Feature

Senang Jadi Pusat Perhatian, Tapi Disisi Lain Kamu Juga Tak Suka Keramaian

Mereka menganggapmu adalah seorang ekstrovert, sosok ceria yang suka senang berbicara. Padahal jika sedang sendiri, kamu justru lebih nyaman berdiam diri. Suatu hari saat sedang asik berkumpul dengan teman, kamu bisa berbincang-bincang hingga larut malam. Anehnya, esok hari setelah itu, kamu hanya ingin duduk sendiri tanpa ada yang menganggu.

Jangan buru-buru merasa jika ada yang aneh pada dirimu, sebab ini bukanlah sesuatu yang salah. Bahkan juga dirasakan oleh mereka yang lainnya. Setidaknya dari sisi psikologi, apa yang kamu rasakan adalah salah satu ciri kepribadian Ambivert.

Bebebapa orang berkata ini jadi kepribadian yang cukup menyenangkan, bisa jadi seseorang yang mudah bergaul meski besoknya akan duduk dan melamun. Ya, benar memang, kepribadian ini membawa kamu berada pada titik tengah, diantara si Ekstrovert dan Introvert.

Demi memastikan itu memang kamu rasakan, cobalah tengok beberapa persoalan yang sering kamu rasakan tentang sosok ambivert yang mungkin kamu rasakan.

Sering Memilih Berdiam Diri Tapi Bukan Berarti Kamu Tak Ingin Membuka Berbincang

Jadi salah satu manusia yang sering duduk di pojokan kedai kopi ternyaman. Mendengarkan obrolan di meja seberang, dengan tetap fokus pada pekerjaan atau buku bacaan yang sedang kamu pegang. Kegiatan yang kamu lakukan bisa terus berjalan, sembari tahu juga apa yang dibicarakan oleh orang sekitar.

Menarik diri dari obrolan, dan memilih diam tanpa berbincang jadi hal yang sering kali dipilih tiap kali bepergian. Bukan tak suka untuk ikut nimbrung dengan obrolan kawan. Hanya saja, momen-momen seperti ini jadi sesuatu yang amat dirindukan, walau berisik tapi mampu membuat jiwa tenang.

Merasa Bahagia Jika Ditengah Keramaian, Namun Enggan Untuk Sekedar Bertegur Sapa dengan Orang

Mendadak merasa sepi karena tak ada kawan, pergi keluar untuk berada ditengah-tengah banyak orang. Situasi hati kerap berubah-ubah dan sulit untuk ditebak akan kemana arahnya. Walau tak akan bercerita dengan siapa-siapa, duduk diam diantara ribuan manusia bisa mengusir semua sepi yang sedari tadi dirasakan.

Merasa asing pada diri sendiri, sudah biasa dirasakan. Maka cibiran dan pandangan orang sudah jadi sesuatu yang kebal dirasakan. Riuhnya keramaian, suara kendaraan, hingga gelak tawa dari mereka yang ada disamping kiri-kanan dan depan, malah jadi obat penenang.

Bukan Tak Ingin Bertemu dengan Orang Baru, Tapi Dibenakmu Merencakan Sesuatu Itu Perlu

Satu kali, seorang teman mengirimi ajakan bepergian yang bersifat dadakan. Ikut bergabung memang bisa saja dilakukan, tapi bagimu persiapan jadi sesuatu yang pantang untuk dilewatkan. Maka, jangan heran jika kamu akan menolak pergi, jika belum ada persiapan sama sekali.

Bagimu, tak ikut merasakan sesuatu yang katanya nyaman jauh lebih baik daripada turut serta tapi pergi dengan tanpa persiapan apa-apa.

Tidak Selalu jadi Sosok yang Bergelak Tawa, Namun Paham Kapan Akan Membuat Orang Lain Tertawa

Bukan sedang ingin memegahkan diri. Mereka yang mengenalmu dekat, pasti selalu punya pendapat lain tentang kamu dimata meraka. Yap, dari sekian banyak situasi yang akan menghubungkanmu denngan orang-orang. Urusan selera humor jadi sesuatu yang boleh diandalkan.

Dirimu bukan si komedian yang selalu membuat orang lain tertawa setiap waktu. Sebaliknya, walau hanya akan bersuara sedikit saja. Cuitan lucu yang kau sampaikan selalu terdengar tepat waktu. Tak terkesan dibuat-buat, meski ekspresimu menyampaikan terlihat tegang, ada saja celah ucapan yang membuat orang tertawa tanpa dipaksakan.

Dianggap Aneh dan Disukai Diwaktu yang Bersamaan, Itu Sudah Biasa

“Lu tuh aneh, tapi suka bikin orang merasa kehilangan kalau nggak datang”

Coba ingat-ingat lagi, berapa kali kamu mendapat kalimat bernada seperti ini? Dianggap “Aneh” bukan tentang sesuatu yang buruk. Mereka melabelimu “Aneh” karena memang kamu punya kepribadian yang lain dari orang-orang. Berbeda, unik, dan memiliki daya pikat yang tak ditemukan pada kawan lain.

Untuk itu, kamu patut berbangga, karena selain sering diledekin karena dicap aneh, kamu juga sering dirindukan dalam waktu yang bersamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Tipe yang Mana? Suka Memantau Obrolan di Gawai Pasangan atau Berikan Dia Kebebasan

Saat sedang kencan, pasti ada momen dimana kamu merasa ingin sekali memeriksa gawai pasangan. Setidaknya kamu ingin tahu, saat tak sedang bersamanya, siapa saja yang mengobrol dengan pasanganmu ya…

Untuk sebagian orang, memeriksa atau memantau obrolan pasangan di gawai mereka bukanlah hal yang aneh. Justru lazim dan harus dilakukan. Sementara sebagian lainnya, mengaku tak sepakat kalau ranah privasi sebagai individu pun harus dibagikan ke pasangan. Semua itu kembali ke keputusan kalian saja. Hanya saja, kalau suatu kali kamu tak sengaja melihat daftar chat teratas di gawai pasanganmu justru bukan kamu, melainkan teman atau koleganya. Kira-kira, sikap apa yang kamu tunjukkan setelahnya?

Syukur-syukur kalau kamu bisa memahami. Berarti memang hubunganmu sudah sampai ke fase yang cukup dewasa. Apalagi soal memahami, bukan hal yang mudah. Jadi kalau memantau obrolan pasangan hanya karena kamu tak sengaja melihat sesuatu yang ‘janggal’ berdasarkan asumsimu, kamu sendiri akan bagaimana?

Ada Chat dari Lawan Jenis, Tetap Tenang atau Langsung Curiga?

Setiap orang tentu punya respon yang berbeda saat dihadapkan dengan urusan semacam ini. Ada yang langsung curiga, ada yang amarahnya langsung terpancing, atau ada juga yang tetap tenang. Memang ada baiknya coba dulu bersikap tenang. Tak usah dibawa overthinking terlebih dahulu. Belum tentu pasanganmu main hati.  Waspada ya boleh saja. Tapi disinilah kemampuanmu mengontrol amarah dan rasa cemburumu jelas sedang diuji. Kamu perlu ingat lagi, cemburu justru tak akan membuatmu bisa berpikir jernih.

Selanjutnya, Menurutmu Perlukah Mencari Tahu Mengenai Siapa-siapa Saja yang Mengontak Pasangan Kita?

Sebagai pasangan, kamu pasti ingin tahu apapun tentang pasanganmu, kan? Termasuk teman dekatnya. Nah, kalau situasinya ada lawan jenis yang tengah akrab dengan pasanganmu, dan kamu ingin mencari tahu, sejatinya hal itu lazim saja untuk kamu lakukan. Asal dengan cara-cara yang positif dan tak merugikan pihak manapun. Bisa saja kan, kamu hanya sedang diliputi cemburu padahal pasanganmu hanya berkomunikasi menyangkut pekerjaan yang sedang dikerjakannya sehingga pembicaraan dengan teman lawan jenisnya itu bersifat profesional.

Kalau Dia Sampai Mencari ‘Kenyamanan’ dengan Mengontak Teman Lawan Jenisnya, Mungkinkah Perhatianmu Terhadapnya Dirasa Kurang?

Kalau sampai kamu mendapati kenyataan jika pasanganmu memang mencari ‘nyaman’ pada temannya dibanding denganmu, maka tahan dulu emosimu.  Tanyakan dulu pada dirimu sendiri, benarkah memang waktumu terlalu kurang sampai ia mencari perhatian lebih dari lawan jenis yang lain? Atau, pikirkan kembali soal relasi kalian, benarkah dia memang serius padamu atau hanya ingin main-main?

Saat pasangan sampai ‘main hati’, maka bukan kamu yang sepenuhnya salah. Melainkan pasanganmu yang mungkin tak cukup dewasa dalam berelasi. Bila situasinya sudah seperti ini, menanyakan mengenai siapa saja teman lawan jenisnya tentu berhak kamu sampaikan.

Sembari Mencari Tahu Kebenaran, Agar Tak Membuatnya Tersinggung Jangan Pakai Kalimat yang Terkesan Memojokkan

Memutuskan membuka gawai pasangan atau tidak, semuanya ada di tanganmu. Tapi pasti ada saja pertanyaan yang kamu hendak tanyakan pada pasangan lantaran berdasar asumsi atau kecurigaanmu. Misalnya, saat membuka gawai, lalu mellihat nama lawan jenis lain selain kamu di daftar obrolan pesan singkatnya, dan kamu langsung menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Atau, memutuskan untuk tidak membuka gawai, tapi belum bisa mengontrol kecurigaanmu, bukankah sama saja?

Bagaimanapun, hindari untuk memojokkan pasangan dan memberinya banyak pertanyaan yang menyudutkan. Hal ini bakal membuatnya merasa sebal sekaligus jengah. Bisa jadi pasanganmu justru malah marah karena merasa tidak dipercaya dan dituduh yang macam-macam. Hal ini bisa memancing pertengkaran dan menciptakan konflik di antara kalian.

Atau Kalau Kamu Memang Gelisah, Lebih Baik Tanya Secara Langsung dan Mintalah Dikenalkan Saja Pada Temannya Itu

Diantara sekian banyak cara, pilihan yang paling relevan saat mendapati pasanganmu akrab dengan yang lain di gawainya yaitu dengan bertanya langsung.  Secara halus dan dengan intonasi suara yang datar, tanya siapa orang yang selama ini rutin bertukar pesan dengannya. Mintalah dikenalkan dengannya. Jika memang pasanganmu tidak memiliki hubungan spesial dengannya maka dia pasti gak segan untuk mengenalkanmu padanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bekerjalah dengan Wajar, Kamu Tetap Tak Bisa Terselamatkan dari Kehilangan 4 Hal Ini Meski dengan Materi yang Berlimpah

Kerja keras memang hal yang perlu kamu lakukan. Namun jangan bekerja terlalu keras sampai melewati batas kemampuanmu sendiri. Seberapa besar pun materi yang kamu miliki itu tak akan pernah cukup jika kamu tidak mencukupkannya. Kamu harus paham, bahwa hakikat yang sebenarnya, materi bukanlah segalanya.Jangan hanya mementingkan harta dan harta, karena hal itu tak akan pernah menyelamatkanmu dari kehilangan 4 hal ini.

1. Waktu Berharga Bersama Keluarga

Walau katamu punya uang banyak adalah sebuah keberuntungan, tapi itu tak akan pernah bisa setara dengan waktu bersama keluarga. Sisihkan waktu dari jam kerjamu, dan luangkan waktu bermain atau sekedar berkumpul dengan keluarga di rumah.

2. Waktu Bersama Teman dan Pasangan

Coba ingat, kapan terakhir kamu bertemu dan menikmati waktu bersama dengan sahabatmu. Empat bulan lalu? satu tahun lalu? atau bahkan sudah lama sekali tak bertemu. Kegilaanmu akan kerja, mungkin sudah menguras waktumu selama ini. Untuk itu, inilah saatnya kamu kembali pada mereka dan menikmati waktu bermsa. Sebab, kamu tak akan pernah tahu sampaia kapan kamu punya waktu bersama dengan mereka.

3. Waktu Istirahat

Walau jam kerjamu hampir tak ada istirahatanya, jangan pernah lupa untuk mengambil waktu istirahat sejenak. Tenangkan dirimu dari semua kegaduhan dan lelahnya pekerjaan. Karena rileksasi diri adalah sesuatu yang perlu.

4. Waktu untuk Menikmati Kehidupan

Jangan melulu berpikir bahwa hidupmu adalah tentang pekerjaan. Kamu berhak untuk menikmati waktu luang untuk menikmati semua yang bisa kamu lakukan diluar pekerjaan. Pergi menepi sejenak ke tempat mana yang kau mau. Lupakan semua pekerjaanmu dulu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Ingin Lanjut S2 dengan Biaya Sendiri? 7 Tips Ini Mungkin Bisa Membantumu

Pendidikan adalah hal penting di masa sekarang. Banyak orang ingin menuntut ilmu setinggi mungkin. Nah, buat kamu yang saat ini sudah menjadi seorang sarjana S1 dan ingin melanjutkan studimu di S2, kenapa tidak? Kamu bisa kok melanjutkan S2 mu dengan biaya sendiri. Berikut adalah 7 tips yang mungkin bisa membantumu untuk mewujudkan impianmu melanjutkan S2 dengan biaya sendiri.

1. Teguhkan Niatmu

Kamu perlu meneguhkan niatmu untuk melanjutkan kuliah. Hal ini karena akan ada banyak hal yang mungkin nantinya harus kamu korbankan, misalnya waktu, uang, dan masih banyak hal lain lagi. Jangan sampai kamu menyerah di tengah jalan.

2. Pilih Jurusan yang Cocok dan Kamu Minati

Jika memang memungkinan, akan lebih baik jika kamu memilih jurusan yang linier dengan jurusanmu di S1 dulu. Meskipun tak linier pun sebenarnya tak masalah asalkan kamu sudah sangat mantap untuk terjun di dalamnya.

3. Jika Biaya Menjadi Masalah Utamanya, Mungkin Kamu Bisa Mencoba Mencari Beasiswa

Jika memang kamu masih memiliki masalah dalam hal biaya, kamu bisa mencoba mencari beasiswa. Saat ini juga sudah ada banyak beasiswa yang mungkin cocok untukmu. Yang pasti kamu harus jeli untuk mencari kesempatan untuk mendapatkan beasiswa.

4. Kamu Bisa Bekerja Dulu Selama Satu atau Dua Tahun untuk Menabung Guna Biaya Melanjutkan S2

Tips ke empat, kamu bisa menunda dulu niatanmu melanjutkan kuliah S2 dan menghabiskan waktu sekitar satu sampai dua tahun untuk menabung terlebih dahulu. Jika uang sudah terkumpul dan dirasa sudah cukup, barulah kamu bisa memulai untuk melanjutkan kuliahmu.

5. Kamu Bisa Memberitahu Orangtuamu Tentang Niatmu Melanjutkan S2, Untuk Jaga-jaga Jika Kamu Kekurangan Dana, Kamu Bisa Meminjam Dulu pada Orangtuamu

Bisa dibilang tips ini sebagai jaga-jaga saja. Jika suatu saat di tengah perjalananmu menempuh pendidikan, uang yang kamu miliki tak cukup. Mungkin kamu bisa meminjam terlebih dulu kepada orangtuamu untuk hal biaya kuliah yang masih kurang.

6. Mencari Pekerjaan Sambilan di Bidang yang Kamu Kuasai

Misalnya saja kamu jago dalam hal mendesain, kamu bisa mencoba mencari pekerjaan sampingan saat kamu kuliah di bidang tersebut. Atau buat kamu yang suka menulis juga bisa bekerja sebagai seorang penulis konten atau editor misalnya.

7. Kelola Waktu dengan Baik

Gunakan waktu belajarmu sebaik mungkin. Jangan sampai kamu membuang waktumu begitu saja. Kamu harus bisa lulus tepat waktu, agar biaya yang kamu keluarkan pun tidak semakin menggunung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top