Feature

Sering Terbuang, Padahal Bagian Buah dan Sayur Ini Sejatinya Masih Baik Untuk Dikonsumsi

Coba ingat lagi, kalau sedang mengupas buah atau hendak mengolah sayuran, apakah bagian kulit atau batangnya langsung kamu buang? Kenyataannya, banyak yang melakukan hal tersebut lantaran kulit dan batang memang dikira sudah tak ada manfaatnya lagi untuk dikonsumsi. Tapi untuk beberapa jenis buah dan sayuran, kulit dan batangnya ternyata punya manfaat yang baik untuk kesehatan. Bahkan kandungan vitaminnya ada yang lebih tinggi daripada bagian buahnya. Tak percaya? Simak saja…

Lebih Suka Makan Apel dengan Mengupas Kulitnya? Wah Padahal Kulit Apel Punya Kandungan Gizi yang Baik untuk Paru-paru dan Otak

Sedari kecil, mungkin kamu terbiasa mengonsumsi buah apel yang sudah dikupas alias dibersihkan kulitnya. Apel memang dikenal sebagai salah satu buah kaya manfaat yang bisa kamu nikmati sebagai camilan yang menyehatkan. Sementara itu, kulit apel biasanya dikupas lantaran sering tidak termakan karena teksturnya yang agak keras dan sulit hancur saat dikunyah.

Tapi kamu perlu tahu, kulit apel mengandung quercetin, yaitu salah satu antioksidan yang menjaga kesehatan paru-paru dan otak. Selain itu, apel yang dimakan bersamaan dengan kulitnya ternyata lebih baik karena kandungan serat dan vitaminnya jauh lebih tinggi dibanding hanya memakan apel yang sudah dikupas kulitnya.

Bila Memasak, Tambahkan Saja Kulit Buah Sitrus Karena Manfaatnya Baik Untuk Menurunkan Kolesterol

Jeruk, lemon, hingga jeruk nipis adalah golongan buah sitrus yang sering dimanfaatkan untuk minuman atau langsung dimakan buahnya. Seringkali kamu membuang bagian kulitnya karena dianggap tidak layak untuk dimakan. Tapi melansir dari Hufftington Post, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2004 menunjukkan bahwa kulit buah sitrus dapat menurunkan kolesterol lebih ampuh dibanding dengan beberapa obat yang diresepkan oleh dokter.

Kandungan senyawa flavon polmoksilasi ternyata berguna untuk mencegah penyakit jantung dan peradangan di dalam tubuh. Rasa kulitnya memang pahit, tapi kamu bisa mengolahnya terlebih dahulu yaitu dengan mencampurkan parutan atau potongan kulit sitrus pada menu masakan yang akan kamu racik.

Bukan Hanya Buahnya, Daun Lobak Pun Bisa Dikonsumsi dengan Cara Ditumis

Tak banyak yang tahu, daun lobak juga bisa dikonsumsi. Mengolahnya pun cukup mudah yaitu dengan menumisnya. Daun lobak mengandung banyak vitamin A, vitamin K, zat besi, kalium, dan berbagai sumber serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Karenanya besok-besok ketika kamu hendak memasak lobak, manfaatkan juga daunnya. Mengonsumsi kedua bagian lobak, yaitu daun dan umbinya akan membawa manfaat yang baik untuk tubuhmu.

Beberapa Restoran Sengaja Tidak Mengupas Kulit Kentang Agar Kandungan Vitaminnya Tidak Terbuang Sia-sia

Coba perhatikan, ada beberapa tempat makan atau restoran yang menyajikan olahan kentang tapi kulitnya sengaja tidak dibersihkan. Ternyata hal ini dilakukan agar kandungan vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, kalium, dan nutrisi lainnya tidak terbuang sia-sia. Cukup cuci kentang hingga bersih kemudian olah jadi menu masakan yang kamu suka tanpa perlu mengupas bagian kulitnya.

Kalau Masak Bayam atau Brokoli, Jangan Lupa Sertakan Batangnya Karena Kandungan Seratnya Justru Lebih Tinggi

Sering kali bayam dibuat sayur dan sebagian besar batangnya dibuang. Padahal batang bayam mengandung lebih banyak serat daripada daunnya. Selain bayam, ada juga manfaat baik yang terkandung pada batang brokoli. Meski sebagian besar kreasi brokoli hanya dimanfaatkan bagian kepala bunganya saja. Padahal bagian batangnya juga mengandung banyak vitamin dan nutrisi yang sayang sekali bila langsung dibuang. Kendati teksturnya keras, kamu bisa memotongnya menjadi beberapa bagian supaya mudah dimakan dan diolah bersamaan dengan bagian kepala bunga.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Laki-laki Bertubuh Pendek Lebih Sering Marah Dibanding Mereka yang Tinggi

Kalau harus diperhatikan, seorang lelaki yang bertubuh pendek ternyata lebih sering marah dan mudah terbakar cemburu dibanding mereka yang lebih tinggi. Tapi ini bukan sekedar perkiraan biasa. Karena dari hasil temuan para ilmuwan yang melakukan penelitian di Centres for Disease Control di Atlanta, ternyata lelaki bertubuh pendek lebih mudah terpancing emosi.

Menariknya lagi, penelitian yang dilakukan terhadap setidaknya 600 lelaki berusia 18 sampai 50 tahun ini, juga menemukan bahwa laki-laki bertubuh pendek juga lebih mudah emosi dan melakukan kekerasan dibanding mereka yang bertubuh  tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut berkata, bahwa mereka yang pendek menganggap dirinya kurang maskulin yang kemudian bisa memicu tingkat ketakutan dan amarah dalam diri mereka.

Sumber : The Mirror

Disamping itu, penelitian lain yang dilakukan ilmuwan di Universitas Oxford juga mengungkapkan jika alasan seseorang bertubuh pendek lebih mudah marah sebenarnya sangat sederhana. Rasa percaya diri yang kurang, ditambah anggapan masyarakat tentang orang pendek kurang menarik, menjadikan mereka lebih mudah marah hingga berpikir negatif.

Namun tak selalu buruk, karena selain hasil temuan yang tadi sudah disebutkan. Peneliti tersebut juga menemukan fakta bahwa tak semua laki-laki bertubuh pendek lebih mudah marah. Karena, penelitian lain juga menemukan bahwa beberapa laki-laki pendek bahkan memiliki kesabaran yang lebih baik. Beberapa dari mereka juga memiliki rasa percaya diri tinggi, bahagia yang natural dan kemampuan menerima diri sendiri yang lebih baik.

Sumber : YouTube

Dengan kata lain, kita pun harus tahu jika faktor fisik bukanlah satu-satunya pemicu untuk seseorang, (khususnya laki-laki) kehilangan rasa percaya dirinya. Karena biasanya, ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhinya. Mulai dari faktor ekonomi, lingkungan, keluarga, dan pekerjaan yang dimiliki.

Karena tinggi pendeknya seseorang kadang bukanlah sebuah jaminan bahwa ia mudah marah, cemburu atau tak percaya diri. Karena semuanya itu, kembali pada masing-masing pribadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top