Feature

Semua Orang Pernah Berbuat Salah, Tapi Menyalahkan Diri Sendiri Bukanlah Jalan Keluar

Kamu harus ingat, jika tak ada manusia yang sempurna. Begitupun kesalahan yang mungkin pernah kamu lakukan di masa lampau. Entah itu yang membuat diri merugi, atau bahkan berimbas pada orang lain.

Sekilas ini mungkin jadi sesuatu yang cukup mudah, sebab diri sendiri akan jadi pihak penentu akan hasilnya. Tapi faktanya, memaafkan diri sendiri tak semudah yang kita bayangkan. Berusaha melupakan semua kesalahan, sering kali membuat kita lebih susah untuk berdamai pada diri sendiri.

Hal yang sama juga pernah dibeberkan oleh Sharon A. Hartman, LSW, seorang trainer di Caron Foundation Wernersville,yang mengatakan bahwa, “Memaafkan diri sendiri adalah proses penyembuhan yang paling sulit dilakukan,” Padahal, memaafkan sangat penting dilakukan, terlebih lagi memaafkan diri sendiri. Kita harus membuka mata, bahwa setiap orang pernah berbuat dosa, maka kini adalah saatnya memberi maaf atas diri sendiri.

Memperbaiki Kesalahan, Hanya Akan Bisa Dilakukan Ketika Kamu Mau Belajar Memaafkan Diri Sendiri

Gambaran sederhananya begini, kala ada seseorang yang membuatmu sakit hati, melukaimu dan bekhianat dengan kesalahan. Dengan alasan ingin melihat orang tersebut akan memperbaiki kesalahan, kamu pun akhirnya memaafkannya.

Dan hal yang sama pun seharusnya kamu lakukan pada dirimu yang mungkin pernah salah. Anggaplah kesalahan-kesalahan yang lalu jadi sebuah pelajaran, untuk kedewasaan yang lebih besar.

Tak ada yang perlu disesalkan lagi, apa lagi menghukum diri dengan terus-menerus berdiam diri dan mengutuk situasi. Berilah maaf pada dirimu, sebab ini akan jadi langkah awal atas perjalanan baru.  

Karena Ketika Kamu Tak Memberi Maaf, Itu Artinya Tidak Ada Kesempatan Kedua Untuk Dirimu Sendiri

Jika orang lain saja bisa mendapat kesempatan yang kedua, itu artinya diri sendiri juga berhak atas hal yang sama. Untuk beberapa waktu kamu mungkin boleh menghukum diri sendiri, tapi bukan berarti akan terus-menerus seperti itu kan?

Memberi maaf atas diri sendiri adalah sebaik-baiknya jalan untuk sebuah upaya perbaikan atas kesalahan. Tak hanya membantu kita bangkit dari keterpurukan, ini juga akan berpengaruh pada kehidupan yang akan datang. Pelan-pelan, kamu akan mulai belajar bahwa tak ada kesalahan yang tidak memiliki jalan keluar. Dan memaafkan adalah salah satu jalannya.

Lagi pula Lelap Pada Kesalahan Hanya Akan Membuat Kita Rendah Diri dan Tak Berkembang

Diawal keputusan, berdiam diri dan tak mau berbuat apa-apa untuk perubahan mungkin terlihat jadi sesuatu yang pantas dilakukan. Bahkan mungkin terlihat seperti ganjaran yang cukup pas setelah kecewa karena kesalahan diri sendiri. Tapi coba bayangkan lagi, apa yang akan kamu dapat setelahnya? Puas mungkin iya, tapi manfaat baiknya? Seringnya tidak ada.

Ibarat seorang pelari yang ingin mencapai garis finish, kamu sebenarnya hanya sedang berlari mengelilingi sebuah lingkaran. Tak akan sampai pada garis finish yang menjadi tujuan, sebab kamu hanya berada pada garis yang sama pada waktu yang sudah cukup lama.

Dan dibalik itu semua, tak mau memaafkan diri sendiri adalah bentuk lain dari hukuman yang salah atas hidup. Karena itu artinya, kamu sedang membentengi diri untuk perubahan yang lebih baik lagi.

Dan Terlalu Lama Berkutat Pada Masalah yang Lalu, Tanpa Sadar Kita Lupa Untuk Memperbaiki Kemampuan Lain

Katakanlah kamu mungkin salah dalam hal memutuskan sebuah pilihan, kamu tak punya kemampuan berpikir sebaik orang-orang, tak bisa mengontrol emosi dengan nyaman, dan berbagai kemampuan buruk lain yang pernah jadi kesalahan. Ya, kamu memang salah dan itu bukanlah sesuatu yang aneh tentunya.

Cobalah pikirkan lagi, bayangkan diri kamu adalah seseorang yang sama dengan manusia yang lain. Punya kekurangan, tapi juga dianugerahi kelebihan. Tak ada manusia yang sempurna, tapi kita selalu punya kesempatan yang sama untuk menjadi sempurna. Maka memberi maaf atas diri sendiri jadi salah satu cara untuk mencapainya.

Ingatlah Ini Sebagai Proses Perubahan, Bukan Jadi Hal yang Akan Menghalangi Kita Untuk Memaafkan

Setiap orang tumbuh dan berkembang, sesuai dengan caranya masing-masing.Kamu mungkin berevolusi menjadi dewasa pada usia 25-an, sedangkan teman lain masih terlihat seperti kanak-kanak pada usia serupa. Kawan lain sudah hidup dan berpenghasilan, tapi kamu masih susah payah untuk sekedar memenuhi segala kebutuhan.

Tak ada yang sama, setiap orang punya cara dan cerita yang berbeda. Tapi, apa yang kita lakukan setelah menyadari kesalahanlah yang akan jadi penentu. 

Memaafkan Akan Jadi Langkah Awal Untuk Perjalanan yang Semakin Ringan

“Belajarlah untuk memaafkan, maka semua akan terasa lebih mudah”

Barangkali jadi satu kata nasehat yang sering orangtua kita lontarkan, kala tahu diri ini sedang berselisih paham dengan seseorang. Hal yang sama juga berlaku untuk memaafkan diri sendiri. Jika memang kesalahan yang lalu sudah membuat hidupmu berantakan, maka terus-menerus lelap pada kesalahan yang menyedihkan, hanya akan membuat hidup terasa berat.

Ini adalah waktu terbaik untuk memulai semuanya, memperbaiki kesalahan yang pernah diperbuat sebelumnya, dan dimulai dengan memaafkan diri sendiri tentunya. Ingatlah selalu bahwa kesalahan akan mendewasakanmu, bukan membuatmu terus-menerus mengutuk hidupmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Berjodoh Tak Harus Pacaran, Karena Pacaran Pun Belum Tentu Jadi Jodoh Sungguhan

Seolah tak pernah ada habisnya, status jomblo atau sendiri memang selalu dianggap sebagai sesuatu yang menyedihkan. Dijadikan bahan olokan hingga membuat seseorang tak percaya diri jika harus ditanyai oleh orang lain. Hey, meski saat ini kamu sedang tak punya pacar, untuk perkara jodoh tak ada yang perlu kamu khawatirkan. Karena mereka yang berpacaran belum tentu bisa berakhir di pelaminan.

Percaya deh, urusan jodoh tak selalu harus dilalui dengan fase pacaran. Bahkan beberapa orang berhasil menikah meski tak pernah berpacaran. Sedangkan mereka yang berpacaran, sering berakhir dengan sebuah perpisahan. Satu hal yang perlu selalu kamu ingat, dia yang kelak menjadi jodohmu akan datang dengan cara-cara yang istimewa dan tak terduga.

Tak Pacaran Bukan Berarti Tak Akan Bertemu Pasangan

Biarkan semua orang mengutarakan pendapatnnya. Apalagi mereka yang sering bilang kalau tak pacaran tak akan bertemu jodoh. Kamu tak bisa menahan mereka untuk tak perlu berkata demikian. Tapi kamu berhak untuk selalu percaya tentang konsep jodoh yang berbeda dari pemahaman mereka.

Pacaran bukanlah sebuah keharusan yang wajib dijalan semua orang untuk bisa bertemu pasangan. Bertahun-tahun bersama, bisa jadi kamu tak berjodoh dengannya. Lalu sebaliknya, tak pernah terlibat dalam hubungan pacaran. Tiba-tiba saja kamu yakin dan percaya untuk menikahi seseorang.

Sebab Sekuat Apapun Kamu Menjaganya, Jika Memang Bukan Jodoh ya Tetap Akan Pergi Juga

Bertahun-tahun bersama, saling sayang dan mengerahkan semua rasa. Di pertengahan jalan, hubunganmu bisa kandas begitu saja. Dari sini kita harusnya paham, jika hubungan dua orang yang berpacaran bisa berakhir dengan mudah jika memang keduanya tak ditakdirkan untuk bersama.

Sebaliknya, jangankan untuk berpacaran, bertemu dan bertegur sapa pun mungkin tak pernah. Lalu entah bagaimana caranya, tiba-tiba dipertemukan, tiba-tiba saling perhatian, jatuh cinta lalu saling sayang. Kamu harus tahu, jika cinta selalu punya cara yang berbeda untuk hadir atas hidup dua orang manusia.

Namun Dia yang Sudah Digariskan Bersama, Akan Selalu Punya Cara untuk Datang Meski Tak Diminta

Seperti yang tadi sudah dijelaskan, kamu tak akan pernah bisa menebak bagaimana semesta bekerja. Menaruhmu pada cinta yang salah, membuatmu terluka, hingga akhirnya hampir menyerah dengan konsep cinta sejati yang konon akan membuat bahagia.

Tapi pada satu waktu yang tak terduga, dia yang menjadi pasangan hidup, bisa saja datang dengan tiba-tiba. Menawarkanmu hati yang tulus, lalu mengajakmu menikah tanpa harus berpacaran terlebih dahulu sebagaimana biasanya. Asal kamu yakin dan bisa memastikan dia adalah orang yang tepat, percayalah ia memang jodoh yang Tuhan kirimkan.

Semua Hal Sudah Ditentukan, Kita Hanya Bertugas Menjalankan

Tak perlu mendesak Tuhan agar mempertemukanmu dengan seseorang yang bisa jadi pacar. Atau mengutuki keadaan karena masih saja sendiri dan jadi bahan pergunjingan kawan-kawan. Teruslah berjalan untuk semua hal yang ingin kamu lakoni, apapun itu yang akan terjadi di hari esok biarlah jadi kejutan.

Hadapi semuanya dengan tenang, sembari belajar jadi orang yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Sebagai seorang manusia, kita hanya bertugas untuk menjalankan semuanya. Tak perlu terlalu khawatir akan sesuatu yang belum terlihat bagaimana akhirnya.

Jangan Pula Risau Pada Cibiran Orang, Sebab Mereka Bukan Tuhan

Dengar, mendengarkan semua omongan orang tak akan ada habisnya. Tak tahu apa yang kita hadapi, semua teman dan kawan hanya bisa berkomentar. Tak bijak dalam mengatasinya, bisa-bisa kitalah yang pusing sendiri. Untuk itu, tanpa bermaksud mengabaikan mereka yang sebenarnya mungkin hanya ingin menunjukkan kepedulian. Belajarlah untuk abai pada cibiran-cibiran yang tak bermanfaat untuk kehidupan. Sebab, sebaik apapun kita menjalani hidup, tak akan pernah sempurna di mata orang.

Tetap Perbaiki Diri dan Agar Dipertemukan dengan Dia yang Kau Ingini

Konon, jodoh ada cerminan diri. Kalau kamu memang memiliki peringai baik, maka dia yang akan menjadi jodoh juga akan baik. Sebaliknya, jika kita masih saja berkelakuan buruk, besar kemungkinan dia yang menjadi pasagan juga punya kelakuan yang tak benar. Terserah dirimu, mau percaya tentang konsep ini adalah hakmu. Tapi perihal memperbaiki diri, adalah sesuatu yang wajib kita lakoni. Meski tak bertujuan untuk segera dipertemukan dengan jodoh, berubah ke arah yang lebih baik bukanlah sebuah kesalahan.

Karena Meski Tak Berpacaran, Kalau Sudah Jodoh Pasti Akan Dipertemukan

Jodoh adalah perkara takdir dari Tuhan, tak bisa dielak dan diganggu gugat. Sekuat apapun ditolak jika memang sudah berjodoh tentu akan bertemu juga dan begitu pula sebaliknya, meski susah payah dijaga kalau memang tak berjodoh tetap akan berpisah juga. Pacaran hanyalah satu fase yang dinilai bisa menghantarkanmu kepada pernikahan, tapi tak bisa memastikan hubungan akan berakhir di pelaminan.

Ini adalah sebuah persoalan yang sebenarnya tak perlu dijadikan kekhawatiran. Jadi tak perlu khawatir berlebihan. Karena jika memang sudah berjodoh ia akan tahu kemana ia akan pulang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untuk Laki-laki, Cintailah Perempuanmu Seutuhnya Bukan Sebutuhnya!

Sebelum berhasil mendapatkan hati seorang perempuan, konon laki-laki akan berbuat apa saja untuk merebut hatinya. Sialnya, setelah resmi menjadi pacar atau suami. Beberapa lelaki justru berubah, tak lagi semanis dan sebaik saat sedang pendekatan. Seolah ada yang hilang dari mereka, perempuan yang paham pasti akan bisa melihat perbedaannya.

Padahal, salah satu tanggung jawab seorang lelaki selepas menjadi pacar atau suami adalah dengan mencintai pasangannya secara utuh bukan hanya ketika sedang butuh. Pacar atau istrimu bukanlah sebuah benda yang bisa kamu cari ketika kamu inginkan dirinya. Untuk itu, selalulah bijak dalam bersikap. Perlakukan ia baik sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

Jangan Hanya Tahu Berkata Cinta, Kamu Wajib untuk Tetap Menjaga Semua Rasa

Sebagaimana yang tadi sudah dijelaskan diatas, para kaum adam selalu akan bersikap manis untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Maka untuk bisa menilai seberapa teguh ia pada janjinya adalah bagaimana ia bersikap setelah sah menjadi pacar atau suami.

Sebagai perempuan kamu bisa melihat, masihkah ia bersikap sama manisnya atau sudah berbeda dan lupa pada janjinya. Dan teruntuk para lelaki, tanpa harus diperingati, harusnya kamu paham bagaimana bersikap sebagai seseorang yang jantan. Tak lari dari semua yang kamu ucapkan dan selalu bertahan demi cinta kepada sang perempuan.

Tak Ada Manusia yang Sempurna, Jangan Pergi Hanya Karena Perempuanmu Banyak Kurangnya

Setelah menjadi pacarnya, kamu mungkin baru tahu jika ada beberapa kekurangan yang ia miliki. Entah sesuatu yang kurang berkenan atau hal lain yang mungkin tak kamu sukai. Tanpa harus buru-buru kabur dan pergi karena ia punya banyak kekurangan. Cobalah untuk membicarakan semua yang menurutmu kurang berkenan dan sebaiknya dihilangkan.

Dengan begitu perempuanmu bisa tahu, apa yang perlu dilakukannya demi membuat dirimu nyaman. Ingat, hubungan akan bisa berjalan dengan baik jika ada komunikasi yang baik. Jadi jangan main asal pergi ya.  

Karena Mencintai Tanpa Berharap Balas adalah Bentuk Lain dari Cinta yang Sesungguhnya

Seorang laki-laki yang memang sungguh-sungguh mencintai tak akan pernah bosan untuk terus memberi perhatian. Lebih dari itu, ia akan selalu bersikap sebagai pahlawan untuk  memenuhi semua yang dibutuhkan seorang perempuan. Ia memberi dengan tulus, karena merasa perempuannya layak mendapatkan itu.

Kamu perlu tahu, jika rasa cinta yang tulus tak pernah ragu-ragu. Itulah mengapa seorang laki-laki akan rela berbuat apa saja tanpa berharap mendapat balasan dari perempuannya. Hingga kelak kamu akan sadar bahwa cinta yang kalian berdua miliki adalah sesuatu yang luar biasa berbeda dari yang biasanya.

Tak Boleh Sampai Salah, Perempuanmu adalah Tulang Rusuk Bukan Tulang Punggung

Untuk urusan mencari nafkah atau berbagi materi ketika masih pacaran, tentulah tak salah. Sebagaimana lelaki yang bekerja, perempuan pun punya hak serupa untuk membantu perekonomian keluarga. Tapi dengan catatan, sebagai laki-laki kamu tetap jadi pihak yang bertanggung jawab atas kehidupan dan mencari materi untuk kebutuhan.

Tetapi jika kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, dimana kamu menjadikan perempuanmu sebagai tulang punggung keluarga. Itu artinya ada yang salah dengan pemahamanmu sebagai laki-laki untuknya.

Akan Selalu Ada Masalah, Tapi Bukan Berarti Kamu Bebas Meninggalkannya

Hubungan yang baik bukan yang tak pernah diterpa masalah. Pada beberapa fase kehidupan dan percintaan, akan ada yang namanya pasang surut untuk hubungan. Kalian mungkin akan bertengkar, saling marah dan menyalahkan, merasa jengkel atau kecewa pada pasangan, hingga kepada pertengkaran lain yang bisa membuat kita hampir menyerah.

Tapi, seorang lelaki tak pantas menjadikan hal semacam ini sebagai alasan untuk meninggalkan perempuannya. Kamu bertanggung jawab untuk tetap menyelesaikan masalah. Bahkan jika memang tetap harus berpisah, kamu tak boleh pergi begitu saja. Tetap bertahan dan jelaskan kepadanya apa yang menjadi sumber masalah dalam hubungan kalian berdua.

Dan Bersikaplah Baik dengan Sepenuhnya, Bukan Hanya Ketika Kamu Membutuhkan Dirinya Saja

Tak peduli apa yang akan terjadi, kamu patut untuk selalu berjaga atas rasa cinta pada si dia. Tetap bertahan dan memperlakukannya baik sepanjang waktu, bukan hanya ketika dirimu butuh dan ingin dia ada di dekatmu. Jangan egois dengan hanya mementingkan dirimu sendiri saja, kamu juga perlu sadar bahwa perempuanmu juga tak suka jika kamu hanya mencarinya ketika sedang butuh saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lupakan Semua yang Lalu, Mari Sambut Hari yang Baru

Segala perkara yang belakang terjadi atas hidup, terasa jadi bom atom yang tak henti-hentinya menghancurkan segalanya. Mengubah tatanan cita-cita, meluluh-lantakan kisah asmara, hingga beban lain yang datang bertubi-tubi dan seolah tak ada habisnya. Beban berat yang melekat di pundak, membuat kita fokus pada hal-hal menyedihkan yang dibawanya. Padahal, bisa jadi ada sedikit suka yang bisa dijadikan alasan untuk tetap mensyukuri semuanya.

Sebelum nanti menyesal karena terlalu lama memendam kekalahan diri, sebelum nanti ia pergi dan memilih manusia lain untuk dicintai, ada banyak amunisi yang bisa kita jadikan alasan untuk kuat berdiri. Cobaan akan selalu datang, ujian tak akan pernah benar-benar bisa kita tanggalkan. Tapi cara kita belajar untuk jadi seorang petarung yang handal, bisa jadi jalan keluar untuk segala persoalan.

Ketika Cita-cita Terbelokkan, Bukan Berarti Kita Tak Bisa Mewujudkan Impian

Merasa perlu bekerja dengan passion yang disenangi, susah payah kita berjalan untuk  mewujudkan keinginan. Sialnya, kenyataan yang didapati tetap jauh dari yang diharapkan. Berpikir ini adalah sebuah kegagalan, kita memilih fokus pada semua ketidakberhasilan yang didapatkan.

Lalu lupa, jika apa yang selama ini kita kerjakan juga bermanfaat untuk kehidupan. Memberi kita kabahagian, pelajaran, pengetauan baru, hingga nilai positif lain yang selalu kita abaikan. Hanya karena merasa jika pekerjaan ini bukanlah sesuatu yang kita inginkan.

Baik memang jika semuanya berjalan sesuai rencana, tapi ingatlah kalau dunia sering bercanda dengan merubah banyak haluan jalan. Sebagai seorang pencari, kita hanya perlu memaksimalkan perjalanan agar tetap bisa menemukan apa yang diinginkan.

Patah Hati Itu Hal Biasa, Suatu Saat Kamu Juga Akan Merasakan Cinta yang Luar Biasa

Pernah jatuh cinta dan bahagia. Memberikan segalanya, lalu ditinggal pergi begitu saja. Kecewa, mungkin sudah pasti. Tapi menangis dan mengutuki semua yang sudah terjadi tentu tak akan berarti. Tak ada yang salah dari patah hati berkali-kali, anggaplah ini sebagai pelajaran bagi diri sendiri.

Bertemu dengan banyak pribadi, memberikan kita banyak pelajaran berarti. Sudah menjadi pola yang pasti, jika selain bahagia cinta pun bisa membuatmu terluka. Nah, daripada berusaha untuk tak selalu terluka, bersiaplah untuk tetap  tenang meski nanti mungkin akan terluka.

Belum Bisa Buat Orangtua Bahagia Bukan Berarti Tak Berguna, Semua Hal Tentu Ada Masanya

Beberapa orang mungkin bisa merasa biasa saja meski belum bisa memberi apa-apa untuk kedua orangtua. Namun di sisi lain, ada pula orang-orang yang kerap khawatir atas pencapaian hidupnya. Merasa gagal jadi anak yang berbakti, tak berguna untuk membahagiakan mereka yang dicintai.

Hei, bukankah sesuatu yang bernilai baik memang selalu sulit didapatkan? Tak perlulah kamu takut sampai menjadikannya beban pikiran. Bukan apa-apa, jiwa yang terlalu diselimuti rasa bersalah tentu tak baik. Bukannya bisa fokus untuk melakukan hal-hal baik yang kamu inginkan, rasa bersalah justru membuatmu kian tertekan dan akhirnya tak mendapatkan hasil apa-apa.

Kedua orangtua pun tentu paham, apa yang sedang kamu perjuangkan. Hal yang terpenting sekarang adalah, bagaimana kamu terus berjalan dan menemukan jalan keluar. Demi membuat mereka bangga atas apa yang kamu lakukan.

Tak Lagi Punya Banyak Teman Tak Selalu Menyedihkan, Justru Kamu Lebih Paham Siapa yang Layak Dipertahankan

Seiring dengan bertambahnya usia, kita semua akan merasakan babak kesepian hebat dalam kehidupan. Tak punya teman sebanyak masa sekolah, berpikir jadi manusia paling sedih sedunia, hingga bertanya-tanya apakah yang salah dari diri kita.

Dengar, hal seperti ini terjadi atas hidup semua orang. Tak ada yang berubah dari kita atau teman-teman yang tadinya kita miliki, waktu dan prioritas hidup yang harus diutamakanlah yang kemudian merubah pola hubungan pertemanan kita. Di saat kita masih berjibaku dengan banyaknya cicilan kebutuhan, teman lain mungkin sudah sibuk dengan anak kecil yang baru saja ia hasilkan. Semuanya ada masanya, dan kita harus selalu bersiap untuk kehilangan semuanya, termaksud teman.

Kesedihan dalam Hidup Akan Selalu Ada, Tapi Satu Hal yang Pasti “Kita Harus Selalu Bangkit dan Berdiri Lagi”

Tak ada yang bisa memastikan jika kita akan baik-baik saja untuk segalanya. Segala macam aspek kehidupan, kerap berkonspirasi untuk menciptakan kesedihan yang jadi beban. Tapi di waktu lain, kita pun bisa bahagia dengan perasaan yang tak terkira. Intinya, bahagia dan duka selalu datang kapan dalam bentuk apa saja.

Merasa dipecundangi waktu dan keadaan adalah respon yang biasa atas semuanya. Tapi jagan pernah merasa menyerah untuk semua perkara. Karena dibalik semua ujian dan cobaan yang ada. Hal yang wajib dilakukan adalah bangkit dan berdiri lagi untuk memulai hidup baru yang lebih bahagia lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top