Trending

Sedih Itu Ketika Banyak Yang Merayakan Hari Anak, Tapi Gagal Paham Hak Asasi Anak

Lini masa begitu riuh dengan perayaan hari anak ketika Tanggal 23 Juli kemarin. Sejak pagi harinya tagar #HariAnakNasional sudah menduduki trending topic di twitter dengan lebih dari 10 ribu cuitan. Google pun mengubah doodle logonya sesuai peringatan tersebut.

Namun sedihnya, di tengah riuhnya ucapan selamat hari anak itu, sepetinya masih sedikit yang menyinggung soal hak asasi anak. Bahkan mungkin hanya sedikit yang tahu tentang keberadaan hak yang satu ini.

Padahal seungguhnya hak anak tersebut usianya sudah sangat tua. Kala itu di tahun 1923, seorang perempuan bernama Eglantyne Jebb membuat pernyataan tentang hak-hak anak. Hanya berselang setahun setelahnya Liga Bangsa-Bangsa mensahkan pernyataan ini sebagai hak anak.

Di masa Perserikatan Bangsa-Bangsa, hak ini diumumkan pada tahun 1959. Sementara hari anak internasional sendiri baru disahkan pada tahun 1979. Jadi sesungguhnya perayaan hari anak itu jauh lebih muda dibandingkan kesadaran tentang hak anak.

Itu kenapa, memahami hak anak jelas sangat penting di tengah keriuhan perayaan seremonialnya. Lantas apa saja hak anak yang akhirnya dijadikan konvensi pada tahun 1989 dan kemudian diratifikasi oleh Indonesia itu?

Hak untuk BERMAIN

hak bermain

“Kamu jadi anak kerjaannya main melulu!” Sering mendengar kalimat sejenis dengan nada sinis dan kasar? Perlu kita pahami, menurut konvensi tersebut, sebelum seseorang berusia 18 tahun, memang sebagian besar hidupnya harus mendapatkan hak bermain.

Kita sebagai orang tua atau kakak justru harus mendorongnya untuk mengeksplorasi diri dan dunianya melalui bermain. Itu juga kenapa saat ini hari anak nasional sedang didorong untuk menjadi hari libur nasional, untuk mendukung semangat ini.

Hak untuk mendapatkan PENDIDIKAN

hak pendidikan

Sumber Gambar: Unicef

Percayalah kamu akan sedih sekaligus marah jika tahu fakta soal pendidikan anak di Indonesia. Setiap tahunnya, 1,5 juta adik-adik kecil putus sekolah. Data Mendikbud menyebut dari 100 persen hanya 80 persennya yang lulus sisanya putus sekolah. Itu pun dari 80 persen tadi hanya 61 persennya yang melanjutkan ke SMP. Angkanya lebih memprihatinkan lagi setelah tahu dari 61 persen itu hanya 21 persen yang masuk SMA dengan hanya 10 persen yang lulus SMA. Dan lalu kita mau bicara soal Pendidikan adalah hak anak?

Hak untuk mendapatkan PERLINDUNGAN

hak perlindungan

Sumber Gambar: Unicef

Kenapa kita begitu marah ketika mendengar kasus angeline kemarin? Ya, karena jauh dilubuk hati, kita percaya bahwa setiap anak berhak mendapat perlindungan. Sudahkah kamu, kita mampu melindungi anak, setidaknya orang-orang terdekat macam anakmu sendiri?

Hak untuk mendapatkan NAMA (IDENTITAS)

hak nama

Sumber Gambar: Unicef

Sulit membayangkan seseorang tanpa nama bukan? Tapi percayalah bahwa sebagian anak-anak kita masih sulit mendapatkan hak yang satu ini. Apalagi dalam bentuk persyaratan legal, karena masih banyak yang belum memliki akta kelahiran resmi. Sesungguhnya, ini juga termasuk tidak memberikan label buruk macam “si miskin”, “anak kampung”, “si pincang”, dan sejenisnya. Parahnya kita sering melihatnya dicontohkan di ranah hiburan sinetron kita kan?

Hak untuk mendapatkan status KEBANGSAAN

hak kebangsaan

Setali tiga uang dengan sebelumnya, pengakuan atas kebangsaan, kewarganegaraan ini juga diperoleh dari ketersediaan akta kelahiran tadi. Keadaanya makin rumit untuk anak-anak yang ayah dan ibunya datang dari dua kewarganegaraan yang berbeda.

Hak untuk mendapatkan MAKANAN

hak makan

Setiap orang tua wajib memberikan makanan kepada anaknya. Bukan terbatas hanya mengenyangkan perut tapi ini mencakup asupan yang bergizi. Nyatanya jumlah anak yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya masih tinggi.

Malah, masih banyak yang bekerja untuk keluarganya bukan hanya dirinya sendiri. Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional menunjukan dari total anak usia 10-17 tahun secara ekonomi aktif bekerja mencapai 2,77 persen. Kita tahu persis angka ini bisa membengkak jika melirik anak-anak dari usia balita sudah mengemis di jalan. Miris!

Hak untuk mendapatkan akses KESEHATAN

hak kesehatan

Sumber Gambar: Unicef

Ini juga jadi masalah serius, karena jangankan anak-anak, orang dewasa pun masih memiliki sejumlah keterbatasan dalam mengakses kesehatan di Indonesia. Apalagi kesehatan yang dimaksud disini tak hanya mencakup urusan fisik. Tapi termasuk pula urusan psikologi, mental, sosial hingga spiritualnya.

Hak untuk mendapatkan REKREASI

hak rekreasi

Pergi sejenak dari rutinitas. Ini jadi hak utama bagi anak. Tapi jangankan berpikir yang jauh, cobalah melirik yang dekat. Sudahkah kota-kota besar kita ramah terhadap anak? Berapa banyak fasilitas rekreasi yang diperuntukan bagi mereka? Seberapa sering sih kita lihat taman untuk sekedar mereka berlari-lari?

Hak untuk mendapatkan KESAMAAN

hak persamaan

Sumber Gambar: Unicef

Tidak boleh ada pembedaan terhadap anak. Baik itu karena latar belakang ekonomi maupun yang melekat seperti agama, ras, budaya dan suku. Tapi faktanya pembedaan itu masih terjadi. Apalagi di daerah-daerah yang rawan konflik, anak-anak terpapar aktif dengan pembedaan ini.

Hak untuk memiliki PERAN dalam PEMBANGUNAN

sayang orang tua

Anak adalah agen perubahan. Di tangan merekalah masa depan terletak. Karena itu sudah sepantasnya mereka punya peran lebih dalam gerak penentu laju kebijakan pembangunan bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemilu Sudah Terlewatkan, Mari Sudahi Ajang Kubu-kubuan

Hampir satu tahun terakhir, kita semua jadi saksi bagaimana pesta demokrasi melahirkan berbagai macam kejadian. Teman lama yang mendadak bermusuhan, adu pendapat yang jadi sumber pertengkaran, hingga saling ejek atas pilihan yang tak sesuai dengan hal yang kita lakukan.

Banyak drama yang sudah kita saksikan bersama. Gilanya fanatisme atas usungan kepala negara, sampai perselisihan hebat yang terjadi pada beberapa grup whatsApp keluarga. Serupa dengan para legislatif yang gagal mendapat suara, kita semua juga pasti sudah lelah menyaksikan ajang kubu-kubuan yang selama ini jadi tembok pemisah.

“Tujuh belas April lalu, jadi penentu. Siapa yang menang dan kalah”

Untuk itu seharusnya kita pun bisa kembali seperti semula. Tak lagi memblokir teman lama karena sering memberikan komentar negatif atas pilihan kita. Kembali menyapa tetangga, meski pilihan kita kalah dan pilihannya jadi juara.

Perlu diingat, jika tak ada satupun peristiwa yang mampu memisahkan kita semua sebagai saudara sebangsa. Pemilu itu pesta demokrasi, bukan ajang yang bertujuan untuk mencerai-beraikan kita dari hidup bermasyarakat. Setiap usungan kita tentu punya niat dan maksud, dan kita percaya jika perjuangan mereka adalah yang terbaik yang patut dipilih. Namun bukan berarti, orang lain harus bisa mengerti. Sebab, setiap kepala memiliki cara pandang yang berbeda. 

Ingat, Bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa menerima perbedaan yang lahir dari tiap kepala. Ketidaksukaan kita pada satu pihak tertentu, tak lantas jadi alasan untuk memaksakan kehendak pada teman lain yang belum tahu. Sebagaimana kita yang merasa berhak untuk memilih sesuatu, orang lain pun memiliki hak serupa untuk menyuarakan apa yang dirasanya perlu.

Selepas jari yang sudah berwarna ungu, setelah puas karena telah menggunakan hak suaramu, mari kembali bersatu. Sebagaimana gerai pakaian atau restauran yang tak membeda-bedakanmu menikmati diskon bersadarkan pilihan suara, ayo lupakan semua perbedaan dan pertentangan yang kemarin ada.

“Saatnya kembali menjadi Indonesia, yang meski berbeda-beda tapi tetap satu jua”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bus Terguling dan Tewaskan 29 Orang di Portugal

Sedikitnya 29 orang tewas setelah kecelakan bus turis yang mengangkut puluhan turis Jerman jatuh menggelinding di salah satu pulau di Portugal, Madeira. Kecelakaan terjadi pada pukul 18.30 waktu setempat, Rabu 17 April 2019 setelah pengemudi disebutkan kehilangan kendali kemudi di persimpangan dan tikungan yang jalannya tak mulus sebagaimana diberitakan kantor berita Portugal, Lusa.

Bus tersebut jatuh di jalanan di dataran tinggi, kemudian berguling dan menimpa atap rumah di pemukiman yang berada di area bawah.

“Saya sampai tak bisa berkata-kata atas kecelakaan fatal ini. Saya tak sanggup melihat penderitaan dan duka yang dialami korban,” kata Wali Kota setempat, Filipe Sousa.

Ia mengatakan seluruh turis dalam bus tersebut merupakan warga negara Jerman, namun tak menutup kemungkinan ada beberapa warga lokal diantara mereka. Korban tewas 11 orang lelaki dan 17 orang wanita, kemudian satu orang wanita lainnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, pemimpin pemerintahan daerah Madeira, Pedro Calado mengatakan, bus tersebut sebenarnya memenuhi standar keselamatan dan keamanan. Karenanya ia mengungkapkan, masih terlalu dini memastikan penyebab kecelakaan maut tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Aktris Senior Michelle Yeoh Dapat Peran untuk Sekuel ‘Avatar’

Sekuel film Avatar tengah digarap. Para kru film masih mencari pemeran untuk melengkapi peran di dalam film tersebut. Kabar terbaru menyebutkan giliran aktris senior Michelle Yeoh yang bergabung di kisah fiksi ilmiah tersebut. Melansir The Hollywood Reporter, Yeoh mendapat berperan sebagai ilmuwan bernama Dr. Karina Mogue. Ia akan beraksi di Pandora, tempat tinggal para makhluk berwarna biru yang disebut suku Na’vi.

“Sepanjang karirnya, Michelle selalu menciptakan karakter yang unik dan mudah diingat. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Michelle untuk melakukan hal yang sama di sekuel ‘Avatar’,” kata sutradara James Cameron.

Nama Yeoh sudah diakui sebagai aktris senior Internasional. Dirinya sudah terjun di dunia perfilman sejak tahun 1984 dimana sudah sekitar 47 film dan empat serial yang dibintanginya.

Beberapa penampilan yang paling diingat adalah ketika Yeoh tampil dalam film ‘Memoirs of a Geisha’ (2005) dan ‘The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor’ (2008). Terakhir, ia berperan sebagai Eleanor Young dalam ‘Crazy Rich Asians’ (2018).

Februari lalu, Cameron membenarkan judul-judul film sekuel Avatar yang sempat bocor pada November lalu. Di antaranya ‘Avatar: The Way of Water’, ‘Avatar: The Seed Bearer’, ‘Avatar: The Tulkun Rider’ dan ‘Avatar: The Quest for Eywa’.

“Saya tak bisa mengkonfirmasi ataupun membantah. Baik, begini yang bisa saya katakan. Judul-judul itu merupakan judul yang sedang dipertimbangkan. Dan belum ada keputusan akhir yang dibuat,” ujarnya beberapa waktu lalu. Cameron memang tengah bekerja keras menyelesaikan empat sekuel ‘Avatar’ yang rilis perdana 10 tahun lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top