Trending

Selamat Ulang Tahun Sarjana, Punya Gelar Itu Hanya Awal Perjalanan Kehidupan

“Untukmu yang baru saja diwisuda, selamat menempuh masa dimana buku-buku tak lagi disampingmu”

Sebuah penggalan lirik lagu dari Senar Senja di atas mungkin akan terdengar saat manis, saat kita baru saja selesai mengenakan toga. Tertawa bahagia untuk embel-embel di belakang nama, hingga rasa bangga yang mungkin tak terkira. Tapi jangan dulu terlalu gembira, karena wisuda hanyalah langkah awal dari mimpi yang kita punya.

Selanjutnya misteri dari babak baru yang sudah di depan mata, sungguh masih belum bisa kita terka. Karena gelar sarjana tak akan menjamin kebahagiaan, mari kita kembali kenang hal-hal yang mungkin para sarjana telah rasakan.

Berbagai Macam Buku Dan Tugas Tentu Jadi Bagian Yang Mulai Hilang Dari Kehidupan

Rentan waktu untuk menyelesaikan kuliah, tentu jadi pengalaman hidup yang akan tetap terpaku di hati. Bayang-bayang wajah dosen yang kerap kali menagih tugas, hingga segala kebiasaan di kelas yang tak akan terulang lagi. Jika selama menjajakinya kita sering mengeluh, percayalah selepas wisuda kamu akan rindu.

Tak akan ada lagi teriakan gemuruh dari seisi penghuni kelas kala dosen mendadak ada urusan. Berpikir bahwa diri kita telah lepas dari sesuatu yang menjadi beban, hal yang di depan justru bisa jadi lebih berat.

 

Mengenakan Toga Dan Menyandang Gelar Baru, Nyatanya Hanya Terasa Indah Saat Acara Pelepasan Saja

Siapa yang tak senang bisa berfoto di acara kelulusan bersama? Tentu semua orang akan menganggukkan kepala. Momen ini jadi ajang pembebasan dari semua hal yang selama ini merenggut sebagian waktu yang kita punya. Rona bahagia dari setiap orang yang hadir disana, seolah tak tahu bahwa hidup yang sebenarnya jauh lebih susah.

Belum lagi komentar orang, atas nilai IPK yang sering jadi beban pikiran. Percaya atau tidak, akan ada beberapa orang dalam hidup yang sepertinya lahir hanya untuk bertanya “Kok IPK kamu cuma segitu?”. Padahal jika mau membuktikan, nilai bukanlah sebuah jaminan.

 

Orangtua Serta Teman-teman Tentu Tersenyum Bahagia, Tapi Itu Takkan Berlangsung Lama

“Bapak dan Ibu: Akhirnya kamu wisuda juga, selamat ya nak sudah jadi sarjana!”

Sebuah ucapan yang hampir mirip dengan doa ini tentu jadi kebanggaan sendiri. Karena akhirnya ucapan itu ditujukan pada kita tepat di dekat si empunya suara. Semua upaya dan perjuangan yang selama ini telah kita lakukan akhirnya diselesaikan dengan penambahan gelar di belakang nama.

Tapi tunggu dulu, semua senyum yang tadi berkembang tentu tak akan selamanya ditunjukkan. Berdiam diri selepas wisuda satu atau dua minggu lamanya, mungkin masih bisa dinilai biasa. Tapi tentu sudah jadi berbeda ketika mulai memasuki minggu ketiga. Beberapa komentar dan pertanyaan atas langkah selanjutnya, mulai jadi ritual yang kadang membuat kita gelisah.

 

Dan Faktanya Gelar Sarjana Hanya Meloloskan Kita Pada Gerbang Interview Saja

Berjalan pada lingkup dunia kerja tentu jadi hal baru yang akan kita hadapi nantinya. Berbeda dengan mereka yang hanya menjajaki pendidikan yang tak sama, kita memang sudah menang atas mereka. Tapi jangan terlalu memegahkan diri atas gelar yang kita punya. Karena nyatanya ini hanya meloloskan kita pada satu seleksi alam saja.

Kemampuan dan pengetahuan serta ketekunan jadi modal utama yang jauh lebih penting dari sekedar gelar yang tertera. Bukan bermaksud untuk tak menghargai predikat yang kita punya, namun inilah kenyataan yang sebenarnya.

 

…Hingga Latar Belakang Pendidikan Yang Sering Jadi Bahan Pertanyaan Setiap Kali Mencoba Mencari Pekerjaan

Beban yang lebih mirip derita ternyata tak hanya terjadi saat kita masih menjadi mahasiswa. Kesulitan ini terus berlanjut saat kita akan coba melamar kerja. Mulai dari kualitas lulusan almamater hingga latar belakang jurusan, yang sering jadi bahan pertanyaan.

Belum lagi latar belakang pendidikan yang tak sesuai dengan lowongan pekerjaan. Tak hanya merasa telah membohongi diri sendiri saja, ini juga sering menimbulkan tanya dari mereka yang kemungkinan mengenal kita. Meski kadang sudah berusaha untuk menjelaskan, di mata mereka kita telah mengambil pilihan yang salah.

 

Karena Kenyataannya Menjadi Sarjana Tak Selalu Mengubah Hidup Yang Kita Punya, Karena Poin Pentingnya Ada Di Pola Pikir Yang Sudah Berubah

“Percuma sarjana jika hidupnya masih susah”

Seberapa sering kita telah mendengarkan kalimat ini? Jawabannya tentu sangat sering! Menyalahkan predikat seseorang karena hidup yang katanya tak bahagia. Seolah-olah gelar yang ada di belakang nama jadi dewa yang siap mengubah hidup siapa saja. Tentu saja tak begitu.

Menjadi sarjana bukan berarti kita akan kaya, bukan juga berarti kita akan bahagia tanpa pernah merasa susah. Lebih dari itu, ketika telah wisuda hal yang sebaiknya kita sudah pegang adalah pola pikir yang sudah berubah. Kita tak lagi berpikir seperti mereka yang tak mendapat pendidikan yang sama. Sebaliknya kita tentu harus berbeda, karena kita adalah sarjana.

Tapi Hari Ini Aku Ingin Ucapkan Selamat Ulang Tahun Sarjana, Untuk Kamu Yang Telah Diwisuda

Sebagaimana warna toga yang selalu bernuansa hitam dan gelap, begitu pula hidup seorang sarjana selepas diwisuda. Tak ubahnya seperti seorang bayi yang mulai merangkak, kita berjalan meski belum seimbang. Terjatuh lalu berdiri kembali hingga kelak ‘kan berdiri tegak diatas kaki sendiri.

Selamat ulang tahun sarjana, selamat menjajaki hidup baru yang lebih berbeda. Dan jadilah berbeda karena kamu adalah Sarjana!

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bahagia Adalah Cara Pintar untuk Merayakan Hidup yang Lebih Bermakna

Merasa lelah karena didera masalah? Depresi karena banyaknya tanggung jawab yang membebani? Hingga rasa cemas yang tak henti-hentinya memenuhi isi kepala. Ya, hampir setiap orang sedang berjuang untuk menghadapi itu semua.

Memang sih, masih banyak hal-hal bahagia yang bisa kita ingat untuk menghibur hati. Tapi, kenapa akhir-akhir ini semua itu seolah terlihat menjauh, ya? Bukan, itu hanya perasaanmu saja.

Nah, demi menyelamatkanmu, bagaimana jika kami akan memberimu langkah yang mungkin lebih mudah dari yang terbayang sebelumnya agar kamu benar-benar bisa merasa bahagia. Biarlah kami bercerita, kamu cukup diam dulu untuk membaca dan memahaminya. Tentang bagaimana langkah-langkah dasar yang sebenarnya bisa kamu jalani untuk hidup yang lebih bermakna.

Bahagia Itu Adalah Bentuk Lain dari Pengalaman  

Memang sih, akan terasa mengada-ada jika kita diminta untuk bahagia, ditengah-tengah situasi sulit yang mungkin sedang diderita. Kebahagiaan itu sebenarnya merupakan kumpulan kecil dari makna-makna perjalanan dan kepuasan yang didapatkan.

Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan AS merilis Laporan Kebahagian Dunia, setiap tahunnya. Pada laporan tahun 2018, penduduk Firlandia jadi orang-orang yang menempati peringkat pertama untuk penduduk yang paling bahagia. Padahal dari beberapa negara yang diteliti, Amerika justru memiliki tingkat pendapatan yang paling tinggi. Tapi mereka justru berada pada urutan ke-18. Dengan kata lain, meski katanya bisa memilih bahagia karena memiliki apa saja yang diinginkan, belum tentu juga kita bisa mendapat bahagia.

Ini Akan Menjadi Rumit, jika Kita Tak Bisa Memecahkan Persoalan yang Sedang Mendera

Kamu pasti paham, ‘kan? Jika ekonomi Amerika dan penduduknya sudah jadi tolak ukur yang baik untuk berbagai negara. Mereka menghasilkan uang lebih banyak. Namun dari hasil rilisan penelitian yang tadi dijelaskan, negara tersebut justru tak menunjukkan peningkatan kebahagiaan. Konon kesenjangan antara pendapatan dan kebahagiaan ini disebut Easterlin Paradox. Dan tak melulu jadi patokan untuk bahagia yang banyak digadang-gadang orang.

Diri ini mungkin punya uang yang lebih dari cukup, bahwa lebih banyak dari yang sebelumnya kita bayangkan. Tapi kita justru terjebak, berjuang memahami. Kenapa sih kita tak bahagia? Padahal jawabannya sungguh sangat sederhana, bahagia itu adalah pilihan.

Ya, Sesimpel Memilih “Aku Ingin Bahagia Saja”

Diartikan dalam bentuk yang berbeda-beda. Setiap orang pasti punya penilaian yang tak serupa tentang bahagia. Kawan lain bilang bahagianya jika punya rumah dan mobil mewah, tapi untuk kita bisa jadi tak serupa. Jika kebahagiaanmu adalah keadaan, maka kita dapat berkata bahwa kebahagiaan hanyalah pengalaman, atau serangkaian pengalaman.

Selain itu, kebahagiaan juga bisa kita artikan sebagai tindakan untuk menemukan makna hidup dalam pengalaman sehari-hari dengan orang lain. Itulah sebabnya, Worl Happiness Report mengungkapkan bahwa kedermawanan dan jaringan dukungan sosial, juga jadi dua faktor kunci yang akan mengarahkan kita pada bahagia.

Pada setiap bahagia yang mungkin sedang diinginkan, kita menaruh harap untuk orang lain mengambil bagian. Kita percaya, memilih bahagia bisa didapatkan dengan mempersilahkan orang lain berperan untuk hidup kita.

Selanjutnya, Mari Bertindak Jadi Penentu untuk Bahagia yang Kita Inginkan

Jangan terlalu mendengar apa kata orang, jangan pula ikut-ikutan bisikan kawan. Sejatinya bahagia, hanya bisa kita rasakan sendiri. Bukan tentang takaran yang dibuat orang, atau berdasarkan kepercayaan yang digadang-gadang oleh mereka yang ada di sekitar.

Tentukan dan lakukan semua hal yang kita percaya jadi sumber bahagia. Perbuat segala sesuatu yang memang kita percaya. Ini bukan tentang siapa mereka yang ada di dekat kita saja. Tapi bagaimana kita bisa memaknai arti dari bahagia yang kita percaya.

Dan Jadikan Bahagia sebagai Pilihan Bijak demi Hidup Lebih Bermakna

Sesungguhnya banyak cara untuk memaknai hidup lebih dalam. Tapi belajar untuk memilih berbahagia dengan cara yang kita suka adalah salah satunya. Tak pernah ada pihak lain yang tahu, semuanya hanya akan jadi rahasia diri sendiri. Buang semua perkara yang jadi beban, dan mulailah merileksasi diri dengan cara yang kamu percayai.

Pertanyaannya, sudahkah kamu bahagia hari ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Untuk Kamu yang Masih Lajang, Tips Ini Bisa Membantumu Mewujudkan Mimpi Punya Rumah Sendiri

Di zaman sekarang, rasanya sangat sulit untuk mewujudkan impian untuk memiliki rumah sendiri. Terlebih jika kamu ingin memiliki rumah di kota-kota besar. Mengingat lahan di kota besar semakin hari semakin sempit karena pembangunan yang terus menerus dilakukan di kota-kota besar. Untuk itu, Gobagi mencoba membagikan tips agar kamu bisa mewujudkan impianmu untuk memiliki rumah sendiri. Simak tips berikut ini!

1. Membuat Perencanaan

Segala sesuatu tentu harus dilandasi dengan perencanaan yang matang. Nah mumpung kamu masih lajang, kamu perlu memanfaatkan masa lajangmu untuk membuat sebuah perencanaan masa deoan. Kmau harus bisa mengutamakan apa yang patut untuk kamu prioritaskan. Langkah pertama adalah dengan membuat perencanaan keuangan agar kamu tahu kira-kira sejauh mana tabungan yang kamu perlukan untuk mewujudkan impianmu itu.

2. Melakukan Investasi

Kamu bisa melakukan investasi dengan banyak cara. Asalkan kamu punya cukup modal untuk melakukannya. Misalnya kamu bisa membeli barang dengan nilai investsi yang cukup baik seperti emas.

3. Mencari Lokasi Terbaik

Setiap orang tentu menginginkan lokasi tempat tinggal yang terbaik. Namun sayangnya hal ini serasa sangat sulit diwujudkan jika kamu tinggal di kota besar. Tak perlu risau, kamu tetap bisa kok mendapatkan lokasi terbaik jika kamu jeli dalam memilih. Usahakan untuk memilih lokasi hunian yang memiliki akses mudah dengan pusat kota.

4. Tak Ada Salahnya Memilih Bangunan Vertikal untuk Tinggal

Sempitnya lahan di kota besar tentu juga akan menyulitkanmu untuk mendapatkan hunian yang pas. Tak ada salahnya kok kamu memilih hunian bangunan vertikal seperti apartemen. Karena memang saat ini apartemen dinilai sebagai hunian yang nyaman, aman, dan terjangkau harganya.

5. Pilih Tenor yang Sesuai dengan Kesanggupanmu

Pastikan kamu memilih tenor yang sesuai dengan kesanggupanmu. Sesuaikan saja jangka waktu cicilan dengan pendapatanmu sehingga kamu tak akan tersiksa dengan tagihan cicilan apartemen yang besar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Dilirik Lelaki, Mari Belajar Mandiri

Biasanya perempuan diminta untuk bersikap lebih manis, agar lebih dilirik lelaki. Duh, ini sebuah pernyataan yang perlu dibenahi. Karena selain sikap manis yang katanya dimintai itu, kemandirian justru lebih banyak dicari. Yap, hal ini dinilai jadi satu kualitas yang perlu kamu tunjukkan. Mulai tak bergantung pada orang, hingga terlihat bisa melakukan banyak hal tanpa bantuan orang.

Disisi lain, katanya perempuan mandiri sering dinilai terlalu mengintimidasi lelaki, padahal faktanya beberapa lelaki justru tergila-gila pada kemandirian seorang perempuan. Lantas, bagaimana bentuk kemandirian yang dimaksudkan? Kira-kira begini, nih!

Meminta Pendapat Itu  Wajar, tapi Bukan Berarti Selalu Meminta Izin untuk Apa yang Akan Dilakukan

Menjadi perempuan mandiri, kamu harus paham. Jika tak semua hal perlu untuk dibagikan pada pasangan. Namun, berbeda ceritanya, jika yang akan kamu tanyakan adalah sesuatu yang menyangkut hubungan. Jelas ini masih wajar. Selebihnya, tanpa merasa bergantung pada seorang pihak, kamu bisa melakukan banyak hal sendiri. Padamu ada rasa percaya akan kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan. Maka kamu hanya merasa butuh berbagi cerita dan pendapat saja. Bukan menggantungkan semua keputusan pada dirinya.

Tak Merasa Perlu Ditemani Setiap Saat, Kamu Bisa Melakoni Banyak Hal Seorang Diri

Lupakan dulu seseorang yang mungkin bisa dimintai bantuan, ini tentang apa yang bisa kamu lakukan dengan yang mungkin tak bisa. Berbeda dengan perempuan lain yang hanya akan melakukan sesuatu dengan bantuan teman atau pasangan. Kamu justru tumbuh dengan karakter yang berbeda dari biasanya

Bukan ingin berkata bahwa kamu bisa melakukan semua hal seorang diri, namun untuk perkara-perkara yang memang bisa ditangani sendiri. Kamu tak pernah meminta bantuan orang lain, hanya untuk menyelesaikannya. Manis mungkin jika apa yang kamu lakukan mendapat bantuan dari dia yang tersayang. Tapi kemampuanmu untuk mengerjakan sesuatu seorang diri, selalu jadi nilai lebih.  

Paham Apa yang Dimau, Semua Kamu Lakukan dengan Sungguh-sungguh

Kamu terbiasa dengan pernyataan “iya” untuk sesuatu yang diinginkan, dan “tidak” untuk sesuatu yang tak diinginkan. Tak ada basa-basi yang memperkeruh situasi. Kamu selalu paham, tentang apa yang sebenarnya sedang kamu inginkan. Mulai dari menekuni hobi, menjalani sesuatu yang disukai, dan hal-hal lain yang mungkin dimimpikan. Semua kamu lakukan dengan satu niat yang jelas. Terarah dan diselesaikan dengan baik dan tepat.

Bertanggung Jawab untuk Segala Hal, Semua Urusan Selalu Dikerjakan dengan Benar

Mengerti arti pentingnya sebuah kepercayaan, kamu selalu menanamkan rasa tanggung jawab yang besar untuk segala kepentingan. Tak hanya pada perkara hubungan, hal serupa juga berlaku untuk sisi kehidupan lain yang memang akan kamu jalankan.

Jadi tak heran, jika setiap lelaki yang melihatmu selalu terkagum dan terkesan. Karena tak hanya jadi perempuan yang terlihat serius untuk pilihan-pilihan hidupnya. Kamu juga selalu menjadi sosok yang berbeda dengan caramu bertanggung jawab pada semua hal yang ada.

Memiliki Pendirian yang Kuat, Tak Mudah Terpengaruh oleh Bisik-bisik Kawan

Konon perempuan sangat mudah terbawa arus. Latah mengikuti apa yang dilakukan perempuan lain. Hingga selalu ikut-ikutan dengan apa yang sedang digilai zaman. Anehnya, tak satu pun sikap itu ada pada dirimu. Semua yang kamu lakukan, selalu lahir dari buah pikir sendiri. Bukan karena ingin dilirik orang, tidak pula untuk ajang pamer pada kawan. Kamu melakukan apa yang kamu cintai, mengerjakan apa yang kamu ingini, dan selalu berusaha untuk menunjukkan bahwa dirimu berbeda. Dengan tak perlu ikut-ikutan perempuan lainnya.

Beberapa Kali Bisa Juga Bersikap Manja, tapi Masih dalam Porsinya

Yap, semandiri apa pun kamu, perempuan pastilah punya sisi manja pada setiap dirinya. Tak melulu bersikap jutek dan tegas bak seorang petugas. Kamu paham, ada waktu dimana kamu perlu melonggarkan sisi mendirimu. Dan membiarkan pasangan masuk untuk mengisinya. Menempatkan jadi perempuan yang ingin dilindungi tanpa harus diintimidasi.

Kamu paham, bagaimana takaran yang pas untuk sikap manja yang sedang dibicarakan. Tak selalu harus serius, tapi kamu juga paham, jika bersikap manja terlalu berlebihan juga tidak dibenarkan.

Dan yang Terpenting, Kecerdasan dan Percaya Diri yang Tinggi, Jadi Hal Wajib yang Harus Kamu Miliki

Barangkali ini jadi babak paling mengagumkan dari seorang perempuan. Tentang bagaimana ia memandang suatu hal dengan tingkat percaya diri yang juga ia miliki dalam hidupnya. Bukan tentang seberapa cantik kamu, tak pula perihal seberapa bagus warna kulitmu. Namun menjadi sosok perempuan pintar yang juga memiliki  wawasan luas, akan selalu membuatnya dipandang jadi sosok yang mengagumkan. Tapi yang paling penting adalah kepercayaan dirimu pun tak boleh dilewatkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top