Community

Selain Doa, Lakukan 5 Cara Agar Cepat Hamil Jika Ingin Segera Memiliki Keturunan

Setiap pasangan yang menikah tentu tujuan utamanya adalah ibadah. Dimana dalam ibadah ini juga terselip harapan besar untuk mendapatkan keturunan. Namun terkadang usia pernikahan yang sudah berjalan lama, masih belum dikaruniani keturunan. Lantas haruskah mengeluh dan pasrah? Kehamilan memang tergantung dari berbagai faktor, yang tidak hanya jarang tapi sulit untuk diprediksi.

Akan tetapi ada beberapa cara agar cepat hamil setelah menikah yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan peluang tersebut. Sebelumnya, perlu kia ketahui peluang wanita untuk hamil yaitu sekitar 15 sampai 25 persen di tiap bulannya. Wanita akan semakin berpeluang besar hamil ketika rutin berhubungan seks saat masuk masa subur, dimana saat ovarium tengah melepaskan sel telur atau disebut ovulasi.

Nah untuk kamu yang saat ini sedang mendambakan buah hati, lakukan beberapa trik atau cara cepat hamil setelah menikah di bawah ini.

Rutin Berhubungan Seks Bersama Pasangan

Untuk peluang sperma dalam membuahi sel telur tergolong kecil, yakni sekitar 4 sampai 5 hari menjelang waktu ovulasi,  dan juga di saat ovulasi itu sendiri. Maka dari itu, usahakan berhubungan seks pada waktu ini atau dalam periode ini. Masa ovulasi sendiri bisa bergeser harinya dikarenakan beberapa faktor, seperti olahraga berlebihan dan stress.

Bahkan ketika siklus haid normal, ovulasi bisa berganti kapan saja. Nah untuk mencegah risiko tersebut, dianjurkan untuk berhubungan seks setidaknya 3 sampai 4 kali dalam satu minggu.

Biasakan Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup sehat menjadi hal yang harus dilakukan ketika kamu sedang merencanakan kehamilan. Kamu  dan  pasangan bisa melakukan olahraga teratur untuk membantu meningkatkan kesuburan, namun jangan berolahraga terlalu berlebihan karena hal tersebut akan berdampak buruk pada kesuburan itu sendiri.

Selain itu, konsumsi makanan dan minuman yang kaya akan vitamin dan nutrisi. Menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum makan juga termasuk hal yang harus kita lakukan.

Perbanyak Konsumsi Asam Folat

Asam folat merupakan zat yang penting dan bagus untuk perkembangan janin. Kamu bisa mengonsumsi tablet asam folat selama waktu perencanaan kehamilan. Selain bisa mengonsumsi asam folat dalam bentuk suplemen, asam folat juga bisa didapatkan dari sayuran seperti bayam, kentang, kacang hijau, brokoli dan sereal.

Hentikan Melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk

Jika kamu sudah mengalami tanda-tanda kehamilan seperti terlambat datang bulan, mual dan muntah, cepat lelah, cepat emosian dan sering kencing segera hentikan kebiasaan buruk.

Merokok adalah salah satunya. Selain berbahaya bagi kesehatan, merokok juga dapat mengurangi kesuburan. Tidak hanya itu, ketika kamu sudah merencanakan kehamilan hindari makan telur setengah matang, daging setengah matang karena makanan yang belum matang sempurna berisiko banyak mengandung parasit, bakteri dan juga virus berbahaya.

Imunisasi dan Cek Kesehatan Rutin

Cara cepat hamil selanjutnya ialah dengan rutin imunisasi atau cek kesehatan. Cara ini dilakukan untuk mengetahui beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penghambat kehamilan atau hal lain yang malah bisa membahayakan kehamilan. Misalnya saja HIV, sipilis dan hepatitis.

Selain melakukan 5 cara cepat hamil di atas, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan agar lebih cepat berhasil usaha yang sedang kita lakukan. Pada kesempatan itu, kita juga bisa menanyakan bagaimana cara cepat hamil dan mempersiapkan kehamilan ala dokter yang bisa dilakukan.

Dan hal lain yang tidak boleh terlewatkan adalah selalu meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar cepat diberi keturunan. Karena tak ada usaha yang akan berhasil tanpa dibarengi dengan berdoa kepada Tuhan Semesta Alam. Selamat mencoba semoga berhasil, ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Per Hari Ini, JNE Naikkan Tarif Pengiriman Hingga 19 Persen

Terhitung per hari ini, perusahaan pengiriman barang, PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakuri (JNE), akan mulai memberlakukan tarif baru atas pengiriman barang yang menggunakan jasa mereka. Sang Direktur Utama JNE, Muhammad Feriadi, mengatakan jika kenaikan ini khusus bagi daerah-daerah pengiriman di luar Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi). Dan ini adalah kenaikan kedua kalinya di tahun ini. Sebab, pada pertengahan Januari 2019 lalu, JNE sudah pernah menerapkan kenaikan yang serupa.  

“Yang naik sekarang (naik) 19 persen adalah untuk kota-kota di luar Jabodetabek,” kata Feriadi, dilansir dari kumparan.com, Kamis (21/3).

Feriadi juga menekankan kenaikan tarif ini bukan akumulasi dari kenaikan tarif pada Januari lalu. Beliau bilang kenaikan yang kedua ini hanya berbeda pada daerah-daerah di luar Jawa. Hingga saat ini pihaknya menegaskan tidak ada rencana kenaikan tarif pengiriman lagi sejauh ini.

Pihak JNE Mengklaim, penyesuaian tarif ini diambil secara nasional karena didorong oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Maka penyesuaian tarif pengiriman itu disebu sebagai langkah yang perlu dilakukan dalam menghadapi situasi saat yang juga berpengaruh untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Potensi Selingkuh dari Pamer Kemesraan di Media Sosial

Yap, foto mesra di media sosial, kadang hanyalah topeng untuk menutupi keretakan hubungan. Beberapa pasangan selebriti bisa jadi tolok ukur untuk melihat fenomena ini. Biasa disebut public display of affection (PDA) atau pamer kemesraan di depan publik, nyatanya sering terjadi jua di dunia nyata.

Netijen di media sosial tentu tak asing dengan berbagai macam pose mesra para orang terkenal. Mulai dari selebriti, penyanyi, selebgram, youtuber hingga siapa saja mereka yang merasa banyak dikenal orang.

Dikutip dari laman Tirto.id, Gwendolyn Seidman, seorang profesor psikologi pada Albright College, yang mempelajari relationship dan cyberpsychology menyatakan bahwa saat ini banyak pasangan yang merasa perlu menampilkan hubungan percintaan mereka di media sosial.

Mulai dari profil Facebook yang menyatakan status hubungan mereka sampai dengan menautkan id profil nama pasangan di Bio instagram. Terlalu mudah ditebak, foto mesra yang dibagikan pun hanya untuk meraup ‘like’ dan ‘komentar’. Yap, orang-orang ini menganggap hubungannya akan kian bagus, jika mereka berhasil untuk menujukkan keintiman dari foto dan video mesra yang mereka bagikan.

Berangkat dari temuan tadi, benarkah kita merasa baik-baik saja atas ribuan foto mesra yang kita bagikan di sosial media, atau justru ada persoalan lain yang sedang menderu?

Merasa Ini Perlu, Agar Dunia Tahu Jika Hubungan Kita Sedang Baik-baik Saja Bahkan Selalu Bahagia

Masih hasil penelitian yang sama, sejumlah pasangan konon memiliki kecenderungan untuk menutupi hal-hal yang sebenarnya sudah tak nyaman dalam hubungan. Dan salah caranya, dengan membuat orang melihat bahwa kehidupan kita berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan. Padahal yang sesungguhnya dirasakan kehilangan kebersamaan dan kemesraan yang benar, sebab yang apa yang dilakukan hanyalah sebuah tameng untuk terlihat mesra di media sosial.

Bukan Sedang Ingin Berbagi Bahagia, Kita Hanya Berusaha Menutupi Keretakan Hubungan di Media Sosial Saja

Masih dari pernyataan Goldstein, mengunggah foto bersamaan dengan caption “sayangku”, “cintaku” yang juga disertai beberapa hastag pendukung macam #Loveyouforever #Happy atau sejenisnya, juga bisa diartikan bahwa kita dan pasangan sedang berupaya untuk menciptakan keterikatan satu sama lain, dan dalam titik tertentu cenderung mencerminkan sikap posesif.

Percayalah ini bukan berbagai bahagai seperti yang kita pikir. Tindakan ini tak lebih dari sekedar malahikan kebohongan baru untuk kebohongan yang sudah lalu.

Sebab Kita Seolah Percaya, Like dan Komen yang Diterima Adalah Bentuk Kepercayaan Mereka Jika Hubungan Kita Baik-baik Saja

“Seringkali orang-orang itu hanya mencari validasi atas hubungan mereka di depan teman-teman media sosial. Likes dan komentar dalam media sosial tersebut mereka anggap sebagai bentuk validasi,” tambah Goldstein dikutip dari The Atlantic.

Bagaimana? Nampak menyinggung kita bukan? Sudah, tak perlu mengelak. Karena bisa jadi, aktivitas posting foto mesra berdua yang selama ini kita lakoni memang cuma sekedar ingin beharap like dan komen dari orang-orang di media sosial. Untuk kemudian, kita merasa senang. Sebab yakin bahwa mereka percaya bahwa hidup kehidupan hubungan kita lebih bahagia mereka.

Tapi Coba Pahami Persoalan Ini, Layakkah Hal Tersebut Dijadikan Solusi?

Memang media sosial kini berubah jadi wadah untuk menumpahkan semua hal yang kita ingin bagikan. Namun, untuk persoalan yang sedang melanda hubungan. Tentulah tak etis jika harus dibagikan ke media sosial. Kita tak harus berbicara jika kita memang sedang renggang, tapi tak juga dirasa perlu untuk memasangan kebohongan atas hubungan yang justru jadi beban baru.

Batasi apa yang ingin dibagikan, dan tak perlu terus berpura-pura senang jika memang sedihlah yang kita rasakan. Tampak bahagia di media sosial, memang terlihat menyenangkan. Tapi kebohongan akan selalu jadi beban.

Refleksikan Kembali Hubungan dengan Pasangan, Apakah yang Sebenarnya Kita Butuhkan untuk Memperbaiki  Hubungan

Bebagi foto (pura-pura) mesra tentu bukanlah jawabannya. Untuk perkara relasi dengan pasangan, entah itu pacar, atau suami/istri, baiknya dibawa dalam komunikasi langsung dengan bertatap muka. Pilihan ini lebih memudahkan kita mencari solusi apa yang tepat untuk memperbaiki hubungan. Bukan malah terus menerus berbagi foto mesra seolah-olah tak ada masalah, padahal sebenarnya ada keretakan dalam hubungan kita.

Tapi fakta lain yang juga perlu diingat, kenyataann ini tak selalu berlaku untuk mereka yang membagikan foto mesra. Tapi, sebagai netizen yang baik kamu pasti tahu. Pasangan mana saja  yang benar-benar bahagia dari foto berdua yang dibagikannya atau yang sedang berpura-pura bahagia dengan mengunggah foto mesra.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hasil Studi : Laki-laki yang Hobi Selingkuh Berpotensi Meninggal Lebih Cepat dari yang Setia

Merasa dicintai banyak perempuan itu memberi efek ‘nagih’, seolah bahagia atau berbangga. Beberapa laki-laki justru menantang dirinya untuk mendua. Ya, antara memang ingin atau terpaksa. Tapi sekalipun terpaksa, laki-laki yang selingkuh selalu sadar atas apa yang dilakukannya. Jadi kalau ada yang bilang ia ‘khilaf’, bisa jadi itu alibi saja.

Nah, jika kamu adalah lelaki yang disebut sebagai pelaku, hati-hat saja nih. Pasalnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dan diterbitkan dalam Jurnal Of Sexual Medicine oleh University Of Florence, Italia menyebutkan, kebiasaan selingkuh terbukti membuat usia lelaki lebih cepat meninggal dibandingkan laki-laki yang setia.

Kamu Bingung Bagaimana Itu Bisa Terjadi? Begini…

Masih dari penellitian yang sama, para ilmuan tersebut menemukan fakta jika, lelekai beristri yang memiliki perempuan simpanan, lebih beresiko terkena serangan jantung secara mendadak.

Hal ini terdengar masuk akal, sebab sejalan dengan hasil temuan dari banyaknya laporan yang menyatakan jika jumlah kasus lelaki meninggal saat tengah berkencan dengan selingkuhan akibat serangan jantung sangat tinggi. Sebaliknya, belum ada laporan yang mengatakan seorang lelaki tewas ketika sedang bercinta dengan pasangan sah-nya.

Lebih lanjut, para peneliti tersebut mengungkapkkan, banyaknya serangan jantung yang menyerang lelaki selingkuh disebabkan beberapa faktor. Mulai dari kondisi pikiran yang was-was berlebihan, penggunaan obat kuat demi menyenangkan teman kencan yang biasanya lebih muda, sebab peneliti juga menuturkan jika kebanyakan laki-laki selingkuh ialah mereka yang sudah berumur dan secara kejantanan menurun.

Sedangkan pasangan selingkuhannya biasanya adalah para gadis muda yang masih sangat kuat dan membara dalam hal seksualitas. Nah, inilah yang menjadi alasan mengapa banyak laki-laki selingkuh terkena serangan jantung karena mengonsumsi obat kuat berlebihan.

Lagipula Meski Terlihat Bahagia, Lelaki yang Selingkuh Sebenarnya Sedang Menderita

Coba bayangkan saja, setiap hari dalam hidupnya ia harus menjadi dua pribadi yang berbeda. Menjaga hubungan baik dengan selingkuhannya dan menutup rapat kebohongan dari istrinya. Dan untuk bisa menjalani dua sisi ini, tentu tak mudah.

Setiap saat kamu kan merasa tidak tenang, gelisah, cemas berlebihan dan bisa menimbulkan depresi atau stres. Kondisi inilah yang kemudian mempengaruhi kesehatan fisik para lelaki yang selingkuh. Fakta menarik lainnya, lelaki yang setia ternyata secara kejiwaan lebih sehat dan bahagia dibandingkan laki-laki yang doyan selingkuh dari pasangannya.

Sekilas Selingkuh Mungkin Asyik, Tapi Kalau Ternyata Mendekatkan Diri ke Maut. Untuk Apa?

Dari beberapa pengakuan laki-laki yang memang sudah doyan selingkuh, ketika mereka melakukan tindakan ini. Ada semacam rasa bangga yang kemudian hadir dalam diri mereka. Merasa cukup jago berbohong, berbangga diri karena tidur dengan banyak perempuan, merasa butuh dilayani lebih dari apa yang diberikan istri, hingga ke alasan pelarian dari masalah yang mungkin sedang diemban.

Terserah memang, kalian mau selingkuh atau tidak. Tapi jika itu justru mendekatkanmu pada kematian. Untuk apa kawan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top