Feature

Siapa Dia Yang Tercipta Untuk Hatimu Tapi Bukan Untuk Hidupmu?

Pada satu titik, ada kalanya kamu harus menyadari ada orang yang tetap tinggal di hatimu tapi bukan untuk hidupmu. Mereka adalah yang bisa kamu cintai dari jauh. Omong kosong? Tidak juga.

Karena cinta tak harus berarti kedekatan. Tak juga harus selalu berarti bicara padanya. Cinta adalah ketika kamu menaruhnya di hatimu dengan sangat hati-hati, tanpa terpengaruh tindakan dan jarak.

Cinta sejati menghasilkan keperdulian dan menanggalkan keegoisan. Bisa jadi keperdulian itu membawamu pada kesadaran bahwa keadaan akan lebih baik jika kalian tidak lagi bersama-sama. Siapa mereka yang tercipta untuk hatimu tapi bukan untuk hidupmu?

Dia Yang Kehidupannya Menjadi Lebih Buruk Ketika Bersamamu

berjilbab

Coba tengok orang yang kamu pikir sangat kamu cintai itu. Ingat kembali bagaimana kehidupannya dahulu. Mungkin Ia punya banyak teman dahulu, kehidupan sosialnya sangat baik. Pekerjaannya lancar, hidupnya selalu dipenuhi senyuman.

Tapi apa yang terjadi setelah berhubungan denganmu? Kecemburuanmu mungkin membuatnya terpisah dari lingkungannya. Ia menjadi kering kehidupannya jadi lebih buruk ketika bersamamu. Atau bisa jadi dulu ia punya tubuh yang sehat, tapi kini ia sering mengeluh sakit kepala cuma karena memikirkanmu yang keras kepala.

Kalau kamu betul-betul mencintainya, letakan ia di hatimu. Lepaskan ia di kehidupanmu, biarkan ia memiliki kehidupannya yang dulu.

Dia Yang Kehidupannya Tidak Jadi Lebih Baik Ketika Bersamamu

perempuan tidur

Kasih sayang seharusnya membuat seseorang bisa melakukan hal yang mustahil. Cinta kasih seharusnya membangkitkan kreativitas dan semangat. Itu semua bisa membuat hidup seseorang lebih baik.

Maka coba perhatikan orang yang kamu cintai itu. Apakah ia mampu melakukan hal yang lebih dari sebelumnya. Apakah dengan kehadiranmu, ia jadi lebih baik lagi. Atau kini hidupnya sama dan tak ada yang berubah? Ia menjalani hari persis sama dan serupa seperti sebelum ia bertemu denganmu.

Kalau kamu betul-betul mencintainya, letakan ia di hatimu. Lepaskan ia di kehidupanmu, biarkan ia bertemu orang lain yang bisa membuatnya lebih baik dari hari ke hari.

Dia Yang Sudah Dimiliki Orang Lain

balet

Cintamu seharusnya membuatnya merasa lebih baik. Namun ketika dia yang kamu cintai, sudah memiliki pasangan, ceritanya jadi tidak sesederhana itu. Hubunganmu akan dibangun di atas bangunan yang rapuh.

Bayangkan orang yang kamu sayangi itu harus melakukan kebohongan demi kebohongan ke pasangan resminya, hanya untuk bisa bersamamu. Bukankah kamu mencintainya karena kamu mengetahui hatinya baik. Lantas kenapa kamu membuatnya berbohong hanya demi dirimu?

Kalau kamu betul-betul mencintainya, letakan ia di hatimu. Lepaskan ia di kehidupanmu, jangan kau cemari hati bersihnya dengan memaksanya untuk berbohong.

Dia Yang Menemuimu Ketika Kamu Sudah Memiliki Orang Lain

mata perempuan

Kamu selalu bisa berandai jika saja dia datang lebih cepat. Mungkin kalian akan bisa bersama. Tapi cinta hanya salah satu bagian dari seluruh sendi kehidupan. Di dalamnya juga ada tanggung jawab dan komitmen.

Sebuah hubungan yang dewasa harus dibangun dari rasa tanggung jawab. Kamu tak bisa terus menggantung hidupnya atau sebaliknya hidup pasanganmu, hanya karena kamu tak bisa melepaskannya.

Kalau kamu betul-betul mencintainya, letakan ia di hatimu. Lepaskan ia di kehidupanmu, selesaikan dulu tanggung jawabmu, jujurlah kepada semua. Kalau kalian memang ditakdirkan bersama maka kehidupan baru akan menghampiri.

Dia Yang Membuatmu Lebih Buruk Dari Sebelumnya

marah

Kamu menggengam tangannya, meletakannya di jantungmu karena kamu begitu yakin ia punya peran besar di hatimu. Tapi kamu tak akan bisa terus berbagi cinta jika kamu tidak punya cinta untuk dirimu.

Lihat bagaimana kehidupanmu dulu. Kamu punya lingkaran sosial yang baik, pekerjaan yang layak. Kemana itu semua saat ini? Kamu lalu merasa sendiri, kering dan putus asa.

Kalau kamu betul-betul mencintainya, letakan ia di hatimu. Lepaskan ia di kehidupanmu, kamu harus menyadari kamu tak akan bisa mencintainya utuh jika dirimu tak lebih baik dari sebelumnya.

Dia Yang Meninggalkanmu Untuk Orang Lain

berjalan

Kamu menaruh kepercayaanmu kepadanya. Ia berjanji akan menjaga hatinya untukmu. Namun ia ternyata ia bercinta dengan orang lain. Hatimu pun sakit.

Kalau kamu betul-betul mencintainya, letakan ia di hatimu. Lepaskan ia di kehidupanmu, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik. Itu saja.

3 Comments

3 Comments

  1. Shinta

    December 24, 2016 at 12:44 pm

    Wah menarik 🙂

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:10 pm

    Dialah Sang Mantan …………

  3. Gita swara

    November 21, 2017 at 7:24 am

    Iya ….semua benar …
    Tepatnya cinta tidak harus memiliki …
    Hatinya harus seperti hati malaikat kali ya…
    Dan kenyataan nya …kamu bisa hidup selakyaknya sebelum bertemu dia kembali .Kenapa harus melibatkan diri dlm kesusahan hati setelah bertemu dia kembali ….ikhlaskan !!!!kembalilah ke habitat mu masing2..dan jujur tidak ada mantan terindah dlm hidup ini(namanya juga mantan, berarti pernah dicoba kan ??dan pasti sudah tau baik buruknya )..sudahlah …..apapun dia ..stop Utk tidak memikirkannya !!!!!hanya pasangan kita yg sampai sekarang inilah yg terbaik dan terindah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

3 Comments

3 Comments

  1. Shinta

    December 24, 2016 at 12:44 pm

    Wah menarik 🙂

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:10 pm

    Dialah Sang Mantan …………

  3. Gita swara

    November 21, 2017 at 7:24 am

    Iya ….semua benar …
    Tepatnya cinta tidak harus memiliki …
    Hatinya harus seperti hati malaikat kali ya…
    Dan kenyataan nya …kamu bisa hidup selakyaknya sebelum bertemu dia kembali .Kenapa harus melibatkan diri dlm kesusahan hati setelah bertemu dia kembali ….ikhlaskan !!!!kembalilah ke habitat mu masing2..dan jujur tidak ada mantan terindah dlm hidup ini(namanya juga mantan, berarti pernah dicoba kan ??dan pasti sudah tau baik buruknya )..sudahlah …..apapun dia ..stop Utk tidak memikirkannya !!!!!hanya pasangan kita yg sampai sekarang inilah yg terbaik dan terindah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

3 Comments

3 Comments

  1. Shinta

    December 24, 2016 at 12:44 pm

    Wah menarik 🙂

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:10 pm

    Dialah Sang Mantan …………

  3. Gita swara

    November 21, 2017 at 7:24 am

    Iya ….semua benar …
    Tepatnya cinta tidak harus memiliki …
    Hatinya harus seperti hati malaikat kali ya…
    Dan kenyataan nya …kamu bisa hidup selakyaknya sebelum bertemu dia kembali .Kenapa harus melibatkan diri dlm kesusahan hati setelah bertemu dia kembali ….ikhlaskan !!!!kembalilah ke habitat mu masing2..dan jujur tidak ada mantan terindah dlm hidup ini(namanya juga mantan, berarti pernah dicoba kan ??dan pasti sudah tau baik buruknya )..sudahlah …..apapun dia ..stop Utk tidak memikirkannya !!!!!hanya pasangan kita yg sampai sekarang inilah yg terbaik dan terindah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Belajarlah Dari Kecewa, Agar Kamu Percaya Ada Bahagia yang Nyata Dari Hasil Menata Luka

Kenapa kamu kecewa? Karena Tuhan menciptakan air mata sebagai salah satu pereda dari sedihnya dikecewakan.

Hidup bagaikan roda yang berputar, siang berganti malam, panas berganti hujan, dan kekecewaan yang berganti menjadi kebahagiaan. Susah dan senang selalu berdampingan mengiringi perjalanan kehidupan, jangan harap kamu akan selalu merasakan bahagia, tanpa pernah merasakan luka. Hidup terlalu monoton jika dihabiskan dengan bahagia.

Lalu, setelah yang ku sampaikan barusan kamu masih bertanya mengapa Tuhan memberikanmu kekecewaan? Sini, mendekatlah. Biar aku jelaskan sekali lagi, coba ceritakan hal apa saja sebenarnya yang membuatmu kecewa? Kamu terluka karena cinta? Harapanmu tentang cita-cita kandas? Keluarga yang tak utuh, pendidikan yang tak bisa diraih, dan karier yang hanya jalan ditempat tanpa kemajuan, semua itu yang membuatmu kecewa? Tolong, coba berpikir dan mencoba bersyukur sekali saja.

Jangan selalu memikirkan hal-hal yang tak dapat kamu capai, karena semua itu diluar kendalimu. Ada takdir yang lebih berkuasa dari kekuatan otak, otot dan mental. Cobalah untuk lebih fokus dengan apa yang sedang kamu genggam, kamu miliki. Merasa cukup bukan berarti harus berhenti berjuang, hanya saja itu bisa dijadikan obat kekecewaan.

Pernah kah kamu membaca kisah-kisah orang yang sukses diluar sana? Apakah kesuksesan mereka raih dengan cara instan? Apakah dengan sekali berjuang mereka langsung ber-uang? Dan apakah mereka tidak pernah merasakan kecewa dalam hidupnya. Tentu saja mereka pernah jatuh, sebelum bangkit dan menikmati hasil dari perjuangannya.

Jatuh, bangkit. Gagal, bangkit. Kecewa, menata luka. Tidak ada kata menyerah dalam kamus orang-orang sukses. Seperti halnya mereka, mengapa tak kamu coba untuk mengambil sisi positif dari kecewa? Menjadi lebih dewasa misalnya. Setelah luka yang kamu dapat, dari situ kamu belajar lebih dalam tentang kehidupan. Belajar menerima bahwa ada beberapa hal yang memang diluar kendali makhluk bernyawa.

Semuanya hanya tentang proses, orang-orang sukses diluar sana mengalami jatuh bangun atas usahanya, lalu apa yang mereka lakukan setelah itu? Apakah mereka terpuruk sepertimu? Apakah mereka menyalahkan dunia atas takdir-Nya? Dan apakah mereka sepertimu yang hanya bisa menyalahkan tuhan lalu mengutuk keadaan. Mengaku menjadi orang yang paling terpuruk, sakit hati terhadap dunia.

Kini, masih mau kah kamu menyalahkan Tuhan atas kekecewaan yang kamu rasakan? Apa yang akan kamu dapatkan dari semua itu? Kebahagiaan? Tidak, semua itu hanya akan memperburuk keadaan. Tuhan diam saja bukan berarti dia ingin melihatmu terpuruk, sekarang apa yang akan tuhan ubah sedangkan dirimu sendiripun tak mau berubah. Jika kau bangkit dan mampu mengobati kecewamu dengan hal positif maka tuhan juga akan menggantikan tangisan dengan senyuman.

Kamu hanya perlu yakin atas takdirNya, nikmatilah prosesmu sendiri meskipun panjang. Jangan banyak mengeluh, lebih baik kamu keluarkan lebih banyak peluh agar kebahagiaanmu terbayar utuh. Tuhan memberimu kecewa bukan berarti dia ingin melihatmu terluka, justru dia ingin membuatmu bangkit dan menatanya. Hey, kamu yang sedang dilanda kecewa, aku yakin kamu kuat, bangkitlah segera, ya!

3 Comments

3 Comments

  1. Shinta

    December 24, 2016 at 12:44 pm

    Wah menarik 🙂

  2. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:10 pm

    Dialah Sang Mantan …………

  3. Gita swara

    November 21, 2017 at 7:24 am

    Iya ….semua benar …
    Tepatnya cinta tidak harus memiliki …
    Hatinya harus seperti hati malaikat kali ya…
    Dan kenyataan nya …kamu bisa hidup selakyaknya sebelum bertemu dia kembali .Kenapa harus melibatkan diri dlm kesusahan hati setelah bertemu dia kembali ….ikhlaskan !!!!kembalilah ke habitat mu masing2..dan jujur tidak ada mantan terindah dlm hidup ini(namanya juga mantan, berarti pernah dicoba kan ??dan pasti sudah tau baik buruknya )..sudahlah …..apapun dia ..stop Utk tidak memikirkannya !!!!!hanya pasangan kita yg sampai sekarang inilah yg terbaik dan terindah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top