan memberikan ASI kepada sang bayi. Upaya ini jelas jadi sesuatu yang amat berarti bagi sang istri, kelelahannya sepanjang masa kehamilan hingga melahirkan terbayar sudah dengan melihat sang anak sudah ada di dunia.

Manfaatkan momen ini untuk bisa membangun hubungan antara suami dan istri yang jauh lebih baik, dengan selalu berperan serta untuk semua tugas dan tanggung jawab yang ada.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tahukah Kamu Inilah 7 Waktu Paling Tepat Untuk Meminum Air Putih

Air merupakan salah satu hal penunjang kehidupan manusia, setiap hari manusia memerlukan asupan air mineral yang cukup untuk menunjang aktifitas hariannya. Normalnya, tubuh memerlukan delapan gelas air atau sekitar dua liter air per hari nya. Sayangi tubuhmu dengan minum air putih yang dibutuhkan, jangan sampai tubuhmu kekurangan cairan hanya karena kamu malas meminumnya.

Selain itu, ternyata mengonsumsi air putih di waktu yang tepat juga dapat membantu kinerja organ tubuh secara maksimal lho! Inilah 7 waktu yang tepat untuk meminum air putih.

1. Satu Gelas Air Sebelum Tidur

Jangan lupa untuk menerapkan kebiasaan ini juga ya, segelas air putih sebelum tidur dapat mengganti cairan yang hilang saat seharian kamu bergulat dengan aktifitasmu. Selain itu, segelas air sebelum tidur juga dapat membuat tidurmu semakin nyenyak, istirahatmu akan terasa lebih lengkap.

2. Setelah Bangun Tidur Di Pagi Hari

 

Jadikan satu hingga dua gelas air putih sebagai awal mengawali harimu. Setelah bangun tidur, tubuh membutuhkan isi ulang cairan untuk proses metabolisme dan membuang racun yang ada dalam tubuh. Jadi, jangan lupa untuk menerapkan kebiasaan ini ya.

3. Satu Gelas Air Sebelum Mandi

 

Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan meminum satu gelas air putih sebelum mandi. Jika kamu akan mandi dengan air hangat, lebih baik kamu meminum air dengan suhu yang hangat juga ya.

4. Sebelum dan Sesudah Makan

Minum air sebelum dan sesudah makan ternyata sangatlah penting. Kamu bisa meneguk segelas air putih pada 30 menit sebelum makan. Hal tersebut dapat membantu kerja sistem pencernaan lebih baik. Bahkan, lebih baik minum air sebelum makan, daripada kamu meminumnya saat sedang makan.

Tujuannya supaya tubuh dapat menyerap nutrisi makanan yang baru saja dikonsumsi, kamu bisa membantunya dengan minum air setelah makan. Lakukan kebiasaan ini agar sistem pencernaanmu semakin baik ya.

5. Sebelum dan Sesudah Berolahraga.

Ketika berolahraga kamu pasti akan mengeluarkan banyak cairan, tentu saja akan merasa lelah dan kehilangan banyak tenaga. Untuk itu minumlah segelas air putih untuk mengembalikan energimu. Minum banyak air sebelum dan sesudah berolahraga dapat meningkatkan daya otot tubuh lho!

6. Minumlah Saat Merasa Lelah.

Perlu kamu ketahui bahwa mengonsumsi air putih secara teratur dan dalam jumlah cukup dapat membantu kerja organ tubuh dengan baik. Termasuk kerja otak. Sedangkan kekurangan air dalam tubuh atau otak dapat menyebabkan kelelahan, hilang fokus serta berbagai macam masalah lainnya. Untuk mencegah hal tersebut maka jangan lupa untuk selalu minum air putih ya.

7. Minum Banyak Air Saat Sedang Sakit.

Tubuh yang sakit memerlukan banyak cairan, untuk itu banyaklah minum ketika kamu sedang sakit. Dengan meminum air yang cukup maka bisa mempercepat kembalinya daya tahan tubuhmu.

Seperti yang kita ketahui, air putih memberi banyak manfaat untuk tubuh kita. Jadi, kamu tak perlu khawatir mengonsumsinya meski dalam jumlah banyak. Beberapa poin di atas merupakan waktu yang tepat untuk minum air putih. Sesuaikan juga dengan kemampuan meneguk hingga berapa gelas, jangan sampai tubuhmu kekurangan air ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tidak Mandi Selama Dua Hari? Hati-hati, inilah Yang Akan Terjadi

Mandi adalah suatu hal yang wajib dilakukan agar kita hidup sehat. Minimalnya kita mandi dua kali sehari untuk membersihkan badan dari segala macam bakteri. Namun tetap saja masih banyak yang malas untuk melakukannya.

Apalagi disaat weekend atau libur panjang, seseorang yang menghabiskan waktunya di rumah cenderung memiliki tingkat kemalasan mandi yang tinggi, dengan alasan tidak akan pergi kemana mana. Padahal, dimanapun kita berada bakteri selalu datang kapan saja.

Lantas, apa yang akan terjadi jika kamu tidak mandi selama dua hari? Berikut penjelasannya.

1. Menimbulkan Bau Badan Bahkan Penyakit

Mandi sehari sekali boleh saja, mungkin saja karena keadaan mendesak atau situasi yang tidak memungkinkan. Namun, jangan sampai tubuhmu sama sekali tidak terbasuh air selama dua hari.

Pasalnya, tubuh manusia membawa lebih dari 1.000 tipe bakteri sehari-hari. Termasuk 40 jenis yang tidak diketahui asal-usulnya. Memang sih, beberapa jenis bakteri justru diperlukan oleh tubuh. Tetapi sebagian besar justru mengganggu dan menimbulkan penyakit. Oleh karena itu perlu dilawan dengan mandi memakai sabun. Nah kebayangkan kalau kamu tidak mandi selama dua hari berapa banyak bakteri yang ada di tubuhmu?

2. Bukan Cuma Bau Badan, Iritasi Kulitpun Bisa Kamu Rasakan


Selain bau badan, bakteri juga bisa menimbulkan iritasi kulit meskipun kamu tidak berkeringat. Gatal-gatal dan perasaan tidak nyaman akan menghampiri, orang-orang disekitarmu pun pasti akan merasa risih. Jadi, yakin nih masih mau malas mandi? Memangnya tidak sayang dengan diri sendiri?

3. Selain Penyakit dan Bakteri Yang Menghampiri, Ternyata Masih Ada Solusi

 

Terkadang, ada beberapa keadaan yang memaksa kita untuk tidak mandi. Seperti kegiatan di luar, sakit, dan lain sebagainya. Ketika keadaan tidak mendukung untuk mandi, maka gimana sih caranya agar bisa tetap bersih?

Seorang dokter kesehatan,Holly L. Philips, M.D, mengatakan bahwa jika kamu terpaksa tidak bisa mandi sama sekali selama maksimal dua hari, jangan lupa untuk tetap rutin mengganti baju. Selalu menjaga agar ketiak, lipatan leher dan wajah agar selalu bersih karena ketiga area ini merupakan area favorit bagi bakteri berkembang biak.

Meski begitu, Philips tidak menyarankan kita untuk terlalu sering mandi karena hal ini justru akan mengurangi minyak alami pada kulit yang justru membuatnya jadi kering dan bersisik. Sebisa mungkin usahakan untuk mandi minimal sekali dalam sehari ya, jangan sampai penyakit menghampirimu karena sifat jorokmu.

Jadi, berapa lama rekor yang pernah kamu lakukan untuk tidak mandi? Hihi, jangan belajar hidup jorok ya. Mandi merupakan bagian dari kesehatan, maka dari itu sayangi dirimu dengan menjaga kesehatanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hal-hal yang Kerap Luput dari Perhatian, Tentang Menikah Muda yang Banyak Digadang-gadang

Manfaat paling menonjol dari kampanye menikah muda yang belakang banyak disuarakan di media sosial, adalah ‘auto bahagia’ jika hubungan sudah sah. Padahal, kehidupan setelah menikah tak melulu tentang bahagia.

“Menikah menghindarkan kamu dari zinah, karena bisa ‘ena-ena’ dengan sah”

Jadi tagline lain yang dipakai untuk mendorong semangat para kawula muda untuk segera menikah.

Kamu pikir menikah hanya tentang Ena-ena saja? Begini, kalau kamu memang tak mau berzina, kamu hanya perlu tak melakukannya. Urusan selesai! Bukan lantas memilih menikah agar bisa melakukan hubungan seks dengan sah, apalagi dengan embel-embel karena itu adalah bagian dari ibadah. Pernikahan itu adalah sebuah prosesi yang suci, bukan sekedar legalisasi seks seperti yang kamu bayangkan.

Di twitter gerakan menikah muda banyak dinilai tak benar, bahkan tak sedikit dari warganet yang berpendapat itu hanyalah pembenaran dari manusia yang tak bisa menahan nafsunya saja. Tapi di sisi lain, sosial media macam Instagram, justru jadi ladang basah yang dijadikan wadah untuk mensuarakan gerakan menikah muda.

Mereka memilih mensederhanakan semuanya, tak perlu melanjutkan studi, menikah tanpa wali, hingga nominal biaya pernikahan yang sebenarnya cukup kecil. Lalu harus bagaimana kawula muda sebenarnya menyikapi gerakan ini? Ada beberapa hal yang perlu kita pahami.

Pernikahan Itu Sakral, Kamu Perlu Mempersiapkan Mental

Ini bukan cerita negeri dongeng yang selalu berakhir dengan bahagia, ini adalah kehidupan nyata, dimana bahagia bisa saja berdampingan dengan duka. Baru-baru ini Salmafina Sunan, pada salah satu wawancaranya berkata jika menjadi janda adalah sesuatu yang berat.

Ya, di usianya yang terbilang masih sangat belia, Salma sudah menjadi janda setelah sebelumnya pernah menikah dengan hafiz Alquran bernama Taqy. Semua perempuan, tak terkecuali Salma tentu tak pernah membayangkan jika pernikahannya harus berakhir di meja pengadilan. Dan hal lain yang akhirnya dijadikan alasan mengapa pernikahannya tersebut hanya berumur 3 bulan adalah kesiapan mental.

Di usia yang masih remaja atau belum cukup dewasa, bisa jadi kita masih berkelut mencari jati diri. Emosi yang masih meledak-ledak hingga logika yang sering dikesampingkan. Maka, daripada harus buru-buru memutuskan untuk menikah, sebaiknya siapkan mentalmu dulu saja.

Cinta Tak Membuatmu Kenyang, Kita Butuh Kesiapan Finansial

“Kalau sudah menikah, rejekinya pasti selalu ada”.

Tak bermaksud untuk meremehkan kuasa doa atau pun kepercayaanmu akan hal tersebut. Tapi manusia juga perlu berpikir dengan logika. Walau hidup tak melulu tentang materi dan harta, tapi berpikir bahwa menikah hanya butuh niat saja jelas salah. Selain kesiapan lain, finansial yang memadai jadi salah satu hal yang perlu dipikirkan.

Kalau sudah begini, biasanya mereka akan mengambil contoh beberapa pasangan yang memang sedari kecil sudah kaya. Menjadikan pasangan tersebut sebagai acuan, padahal tak semua pasangan yang menikah muda sudah stabil keuangannya. Alih-alih bisa membantu orang tua, biasanya pasangan yang menikah muda justru jadi penambah beban keluarga.

Akan Hidup Bersama Selamanya, Sudahkah Dirimu Yakin Bisa Berkomitmen dengan si Dia?

Bukan seperti pacaran yang bisa putus dan berganti pasangan, ketika memutuskan menikah. Itu artinya kita sudah berjanji untuk hidup bersama denganya selamanya. Bukannya memberikan gambaran tentang bagaimana kenyataan yang akan dihadapi dua orang, kampanye gerakan menikah muda lebih sering mempertunjukkan hal-hal manis nan bahagia.

Cintamu tak akan membara tetap besar, kadang kala kamu akan merasa dia jauh, mengecewakanmu, atau bahkan melukai hatimu. Disinilah komitmen akan bekerja tetap bersamanya atau memilih untuk berpisah saja. Dan tak hanya berkomitmen untuk pernikahan saja, kamu juga butuh berkomitmen untuk segala hal lain yang akan dilakukan selepas menikah.

Akan Jadi Istri atau Suami, Kamu Harus Mampu Mengontrol Emosi

Di usia yang masih belia, kemampuan untuk mengelola emosi masih jauh dari kata mumpuni. Hal-hal remeh yang sebenarnya bisa diredam sering jadi alasan pertengkaran dengan pasangan. Alih-alih bisa menghalau emosi pasangan, emosi dalam diri sendiri saja belum bisa dilawan.

Nah, ketidakmampuan kita untuk mengontrol emosi bisa jadi induk sikap dan perbuatan buruk lain yang mulai bermunculan. Bahkan tak sedikit yang kemudian berakhir dengan kekerasan. Merasa ia berubah, tak ada lagi cinta, kemudian memilih untuk bercerai saja. Padahal, bisa jadi kamulah yang memang terburu-buru. Tak mengenalnya lebih dalam, tiba-tiba menerima pinangan lalu kemudian menyesal.

Dan yang Terakhir, Pahami Juga Soal Kesehatan Reproduksi

Dengar, perempuan yang sudah melakukan hubungan seks pada rentan usia yang masih sangat muda beresiko besar terkena kanker serviks. Dilansir dari situs hellosehat.com, penelitian di British Journal for Cancer menunjukkan bahwa perempuan muda dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah lebih berisiko terjangkit infeksi HPV karena melakukan hubungan seks empat tahun lebih cepat dari perempuan muda dengan kondisi ekonomi yang lebih baik.  

Padahal kanker serviks, jadi pembunuh nomor 2 paling berbahaya yang menyebabkan kematian bagi perempuan Indonesia. Tak sampai disitu saja, kamu juga harus tahu jika sebenarnya organ reproduksi perempuan di bawah usia 20 tahun yang belum siap mengandung dan melahirkan. Hasilnya, kesehatan reproduksi yang kerap diabaikan ini   akan meningkatkan risiko kematian bagi ibu dan anak, tingginya angka anak yang lahir cacat, dan stunting.

Kalau sudah begini, masih mau bilang jika menikah muda jadi solusi dari masalahmu? Jangan menggebu dalam menentukan pilihan, karena hasilnnya bisa jadi hanya menambah beban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top