Trending

Selamat Hari Pangan, Masihkah Kita Akan Membuang Makanan?

“Ah sudah kenyang, buang saja ya!”

Pemandangan akan seseorang yang kerap mengucapkan kalimat ini setiap kali makan, tentu jadi hal yang biasa kita dengar. Atau jangan-jangan kita sendiri jadi orang yang kerap berlindung pada kalimat tersebut, tiap kali ingin membuang makanan.

Hal yang wajar sebetulnya, karena ruang pada isi perut kita tentu terbatas. Lagipula hal tersebut memang jadi hak dari masing-masing kita. Tapi pernahkan kita coba membayangkan bahwa di luar sana, jangankan untuk membuang makanan. Mereka bahkan tak bisa makan.

 

Tampaknya Memang Sudah Jadi Kebiasaan, Kenyang Dikambinghitamkan Atau Tak Enak Yang Jadi Alasan Untuk Membuang Makanan

“Bapak dan ibu saya di rumah, sedari dulu selalu membiasakan anak-anaknya untuk mengambil air minum dengan porsi yang harus dihabiskan dalam satu kesempatan, begitu pula dengan makanan lainnya. Tak ada yang boleh sisa atau berlebih”

Ini jadi salah satu gambaran yang tentu terlihat sangat jarang kita temukan. Bukan tak percaya pada tingkat kepedulian masyarakat kita. Tapi faktanya begitulah yang terjadi pada kehidupan nyata. “Ah, udah kenyang!” atau “Rasanya aneh, tidak enak!” kemudian dibuang.

Kita mungkin lupa bahwa makanan tersebut dibeli dengan hasil keringat yang susah payah kita hasilkan. Kalau bisa diumpakan dengan kata-kata, kebiasan membuang makanan sama saja dengan membuang rezeki yang telah kita kumpulkan.

 

Tapi Kita Mungkin Akan  Berdalih Untuk Kemudian Merasa Diri Benar, Tapi Apakah Membuang Makanan Itu Wajar?

Wejangan dari orangtua di rumah yang selalu mengingatkan kita untuk tak membuang makanan tentu sangatlah berpengaruh pada kebiasaan. Tapi seringnya itu semua hanya berlaku ketika kita bersama dengan mereka. Bagaimana jika sudah tak lagi diawasi oleh orangtua? Untuk kita yang mungkin sudah menjadi orangtua tentu akan berpikir dua kali tiap kali ingin melakukannya.

Perlu kita ketahui, bahwa dari 7.000 hingga 7.5000 ton sampah yang ada di jakarta dalam setiap hari, sebanyak 54% nya adalah sampah dari sisa makanan. Bahkan sebagaimana hasil dari survei yang dilakukan oleh Tirto pada 30 orang responden yang ada di Jakarta. Dengan rentang usia 16 hingga 28 tahun, 43% dari responden tersebut, mengaku bahwa jika ada makanan sisa, mereka lebih cenderung untuk membuangnya.

Rasa malu dan enggan disebut sebagai alasan untuk tak memilih membungkus atau membawa sisa makan tersebut pulang. Tapi apakah itu semua wajar? Mari kita pikirkan dan jawab dengan hati.

 

Padahal Budaya Ini Membuat Kita Kehilangan Rasa Sensitifitas, Bahkan Mungkin Terlihat Menjijikan Bagi Mereka Yang Kelaparan

Kebiasaan buruk yang memang tak baik ini, juga pernah mendapat perhatian khusus dari salah seorang pemuka agama besar di dunia. Paus Fransiskus pada salah satu kesempatan dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dicanangkan PBB, mengungkapkan bahwa “Budaya membuang makanan membuat kita kehilangan sensitifitas. Kebiasaan ini sangat menjijikkan di saat banyak orang dan keluarga di seluruh dunia masih kelaparan dan kekurangan gizi,”

Kita mungkin merasa bahwa beberapa dari sisa makanan yang sering kita buang tidaklah berarti apa-apa. Tapi apakah kita pernah berpikir bahwa sebagian besar masyarakat di Indonesia masih sulit untuk mendapatkan makanan yang layak. Bayangkan jika kita sedang berapa pada posisi mereka. Susah payah untuk bisa makan sembari menyaksikan sebagian orang malah berlomba untuk membuang makanan. Tentu ini jadi pemandangan yang menyakitkan. 

 

Karena Membuang Makanan Sama Dengan Tak Menghargai Mereka Yang Telah Bersusah Payah Menanam

Tak hanya menimbulkan luka bagi orang yang kesusahan, kebiasaan membuang makanan tentu jadi bentuk tak menghargai petani. Bagaimana meraka bersusah payah menanam segala tumbuhan yang menjadi kebutuhan pangan. Sebagai manusia dengan tingkat konsumtif yang tinggi, kita memang sering lupa bagaimana proses untuk menghasilkan makanan-makanan yang kita konsumsi.

Kita hanya tahu, uang jadi salah satu cara untuk mendapatkannya dan selanjutnya itu terserah kita mau bagaimana. Pada beberapa kesempatan kita mungkin akan sibuk menyuarakan kenaikan harga pada sektor pangan. Tapi masih saja terbiasa untuk membuang makanan. Kalau sudah begini apa iya kita masih berada di pihak mereka yang telah bersusah payah? Bukankah makanan yang kita telah buang adalah jerih payah mereka?

 

Maka Pada Hari Pangan Sedunia Ini, Masihkah Kita Akan Membuang Makanan Lagi?

Meski kita tinggal di negara dengan sektor pertanian yang cukup menyeluruh, tak semua orang mungkin tahu bahwa hari ini adalah peringatan Hari Pangan Sedunia.

Didukung oleh negara-negara anggota FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) pada konferensi umum ke-20 bulan November tahun 1979, tanggal 16 oktober ditetapkan sebagai hari besar untuk memperingati “Hari Pangan Sedunia”. Bahkan sejak tahun 1981 peringatan ini selalu mengusung tema yang berbeda-beda, demi menunjukkan bentuk konsetrasi seluruh negara terhadap masalah kemiskinan dan kelaparan. Tak hanya ditujukan bagi masyarakat di tingkat global, regional maupun nasional. Tapi menyeluruh bagi semua orang yang ada di dunia.

Dan sebagaimana yang telah ditentukan bersama dengan jumlah anggota yang mencapai 150 negara. Tahun ini Hari Pangan Sedunia akan diperingati dengan mengusung tema “Merubah Masa Depan Migrasi, Investasi Keamanan Pangan dan Pembangunan Pedesaan”.

Tak perlu memasang badan untuk gencar menyuarakan keadilan bagi mereka yang masih bermasalah dengan pangan. Kita tahu bahwa telah ada institusi khusus yang akan bertugas untuk tetap berupaya menyetarakan kelayakan bagi hidup sebagian saudara kita. Hal lain yang jauh lebih penting kita jadikan kontribusi adalah berhenti untuk membuang makanan dengan sembarangan.

Tak perlu jauh-jauh, ambillah contoh bahwa setiap kali kita makan, ada 2 butir nasi yang kita buang. Berarti dalam satu hari kita telah menyisahkan 6 butir nasi, anggaplah penduduk Indonesia ada 200 juta orang. Dengan kata lain, dalam satu hari ada 1,2 M butir nasi yang terbuang dengan sia-sia.

Lalu umpamakan jika 1 kg nasi berisi 50.000 butir beras, ini artinya jika 1,2 M butir nasi dibagi dengan 50.000 butir untuk per kg nya, berarti ada sekitar 24.000 kg nasi yang terbuang percuma. Kemudian mari kita alokasikan jika 1 kg nasi bisa dibagi rata untuk 10 orang manusia. Maka 24 ton nasi sudah mampu menghidupi 240.000 jiwa manusia.

Tentu ini bukanlah gambaran sebenarnya, tapi setidaknya perhitungan ini bisa menyadarkan kita. Bahwa 2 butir nasi yang kita anggap sebagai sampah, sangatlah berharga bagi mereka yang ada di luar sana.

Selamat Hari Pangan Sedunia, untuk semua manusia. Masihkah kita akan membuang makanan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Saat Kamu Berkunjung ke Bali, Jangan Lupa Untuk Mengunjungi Tempat Murah Ini ya!

Bali adalah salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Tak hanya wisata alamnya yang menarik, Bali juga memiliki wisatu kuliner yang sangat sayang untuk dilewatkan. Nah berikut adalah 10 daftar rumah makan murah yang patut kamu kunjungi saat berwisata ke Bali.

1. Warung Ibu Ode

Warung Ibu Ode ini terletak di Jalan Nangka Utara, Denpasar, tepatnya di sebelah selatan pom bensin di sebelah barat jalan. Di sana kamu bisa mencoba beragam menu makanan khas Bali dengan harga yang sangat murah, yaitu hanya 10.000 rupiah untuk satu porsi.

2. Warung Men Madia

Warung Men Madia ini terletak di Jalan Tukad Yeh Aya Nomor 245, Renon, Denpasar, Bali. warung ini menyediakan menu nasi lawar yang memang merupakan makanan khas Bali. kamu hanya perlu mengeluarkan uang 10.000 rupiah saja per porsinya.

3. Warung Nasi Babi Guling Sari Ayu

Warung ini terletak di Jalan Kepundung No. 1 Denpasar, Bali. di warung ini kamu bisa mencoba menu nasi babi guling yang sangat enak. Harganya juga cukup murah, hanya 10.000 rupiah saja jika kamu membungkusnya dan 20.000 rupiah jika kamu makan di tempat.

4. Warung Pinggir Jalan Bedugul

Warung ini terletak di pinggir jalan Bedugul. Tepatnya berada di puncak Bedugul (jalan menuju Singaraja, pinggir jalan). Warung ini menyediakan sate khas Bali plus tipat dengan harga 10.000 rupiah saja per porsinya. Kamu juga bisa mencoba menu rawonnya, harganya hanya 5.000 rupiah saja.

5. Sate Babi Sambal Matah depan Pasar Sukawati

Bagi kamu yang sangat suka menu makanan babi, kamu bisa mengunjungi tempat makan yang satu ini. Sate babi ini bisa kamu temukan di depan pasar sukawati. Harga satu porsinya juga sangat murah, yaitu 10.000 rupiah saja.

6. Kedai Ceret

Warung ini terletak di Jalan Rukad Yeh Aya Nomor 119. Di sana kamu bisa menemukan banyak menu yang enak dan murah banget. Kamu bisa mencoba mulai dari menu sego oseng atau mercon atau harimau, nasi bakar ayam atau ampela, beragam gorengan dan ragam sate. Harganya pun sangat murah, setiap menunya tidak lebih dari 10.000 rupiah kok.

7. Warung Rahayu

Warung Rahayu berlokasi di Jalan Hayam Wuruk Nomor 205, Denpasar. Di sana kamu bisa mencoba menu nasi kuning yang super enak. Tak perlu khawatir, kamu hanya perlu membayar 10.000 rupiah saja untuk menu yang satu ini.

8. Warung Men Gege

Warung yang satu ini memiliki menu yang patut kamu coba. warung Men Gege ini terletak di Jalan Danau Baraton Nomor 49, Sanur. Di warung ini terdapat menu berupa tipat, sayur, telor asin dan kacang yang sangat pas dinikmati di siang hari dengan es daluman yang memang khas dari Bali. Kamu hanya perlu mengeluarkan uang 10.000 rupiah untuk tipat dan 7.000 rupiah untuk es daluman.

9. Warung Mek Resi

Warung ini terletak di Guwang, Gianyar Bali. Di sana terdapat menu tipat plecing yang enak dan murah. Dengan bermodalkan uang 10.000 rupiah saja kamu sudah bisa mencicipi makanan enak ini. Jika masih kurang puas, di sana juga terdapat menu es Bubuh Injin plus biji salak yang sangat segar dengan harga hanya 4000 rupiah saja.

10. Warung Tanpa Nama

Warung ini berlokasi di Jalan Sedap Malam, Gang Sandat nomor 15. Warung ini menjual bubur khas Bali yang sangat enak. Harga bubur itu pun sangat terjangkau, yaitu hanya senilai 7000 rupiah saja. Patut dicoba nih guys.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Pasangan Artis yang Jatuh Cinta dari Pertemuan yang Tak Terduga

Hidup memang penuh misteri. Salah satunya adalah perihal jodoh. Kita tidak akan pernah tahu siapa jodoh kita serta kapan dan dimana kita akan bertemu dengannya. Seperti halnya dengan 7 artis ini. Mereka akhirnya jatuh cinta setelah pertemuan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.

1. Nicholas Cage dan Alice Kim

Kisah cinta yang satu ini merupakan kisah antara idola dan penggemarnya. Alice merupakan penggemar berat dari Nicholas Cage. Pertemuan mereka berawal saat Alice bertemu di sebuah restoran dengan Nicholas secara tak sengaja. Awalnya Alice hanya ingin meminta tanda tangannya, tak disangka ternyata Alice juga mendapat nomor teleponnya.

2. Ashton Kutcer dan Mila Kunis

Ashton dan Mila sebenarnya pernah bermain di sebuah serial yang sama. Namun kemudian mereka berdua disibukkan dengan kehidupan mereka masing-masing. Bahkan Ashton pun sempat menikah dengan aktris Demi Moore. Meski begitu, kini Ashto dan Mila sudah hidup bahagia sebagai pasangan dan sudah memiliki dua orang anak.

3. Matt Damon dan Luciana Bozan

Kamu bisa mengambil pelajaran dari kisah yang satu ini bahwa kita tak pernah tahu kapan nasib baik akan berpihak kepada kita. Luciana dulu adalah seorang pekerja bar. Pertemuannya bermula saat Matt sedang bersembunyi dari kejaran penggemarnya.

Luciana pun membantu Matt untuk bersembunyi dan mengobrol banyak hal dengannya. Kini status Luciana sendiri sudah berubah menjadi seorang istri dari Matt Damon.

4. Andien dan Ippe

Pasangan ini salah satu pasangan dengan pertemuan yang tak disangka. Ternyata Ippe merupakan sosok di balik event organizer di acara ulang tahun Andien yang ke-17. Dulu sekedar partner kerja, kini jadi partner kehidupan.

5. Ben Affleck dan Jennifer Garner

Ben dan Jennifer pernah bermain dalam satu film yang sama, yaitu Pearl Harbor. Namun mereka benar-benar saling suka saat bertemu dalam set film Daredevil. Kini mereka masih tetap saling mendukung meski hubungan mereka sedang putus-nyambung.

6. Darius Sinathrya dan Donna Agnesia

Kedua artis ini jatuh cinta karena terbiasa bersama. Ya, mereka mulai jatuh cinta sejak disatukan dalam suatu pekerjaan sebagai presenter untuk Piala Dunia 2004. Kini keduanya sudah menikah dan hidup bahagia.

7. Patrick Dempsey dan Jillian Fink

Pertemuan antara Patrick dan Jillian sangat tak terduga. Dulu nama Patrick Dempsey Pernah menjadi daftar tamu di salon tempat Jillian bekerja. Perkenalan pun dimulai dari situ. Kini, Patrick dan Jillian kini sudah tinggal bersama selama 16 tahun dan Jillian menjadi hairstylist nomor satu bagi Patrick.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Yakin Pacarmu Setia? Coba Tanyakan Beberapa Pertanyaan Ini Padanya!

Bukan bermaksud untuk menggoyahkan kepercayaanmu pada sang pacar, namun yang namanya kesetiaan ‘kan perlu dibuktikan. Meki kadang kita pun bingung bagaimana cara menyampaikan rasa keingintahuan tersebut dengan cara yang tepat.

Yap, dengan alasan tak mau membuat pacar tersinggung, sebagian dari kita justru lebih memilih diam, tak memperpanjang pertanyaan. Walau ada beberapa kegundahan yang memang perlu disampaikan.

Nah, kali ini, demi membantumu, ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu pakai untuk meyakinkan diri jika si dia memang setia. Dan jika jawabannya memang terdengar menyakinkan, maka tak perlu ada yang kamu ragukan.

“Kamu Mau Tidak, Menerima Aku Apa Adanya?”

Iya sih, kata Tulus kita tak boleh mencintai apa adanya. Tapi, kamu perlu paham kalau sebagai pihak yang menanyakan ini konteksnya agak berbeda. Karena tujuan awal memang ingin mempertanyakan kesetiaan, maka kalimat ini bisa kamu jadikan pertanyaan.

Selanjutnya kamu boleh menilai, apa balasan yang ia sampaikan padamu tentang pertanyaan yang barusan kamu katakan. Jika memang dirasa cukup menguatkan, maka bertahan tak salah untuk kamu lakukan.

“Kalau Aku Minta Kamu Gambarkan Kesetianmu dengan Tiga Kata, Kamu Akan Bilang Apa Sama Aku?”

Beberapa sosok yang tidaklah benar-benar sayang, mungkin akan buru-buru mencari kata atau kalimat paling manis untuk didengar pasangan. Tapi dia yang benar-benar setia, mungkin akan menjawabnya dengan kalimat sederhana yang penuh makna. Tak berisi banyak janji, tapi apa yang ia jadikan jawaban adalah sesuatu yang ia yakini bisa diberikannya padamu.

“Mantanku Hubungi Aku Lagi, Kira-kira Apa yang Harus Aku Lakukan?”

Jika dia yang kamu panggil pacar akan buru-buru marah dan terlihat tak senang. Itu artinya, ada hal yang perlu kamu pertimbangkan lagi untuk tetap menjadikannya pasangan. Cemburu mungkin sah-sah saja, tapi tergesa-gesa untuk marah dan emosi hanya karena seseorang yang ada di masa lalu pasangannya, jelas tak baik.

Cobalah simak penuturannya, tentang bagaimana respon yang akan ia sampaikan perihal mantan yang kini tiba-tiba datang.

“Dari Sekian Banyak Orang, Kenapa Kamu Milih Aku Untuk Jadi Pacar?”

“Karena kamu itu…” jelas sudah terdengar biasa, apalagi jika kata selanjutnya adalah bualan receh yang biasa dipakai oleh lelaki remaja. Ini perlu kamu dengarkan dengan seksama. Karena dari sini, kamu bisa menilai bagaimana ia menempatkanmu dalam hidupnya.

Entah sebagai pacar biasa, sebagai pacar sementara, atau sebagai calon teman hidup yang akan menemaninya hingga tua. Pasang telinga dan duduklah, dengarkan baik-baik apa yang menjadi alasannya.

“Aku Pasti Sering Sibuk Kerja, Kamu Siap Menerimanya?”

Untuk urusan ini, memang perlu kita diskusikan dengan pacar mulai dari sekarang. Sebab, sebuah hubungan hanya akan bisa berjalan lancar, jika keduanya dapat saling mendukung dan terbuka atas apa yang menjadi keresahan.

Kamu mungkin khawatir ia akan protes karena sebagian besar waktumu tersita untuk bekerja. Untuk itulah kamu perlu bertanya padanya. Jika ternyata ia bisa memahami dan memaklumi kesibukan yang kamu punya, rasanya ia pantas untuk dipertahankan maupun dijadikan pasangan masa depan.

“Diriku Bukanlah Anak Orang Berada, Kamu Siap Untuk Hidup Sederhana?”

Sosok yang benar-benar setia tak akan memintamu untuk melakukan hal-hal yang sejatinya tak bisa kamu lakukan untuknya. Maka, sedari sekarang kamu boleh sampaikan, sejauh mana kemampuanmu untuk membahagiakannya kelak, dan apa saja yang mungkin sulit untuk kamu berikan padanya.

Dari reaksinya, kamu akan bisa tahu dan menimbang rasa. Apa yang memang benar-benar ia inginkan darimu. Hidup bersama untuk bersenang-senang saja, atau menikmati semua hidup dalam suka dan duka.

“Suatu Saat Nanti, Aku Mungkin Akan Tua dan Tak Lagi Gagah. Kamu Yakin Masih Akan Mencintaiku dengan Rasa yang Sama?”

Hidup terus berjalan, kita bisa saja yakin untuk mencintainya dengan rasa yang sama. Tapi isi hatinya, tak ada yang bisa menerka. Untuk itulah kita perlu bertanya, sanggupkan ia akan tetap mencinta jika kelak sudah menua?

Setiap orang memang boleh saja ingkar, tapi setidaknya jawaban atas pertanyaan yang kita sampaikan, boleh jadi alasan, mengapa akhirnya kita memilihnya sebagai teman hidup di masa depan.

Jadi kapan, kamu akan bertanya pada pacarmu?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top