Feature

Setelah Menikah, Benarkah Kita Akan Bahagia?

Bulan ini saya akan genap berumur 24 tahun, sedang sendiri 3 tahun belakang, dan pertanyaan “Kapan punya pacar?” hingga “Kapan Nikah?” sudah akrab saya dengar sejak 1 tahun lalu. 

Bukan sedang ingin menjual kesendirian, berbagi sedih karena tak punya pasangan. Saya cuma sedikit penasaran pada beeberapa kerabat dekat, yang selalu memakaui dalih agar tak melulu sendiri atau biar makin bahagia lagi. Untuk kemudian, giat meminta saya buru-buru menikah? Padahal selama ini hidup saya bahagia-bahagia saja.

Memang sih, kita jelas tak bisa memungkiri. Dari sekian banyak foto pernikahan yang ada di laman Instagram, semuanya memancarkan kebahagian. Sekalipun itu adalah potret orang kondangan, buat sang mempelai. Barangkali inilah salah satu alasan, mengapa kawan, kakak, hingga ibu saya (yang juga mulai ikut-ikutan) gemar menanyakan. Kapan saya akan punya pasangan?

Mungkin mereka lupa pada kenyataan lain dari sebuah pernikahan, dimana begitu banyak orang yang justru malah menderita setelah mengikrarkan janji sucinya. Kalau harus dijejerkan, ada banyak sekali cerita pilu beberapa waktu menjelang pernikahan. Ditinggal pergi sehari setelah ijab kabul dilangsungkan, hingga diduakan setelah anak pertama lahir ke dunia.

Bukan pesimis dan tak percaya pada pernikahan yang kebahagian, karena saya pikir ayah dan ibu saya adalah salah satu pasangan yang sampai kini selalu terlihat bahagia. Walau kadang-kadang ada juga pasang surutnya, karena sewaktu-waktu ibu saya terlalu keras kepala.

Dua teman kecil saya dulu, sekarang sudah berstatus ibu sejak usia mereka masih terbilang cukup belia. Belum genap setahun dari lulus SMA, mereka menikah dan kini sudah punya anak dua. Bagi saya, pilihan mereka untuk menikah di usia muda sungguh menakjubkan sekaligus sedikit mengkhawatirkan. Maka jika kata orang-orang, akan selalu ada rejeki ketika sudah menikah. Jelas saya tak akan setuju untuk mengiyakannya, karena dua teman yang tadi saya sebut tadi justru sebaliknya.

Seorang teman yang lain, harus rela mengubur mimpi dan kesempatan untuk kuliah di kampus impiannya. Padahal ia diterima, disalah Universitas Ternama, karena dirinya memang cerdas. Mengiyakan permintaan orangtua untuk menikah dengan lelaki yang jauh lebih tua dari ayahnya demi kelangsungan hidup keluarga. Untuk urusan materi ia boleh terlihat bahagia, tapi cerita sebenarnya ia justru merasa jadi manusia paling nelangsa. 

Di beberapa kasus lain, kita mungkin juga pernah mendengar. Jika laki-laki jadi pihak yang hanya mau senangnya doang. Menikahi seorang perempuan, menidurinya, membuatnya mengandung, untuk kemudian pergi tanpa rasa bersalah. Tak peduli istrinya akan makan apa, dirinya bisa tenang-tenang saja dan hidup seperti menusia tak berdosa.

Sebaliknya, tak selalu jadi korban. Beberapa perempuan juga bisa jadi monster menakutkan yang bisa meniyiksa suaminya sendiri. Tak tahu betapa susahnya sang suami mencari uang, dia yang cuma terima uang belanja, malah sibuk foya-foya. Bahkan sekalipun suami istri akan terhindar dari masalah-masalah seperti ini. Akan ada berbagai macam masalah lain yang bisa saja menghadang. Menganggu keharmonisan, mempertaruhkan kepercayaan, hingga padda hal-hal lain yang mungkin tak kita diharapkan.

Tak melulu tentang bagaimana kamu akan saling tatap dengan mesra, ini adalah deretan lain tentang kehidupan setelah menikah. Benar memang kamu dan pasangan akan bisa tinggal bersama, tanpa harus repot-repot untuk antar jemput setiap kali ingin kencan. Bisa pergi berlibur tanpa harus memesan dua kamar, hingga hal menyenangkan lain yang mungkin bisa dilakukan lebih leluasa.

Beberapa orang mungkin akan berpikir, saya sedang ingin menyebar ketakutan pada orang-orang yang meyakinkan diri untuk menikah. Membuat mereka tak yakin pada pasangannya, hingga menganggu keteguhan hatinya untuk menjawab “Ya” pada lamaran kekasihnya. Padahal, itu bukanlah fokus yang sedang ingin saya sampaikan.

Cerita-cerita sedih yang tadi saya jejerkan adalah beberapa pengingat kecil bahwa menikah tak menjamin sebuah kebahagian. Masih serupa dengan masa hidup sebelum menikah, kita perlu berusaha dan mengejar bahagia bersama. Bekerja keras untuk terus menyamakan langkah, dan belajar saling memahami lebih dalam lagi.

Untuk itu, jika nanti saya akan menikah, keputusan itu bukan karena agar saya bisa lebih bahagia. Melainkan, kesiapan saya untuk bisa menerima orang lain dari hidup selamanya. Menurunkan ego untuk kepentingan bersama, dan mau membuka diri menerima hal-hal yang mungkin tak bisa saya cari sendiri jawabannya. Karena faktanya, pernikahan bukan hanya tentang kebahagian.

Semuanya harus seimbang, berharap untuk terus bahagia jelas akan membuatmu kita gila. Tapi selalu terfokus pada kesedihan pun, akan membuatmu semakin menderita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Percayalah, Dia yang Akan Datang Pasti Lebih Baik dari yang Telah Meninggalkan

Tidak akan ada orang yang bisa merasa baik-baik saja, ketika kekasihnya pergi meninggalkan dirinya. Dia yang biasanya menghiasi hari, mendadak hilang dan tak terlihat lagi. Apa yang selama ini dilakoni, mau tak mau harus mulai dihindari. Kenangan-kenangan yang sudah tertata, menjadi tercecer dan selalu mengingatkan kita pada dirinya. 

Sedih dan kecewa adalah hal biasa, dan kamu tak perlu lari untuk menghindarinya. Ini adalah satu babak yang memang harus diselesaikan. Dihadapi dengan dada yang lapang, sembari belajar ikhlas untuk menerima semua yang telah jadi kenyataan. 

Dirimu mungkin akan bertanya-tanya, dia yang kau cinta justru jadi si pembuat luka. Berharap ia akan mengakui salahnya, datang dan kembali lagi untuk memintamu memaafkannya. Tapi sialnya, hubunganmu adalah kenyataan. Hal-hal yang kamu bayangkan, seringnya hanya terjadi dalam drama karangan. Yakinlah dalam sedihmu, berbesar hati menyembuhkan luka. Karena dia yang sudah pergi, akan digantikan oleh sosok yang jauh lebih baik lagi. 

Jatuh Cinta dan Patah Hati adalah Peristiwa yang Sepaket, Jadi Kamu Tak Perlu Kaget

Sebagian besar dari kita terlalu terfokus pada hal-hal bahagia atas jatuh cinta. Berpikir jika hubungan asmara hanya akan diisi oleh cerita bahagia. Kita lupa untuk mempersiapkan diri untuk kecewa. Karena yang namanya jatuh hati akan selalu disertai dengan sakit hati. Porsinya mungkin tak selalu sama, tapi cinta tentu tak melulu tentang bahagia saja. Jadi jangan heran, jika setelah dibuat bahagia setengah mati, kau bisa saja dilukai sampai merasa ingin mati. 

Bahagia dan sedih selalu datang berbarengan, hanya saja porsinya selalu tak sama. Jika saat jatuh cinta bahagia lebih mendominasi perasaan kita, patah hati mungkin akan membawa sedih yang luar biasa. Tak ada yang salah, kisah sedih ini adalah bagian yang harus kita jalani. 

Karena Semua Hal Berubah, Temaksud Cinta dan Perasaan yang Kalian Punya

Dari kisah cinta remaja yang tadinya hanya berisi cerita-cerita sekolah, pada tahun-tahun berikutnya kamu dan si dia mungkin tak lagi bergairah untuk saling bertukar cerita. Kamu yang mendadak tak suka diperhatikan dengan cara yang berlebihan, dibalas dengan keposesifan karena takut kehilangan dari sang pasangan. Tak lagi ada titik temu, janji manis untuk tetap bertahan dalam hubungan berubah jadi kiasan yang tak lagi bisa dilaksanakan. 

Kamu tak lagi percaya jika hubungan ini bisa bertahan lebih lama, sedangkan ia juga mulai mencari cegah, bagaimana cara untuk melepaskan genggaman tanpa melukai perasaan. Sebagian pasangan mungkin akan tetap diam meski tahu jika hubungannya sudah tak lagi bisa diselamatkan. Sedang yang lain buru-buru bergegas, menyudahi hubungan dan saling memaafkan. 

Begitulah cinta, bisa berubah kapan saja. Ia hanya akan selamat jika masing-masing pasangan paham apa yang harus dilakukan. Entah dengan tetap bersama atau berpisah agar tak lagi saling siksa. 

Tetap Sedih Tak Akan Menyembuhkan Hati, Kau Harus Legowo untuk Menerima Semua yang Sudah Terjadi 

Tak akan ada orang yang bisa melarangmu untuk bersedih, tapi merayakan perpisahan tak selalu dengan tangisan. Ada banyak pilihan yang bisa kau lakukan demi membantu hatimu untuk kembali bersinar. Kau bisa bepergian, menikmati makanan di semua resto kesukan, menghabiskan waktu dengan teman-teman, sampai hal-hal gila lain yang bisa melahirkan kebahagian. 

Pahami semua luka yang sedang kamu rasakan, cari obat penawar yang paling ambuh yang bisa kamu dapatkan. Setelah itu, berjanjilah pada dirimu sendiri jika apa yang sudah terjadi biarlah terjadi. 

Langkahkan Kaki Mantapkan Hati, Dia yang Akan Datang Akan Lebih Baik dari Sosok yang Kemarin Kau Cintai

Setelah berhasil menyembuhkan luka, langkah selanjutnya yang memang perlu dilakukan tentulah melangkah untuk kembali bahagia. Buka hatimu pada mereka yang bersedia menerima, dan balaslah dengan cinta yang lebih besar dari porsi sebelumnya. Namun, jika memang dirimu masih ingin sendiri, tak akan ada pihak yang bisa menghakimi. 

Lakukan semua hal yang membuatmu bahagia, lepaskan semua tekanan yang selama ini menghimpit dada, sebab dirimu akan selalu berharga, lebih dari apa yang selama ini kau pikirkan. Mulailah melangkah, dan percayalah pada cinta yang semesta akan tawarkan dengan cuma-cuma. 

Dan Selalulah Percaya, Jika Patah Hati adalah Babak yang Kan Membuatmu Kian Dewasa

Sebagaimana cintamu yang berubah, dirimu pun akan bertumbuh kian dewasa. Babak-babak patah hati dan terluka yang selama ini menghiasi hari-hari, adalah pelajaran tanpa materi yang akan mulai kamu sadari tanpa digurui. Dari semua luka kamu akan belajar untuk lebih bijaksana, kecewa akan membantumu lebih teliti dalam memilih cinta, dan rasa perih karena ditinggalkan, membuatmu lebih tahu siapa ia yang pantas untuk ditunggu. 

Seperti jatuh cinta, patah hati adalah salah satu bagian dari bahagia yang juga punya makna. Tak ada terlihat begitu cepat, namun bisa jadi jembatan yang mengantarmu pada sosok yang lebih tepat. Sebab dia yang pergi akan diganti dengan sosok yang lebih baik lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Unik, Ini 5 Gaya Balas Dendam Seorang Perempuan Kepada Sang Mantan di Sosial Media

Tak ada yang bisa menjamin apakah suatu hubungan bisa berjalan dengan baik sampai akhir kehidupan. Faktanya ada banyak kisah yang harus kandas di tengah jalan. Tak jarang perempuan yang menjadi korban putus cinta memiliki cara yang berbeda untuk membalaskan dendamnya. Berikut ini adalah 5 gaya balas dendam yang biasa perempuan lakukan lewat sosial medianya.

1. Memposting Puisi Cinta atau Quote Bijak

Ada tipe perempuan yang tak bisa dengan mudah melupakan kenangannya di masa lalu. Seringkali saat putus cinta mereka akan mengunggah postingan puisi atau kata bijak di sosial medianya. Hal itu sebenarnya mewakili perasaannya saat itu. Mereka berharap sang mantan melihat unggahannya dan bisa sedikit mengerti mengenai harapan dan keadaannya saat ini.

2. Posting Foto Selfie

Saat ada pertanyaan yang muncul di pikiran perempuan tentang kenapa dia diputuskan, sebagian besar mungkin jawabannya adalah karena dia kurang cantik (mungkin). Inilah yang menyebabkan mereka akan lebih sering berdandan dan mengenakan pakaian bagus atau stylish.

Tak hanya itu, kecanggihan teknologi pun tak akan dilewatkan. Dengan banyaknya kualitas kamera selfie yang dimiliki hampir semua smartphone, para perempuan bisa menghasilkan foto yang ok banget. Tak ada salahnya kan memposting foto selfie kece untuk membuat sang mantan menyesal?

3. Menunjukkan Kemesraan dengan Pasangan yang Baru

Ini bisa menjadi salah satu cara balas dendam yang kece loh. Perempuan tipe ini biasanya akan memamerkan pasangan barunya di depan mantannya. Salah satu cara memamerkannya tentu saja dengan memposting foto mesra berdua. Menjadi suatu pencapaian yang lebih baik lagi jika pasangan yang baru melebihi si mantan terdahulu.

4. Stalking dan Menulis Komentar di Status Mantan

Ada kok perempuan yang tak bisa dengan mudah melepas sang mantan pergi darinya. Biasanya ada yang berusaha mendapatkan kembali hati sang mantan dengan stalking. Tak hanya itu, mereka juga kerap menunjukkan perhatiannya dengan menulis komentar di status sang mantan.

5. Menunjukkan Kesuksesan Baik dalam Pendidikan Maupun Pekerjaan

Perempuan yang hebat adalah perempuan yang tak membiarkan hidupnya hancur hanya karena putus cinta. Mereka yang kuat akan berjuang untuk hidupnya sendiri bukan malah menghabiskan banyak waktunya untuk menyesali apa yang sudah terjadi. Salah satu cara balas dendam yang kece badai adalah dengan menunjukkan kesuksesan dalam hal pendidikan maupun pekerjaan pasca ditinggalkan oleh sang mantan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kedewasaan Seorang Laki-laki Dilihat dari Seberapa Sabar Ia Menghadapi sang Kekasih

Jauh lebih penting daripada wajah rupawan, kedewasaan adalah pertimbangan yang akan dipikirkan perempuan saat hendak memilih pasangan. Apalagi jika hubungan yang dijalani akan dibawa ke jenjang pernikahan. Memang usia tak bisa dijadikan tolok ukur kedewasaan seseorang, itulah mengapa perempuan akan melihat kedewasaan laki-laki dari caranya bersikap. 

Jauh dari sikap emosional, ia memiliki pembawaan yang tenang dan selalu tahu kapan harus bersuara untuk menentukan segala hal. Jangankan untuk berkata kasar, bicara dengan nada yang tinggi saja ia mungkin tak pernah. Sabar dalam segala hal, kemampuannya untuk selalu bersikap baik pada semua orang akhirnya membuatmu jatuh hati.

Dan jika kekasihmu benar-benar memiliki sikap yang seperti itu, bersyukurlah kamu. 

Meski Kadang Menerima Perlakuan Tak Menyenangkan dari Orang, Ia Tetap Kalem dan Tenang 

Iya, kesabaran yang ia miliki mungkin akan membuatmu geram pada beberapa situasi. Semisal, tatkala kebaikannya dimanfaatkan oleh orang-orang. Bukannya menjauh atau membalas perbuatan mereka, ia masih saja bisa berkata ‘tak apa’ lalu memafkan yang sudah memanfaatkan kesabarannya. 

Darinya kemudian kamu belajar, bahwa meski perbuatan baik tak selalu dibalas dengan yang baik. Tapi kita tetap harus sabar. Menerima semua balasan, walau kadang jauh dari apa yang kita harapkan. 

Kesabarannya Padamu, Selalu Ia Tuangkan dalam Bentuk Perhatian yang Penuh

Tahu bagaimana cara untuk menempatkan diri di hadapan pasangan. Lelaki dewasa, selalu mampu bersikap sabar untuk menunjukkan perhatiannya padamu. Walau tak diminita, ia sudah tahu kapan harus bertanya dan bersuara. Memberimu perhatian untuk hal-hal yang kamu kerjakan, dan memberi dukungan untuk segala mimpi yang sedang kamu inginkan. 

Walau jauh dari hal-hal manis atau romantis, namun perhatian yang ia sampaikan selalu berhasil membuatmu merasa senang. Tak berlebihan, tapi itu membuktikan jika dirinya memang benar-benar sayang. 

Tahu Apa yang Ingin Diraihnya, Termaksud Bagaimana Kelangsungan Hubungan Bersama

Seorang lelaki dewasa tentulah punya tujuan hidup yang jelas dan apa saja mimpi yang ingin diraihnya di masa depan. Begitu pula kelangsungan hubunganmu dengan dirinya. Jika di depan perjalanan nanti akan ada konflik yang akan melanda hubungan berdua. Ia selalu siap dan tahu bagaimana cara untuk menghadapinya. 

Tak akan mudah menyerah begitu saja, dalam dirinya ada kebulatan tekad yang kuat untuk menghadapi semua hal yang ada. Maka, ketika lelaki sudah punya tujuan yang jelas, ia akan dengan sabar menjalani proses dan melewati semuanya dengan baik. Meskipun butuh perjuangan ekstra, ia tak akan mudah patah arang. Jadi kamu cukup beruntung mendapatkannya. 

Tanpa Harus Terbawa Emosi, Dirinya Selalu Bisa Bersikap Lembut dalam Menyelesaikan Masalah

Lain denganmu yang tak bisa berpikir jernih jika tengah menghadapi masalah. Entah mengapa lelaki ini selalu berhasil membuatmu membuka mata. Jika orang lain akan lelap dalam amarah saat kecewa, dirinya justru sebaliknya. Tenang dan selalu memberimu kedamaian, adalah dua hal yang akan selalu kamu rasakan saat sedang menyaksikannya menyelesaikan masalah. 

Bertolak belakangan dengan sikap dan kemampuanmu, ada bagian dari dalam dirimu yang terasa penuh setiap kali ada dia di dekatmu. 

Menghormati Privasi dan Mengerti Batasan 

Walau sudah berstatus sebagai pacar yang kelak akan jadi suami, tak sekalipun ia bersikap mengekang. Ia selalu percaya jika saling menghargai dengan memberi pasangan ruang gerak adalah penting untuk hubungan. Ia memberimu kebebeasan untuk berekspresi, membantumu bergerak untuk mewujudkan mimpi, dan selalu bersikap jadi teman baik setiap kali kamu butuh berbagi. Ia akan selalu mendengar, setiap kali ada hal yang ingin kamu bagikan. Menopangmu ketika kamu butuh dibantu. 

Serta Menempatkanmu Sebagai Prioritas yang Harus Selalu Diperhatikan dan Diutamakan

Tahu jika dirimu penting, kedewasaan yang ia miliki membuatnya menempatkanmu sebagai sosok penting yang harus selalu diutamakan. Dirinya paham, apa yang harus dipikirkan sekarang dengan hal lain yang sebaiknya diabaikan. Ia berpikir jauh ke depan dan sadar mana yang penting untuk didahulukan dan salah satunya adalah dirimu. 

Jadi Tak Heran, Jika Bersamanya Selalu Membuatmu Senang dan Tenang 

Kesabaran dan kemampuannya dalam memperlakukanmu dengan baik, tentu memberimu rasa nyaman dan bahagia yang tak biasa. Berbeda dari laki-laki yang sebelumnya mungkin kamu temui. Ia hadir membawa suasana dan dampak yang berbeda. Berdua bersamanya, membuatmu belajar banyak makna. Memberimu bahagia sebab telah menghadirkan warna-warna yang berbeda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top