Trending

Setelah Diperbolehkan MK, Apa Kamu Mau Menikah dengan Teman Sekantor?

Setelah menjadi bahan perdebatan sejak Februari 2017 lalu. Bertempat di gedung Mahkamah Konstitusi, pada 14 Desember 2017 kamis lalu, akhirnya MK telah memutuskan bahwa pegawai tidak perlu mengundurkan diri dari perusahaannya ketika akan menikahi teman sekantornya. Hal itu diumumkan dalam penerimaan gugatan uji materi Pasal 153 Ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Berkaca dari berita ini, kamu yang memang sedang berencana menikah dengan teman sekantor, tentu sudah bisa bernafas lega. Buat kamu yang belum menikah atau punya rencana jika mendapat kewenangan itu, maukah kamu menikah dengan teman yang satu kantor denganmu?

Bisakah Kamu Tetap Menjaga Profesionalisme Dengan Pasanganmu?

Oke, kamu mungkin mampu dengan mudah akan bilang jika kelak akan menikah, segala tugas dan tanggung jawab di kantor akan tetap berjalan seperti porsi biasa. Tak akan ada yang merubah apapun dalam diri, sebab urusan percintaan hanya akan berlaku di rumah saja.

Tapi percayalah semuanya tak semudah itu. Urusan pekerjaan mengharuskanmu menegasikan semua urusan perasaan. Jelas menyalakan dan mematikan perasaan tak semudah memainkan sklar lampu bukan?

Sebab Masalah Rumah Tangga Bisa Mempengaruhi Kinerja di Kantor, Begitupun Sebaliknya

Katakanlah, suatu malam kamu dan suami terlibat pada cekcok yang cukup membuat kamu dan pasangan bersitegang. Dan biasanya amarahmu mungkin belum padam, bahkan hingga malam berganti siang. Suasana hati yang masih tak stabil terbawa hingga ke kantor, dan berdampak pada beberapa kegiatan yang memang sedang di lakukan.

Belum lagi jika ternyata posisimu dalam pekerjaan, memaksamu tetap berinteraksi pada sang suami atau istri. Masalah yang masih jelas terasa jadi alasan lain, mengapa kamu tiba-tiba mungkin enggan untuk membuka suara meski ada pekerjaan yang memang harus diselesaikan.

Dan begitu pula sebaliknnya, beban kerja yang berat kadang jadi sesuatu yang sulit untuk di kontrol. Alhasil meski sedang di rumah, amarahmu kerap meluap-meluap. Teringat perkerjaan kalian yang belum beres di kantor. Dua hal ini jadi sesuatu yang bertimbal balik, berhubungan dan tak akan bisa terpisahkan. Kamu mungkin bisa saja merasa biasa, tapi rekan kerja lain dan para atasan tentu punya pandangan yang berbeda.

Belum Lagi Menjaga Kecurigaan-curigan Pihak Lain yang Berpotensi Menjadikan Kita Sebagai Bahan Pembicaraan

Dinding kantor itu punya telinga lebih besar dan lebih tajan. Artinya apa? Bisik-bisik antara sesama pegawai selalu akan menghiasi setiap perusahaan dimanapun itu. Nah, urusannya pasti lebih rumit kalau kamu menikahi teman sekantor. 

Segala tindak tanduk kalian berdua akan menjadi konsumsi publik kawan sekantor. Bisa jadi semua keputusan yang kalian berdua ambil di dalam pekerjaan selalu dikaitkan dengan hubungan kalian berdua. Jadi punya kuping tebal jelas salah satu modal utama ketika ingin menikah satu kantor.

“Oh jelas lah dia mengambil keputusan itu, dia jelas dukung suaminya” Kurang lebih begitu bisik-bisik di belakangmu.

Siapkah Kamu Kalau Harus Menegur Hingga Kemungkinan Terburuk Harus Memecat Pasanganmu?

Iya, iya ini adalah hak semua orang yang ada di Indonesia bahkan di seluruh penjuru dunia. Sebab cinta kadang tak mengenal ruang, tempat dan waktu. Begitu kata sebagian orang yang mungkin sedang terlibat cinta satu sekap ruangan.

Tapi baiknya, sebelum melangkah ke area pertarungan yang akan memintamu menjaga banyak hal. Cobalah pikirkan terlebih dahulu, sejauh mana kamu dan dia akan mempu menghadapi semua kenyataan yang akan datang.

Paling mudah adalah mencoba berandai jika kamu diminta memberi penilaian untuk kinerja pasangan. Siapkah kamu memberi teguran jika si dia melakukan kesalahan? Atau kemungkinan terburuknya, siapkah kamu memecat pasanganmu jika kerjanya tak memenuhi ekspektasi dan target?

Katanya Cinta Yang Sehat Harus Memberi Ruang Untuk Rindu, Kalau Satu Kantor Kapan Rindunya?

Ketika belum menikah selalu ingin berdua tentunya sering membucah di hati. Wajar, karena kamu belumlah tinggal serumah dengan pasangan. Tapi bayangkan kalau kamu sudah menikah dan tinggal serumah.

Pagi buta dengan dia di rumah. Jam kantor kembali dengannya. Pulang kantor bersama. Dan malam hari pun bersama. Romantis kedengarannya. Tapi realitanya tak seindah itu. Hitungan bulan mungkin tak terasa. Tapi ketika menjalaninya bertahun-tahun tentu lain cerita bukan? Cinta tetap perlu menyisakan ruang dan jarak untuk rindu.

Terus bersama tentu baik, namun untuk tetap memelihara cinta yang kamu punya, ada baiknya kita memberi spasi pada hubungan yang sedang dipelihara. Memasukkan rindu sebagai penguat rasa, dan tak melihatnya selama 8 jam tatkala sedang bekerja jadi penguat semangat untuk kembali kerumah.

Tapi Tak Semua Negatif Tentu Ada Beberapa Hal Baik yang Juga Mungkin Akan Menghampirimu

Uji Materi UU Ketenagakerjaan yang diajukan Yekti dan kawan-kawannya ke MK, pada Februari lalu, memang sudah berbuah putusan yang menjadi berita baik mungkin bagi mereka yang sedang terlibat Cinta Lokasi di Kantor. Sebab kini kita sudah bisa dengan leluasa, untuk jatuh cinta dan menikah dengan teman sekantor.

Dan dari banyaknya persoalan yang berkonotasi negatif, sebenarnya hal ini masih memiliki sisi baik. Mulai dari memangkas budget transportasi bagi suami-istri, hingga pandangan dari sisi perusahaan pun akan tetap mendapat beberapa point baik.

Salah satunya menghemat biaya jaminan kesehatan karyawan, Karena perusahaan tak perlu membayarkan jaminan kesehatan bagi istri atau suami sebab keduanya sudah bekerja di situ dan mendapat hak yang sama.

Lalu bagaimana denganmu? Mau menikah dengan teman sekantor atau tidak?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ciri Khas Kencan Generasi Milenial yang Katanya Ideal, Kamu Setuju?

Gaya berkencan generasi millenial dengan generasi diatasnya pasti jauh berbeda. Pun perbedaan terjadi karena imbas teknologi yang di zaman sekarang mengalami kemajuan pesat, sehingga kerap membuat hal-hal yang dulu berlaku sudah tidak terlalu dipakai di zaman sekarang. Seperti telfon-telfonan berjam-jam mungkin tak lagi mengasyikan sejak adanya video call dalam urusan berkomunikasi dengan yang terkasih.

Kencan setiap orang pun juga tak bisa disamakan. Masing-masing pasangan pasti memiliki cara berbeda dalam mengakses rasa sayang kepada pasangan. Generasi millenial yang menjadi generasi yang digital native tentu menjadi pribadi yang unik soal berkencan. Bussiness Insider melansir penelitian yang dilakukan oleh situs Plenty of Fish, yang menjabarkan perlikau kencan generasi millenial.

Cricketing

Salah satu hal yang dilakukan oleh generasi milenial adalah cricketing, yakni membaca pesan dari pasangan atau gebetan tapi tak langsung di balas. Mungkin kamu pernah merasakannya ketika dia selalu lama membalas pesanmu. Bahkan ada beberapa kasus yang menyatakan baru dibalas setelah berhari-hari menerima pesan. 67% responden yang tidak berpacaran mengaku kalau pernah mengalami cricketing.

Flexting

Memberikan kesan baik kepada lawan jenis biasa dilakukan oleh sebagian orang. Atau biasa juga dilakukan sebelum bertemu teman kencan online secara nyata. Apabila kamu pernah melakukan hal tersebut, hal ini dinamakan Flexting alias flirting with a friend using a text message. Dan menurut data plenty of fish, 47% responeden yang belum berpasangan melakukan flexting lewat pesan singkat.

Serendipidating

Serepindating bukan soal sikap, tetapi lebih ke pola pikir kalau jodoh itu adalah takdir, sehingga kamu ada keinginan untuk menolak dengan alasan bakal ada seseorang yang lebih baik lagi. Serendipidating (serendipity dating) oleh karena itu jangan heran kalau sepertiga generasi yang akrab dengan tekonologi ini sangat kehilangan kesempatan untuk berkencan.

Ghostbusting

Tipe orang seperti ini adalah tipikal yang percaya kalau dibalik usaha pasti ada hasil. Karena itu ia merupakan bukan tipikal orang yang tidak gampang menyerah, meskipun kemungkinan yang didapat sudah tidak ada. Seperti mereka bakal terus berusaha mengirimkan pesan kepada orang yang dicintai meskipun tidak mendapatkan balasan dalam waktu tertentu. Ironisnya lagi, 78% millenial mengaku pernah dihantui rasa penasaran sehingga membuat mereka menjadi ghostbusting.

Fauxbae’ing

Dapat dibilang orang dengan tipe Fauxbae’ing adalah orang yang sangat kasihan. Lantaran ia ingin membuat mantan cemburu sehingga ia sering kali menutupi kesendiriannya dengan cara pura-pura memiliki pasangan. Bahkan sampai menampilkan kemesraan dengan seseorang di sosial media. Kalau semua terlaksana ia bahagia, Semacam balas dendam yang manis, meskipun ia tidak tahu secara pasti apakah sang mantan cemburu atau tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tidak Perlu Capek Kerja, dengan Investasi Ini Kamu Tetap Bisa Gajian Setiap Bulannya

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tentu kamu membutuhkan uang. Nah, saat ini banyak orang memandang bahwa untuk mendapatkan uang kamu harus bekerja keras dengan berangkat pagi pulang malam. Padahal dengan melakukan investasi ini kamu bisa kok tetap gajian setiap bulannya tapi kamu bisa punya banyak waktu untuk berleha-leha memanjakan diri, yaitu dengan menyewakan apartemen yang kamu miliki

1. Jaga Kebersihan Apartemen

Tentu penyewa akan tertarik untuk menempati apartemen yang kebersihannya terjaga. Untuk itu kamu harus selalu menjaga kebersihan apartemenmu. Jadi sewaktu-waktu jika ada calon penyewa datang untuk melihat-lihat, apartemenmu tetap terlihat bersih dan nyaman untuk ditempati.

2. Pilih Apartemen yang Memiliki Akses Premium

Sebelum kamu membeli apartemen yang nantinya ingin kamu sewakan, kamu harus memperhatikan aksesnya ya. Biasanya penyewa akan lebih menyukai apartemen yang lokasinya dekat dengan pusat kota. Mereka juga tentunya akan memperhatikan perihal keamanan.

3. Harga Harus Tetap Bersaing

Kamu harus selalu melihat harga sewa apartemen pada umumnya setiap tahunnya. Jangan sampai harga sewa apartemenmu jauh dari harga pada umumnya. Jika harga terlalu jauh di bawah harga umum, tentu kamu akan rugi. Dan jika harga terlalu tinggi, tentu tak akan ada penyewa yang berminat untuk menyewa apartemen milikmu.

4. Cek Calon Penyewa

Jangan lupa untuk melakukan pengecekan secara langsung kepada calon penyewa. Hal ini untuk menghindari tindakan penipuan. Baiknya kamu melakukan perjanjian juga dengan calon penyewa tentang hak dan kewajiban antara pemilik dan penyewa apartemen.

Nah, hal lain yang perlu dipastikan juga. Kamu harus punya apartemen ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Siasat Jitu Untuk Memenangkan Hati Gebetan

Untuk mendapatkan hati gebetan memang kadang susah-susah gampang. Terlebih jika semua usaha yang kamu lakukan tak berhasil membuatnya peka akan perasaanmu kepadanya. Nah tenang saja, ini adalah 5 cara ampuh yang bisa kamu coba untuk mendapatkan hati gebetanmu itu.

1. Cari Celah untuk Mendekatinya

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuatnya menyadari akan kehadiranmu. Kamu harus mencari celah bagaimana caranya untuk bisa menjadi seorang yang dekat dengannya. Bisa saja dengan mengikuti organisasi yang sama dengannya, mendekatkan diri pada sahabat-sahabatnya dan masih banyak hal lain yang bisa kamu lakukan untuk bisa mendekat padanya.

2. Tampil Secara Maksimal

Kamu harus tetap memperhatikan tampilanmu. Tentu kamu tak ingin dia merasa ilfeel kepadamu hanya karena penampilan bukan? Nah jadi kamu harus mulai memperhatikan apa yang harus kamu kenakan dan bagaimana kamu berpenampilan secara fisik. paling tidak usahakan untuk tetap tampil bersih, rapi dan harum di hadapannya.

3. Cari Informasi Tentangnya

Kamu harus aktif dalam mencari tahu segala hal tentangnya. Cobalah untuk mencari tahu hal itu dari teman, sosial medianya atau mungkin kamu bisa langsung datang kepada keluarganya. Dengan begitu kamu bisa dengan mudah mencari celah untuk menarik perhatiannya.

4. Tunjukkan Bahwa Kamu Pantas Untuknya

Selain berusaha mengenalnya lebih dekat, kamu harus mampu menunjukkan kepadanya bahwa kamu adalah orang yang berbeda dari lainnya dan pantas untuk berada di sisinya.

5. Berikan Perhatian

Jangan bosan untuk memberikan perhatian manis kepadanya. Misalnya dengan menanyakan kabar dan memberikan oleh-oleh saat kamu habis bepergian ke suatu tempat. Hal ini tentu akan membuatnya merasa spesial untukmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top