Feature

Setelah Berpisah, Kuharap Kamu Tak Lagi Berbalik Arah

Dulu kita pernah istimewa, sebelum akhirnya berpisah dan jadi dua orang yang berbeda. Tak lagi berjalan searah, komunikasi yang dulu dilakukan dengan baik. Berubah jadi sapaan basa-basi yang tak bermakna setiap kali kita berjumpa.

Kita berdua pernah saling menyembuhkan, hingga kembali terluka oleh hubungan yang kita jalankan. Pernah jadi sepasang kekasih yang saling membahagiakan, hingga akhirnya berpisah karena tak lagi bisa sejalan. Bahkan sebutan “aku” dan “kamu” pernah terdengar sangat berharga, meski akhirnya bubar dengan cara menyakitkan.

Tak ingin membuat hatiku atau hatiku jauh lebih terluka, kuharap perpisahan kemarin biarlah jadi cerita masa lalu yang harus dilupakan. Tak perlu diulang, untuk itu kamu tak perlu lagi datang.

Kemarin Kita Berpisah, Karena Tak Ada Lagi Alasan untuk Bersama

Pertemuan pertama memang membuat kita dimabuk rasa. Semua yang ada pada dirimu selalu jadi alasan untukku bisa tertawa, bahkan membayangkanmu menyebut namaku saja selalu berhasil membuatku tersenyum. Semua berjalan begitu cepat. Bahagia yang tadinya selalu menghiasi hubungan, pelan-pelan pudar.

Barangkali benar, jika cinta akan selalu menunjukkan dirinya. Aku tak tahu bagaimana dulu aku bisa jatuh. Gelap mata menganggapmu jadi kekasih terbaik, sampai lupa pada hal buruk lain yang pelan-pelan membuatku sakit sendiri. Kamu mungkin tak berubah, tapi waktu memaksaku membuka mata. Bahwa dia yang kucinta sedang menunjukkan jati diri yang sebenarnya.

Tak lagi bisa berjalan beriringan, berpisah memang jadi satu-satunya hal yang kita inginkan.

Cerita Ini Membuat Diri Lebih Dewasa, Paham Tak Semua Hal Bisa Berjalan Sesuai Harapan Kita

Beberapa hal indah yang dulu pernah direncanakan berdua, memang harus direlakan hilang begitu saja. Tak lagi bisa bersama, membuat kita belajar untuk berjalan dengan cara sendiri. Mencari apa hal yang sesungguhnya kita butuhkan saat ini. Berat memang, tapi ini jadi jalan lain untuk membuka pikiran.

Yap, titik ini membuat kita melihat lebih jauh dari hal yang selama ini kita percaya. Berubah menjadi lebih dewasa, hingga paham tak semua usaha baik kadang berbuah hasil yang sama. Bersama selamanya, pernah jadi mimpi kita berdua. Tapi berpisah tak selalu membuat kita berdua sengsara.

Kehilanganmu Memang Meninggalkan Luka, tapi Hanya Sementara Saja

Berpisah memang jadi keputusan kita berdua, tapi bohong jika aku tak sakit karenanya. Setelah tak lagi bersama, aku belajar untuk berdamai untuk semua situasi yang kuterima. Tak lagi berharap mendapat ucapan “selamat pagi” dari kekasih, hingga sudah mulai merasa biasa setiap kali ada orang yang bertanya perihal hubungan kita.

Walau tak selalu bisa aku jelaskan, bagaimana perasaan dan isi hatiku sekarang. Tapi kupastikan, diriku akan baik-baik saja. Tak perlu juga merasa kamu jadi satu-satunya pihak yang bersalah, sebab aku tak ingin kamu lagi-lagi datang dengan alasan ingin mencoba memperbaikinya. Sudah, kupikir kata “KITA” yang selama ini dipercaya memang akan jauh lebih baik jika menjadi “Aku” dan “Kamu” saja.

Kini Aku Mulai Terbiasa, Melakoni Semuanya dengan Seorang Diri Saja

Tak bisa berbuat banyak, berdamai pada situasi yang kemarin terjadi. Jadi sesuatu yang memang harus dihadapi dan tak bisa dihindari. Awalnya memang terasa berat, tapi semua yang ada di depan mata memaksaku untuk bisa lebih kuat dari sebelumnya.

Tempat-tempat yang tadinya sering kita kunjungi mulai aku hindari, kegiatan lain yang selalu dilakoni berdua, mulai aku kurangi. Bukan berarti tak akan lagi pergi ke sana, bukan pula tak ingin melakoninya. Tapi melatih diri untuk bisa hidup tanpamu lagi, jadi sesuatu yang sedang kuupayakan saat ini. Tak berjalan cepat, namun pasti berhasil aku lakukan.

Bahkan Mulai Berani Membuka Diri untuk Orang Baru yang Ingin Mendekati

Masa peralihan dari yang tadinya berdua sampai akhirnya tak lagi punya teman cerita, sudah kulalui dengan begitu bermakna. Semuanya kunikmati dengan caraku sendiri, sembari belajar dari hal-hal kecil yang dulu mungkin tak aku dapatkan.

Belum sembuh dengan utuh, konon menerima orang baru jadi salah satu yang akan membantu. Jangan bilang jika ini adalah upaya pengkhianatan atas rasa, sebab kita sudah lama berpisah. Maka menerima orang baru, jadi keputusan yang bisa dilakukan kapan saja. Tak secepat dirimu yang sudah bersamanya, tapi perlahan aku juga akan membuka diri untuk dia yang ada di depan mata.

Sakit Hati Tak Membuatku Takut Jatuh Cinta, Karena Aku Kian Paham Bagaimana Mengontrol Rasa

Tak selalu berarti buruk, berkali-kali patah hati tak pernah membuatku jera. Bukankah sesuatu yang baik memang butuh usaha? Di masa ini, cinta mungkin berkali-kali mempermainkan hatiku dengan semena-mena, tapi di depan sana pasti ada dia yang sudah menunggu dengan sabarnya. Sayangnya, untuk bisa tiba ada beberapa hati yang harus kulalui sebelum dirinya.

Kegagalan, selalu memberi pelajaran. Jika dulu aku mencinta dengan membabi buta. Kini aku sadar, tergesa-gesa tak membuat hubungan bertahan lama.

Maka, jika Sudah Berpisah Kuharap Kamu Tak Lagi datang untuk Menawarkan Rasa yang Dulu Pernah Ada

Bukan sedang ingin merasa selalu dikejar oleh kamu yang dulu pernah saling cinta. Tapi aku perlu sampaikan ini, agar tak lagi merasa didera ketakutan yang sama. Berpisah sudah jadi keputusan kita berdua, tapi sikapmu setelah itu justru masih saja sama.

Berkali-kali terlihat dengan sosok yang berbeda, tapi kamu masih saja berupaya untuk kembali mengusik cerita yang sedang susah payah aku bina. Tak apa jika kamu akan bilang aku terlalu percaya diri. Tak lagi bisa seperti dulu, kini ada perasaan yang perlu aku jaga. Ada pula janji pada diri yang perlu aku pegang. Jika sudah berpisah, silahkan pergi saja. Mengulang cerita hanya membuat kita sakit dua kali dengan rasa yang sama. Lalu untuk apa?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lika-Liku Selingkuh, yang Perlu Kamu Tahu

Setelah banyaknya kasus selingkuh yang kerap dikaitkan dengan istilah ‘Pelakor’, beberapa orang menjadi was-was. Takut jika pasangannya dipikat atau terpikat oleh pihak lain. Padahal yang namanya selingkuh, itu tak hanya karena si penggoda saja. Lihat juga reaksi yang digoda, atau jangan-jangan pasanganmulah yang menggoda.

Jangan buru-buru sensi, buat bilang kalau si lelaki selingkuhan istrimu adalah brengsek. Atau perempuan yang konon merebut suamimu, kau cap murahan. Sekali lagi, selingkuh dilakukan dua orang dengan sadar. Tak ada yang bisa dibenarkan dan disalahkan. Agar tak terjebak dalam pemahaman yang salah, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang selak beluk penyelewengan yang melukai hati.

Kenali Dulu Siapa Dia, Sebab dari Hasil Penelitian Ada Orang yang Memang Gampang Selingkuh

Selingkuh itu merenggut kebahagian, dan memotong impian masa depan. Untuk itu, mendapati pasangan yang mendua jelas jadi sesuatu yang tak diinginkan kita semua. Nah, untuk membebaskan dari ancaman kejadian yang menyakitkan ini. Dari hasil beberapa penelitian, inilah beberapa jenis karakter orang yang disebut-sebut mudah sekali untuk selingkuh.

Apalagi Jika Dirinya Gemar Posting Foto Mesra di Sosial Media

Dikutip dari laman Tirto.id, Gwendolyn Seidman, seorang profesor psikologi pada Albright College, yang mempelajari relationship dan cyberpsychology menyatakan bahwa saat ini banyak pasangan yang merasa perlu menampilkan hubungan percintaan mereka di media sosial. Bukan benar-benar bahagia, pasangan yang gemar memasang foto mesra, bisa jadi sedang menyembunyikan masalah hubungannya.

Dan Jika Suamimu Mendadak ‘Bernafsu’ Bisa Jadi Ia Sedang Selingkuh

Tanpa bermaksud untuk mengajakmu tak percaya pada suamimu. Namun, perubahan yang signifikan perlu untuk dicurigai. Coba perhatikan lagi, bagaimana ia bersikap sebelumnya. Masih serupa atau mendadak berbeda. Bahkan, dari hasil penelitian. Suami atau pasangan yang sedang berselingkuh, konon akan lebih bernafsu bercinta dari hari-hari biasa. 

Itulah Sebabnya, Hasil Studi Bilang : Tukang Selingkuh Berpotensi Meninggal Lebih Cepat dari Dia yang Setia

Untuk kamu para pelaku yang kerap berselingkuh, hati-hat saja nih. Pasalnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dan diterbitkan dalam Jurnal Of Sexual Medicine oleh University Of Florence, Italia menyebutkan, kebiasaan selingkuh terbukti membuat usia lelaki lebih cepat meninggal dibandingkan laki-laki yang setia.

Tapi Selalu Ada Alasan, yang Memicu Seseorang Selingkuh dari Pasangannya

Percayalah selingkuh selalu jadi awal atas segala kerhancuran hubungan dengan pasangan. Namun, kalaupun harus ditelisik lebih dekat, faktor pemicu yang akhirnya membuat seseorang selingkuh jelas sangatlah beragam. Untuk itu, sekelompok ilmuwan punya penjelasan menganai alasan seseorang menyeleweng dari pasangannya. Berikut ini adalah beberapa alasannya.  

Lalu Jika Sudah Selingkuh, Pantaskah Ia Kembali Lagi Padamu?

Jadi momok yang selalu ditakutkan dalam hubungan, tak seorang pun ingin hubungannya berakhir karena perselingkuhan. Tapi, perjalanan cerita cinta selalu datang dengan berbagai macam kejutannya. Jika “selingkuh” tiba-tiba jadi prahara, kita tak selalu bisa menolaknya. Untuk bisa mempertimbankan apakau dirinya layak diterima lagi atau tidak, kamu bisa membacanya disini.

Sebagai Pelajaran yang Akan Menguatkan, Mari Berbenah Diri dari Sakit Hati Karena Diselingkuhi

Tak bisa memilih cerita hidup, beberapa orang bernasib sial karena pernah menjadi korban perselingkuhan dari seseorang yang mungkin disayang. Tapi nasi sudah menjadi bubur, segala bentuk sakit hati yang tak bisa dihindari. Ada beberapa pelajar yang bisa kamu jadikan acuan untuk terus bangkit dari sakit hati, karena diselingkuhi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sederet Alasan, Mengapa Seseorang Selingkuh dari Pasangan

Percayalah selingkuh selalu jadi awal atas segala kerhancuran hubungan dengan pasangan. Namun, kalaupun harus ditelisik lebih dekat, faktor pemicu yang akhirnya membuat seseorang selingkuh jelas sangatlah beragam. Untuk itu, sekelompok ilmuwan punya penjelasan menganai alasan seseorang menyeleweng dari pasangannya.

Dan dari hasil temuan tersebut, sebagaimana yang dilansir dari Brightside.me, ada beberapa alasan yang bisa membuat seseorang berselingkuh. Berlaku untuk setiap orang, termaksud mereka yang hubungannya terlihat mesra. Sebab mereka juga berpotensi untuk tergoda oleh orang ketiga.

Keintiman Memudar dan Tak Tahu Bagaimana Caranya Mengembalikan

Bayangkan, kamu akan bertemu dengan orang yang sama setiap hari. Dari sejak kamu membuka mata hingga tertidur pada malam harinya. Bosan itu manusiawi, tapi jika hal tersebut justru merubah kalian berdua sampai kehilangan keintiman. Jelas bisa berbahaya. Tak mamu untuk menciptakan suasana yang bisa membawa kalian dalam percakapan hangat, jadi kemungkinan yang bisa menghantar hubungan pada perselingkuhan, yang bisa berakhir pada perceraian. 

Seks sering disebut-sebut sbagai salah satu hal yang dicari oleh lelaki yang berselingkuh dari pasangannya. Padalah, pada buku The Truth on Cheating, konselor pernikahan Gary Neuman mengatakan bahwa 47% klien lelakinya yang berselingkuh mengaku tak memiliki keintiman emosional dengan pasangannya. Dan kian sulit untuk bisa dideteksi, karena laki-laki tidak suka menunjukkan perasaan mereka. Padahal, banyak perempuan yang sangat menginginkan agar pasangan prianya memiliki perasaan terbuka.

Merasa Tak Dihargai Oleh Pasangan Sendiri

Percaya atau tidak, sebagian besar lelaki menginginkan eksistensi dan penghargaan atas apapun juga. Akan jadi cerita buruk, jika ternyata sang istri berperilaku dengan sesuka hati tanpa berpikir bagaimana perasaan sang suami. Entah dari perkataan, sikap, perbuatan, dan hal lain dalam interaksi serta hubungan berdua.

Laki-laki akan merasa dilukai tatkala istrinya memandang rendah pekerjaannya, hanya karena si istri punya penghasilan yang lebih besar, misalnya. Rasa rendah diri atas sikap seperti ini akhirnya melahirkan sakit hati yang kemudian memicunya untuk mencari perempuan lain yang bisa menghargai dirinya seperti keinginannya. Dan bisa terjadi juga sebaliknya, perempuan selingkuh karena tak merasa dihargai oleh suaminya.

Berkurangnya Romansa dan Gairah Tiap Kali Ingin Bercinta

Yap, tetap mempertahankan romansa cinta seperti awal menikah memang susah. Geliat bercinta dan emosi bisa pudar seiring bertambahnya usia. Tapi, hal yang perlu dan baiknya tetap ditumbuhkan keterbukaan perihal kehidupan seks pada pasangan kita. Karena kalau tidak, pasanganmu bisa pergi dan mencari kebutuhan jasmaninya di luar.

Hal ini dibenarkan oleh survei dalam buku berjudul The Normal Bar oleh Chrisianna Northrup, Pepper Schwartz, dan James Witte. Katanya, kurangnya emosi, hilangnya geliat romansa, serta kehidupan seks yang membosankan menjadi alasan bagi 70% pria dan 49% wanita memutuskan untuk berselingkuh dari pasangannya. Menariknya, orang-orang dalam surveri tersebut mengaku memiliki kehidupan yang bahagia secara umum. Tak ada masalah atau skandal lainnya.

Waktu yang Tadinya Dipake Berdua, Direnggut Oleh Sosial Media

Mewabahnya tren sosial media, memang memberi dampak tersendiri bagi hubungan. Lelaki yang sibuk pada games di ponsel pintar atau perempuan yang terus berselancar pada timeline Instagram. Kadang perempuan lupa, bahwa ada pasangan yang perlu disambut ketika pulang kerja. Begitu pun sebaliknya, laki-laki lupa kalau istrinya pun butuh waktu berdua untuk tetap menghidupkan rasa.

Maka jika salah satu pasangan sudah terjebak pada aktivitas dunia maya yang berlebihan, kemungkinan selingkuh akan meningkat. Sementara kamu sibuk denga gadgetmu, lelakimu mungkin akan sibuk mencari perempuan yang bisa menggantikan peranmu.

Salah Satu atau Masing-masing, Terlalu Sibuk untuk Bekerja

Kecintaan terhadap pekerjaan dan alasan lain, seringkali membuat seseorang lupa. Bahwa selain mengumpulkan pundi-pundi rupiah, ada pasangan yang juga membutuhkan dirinya. Perjalanan bisnis atau kebohongan yang disengaja, jadi celah paling banyak yang dimanfaatkan oleh lelaki untuk menyeleweng dari pasangan.

Sedangkan perempuan, biasanya akan berselingkuh di tempat kerja, pada rekan yang biasanya dekat dan bisa memahaminya. Dan, tahun 6 hingga ke 9 konon jadi tahun paling rawan atas perselingkuhan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Dari sini kita belajar, bahwa manajemen waktu antara bekerja dan pulang ke rumah menikmati kebersamaan dengan pasangan bisa jadi salah satu penekan keinginan selingkuh dari pasangan.

Mendapat Pengaruh dari Luar Diri

Yap, circle pertemanan memang kerap disebut-sebut sebagai pembentuk karakter seseorang. Walau sebenarnya kita tetap jadi pihak terkuat yang bisa menentukan akan jadi seperti apa kita kelak. Kita cenderung bersikap sebagaimana beberapa teman kita bersikap.

Bahkan dalam sebuah polling anonim, lebih dari 75% laki-laki yang melakukan hubungan badan dengan perempuan yang bukan istrinya mengaku terpengaruh karena teman-temannya juga melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, orang sekitar bisa jadi pemicu yang mendorong seseorang untuk selingkuh.

Selingkuh, Sudah Jadi Kebiasaan yang Mendarah Daging Baginya

Percayalah, persentase seorang peselingkuh berubah sangatlah sedikit. Jadi, jika sudah pernah ketahuan satu kali selingkuh, kemungkinan besar akan melakukan hal serupa di hari berikutnya. Sebab, selingkuh itu memberi efek ‘nagih’. Ada sensasi berbeda yang dirasa ketika berhasil menaklukkan banyak perempuan, jika ia adalah seorang lelaki. Pun begitu sebaliknya.

Maka jika sedari pacaran saja, kamu sudah tahu ia adalah ‘tukang selingkuh’. Sebaiknya pertimbangkan niatmu untuk terus bersamanya. Karena sifat tersebut, mungkin sudah jadi tabiatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top