Feature

Semakin Banyak Peminat, Konsumsi Makanan Jepang Memang Membawa Beragam Manfaat

Lidahmu pasti sudah akrab dengan beberapa makanan Jepang semacam sushi, shabu-shabu, hingga sukiyaki. Meski cita rasa yang ditawarkan sangat kontras dengan sajian hidangan asli Indonesia, makanan Jepang tetap dicintai banyak orang di seluruh dunia.

Seporsi makanan Jepang harganya bervariasi. Di banyak restoran Jepang, sejatinya menyediakan menu all you can eat dimana kamu bisa menjadikan momen ini untuk makan bersama keluarga. Toh kalaupun kamu ingin coba meracik menu hidangan Jepang di dapurmu juga tak masalah.

Di negeri ini pun, meski serbuan makanan Barat—baik yang menyehatkan maupun semacam junk food—tak bisa dihindari, sejatinya penyuka makanan Jepang patut gembira. Karena berkat konsistensi mereka menggemari menu makanan tersebut, ternyata mereka tengah menginvestasikan kesehatan untuk hari depan.

Mengonsumsi Makanan Jepang Akan Menurunkan Risiko Obesitas

Tahukah kamu, Jepang nyatanya dikenal sebagai negara dengan tingkat obesitas yang sangat rendah bila dibandingkan dengan negara maju lainnya. Rahasianya ternyata ada pada menu makanan mereka. Ya, makanan Jepang dikenal berkalori rendah, orang-orangnya pun terbiasa dengan pola hidup sehat yang mereka jalani. Tak heran, selain menurunkan risiko obesitas, rerata harapan hidup orang Jepang pun relatif tinggi. Berdasarkan penelitian, orang Jepang mengonsumsi kalori 25% lebih rendah dibanding orang Amerika. Sementara untuk menggantikan kalori yang berkurang, mereka terbiasa mengonsumsi buah dan sayuran.

Untuk yang Sedang Diet, Sukseskan dengan Konsumsi Makanan Jepang Secara Teratur

Jika kamu dalam program diet, percayalah, mengonsumsi makanan Jepang secara rutin sangat baik untuk menyukseskan dietmu. Hal ini lantaran umumnya makanan Jepang disajikan dalam piring atau mangkuk berukuran kecil. Berdasarkan penelitian, hal tersebut ternyata bisa mempengaruhi porsi makan seseorang. Makan dengan menggunakan piring atau mangkuk yang lebih besar dapat membuat seseorang makan lebih banyak.

Selain itu, sebaiknya kamu tak perlu menambahkan mayones dan krim keju pada makanan Jepang pilihanmu. Kalori yang terdapat di dalam makanan Jepang seperti sushi termasuk cukup rendah. Misalnya, satu porsi california roll memiliki 380 kalori, dan satu porsi vegetables roll memiliki 330 kalori. Bahkan, satu porsi sashimi hanya mengandung 170 kalori.

Konsumsi Makanan Jepang Akan Menjaga Asupan Kebutuhan Vitamin dan Mineral Bagi Tubuh

Makanan Jepang umumnya didominasi oleh sayuran, ikan, kedelai, dan nasi. Tentunya bahan-bahan tersebut kaya akan vitamin dan mineral. Misalnya saja kedelai, masakan Jepang banyak menggunakan olahan kedelai. Mulai dari saus hingga olahan makanan seperti tahu. Protein yang terdapat di dalam kedelai kaya akan isoflavon, yaitu zat seperti estrogen yang terkait dengan pencegahan osteoporosis dan kanker. Sementara, ikan seperti ikan makarel, tuna, sarden, salmon dan haring merupakan sumber asam lemak omega 3 yang sangat bagus.

Demi Kesehatan Jantung, Perbanyaklah Konsumsi Makanan Jepang

Makanan Jepang identik dengan hidangan laut. Tak heran kandungan proteinnya pun tinggi. Selain itu, ada beberapa jenis makanan yang juga mengandung kedelai. Kamu perlu tahu, makanan seperti hidangan laut dan kedelai yang mengandung protein tinggi sangat baik untuk kesehatan jantungmu. Dua jenis makanan tersebut, selain kaya protein, nyatanya menyehatkan lantaran tak mengandung lemak jenuh.

Kalau Kamu Benar-benar Mengikuti Pola Makan Orang Jepang, Kebutuhan Vitamin dari Buah-buahan Juga Akan Terpenuhi

Buah dipilih sebagai hidangan penutup bagi orang Jepang. Bayangkan, dari menu di meja hingga makanan penutup benar-benar sajian yang kaya nutrisi dan vitamin. Ya, kamu tak hanya mendapatkan vitamin dari menu besar saja, tapi dengan mengonsumsi buah-buahan, maka kebutuhan vitamin dari buah-buahan pun akan tercukupi.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Taylor Swift Kembali Berkarya dengan Merilis Single Baru “ME”

Penyanyi pop Taylor Swift baru saja merilis single baru bertajuk “ME” dibarengi dengan sebuah video musik pada Jumat (26/4) waktu AS. Saat menjadi bintang tamu acara NFL Draft di Nashvile, Kamis (25/4/2019) malam, Swift mengungkap bahwa single itu juga menampilkan Brendon Urie dari Panic! at the Disco.

“‘ME’ adalah lagu tentang menerima individualitas kita dan benar-benar merayakannya. Dengan lagu pop, kita bisa membuat sebuah melodi terekam di benak pendengar dan saya ingin menjadi orang yang membuat mereka merasa lebih baik tentang diri sendiri,” kata Swift.

Swift sendiri memuji penggemarnya karena telah membuatnya jauh lebih baik. Perhatian dan dukungan penggemar menginsipirasinya untuk bersenang-senang dengan musik. Pelantun “Blank Space” itu mengaku tidak menyangka bahwa penggemarnya sangat setia dan memberinya perhatian yang luar biasa.

“Rasanya sangat menyenangkan bisa berkarya untuk orang-orang yang memberi perhatian,” lanjut Swift.

Sebelumnya, Kamis pagi Swift datang ke kawasan Gulch di Nashville untuk berfoto di sebuah mural karya seniman Kelsey Montague berupa sayap kupu-kupu yang besar. Di antara kepak sayap itu tertulis kata “ME” dan Swift berfoto di bawahnya. Sejak awal para fans menduga mural itu ada hubungannya dengan Taylor Swift dan karya musik terbarunya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasca Rutin Ikuti Kajian, Dinda Hauw Mantap Berhijrah

Pemain film Dinda Hauw kini mantap berhijrah. Dia sudah mengoleksi dari awal baju muslimahnya dan menyumbangkan setengah baju lamanya kepada orang lain. Meski belum mengenakan hijab syar’i, Dinda mengatakan dirinya masih dalam proses memakai baju muslim yang baik dan benar.

“Baju sendiri aku belum pakai kaus kaki ya, kalau orang-orang kan ‘tutup juga kakinya karena aurat,’ ya semua proses, aku pun pakai hijab enggak langsung syar’I. Aku pakai hijab pelan-pelan tadinya enggak pakai ciput sekarang pakai ciput, terus bajunya yang penting enggak ketat karena aku enggak suka kan, akhirnya ya sudah aku pakai baju longgar atau kemana-mana pakai outer,” lanjutnya saat berada di kawasan Kuningan, Kamis, 25 April 2019.

Dinda memberi tips bagi mereka yang ingin berhijrah. Dia mengatakan harus banyak mendatangi kajian-kajian keagamaan dan mendengarkan ceramah agar hati semakin kuat untuk berhijrah. Bukan hanya itu, Dinda juga menyemangati orang-orang yang ingin berhijrah agar terus maju menjalankan apa yang sudah diperintahkan Tuhan.

“Buat teman-teman yang baru hijrah sama kayak saya banyaklah kita kajian atau dengerin orang-orang ceramah atau berteman sama orang-orang yang bawa pengaruh positif untuk kalian, karena itu ngaruh banget terus semoga kita istiqomah selalu, pokoknya jangan nyerah, jangan balik lagi, enggak apa-apa sedikit demi sedikit yang penting tetap maju jangan mundur atau setop di situ,” ungkap Dinda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Campur Tangan Orang Indonesia Dibalik Produksi Film Avengers: Endgame

Marvel Studios sangat menutup rapat urusan cerita terutama dalam dua film Avengers terakhir, Infinity War dan Endgame. Bukan hanya para pemain, banyak kru di balik layar juga tidak tahu apa-apa soal jalan cerita film ini. Menariknya, ternyata ada pemuda asal Indonesia yang terlibat dalam dapur tim efek visual Avengers: Endgame, yakni Denny Ertanto. Ini adalah kali kedua dia terlibat dalam proyek Marvel.

Sebelumnya, Denny juga ikut mengerjakan efek visual Infinity War, tepatnya di beberapa adegan Iron Man dan Doctor Strange di Planet Titan. Namun kali ini lebih spesial, karena Denny ternyata kebagian mengerjakan efek untuk adegan yang sangat krusial dalam film, yaitu bagian akhir pada pertarungan tim Avengers.

“Saya membantu bekerja di beberapa bagian awal dan akhir saat di final battle-nya,” kata Denny seperti dikutip dari Viva, Jumat (26/4). Lelaki ini mengaku beruntung bisa mendapat kesempatan terlibat di film Avengers, apalagi mengedit salah satu bagian paling penting dalam ceritanya.

Mengerjakan bagian yang disebutnya sebagai ‘super major spoiler,’ ternyata tak membuat Denny tahu jalan cerita film ini sebelum dirilis.

“Aku penasaran perjalanannya dari awal ke bagian aku,” katanya mengaku tak tahu apa-apa soal plot keseluruhan.

Butuh waktu setidaknya 1-2 minggu sampai empat bulan guna mengerjakan setiap adegan yang jadi bagiannya. Kendati ada kesulitan-kesulitan tertentu, Denny tetap senang dan menikmati proyek ini, sebab baginya, selalu ada hal baru yang bisa dipelajarinya. Sebagai seorang vfx artist yang sudah ikut terlibat di Hollywood sejak 2011, Denny mengatakan sangat antusias dengan reaksi penonton. Dia mengaku ingin tahu reaksi mereka saat melihat hasil kerja dirinya dan tim.

“Di bagian mana pun, seneng yah bisa dapet kerja di film Avengers. Tapi kali ini memang kebetulan dapet bagian di mana salah satu bagian paling penting dari film ini, khususnya di bagian terakhir saat final battle. Di luar senang dan bangga, saya sih juga penasaran aja apa reaksi penonton nantinya ke adegan-adegan yang saya tahu,” ujar Denny.

Sebelumnya, Denny pernah terlibat dalam tim efek film War of the Planet of the Apes, Fantastic Beasts and Where to Find Them, A Monster Call, The Martian, Into the Woods, Pan, Cinderella, Hugo, Maze Runner: The Death Cure, dan lain sebagainya. Terbaru, ia kini sedang membantu film Gemini Man yang disutradarai Ang Lee. Denny tak satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam tim di balik layar Avengers sebab ada dua orang Indonesia lain yang ikut terlibat di proyek ini yaitu Jefri Haryono sebagai Creature Technical Director dan Muhammad Ghifary dari departemen Research and Development.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top