Feature

Setelah Menikah Temanmu Pasti Berubah, maka Belajarlah untuk Memahami Mereka!

Ya, benar! Ini adalah situasi dan kenyataan yang sebenarnya tak bisa diganggu gugat. Walau kadang ini jadi hal yang menjengkelkan. Bahkan beberapa kali kita mungkin akan berkata pada diri sendiri, agar tak seperti dirinya, jika kelak menikah nanti. Sekilas sikapnya yang sudah berbeda, mungkin kita simpulkan sebagai perubahan. Padahal hal yang terjadi tak selalu demikian.

Sebenarnya hal ini terjadi pada semua orang, baik laki-laki atau perempuan. Pernikahan jadi babak baru yang juga berpengaruh pada perubahan yang kamu anggap sebagai alasan. Iya, alasan untuk tak lagi bisa kumpul bareng teman, hingga waktu temu yang tak lagi sebanyak dulu. Maka sebelum merasa kesal pada temanmu, cobalah pahami beberapa hal yang sesungguhnya sedang ia jalani kini.

Mereka Mulai Berkompromi dengan Suami, untuk Hal-hal yang Ingin Dilakoni

Fase baru hidup, membawanya pada tanggung jawab atas perannya sebagai istri. Belajar menyesuaikan diri dan banyak mengurangi hal-hal lain yang sebelumnya dijalani. Sesuatu yang ada dalam pikirannya kini, adalah banyak-banyak berkompromi pada diri sendiri. Bahkan kadang mengesampingkan kepentingan diri, agar mudah beradaptasi.

Sebelum menikah, ia mungkin bisa melakukan apa saja. Tapi sekarang, sudah ada suami yang juga harus dihargai. Jadi kawan diskusi akan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakoni. Jadi jangan heran, jika tiba-tiba ia akan membatalkan janji karena ingin menemani sang suami.

Tak Hanya Bertanggung Jawab Pada Diri Sendiri, Kini Sudah Ada Pasangan yang Dilindungi

Baik laki-laki atau perempuan, jelas punya tanggung jawab baru selepas menikah. Ia yang dulu tak pernah berurusan dengan banyak hal, kini harus dibebankan pada sesuatu yang mungkin ia sendiri tak tahu apa itu. Perempuan menjadi pilar keluarga, sedang laki-laki akan jadi penggerak yang berada pada gardu depan.

Dengan kata lain, ada tugas yang perlu mereka lakukan dengan benar. Hingga akan memakan waktu bertemu dengan kawan yang jadi sulit dilakukan. Perjalanan awal kehidupan mereka baru saja bergerak, jadi wajar jika sebagai teman kamu akan merasa kehilangan.

Bahkan Beberapa Kali Ia Mungkin Hanya Datang Kala Ia Stres dan Butuh Didengar

Jangan buru-buru memberinya vonis, “Ingat kawan saat susah saja!”, sebab kalimat itu sudah pasti akan mematahkan hatinya. Sebelumnya kamu mungkin hanya akan mendengar cerita galau seputar kehidupannya saja. Kini, ada hal lain yang juga harus ikut dipikirkannya. Tingkah pasangan, keluarga dari suami atau istri, hingga perkara lain yang masuk dalam interaksi sosialnya.

Tak kuat melakoni tanggung jawab, dan tugas yang kini melekat pada dirinya. Bisa jadi ia stres dan frustasi. Maka sebagai teman, sudah sewajarnya kita ada untuk mendengar. Tak bisa meringankan beban, setidaknya ia punya kawan untuk bertukar pandangan.

Adanya Tekanan Baru, Membuat Ia Jadi Pribadi yang Tak Seperti Dulu

Dimulai dari tekanan untuk menjadi istri atau suami yang baik, menantu yang baik, ibu yang baik, ayah yang baik, anak yang baik, hingga hal lain yang konon harus dituruti. Jika perempuan akan cepat panik, kala ada dalam tekanan. Maka laki-laki mungkin akan lebih merasa susah sendiri, sebab sulit mengeluarkan ekspresi.

Hal-hal semacam ini jadi pergolakan jiwa yang baru, dan berimpas pula pada pribadinya. Ia mungkin tak lagi seceriwis dulu, sebab ia belajar bahwa banyak omongan yang kini harus dijaga. Atau sebagai lelaki ia tak lagi bersikap serampangan, sebab kini ia mulai belajar bagaimana menjadi ayah yang patut jadi panutan.

Hingga Munculnya Kesadaran dari Dalam Diri yang Terasa Sangat Alami

Orang-orang yang baru menikah jelas sadar, bahwa kini banyak hal yang menjadi prioritas utama. Mertua yang mungkin tinggal serumah, hingga saudara ipar yang juga harus dihormati, dan hal lain yang ada dalam kehidupan baru mereka.

Harus berbuat baik, mendadak jadi beban yang harus dijalankan. Bahkan hampir pada setiap tindakan, mereka akan selalu was-was. Benarkah hal yang sudah aku kerjakan? Bagaimana rasa masakanku barusan? Atau sekedar, bolehkah aku berucap demikian pada pasangan? Ya, secara tak sadar, setiap perbuatan maupun ucapannya kini selalu dipertimbangkan dan dipikirkan.

Cemas dan Mudah Gelisah, Bahkan Ketika Kita Sedang Tertawa Bahagia Bersamanya

Coba perhatikan, pernah tidak ia terlihat tak berkonsentrasi ketika sedang mengobrol berdua. Seolah ada hal lain yang sedang dipikirkannya. Raganya mungkin ada bersama kita, tapi pikirannya menerawang entah jauh kemana.

Atau sesekali menyelipkan ucapan “Duh, suami udah pulang belum ya.” Barangkali kamu berpikir, ia terlalu berlebihan. Memikirkan pasangan padahal sedang ngobrol dengan teman, ini wajar! Tapi kita juga perlu bijak dalam menghadapi situasi seperti ini. Sebab ia tak lagi sama sepertimu, yang mungkin masih sendiri. Maka daripada harus buru-buru menyindirnya, cobalah untuk memahaminya.

Atau Jangan-jangan, Temanmu Memang Punya Perkara Lain yang Lebih Serius

Ini mungkin akan terdengar mengerikan, tapi perkaa serius yang dimaksudkan tak melulu tentang hal buruk dalam hubungan pernikahannya. Bisa jadi, ia dan suami sedang akan melakukan sebuah kegiatan, jadi ia harus berkonsentrasi penuh. Hingga mengurangi waktunya untuk teman. Atau, tak lagi bisa kumpul untuk sekedar nonton bola bareng karena sang istri lebih sering memintanya berdua di rumah.

Ya, perkara-perkara besar itu adalah pernikahannya! Tapi perlu kamu tahu, sejatinya temanmu tidaklah benar berubah. Hanya saja waktu dan situasi memaksanya untuk berganti peran sesuai kebutuhan statusnya yang kini juga sudah berganti menjadi istri atau suami.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Meski Hidup Kadang Menyebalkan, Belajarlah untuk Selalu Bersyukur lewat Cara Ini!

Tak ada satu pun kehidupan yang selalu berjalan sesuai dengan keinginan. Kamu pun tak bisa mengatur kehidupanmu agar sesuai dengan apa yang kamu mau. Yang bisa kamu lakukan hanyalah bersyukur. Berikut adalah 7 cara agar kamu tetap bersyukur meski terkadang hidupmu dipenuhi dengan hal yang menyebalkan.

1. Berpikiran Positif Bahwa Setiap Hal Buruk yang Datang Sangat Berguna untuk Proses Pendewasaanmu

Tak perlu menyalahkan siapapun atas apa yang menimpa hidupmu. Kamu harus paham bahwa apapun hal yang terjadi dalam hidupmu, itu adalah cara terbaik Tuhan untuk mendewasakanmu.

2. Tetap Bersyukur untuk Hal Kecil

Cobalah untuk selalu bersyukur untuk hal-hal kecil di sekelilingmu. Jadikan rasa syukur sebagai rasa yang harus kamu terapkan dalam otak dan juga hatimu. Dengan begitu kamu akan menjalani kehidupanmu dengan baik.

3. Menjadikan Rasa Syukur Sebagai Kebiasaan

Layaknya saat kamu melakukan sebuah aktivitas yang sudah biasa kamu lakukan, pasti kamu akan terbiasa dan akan dengan otomatis melakukannya. Cobalah menempatkan “bersyukur” sebagai salah satu kebiasaan dalam hidupmu.

4. Adakalanya Kamu Perlu Mengabaikan Masalah yang Datang

Meski masalah harus dicari solusinya, namun adakalanya kamu juga perlu mengabaikan masalah yang datang menghampirimu. Jangan membuat setiap masalah menjadikanmu mudah stress dan risau. Tersenyumlah, dan buatlah harimu tetap menyenangkan.

5. Jangan Fokuskan Pikiranmu pada Masalah yang Tak Ada Habisnya

Fokus saja pada hal yang bisa kamu atasi. Pandanglah sebuah masalah sebagai alasan untukmu tetap bersyukur. Adakalanya kamu tak perlu terlalu fokus pada masalah yang tak ada habisnya.

6. Tulis Keberkahan Apa yang Kamu Dapatkan dalam Seharian

Apapun kebaikan yang kamu dapatkan dalam sehari ini, coba tuliskan semuanya. Mulai dari masih bisa bangun tidur, bernapas dengan bebas, melihat matahari dan masih banyak hal lainnya. Dengan melakukan hal ini, kamu akan tahu kenapa kamu harus merasa bersyukur atas apapun yang menimpa hidupmu. Karena dibalik semua masalah, selalu ada berkah di dalamnya.

7. Buat Sendiri Definisi Bersyukur Menurutmu

Rasa syukur perlu dihaturkan saat kamu mendapatkan hal baik saja, itu adalah pandangan yangs alah. Kamu harus tetap bersyukur dalam kondisi seburuk apapun. Kamu akan menemukan alasannya jika kamu tahu apa definisi bersyukur itu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Anime Jadul yang Banyak Digemari Perempuan Generai 90-an

Anak kecil jaman dulu cenderung lebih suka menonton kartun dibandingkan acara TV lainnya. Salah satu jenis kartun yang kerap ditonton adalah anime. Dulu di tahun 90-an anime menjadi salah satu genre tontonan kartun yang disukai baik oleh laki-laki maupun perempuan. Berikut ini adalah 5 anime zaman dulu yang jadi favorit perempuan generasi 90-an.

1. Sailormoon

Anime yang satu ini bercerita tentang sailormoon yang beranggotakan 5 orang siswi. Mereka bisa berubah dengan kostum yang berbeda, dimana setiap kostumnya memiliki kekuatan masing-masing. Jargon yang paling terkenal dari anime sailormoon ini adalah “Dengan kekuatan bulan akan menghukummu”.

2. Minky Momo

Anime yang satu ini bercerita tentang Minky Momo yang bisa berubah menjadi seorang perempuan dewasa dengan cepat. Dia awalnya adalah seorang dewi yang dikirim ke planet bumi dan bertransformasi dalam tubuh anak kecil. Namun setiap kali dia hendak menyelesaikan sebuah misi, dia akan berubah menjadi seorang perempuan dewasa.

3. Wedding Peach

Wedding peach adalah salah satu anime yang membuat banyak anak perempuan bermimpi menjadi seorang pengantin. Dalam wedding peach ini kostum perubahannya berbeda dengan sailormoon karena perubahan kostumnya adalah gaun pengantin.

4. Cardcaptor Sakura

Anime ini menceritakan tentang gadis berusia 10 tahun yang merupajan seorang penangkap kartu sihir. Dia membasmi seluruh kejahatan di muka bumi ini dengan bantuan Li Syaoran.

5. Tokyo Mew Mew

Anime Tokyo Mew Mew adalah salah satu anime favorit anak-anak perempuan generasi 90-an. Anime ini memiliki 5 tokoh perempuan dengan rambut dan kostum yang warni-warni. Mereka juga selalu memiliki karakteristik berupa ekor dan telinga kucing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jika Sebagai Laki-laki Pacarmu Sudah Melakukan 7 Hal Ini, Artinya Dia akan Segera Melamarmu

Apa sih sejatinya tujuan pacaran jika bukan untuk menikah pada akhirnya. Meskipun terkadang ada saja yang menggunakan pacaran sebagai cara untuk bersenang-senang sesaat. Setiap pasangan yang memang sudah serius tak akan main-main dalam menjalin hubungan bukan?

Sebagai perempuan, mungkin kamu yang akan memiliki keraguan lebih besar. Kamu belum yakin apakah memang laki-laki yang kini menjadi pasanganmu benar-benar berniat menjalani hubungan yang serius denganmu. Kini kamu bisa melihat 7 tanda ini pada pasanganmu. Jika memang beberapa tanda ini sudah kian terlihat, berarti dia memang sudah ingin segera melamarmu.

1. Sangat Jujur Padamu

Sekalipun dia melakukan sebuah kesalahan, dia selalu jujur padamu. Tak peduli apapun itu, dia tak akan sekalipun membohongimu, terlebih jika alasannya tak masuk akal. Bisa ditarik kesimpulan bahwa dia selalu berusaha menjadi dirinya sendiri dan tak malu menunjukkan siapa dia sebenarnya di depanmu.

2. Secara Resmi Memperkenalkanmu pada Orangtua

Dia secara resmi mengajakmu bertemu dengan orangtuanya dengan status yang lebih serius. Dia ingin memperkenalkanmu kepada kedua orangtuanya sebagai calon pendamping hidupnya. Tak hanya itu, dia pun akan selalu berusaha membuatmu bisa diterima oleh keluarganya.

3. Seorang Pendengar yang Baik

Apapun yang kamu katakan, entah itu hal yang penting ataupun sepele, dia selalu berusaha mendengarkanmu dengan seksama. Dia benar-benar menunjukkan sikap yang serius saat kamu menceritakan suatu hal padanya.

4. Memperkenalkanmu pada Teman-temannya

Tak hanya mengajakmu bertemu dengan orangtuanya, dia juga mengajakmu untuk bertemu dengan teman-temannya. Dia ingin teman-temannya bisa menjadi temanmu juga.

5. Respect Terhadapmu

Dia selalu menghargai dirimu tak hanya sebagai pasangan saja, namun juga sebagai seorang perempuan. Dia selalu menghargai apapun yang kamu lakukan dan juga apapun yang kamu pikirkan.

6. Meninggalkan Barangnya di Rumahmu

Saat dia ke rumahmu, dia kerap meninggalkan barangnya di rumahmu. Hal ini karena dia sengaja meninggalkannya agar bisa kembali lagi ke rumahmu untuk mengambilnya. Tentu saja ada niat agar bisa lebih dekat dengan keluargamu juga.

7. Kerap Membicarakan Masa Depan Bersama Denganmu

Dia selalu menyelipkan pembicaraan tentang bagaimana dia ingin hidup di masa depan bersamamu. Maksud dari perilakunya ini sebenarnya ingin membuatmu merasakan sinyal yang dia tunjukkan bahwa dia ingin kamu menjadi bagian dari hidupnya untuk selamanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top