Feature

Selain Bahaya Bagi Lambungmu, Telat Makan Justru Akan Menurunkan Produktivitasmu

Saking sibuknya dengan pekerjaan, kamu jadi menyepelekan rutinitas makan. Padahal, makan tepat waktu begitu penting bagi metabolisme tubuh. Kalau kamu kekurangan energi, memangnya bisa menyelesaikan segala pekerjaan dengan beres? Jika hingga sekarang kamu masih terbiasa melakukan kebiasaan yang satu ini, sebaiknya mulailah diubah.

Kamu tidak bisa terus-terusan mengabaikan yang namanya sarapan, makan siang, atau bahkan melewatkan makan malam. Semua itu harus kamu atur sedemikian mungkin di tengah sibuknya aktivitasmu. Karena kalau dibiasakan, yang ada justru berdampak negatif bagi kesehatan tubuh. Apa lagi, kebiasaan buruk semacam ini bisa mengundang gangguan lambung dan berbagai penyakit. Kalau sudah begitu, yang ada justru menurunkan produktivitasmu bukan?

Hati-hati Lambungmu Bisa Bermasalah, Tentu Kamu Tak Mau Kan Kalau Sampai Kena Penyakit Lambung?

Pernah dengar yang namanya tukak lambung atau radang lambung? Ini terjadi karena lambung mengalami luka atau iritasi akibat tidak makan teratur. Luka semakin diperparah dengan cairan lambung yang ada pada mukosa lambung. Kamu wajib tahu, kondisi ini benar-benar bisa menyebabkan gangguan pada lambung dan saluran pencernaan. Dua organ tersebut tak akan berhenti bekerja walau tak ada asupan makanan. Gesekan antara dinding lambung yang akhirnya memicu radang. Biasanya penyakit ini ditunjukkan dengan gejala seperti rasa nyeri yang sampai ke ulu hati, biasanya akan terasa setelah makan.

Rasa Lapar Bisa Mendorongmu Jadi Kurang Produktif, Karenanya, Milikilah Jam Makan yang Teratur ya

Sering melewatkan jam makan nyatanya bisa menurunkan tingkat produktivitas seorang pekerja. Hal ini lantaran telat makan akan memberi dampak mengantuk dan mudah lelah pada tubuh sehingga ada penurunan dan gangguan pasokan glukosa pada otak. Padahal pasokan glukosa pada otak diperlukan untuk mengatur memori, konsentrasi, serta kinerja mental seseorang. Tapi saat tubuhmu lapar, organ tubuh menjadi tidak efisien dalam menjalankan “tugas” yang biasa dilakukan. Akhirnya, kamu akan lebih mudah merasa lelah, lesu dan selalu murung. Bahkan telat makan juga bisa memicu timbulnya gejala pusing dan sakit kepala.

Metabolisme Tubuhmu Ikut Terganggu Kalau Kamu Terbiasa Makan Terlambat

Metabolisme tubuh punya peran yang penting dalam membakar kalori yang masuk ke dalam tubuh dan mengubahnya menjadi energi. Uniknya, proses ini akan terus berjalan sekalipun tubuh sedang beristirahat. Hanya saja proses metabolisme akan terganggu kalau kamu terbiasa telat makan.

Saat telat makan, tubuh akan menyesuaikan diri dengan cara “menghemat” asupan kalori yang diolah. Kondisi ini kemudian memicu tubuh untuk menyimpan kalori sehingga proses pembakaran yang terjadi pun menjadi lambat. Alhasil, kamu mungkin akan merasa lemas, tak bertenaga, bahkan kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Karena Perut Kosong, Sewaktu-waktu Malah Memicu Kram

Ada sebagian orang yang memang sengaja melewatkan makan dengan keyakinan bahwa hal tersebut bisa menurunkan berat badan. Padahal anggapan itu ternyata sama sekali tidak benar dan sebaiknya tak diyakini.

Mengurangi makan memang membuat bobot tubuh menurun, namun hal tersebut malah bisa berbahaya bagi tubuh. Telat makan bisa memicu terjadinya Irritable Bowel Syndrome (IBS), suatu gangguan yang mengacu pada kumpulan gejala seperti luka lambung, kembung, hingga kram perut.

Kamu Juga Perlu Tahu, Hal Semacam Ini Bisa Mengganggu Jam Istirahat Tubuhmu

Telat makan ternyata juga bisa mengganggu jam istirahat tubuh. Salah satunya memicu tubuhmu mengalami insomnia alias gangguan tidur di malam hari. Hal ini lantaran nyeri di seputar perut karena telat makan bisa jadi pengganggu di malam hari dan tak membiarkan kamu terlelap.

Untuk menghindari hal tersebut, pastikan kamu untuk selalu makan sesuai dengan  waktunya. Meski harimu super sibuk, sempatkan untuk mengunyah setidaknya demi menjaga kinerja organ tubuh. Selain makanan, penuhi juga asupan tubuh dengan mengonsumsi vitamin dan multivitamin.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Presenter Andre Taulany Memilih Bungkam Atas Kasus yang Menimpa Sang Istri

Presenter dan artis komedi Andre Taulany mengungkapkan alasannya jika beberapa hari ini ia memilih diam. Ia memutuskan tak langsung memberi penjelasan di media sosial berkait postingan istrinya, Erin Taulany, yang kontroversial sehingga membuat dirinya dilaporkan ke polisi oleh pengacara bernama Muhammad Firdaus Oiwobo atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial terhadap calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“Daripada saya ikutan komentar, mending saya diam aja. Kan kita belum tahu bukti-buktinya,” ujar Andre, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (24/4/2019).

Tanpa penjelasan apa-apa kepada warganet yang tak terima dengan isi Insta Story akun Instagram bernama @erintaulany, mantan vokalis grup band Stinky ini tiba-tiba menyambangi Polda Metro Jaya. Andre mengaku bahwa ada dugaan akun istrinya itu diretas karena tak bisa diakses pada sekitar 20-an April 2019 dan merasa harus melaporkannya ke polisi.

“Saya mendampingi istri melaporkan ke sana (kantor polisi). Ada penyalahgunaanlah,” katanya. Namun, sebagian pihak sudah tersulut emosi karena postingan tersebut. Menanggapi kontroversi yang menerpa istrinya saat ini, Andre memberi jawaban bijak.

“Biasalah semua cobaan harus ada hikmahnya, kita hadapi aja, insya Allah baik-baik,” ucap Andre.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Cerita Korban Pemerkosaan dan Kepedulian yang Dibutuhkan dalam Film “27 Steps of May”

Harus diakui, jika isu tentang kekerasan seksual terhadap perempuan selalu menjadi topik yang sexy untuk dibahas. Barangkali, itulah yang juga dipikirkan oleh sutradara Ravi Bharwani yang kemudian melahirkan film terbarunya berjudul ’27 Steps of May’.

Sebelum tayang pada 27 April 2019 mendatang secara reguler, kamu perlu tahu jika film ini sudah berhasil melenggang di beberapa pagelaran film di beberapa negara. Seperti Cape Town Internasional Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, Bengaluru International Film Festival, dan Busan International Film Festival. Dan tak hanya itu saja, ‘27 Steps of May’ juga mendapat antusiasme yang cukup epic pada penayangannya di Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan Plaza Indonesia Film Festival.

Ravi Bharwani bercerita, setidaknya ia membutuhkan waktu selama kurang lebih lima tahun, untuk memproduksi film tersebut. Dan salah satu kesulitan yang dirasakan Ravi selama menggarap film ini adalah mengatur waktu dengan baik.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Ceritanya dimulai dari sosok remaja perempuan berusia 14 tahun bernama May (Raihaanun). Dirinya diperkosa oleh beberapa lelaki yang tak dikenal. Dan seperti yang sudah kalian bayangkan, selapas peristiwa itu, hidup May berubah.

Ada luka yang tak bisa ia jelaskan, sehingga membuatnya menutup diri dari dunia luar. Dan ternyata kesedihan tersebut juga dirasakan oleh sang ayah yang diperankan oleh Lukman Sardi. Pepatah ‘Hidup enggan mati tak mau’, barangkali jadi sesuatu yang menggambarkan bagaimana May dan sang Ayah kemudian menjalani hidupnya. Dua orang ini terjebak dalam sebuah kekacauan yang semakin hari semakin menyakiti hati. Bagaimana situasinya? Silahkan tonton sendiri ya.

Jika selama ini kita hanya bisa berucap ‘kasihan’ atau merasa ‘iba’ pada para perempuan yang jadi korban pemerkosaan. Film ini akan membawa kita memahami mereka lebih dekat. Bagaimana May mengemban semua trauma dan ketakutannya. Meski tak banyak mengumpar kata-kata, kemampuan akting Raihaanun jadi sihir magis yang kemudian membawa kita turut merasakan penderitaannya.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Selanjutnya, kita juga akan menyaksikan bagaimana perasaan seorang Ayah tatkala mendapati putirnya jadi korban atas perbuatan keji dari orang-orang yang tak dikenal. Dan untuk perihal ini, bisa kita pahami dari emosi yang ditunjukkan oleh Lukman Sardi. Tak bisa berbuat banyak, ia meluapkan emosi diatas ring tinju yang akhirnya memberinya luka setiap kali pulang ke rumah. Dari sini, kita tahu jika luka yang dirasakan oleh sang anak jadi luka yang berlipat ganda bagi orangtua.

Makna lain yang juga ditampilkan adalah, korban pemerkosaan atau mereka yang pernah menerima kekerasan seksua, tak bisa sembuh dalam waktu cepat. Semuanya butuh waktu dan upaya untuk meredam semua luka. Sebagaimana May yang menutup diri dan tak mau bicara bertahun-tahun lamanya. Jika harus digambarkan, film ini jadi salah satu perpanjangan lidah oleh mereka yang pernah mengalami hal serupa seperti yang dirasakan oleh May. Sekaligus jadi pengingat bagi kita orang-orang yang mungkin berada di dekat mereka.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Berdurasi 112 menit, film ini juga akan dibintangi Ario Bayu dan Verdi Solaiman. Dan sebelum penayangan resminya, ‘27 Steps of May’ sudah berhasil menyabet 3 penghargaan, yakni ‘Film Panjang Asia Terbaik’ (Golden Hanoman Award) di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, dan dua penghargaan lainnya diraih dalam Festival Film Tempo 2018 di kategori ‘Aktris Pilihan Tempo’ dan ‘Penulis Skenario Pilihan Tempo’.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Positif Pakai Narkoba,Yoochun JYJ Pensiun dari Dunia Hiburan

Pihak kepolisian Korea Selatan menyatakan penyanyi sekaligus aktor Yoochun JYJ positif mengkonsumsi narkoba setelah melakukan pemeriksaan bersama Hwang Hana. Seturut dengan munculnya kabar ini, pihak manajemen pun akhirnya buka suara.

Manajemen yang membawahi JYJ, C-Jes Entertainment, merilis pernyataan resmi soal Yoochun. Dalam pernyataannya tersebut, musisi yang juga aktor itu memutuskan untuk pensiun dari dunia hiburan. Berikut pernyataan lengkapnya:

Halo, ini C-Jes Entertainment.

Kami mengikuti semua investigasi dengan memegang kepercayaan soal klaim Park Yoochun yang mengaku tidak bersama. Namun kemarin, kami mengetahui dari pemberitaan bahwa pihak forensik menyatakan dirinya positif narkoba.

Saat sedang menunggu kabar baik dari investigasi dengan memberikan kepercayaan pada Yoochun, kami dihadapkan dengan pemberitaan seperti itu dan merasa sedih. Setelahnya kami memutuskan bahwa kami tak bisa lagi memberikan kepercayaan kepada Park Yoochun. Kami memutuskan untuk membatalkan kontrak dengan sang artis.

Seperti yang sebelumnya dinyatakan, Yoochun akan berhenti dari dunia hiburan, membatalkan semua jadwal mulai hari ini ke depan.

Kami memahami beratnya situasi ini dan merasa sangat bertanggung jawab. Kami akan memastikan peristiwa seperti ini tak akan terjadi lagi melalui regulasi dan perubahan kebijaksanaan yang ketat.

Sekali lagi, kami memohon maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top