Sponsored Content

Siapa Bilang Naik Motor Kopling Itu Susah?

Pasti kamu setuju, jika mengendari motor manual jelas tak semudah motor kopling yang mengharuskan kita mengganti dan mengurangi gigi. Juga tak semudah melaju dengan motor matic yang hanya tarik gas dan mainkan rem saja. Dianggap susah dan bikin ribet, beberapa orang malas naik motor kopling karena terkesan berat.

Alih-alih mau belajar, beberapa orang sudah malas duluan. Alasannya, ada yang lebih praktis dan cepat. Padahal nih ya, memakai motor kopling tak jauh berbeda dengan motor manual. Walau harus diakui juga, ini memang akan sedikit memakan waktu untuk bisa beradaptasi.

Lain dari motor matic yang tinggal tarik gas, di motor koplng ada yang namanya tuas kopling. Benda ini berguna untuk meneruskan dan memutus tenaga dari mesin ke komponen penggerak. Dan tak hanya itu saja, kopling juga berfungsi agar perpindahan gigi lebih halus.  Nah, untuk bisa khatam dengan mulus, pada salah satu wawancaranya yang dimuat di kumparan.com, pendiri sekaligus instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, ada 5 langkah mudah yang bisa lancar memakai motor kopling.

Dimulai dengan Mempelajari Karakter Tenaga dan Torsi Motor yang Akan Kau Kendarai

“Tak kenal maka tak sayang” begitu kata pepatahan untuk memulai pendekatan. Nah, tak hanya berlaku dalam kehidupan, untuk bisa mengendarai motor pun, hal ini perlu diterapkan. Meski sudah bersemangat untuk segera bisa mengendarai motot kopling, yang namanya pengenalan itu perlu.

Kenali besaran tenaga dan torsi dari mesin motor, karena sedikit saja kamu lengah dalam melepas tuas kopling. Bisa-bisa motornya terhentak dan membahayakan diri sendiri. Dari sini, kita akan bisa mulai beradaptasi terhadap karakter kopling dan tranmisi pada ruda dua tersebut.

Melatih Diri Melepas Kopling dengan Hati-hati

Agar lebih memudahkan, cobalah pilih jalanan yang memang memiliki permukaan datar dengan alur lurus. Setelah lolos dari hal memahami karakter mesin tadi, belajar untuk bisa melepas kopling jadi ujian selanjutnya. Rasakan motor yang sudah siap berjalan, turunkan gigi ke gigi 1 dan melepaskan tuas kopling sembari menarik gas dengan perlahan.

Tapi baiknya nih, untuk pergerakan awal sebaiknya tidak menggunakan gas dulu. Melainkan, lepaskan tuas gas pelan-pelan dulu. Gerakan ini akan membantu kamu mengenali pergerakan, dari cara kerja mesin motor dan tuas kopling secara bersamaan dalam satu gerakan.

Selanjutnya, Belajar untuk Menambah Gas dengan Bertahap dan Sesuai dengan Laju yang Diinginkan

Jika kamu sudah memahami dan mampu mengendalikan momentum gerak dari motor kopling untuk bagian awalnya.Cobalah tarik gas berbarengan dengan melepas tuas kopling, dengan catatan jangan dilepas sepenuhnya sebelum motor berjalan. Karena hal ini akan memicu motor melompat atau mesinnya mati mendadak.

Selanjutnya, mari belajar untuk bisa menambah kecepatan dari tarikan tuas gas secara bertahap. Tak boleh dilakukan dengan mendadak, karena itu bisa membuat motor terhentak-hentak. Coba pahami dan rasakan pelan-pelan, sembari menarik gas dengan porsi yang halus.

Jangan Gegabah, Latih Gerakan Memindah Gigi Pada Torsi Maksimun

Tindakan gegabah dalam berkendara, juga bisa berimbas pada konsumsi bahan bakar motor. Untuk itulah sedari tadi, beberapa kali kamu coba menekankan bagaimana langkah yang benar untuk mengatur porsi memindah dan mengurangi gigi motor kopling.

Baiknya, perpindahan gigi tak melulu berpusat pada putaran mesin yang maksimal. Lakukan sampai titik torsinya saja. Tiap kali kamu akan melakukan pergantian gigi, kamu akan melihat lampu yang menyala di angka gigi. Ganti gigi dengan cara menarik tuas kopling dengan tangan kiri demi melepaskan ban belakang. Di waktu bersamaan, tarik tuas kopling, dan kurangi gas.

Pengurangan gas dilakukan agar sepeda motor kita tak bergetar hebat jika nanti akan memasukkan gigi kembali. Lakukan gant gigi dengan kaki kiri, dan jagalah kecepatan dengan tangan kanan. Denngan begitu penggantian gigi tetap berjalan dengan lancar, selanjutnya tinggal melepaskan tuas kopling dengan pelan.

Untuk Lebih Memudahkan, Pilih Motor yang Sesuai dengan Kebutuhan

Tak hanya memahami tata cara berkendaraya saja. Motor yang sesuai dengan kebutuhan, juga jadi salah satu hal yang perlukan, untuk bisa belajar naik motor kopling dengan matang. Nah, karena tak mungkin kan, kamu akan langsung belajar motor besar? Untuk itu, kamu boleh melirik All New Satria F150 dari Suzuki untuk menemani proses belajarmu.

Jadi bebek sport atau Hyperunderbone yang cukup digemari, terlebih oleh kawula muda. Kuda besi ini hadir dengan kapasitass mesin 150 cc, dengan dua kategori varian warna yang siap kamu pilh. Brilliant White, Stronger Red, dan Titan Black untuk yang standard. Sedangkan varian High Grade nya kini memiliki warna spesial yakni Titan Black/Red Casting Wheel dan Metallic Triton Blue.

Badan motor yang cukup ringan, akan memudahkan kamu belajar memahami tata cara belajar naik motor kopling yang benar. Dengan kata lain, kamu punya kekuatan cukup untuk mencengah hal-hal yang tak diinginkan, dengan badan motor yang tak terlalu besar.

Selanjutnya, kamu akan dimanjakan dengan kekuatan mesin yang sudah mengadopsi sistem Double Over Head Camshaft (DOHC) 150cc, fuel injection dan  berpendingin cairan, memberikan tenaga puncak 13,6 Kw/10000 rpm dan torsi 13,8 N-m/8500 rpm, serta transmisi 6-percepatan yang akan menyenangkan hati selama berkendara.

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top