Feature

Selain Beban Hidup yang Terasa Berat, Ada Hal Lain yang Semesta Ingin Sampaikan Lewat Kesusahan

Perkara hidup memang acap kali membuat kita kelimpungan. Berpikir bahwa cerita kita adalah kisah yang paling berat, sampai-sampai kita hanya fokus pada nilai susahnya saja. Padahal, rasa susah yang datang, bisa jadi adalah cara Tuhan untuk meminta kita lebih dekat. Daripada buru-buru untuk bilang hidup ini tak adil, cobalah untuk menelaah semua kesusahan yang sedang kita alami. Benarkah ini sebuah cobaan atau justru teguran dari Tuhan?

Merasa Hidup Susah Itu Wajar, Sebab Kita Bukan Tinggal di Surga

Nah, kamu sudah pasti paham maksudnya. Tak peduli apa pun agamamu, setiap manusia yang hidup di dunia pastilah pernah merasa kecewa, menganggap kebaikan tak berpihak pada dirinya. Lalu kemudian, mulai membanding-bandingkan hidup orang lain yang terlihat jauh lebih bahagia.

Semuanya memang sah-sah saja, barangkali kamu bisa menemukan titik terang atas masalah ketika sudah berhasil membandingkan hidupmu dengan orang lain. Baik, jika yang kau dapat adalah sebuah jalan keluar, tapi seringnya diri justru semakin tertekan. Mengapa orang lain bahagia, tapi kita tidak?

Cobaan mungkin akan terus datang secara bergantian, tapi percayalah bukan berarti kita akan terkalahkan. Ini hanyalah selingan untuk hidup yang lebih berwarna. Karena kalau selalu bahagia, berarti kita sedang di surga.

Dan Ditengah Semua Perbandingan yang Ada, Mari Berusaha Untuk Tetap Berpikiran Baik Atas Hidup yang Kita Punya

“Si A hanya lulusan SMA tapi bisa jadi manajer di kantornya, sedang aku yang sudah sarjana belum juga diterima bekerja”

Bertanya-tanya atas apa yang terjadi dalam hidup memang sesuatu yang wajar. Biar bagaimanapun, kita perlu menengok keluar sebagai bahan acuan. Tapi perlu kamu tahu, jika setiap orang punya kisah dan jalan cerita yang berbeda.

Hari ini, semua lamaran pekerjaan yang kamu kirimkan mungkin belum mendapat respon. Tapi siapa yang bisa menjamin jika kamu tak akan dapat pekerjaan. Karena jika semesta sudah mengamini, esok hari, kamu bisa saja mendapat panggilan dari perusahaan yang selama ini sudah kamu ingini.

Tak ada yang tak mungkin, yang butuh kita lakukan adalah tetap berprasangka baik atas kehidupan, sembari percaya bahwa semua kesusuhan akan berhenti pada porsi yang sudah ditentukan.

Sebab Biar Bagaimanapun, Bahagia dan Segala Kesusahan Selalu Adil atas Kehidupan

Ada yang dibiarkan sukses sejak muda, tapi hidupnya tak berlangsung lama. Ada yang dibiarkan susah payah, sampai setengah abad namun selanjutnya tinggal duduk manis menikmati hidup dengan tenang.

Bukan hidup yang tak adil, tapi ego kitalah yang kadang membuat kita berpikir bahwa semuanya tak adil. Selalu ada celah baik dari setiap keburukan, selalu ada jalan dari setiap kesusahan. Daripada terus menuntut Sang Khalik untuk memberikan kesenangan, coba tanyakan pada masing-masing diri. Sudah seberapa jauh upaya yang kita lakukan untuk hidup yang diinginkan.

Tak ada hal baik dan buruk yang bisa ditakar dengan ukuran serupa. Karena setiap manusia, lahir dengan kesenangan dan kesusahan yang berbeda-beda. Mari, kita nikmati saja.

Konon Doa Mampu Mengubah Segalanya, Barangkali Dia Hanya Rindu Padamu Saja

Ditengah segala beban hidup yang terasa berat, berhenti sejenak barangkali jadi hal yang sedang kita butuhkan. Kita butuh persinggahan, meski hanya untuk menyandarkan kepala dan merenung sebentar. Mari cari tempat untuk berkeluh kesah, lewat doa dan perbincangan khusus dengan-Nya.

Memang sih, bukan berarti semua masalah akan hilang begitu saja. Namun doa selalu jadi obat nan manjur untuk semua susah. Ada energi positif yang lahir setiap kali kamu selesai bersujud dan menyampaikan permohonan.

Perjalanan hidup membawamu jauh dari-Nya, untuk itu Tuhan kirimkan teguran lewat kesusahan yang saat ini sedang kita rasakan.

Mendapat Cobaan Bukan Berarti Kita Sedang Sial, Itu Artinya Kita Lebih Kuat dari Apa yang Dibayangkan

Ini mungkin akan terdengar sangat naif sekali, sebab kesusahan jelas jadi sesuatu yang tak kita ingini. Namun dibalik semua itu, mari coba merenung sebentar. Ingat kembali, berapa banyak cobaan yang dulu pernah datang, tapi selalu bisa kita selesaikan.

Percaya atau tidak, Sang Pemilik Hidup pasti punya alasan. Mengapa akhirnya Dia meletakkan beban pada kita. Bukan karena Ia tak sayang, bukan pula hidup sedang sial. Lebih dari itu, ada makna yang sebenarnya semesta ingin sampaikan. Bagaimana kita bisa tetap bertahan melawan ujian, hingga pelajaran lain yang secara tak langsung kita dapatkan.

Hidup memang tak melulu tentang bahagia, tidak juga tentang susah yang tak ada habisnya. Perjalanan ini akan melaju dengan porsi yang sudah sesuai takarannya. Tinggal bagaimana kita menikmati dan menerimanya saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Rendah Diri dan Jangan Pula Tinggi Hati, Hidup Bisa Berubah Kapan Saja

Kamu mungkin pernah berandai-andai, kalau saja hidupmu berkecukupan. Pastilah bahagia dan tak sesedih sekarang. Padahal jika itu benar-benar terjadi, belum tentu demikian, kan? Sebaliknnya, jika saat ini hidupmu terasa bahagia sekali, jangan sesekali kau bertinggi hati. Apalagi sampai memandang rendah orang lain yang hidupnya tak lebih baik dari kita. 

Siapa pun dan bagaimana pun keadaanmu saat ini, berhenti untuk larut dalam sedih, tapi tak pula dianjurkan angkuh dan menyombongkan diri. Tetap jalani semua yang memang kau ingini, berusaha untuk mewujudkan mimpi, dan percaya jika hidup bisa berubah kapan saja.

Setelah Sedih Tentu ada Hal yang Akan Membahagiakan Hati 

Percayalah, tak ada hidup yang isinya melulu kesedihan saja. Suatu waktu, jika momennya sudah tiba dan semesta telah memberi restunnya, kamu pun bisa merasakan apa itu bahagia. Tertawa atas semua pencapaian yang sudah kamu lakukan, bersyukur atas segala hal yang mungkin bisa kamu dapatkan. 

Itulah mengapa kau tak bisa bersedih berlama-lama, tak pula menganggap semua kekurangan yang ada dalam diri akan berlangsung selamanya. Asal percaya dan terus berusaha, bahagia yang memang sudah ditakdirkan menghampirimu pasti akan datang juga. 

Begitupula Dengan Kesombongan Diri yang Bisa Berganti dengan Sebuah Kesedihan

“Hidup dan semua yang kita miliki, hanyalah sebuah titipan”

Begitu para orangtua mengingatkan. Dan percaya atau tidak, itu adalah sebuah pernyataan sekaligus nasihat yang benar. Segala yang ada dan kita miliki sekarang, bisa saja hilang dalam sekejap mata, jika memang Allah mengkehendakinya. Itulah mengapa, kita dilarang untuk menyombongkan diri sebanyak apapun harta yang dimiliki. 

Tetaplah santun, dan tetap rendah hati, tak perlu merasa menjadi manusia yang ‘paling’ hanya karena ada sesuatu yang kita miliki. Jaga semua yang sudah ada, dengan tetap menjadi manusia baik yang bersikap biasa-biasa saja.

Sisi Baik dan Buruk datang Bergantingan, Serupa dengan Sedih dan Bahagia yang Tentu Akan Datang

Sebab begitulah hidup, apa yang terjadi tak selalu sesuai dengan yang tadinya kita ingini. Tapi ini adalah perjalanan untuk berproses, bagaimana semua itu kita lewatkan tanpa merasa segalanya jadi beban. Nikmati semua sedihmu, jalani semua hari beratmu, walau semua terasa berat dan menyiksa, percayalah masa bahagia akan segera tiba.

Semua hal punya sisi baik dan buruk, jika hari ini masih sedih esok mungkin kita akan tertawa lagi. Dan begitu pula sebaliknya, jika hari ini tertawa terlalu bahagia, bisa jadi esok ada kesedihan yang harus kita rasa. 

Pilihanmu Akan Menentukan, Bagaimana Situasi Hatimu di Masa Depan

Coba bayangkan seseorang yang sudah terbiasa hidup dengan hati yang serupa setiap hari. Walau ada sedih ia tetap tertawa, walau ada bahagia yang bisa jadi alasan menyombongkan diri, ia tetap biasa saja. Jadilah seperti itu, bersikap serupa meski apapun yang sedang kamu rasa. Tak berlebihan, tak pula terasa kurang.

Ketika hati dan jiwa sudah terbiasa, maka apapun yang akan terjadi atau kita terima di masa depan, tentu rasanya akan sama seperti kehidupan kita pada masa silam. 

Hadapi Semua Sedih dan Bahagia dengan Lapang Dada

Tak ada sedih yang tak punya jalan keluar, tak ada pula bahagia yang tak akan berkesudahan. Semua hal di dunia sudah ada porsi dan waktunya, kapan setiap perasaan itu akan mengahampiri kita dan kapan pula mereka pergi untuk meninggalkan kita. Belajarlah menerima, ikhlaskan hati untuk semua yang terjadi, dengan begitu kau akan lebih paham, apa itu bahagia yang sebenarnya. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tetap Waspada, Inilah 5 Ciri-ciri Lelaki yang Hanya Inginkan Fisikmu Saja

Kalau sudah kepalang cinta, perempuan memang sering lupa untuk memakai logikanya. Mengira kekasihnya benar-benar cinta, padahal si lelaki bisa saja sedang memasang umpan untuk mendapatkan yang ia inginkan. Memang sih, tak semuanya brengsek seperti yang kamu kira. Tapi selain, orang-orang baik yang memang masih ada itu, ada beberapa ciri-ciri lelaki yang hanya menginginkan tubuhmu saja. 

Beberapa kali, dirimu mungkin sudah bisa membaca gelagatnya, tapi karena masih ragu dan sudah telanjur percaya. Hal-hal dibawah ini mungkin bisa lebih membuatmu percaya, apakah dirinya memang benar-benar cinta atau ingin menyalurkan nafusnya saja. 

Ia Terlalu Sering Memuji Fisikmu Dibandingkan Kemampuan Lain yang Kau Miliki

Jika diawal perkenalan ia memuji dari penampilan fisik mungkin akan terdengar wajar. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pengetahuannya tentang dirimu seharusnya bertambah. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya memujimu dengan kemampuan atau kelebihan lain, ia malah terfokus untuk memuji fisikmu dengan bahasa yang sedikit liar. Jika ini terjadi selama berkali-kali, kamu memang perlu untuk berhati-hati. 

Obrolannya Tak Jauh-jauh dari Perbincangan yang Mengarah ke Seks

Tanda-tanda lain yang juga perlu diwaspadai adalah bagaimana ia ketika sedang mengobrol bersamamu. Coba lihat dan perhatikan, bagaimana ia membangun obrolan setiap kali sedang berdua atau berkomunikasi lewat ponsel. Seolah jadi bahan perbincangan favorit, topik yang ia bicarakan selalu mengarah ke sesuatu yang bersifat mesum. Kalau sudah begini, mulailah ambil jarak, siapkan langkah-langkah untuk segera menjauh darinya. 

Mencarimu Saat Sedang Ada Maunya Saja

Lain dari saat pertama kali bersama, kini ia berubah dan tak lagi perhatian seperti awal hubungan. Tak lagi memberi perhatian, ia mendadak hilang setiap kali sedang dibutuhkan. Lalu akan datang jika ada sesuatu yang ia inginkan. Dari gelagat seperti ini, harusnya perempuan sudah tahu.

Jika lelaki ini memang tak benar-benar mencintaimu. Ada  sesuatu yang memang ia incar darimu, itulah mengapa ia datang saat sedang butuh saja. Dan ketika ia sudah berhasil mendapatkan yang ia mau, bukan tak mungkin jika kau akan ditinggalkan.

Mengajakmu ke Tempat-tempat Sepi yang Sebenarnya Tak Membuatmu Nyaman

Sepi di sini adalah sepi yang bermakna negatif, bukan sepi karena memang ingin ketenangan, tapi tempat sepi yang memungkinkan ia bisa leluasa untuk berbuat banyak hal atas dirimu bahkan tubuhmu. Bahkan meski kamu sudah berkata tak nyaman, bisa jadi ia tetap memaksakan. 

Padahal seorang lelaki yang memang benar-benar mencintai perempuannya, akan selalu berusaha membuat pasangannya nyaman dan merasa senang, Jika ternyata ia justru melakukan hal sebalikknya, tak apa untuk mencari penggantinya saja. 

Dan Mulai Berani Menyentuh Bagian-bagian Tubuhmu, Walau Sebenarnya Kamu Tak Mau

Tadinya, ia mungkin hanya beranin mengenggam tanganmu, merangkul pinggul mu atau sentuhan-sentuhan lain yang memang masih wajar. Tapi makin lama, ia terlihat berubah dengan sikap yang makin tak dijaga. Bukannya berhenti walau dirimu sudah bersuara, sentuhan-sentuhan yang ia berikan mulai menjalar dengan berani tanpa mau peduli dirimu suka atau tidak.

Kalau sudah begini, kamu memang perlu untuk membuat keputusan. Tinggalkan ia dan carilah lelaki lain yang bisa menghargai dan memperlakukanmu dengan benar, 

Jatuh cinta dan percaya itu sah-sah saja, tapi jangan sampai karena terlalu cinta, kamu menjadi bodoh dan mengiyakan semua yang ia inginkan. Bangunlah pertahanan baik yang jadi tembok pembatas atas diri dan tubuhmu dengan lelaki yang jadi pacarmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Walau Masih Cinta, Hubungan yang Menyiksa Harus Ditinggalkan Segera

Embel-embel ‘cinta’ atau ‘sudah pacaran lama’ kadang membuat kita menutup mata, atas banyaknya perilaku tak enak yang kita terima. Ya, kita memang tak bisa memilih akan jatuh hati kepada siapa, tapi kita tentu bisa memilih sosok seperti apa yang harusnya dipertahankan cintanya. 

Kalau saat ini, dirimu memang sedang terjebak dalam sebuah kubangan besar yang membuat perih dihati, bukan berarti kau tak bisa berbuat apa-apa. Jangan selalu menganggap dirimu lemah, kisah cinta yang toxic baiknya segera ditinggalkan. Bahagia adalah pilihan, cobalah renungkan beberapa hal ini jika dirimu masih ragu untuk meninggalkan. 

Tak Perlu Menunggu Dirinya untuk Berubah

Memang kalau masih cinta, kita kadang terlalu percaya bahkan memberinya kesempatan, walau nyatanya terus melakukan kesalahan yang sama. Maka tak jarang, jika hubungan yang toxic berakhir dengan kekerasan fisik. Melepasnya memang tak mudah, tapi demi kebaikanmu berhentilah untuk menunggu ia berubah.

Seseorang yang memang sudah memiliki kebiasaan untuk berbuat kasar, berbicara tak sopan, hingga memukul pasangan adalah watak yang sulit untuk dihilangkan. Ia tak akan berubah, jadi berhenti mencintai dan mempertahankan hubungan dengannya. 

Coba Ingat Lagi, Sudah Berapa Kali Kau Menangis Karena Ia Terus Menyakiti

Kalau dirimu masih sulit untuk melupakan banyaknya kebaikan yang (mungkin) pernah ia lakukan, cobalah ingat sudah berapa kali ia berbuat kasar. Sudah berapa kali ia memukulmu, membuat hatimu terluka, hingga akhirnya kau hanya bisa menangis berharap ia akan mengaku salah.

Sudahlah, katakan pada diri sendiri, tangisan terakhir yang ia hasilkan akan jadi perpisahan terakhir atas hubungan yang sedang kalian jalankan. Pergilah, tinggalkan ia dengan semua perbuatan buruknya. 

Kebahagian Ada di Tanganmu, Kau Berhak untuk Menentukan yang Terbaik untukmu

Ingatlah selalu, apapun yang terjadi atas hidup kita. Diri sendiri adalah satu-satunya pihak penentu yang akan memutuskan apa saja. Begitu pula dengan hubungan beracun yang mungkin selama ini sudah banyak membuat kita kecewa.

Meski dengan berat hati, dirimu harus berani memutuskan untuk meninggalkan pasangan yang sudah berlaku kasar. Ambillah satu keputusan dan berusahalah untuk kuat meski tak ada lagi pasangan. 

Lupakan Perasaannya Jika Kau Tinggalkan, Karena Perasaanmu Pun Tak Pernah ia Pikirkan

Demi hati yang bisa sembuh seperti sediakala, kamu memang harus ada sedikit rasa tega. Tak perlu berkutat dalam pertimbangan-pertimbangan yang bertujuan untuk dirinya. Hanya karena kau tak ingin ia kecewa, bersedih karena akhirnya kalian berpisah, berpura-pura memohon agar  kau tetap bersamanya, dan banyak drama lain yang bisa saja ia sedang berbohong demi menahanmu.

Abaikan semua pikiran yang masih menganggu, perasaan dan hatimu adalah prioritas yang haru kau dahulukan dari apapun.

Dan yang Paling Penting, Dirimu Layak untuk Mendapatkan Pasangan yang Lebih Baik dari Manusia Itu

Pada kenyataannya, mencintai seseorang saja tidaklah cukup jika ia tak balas mencintai kita. Waktu yang kau habiskan terlalu berharga untuk bersama dengan seseorang yang tak pantas untuk hidup bersamamu. Lepaskan ia yang memang tak tulus mencintai, kamu berhak mendapatkan cinta yang lebih baik dari yang ia beri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top