Trending

Sedapnya Bisnis Kebencian: Kamu Yang Baku Hantam Mereka Yang Dapat Untung

Konten sara dan ujaran kebencian jadi olahan sedap bagi mereka yang suka pada perpecahan. Dan pemandangan ini adalah situasi yang sudah khatam kita nikmati pada dua tahun belakangan. Semua isu yang bernada sensitif memang bukanlah objek baik untuk dijadikan pembahasan.

Namun demi meraup keuntungan dari hal-hal yang sebenarnya bertentangan. Orang-orang dibalik layar Saracen justru menjadikan hal ini, sebagai sumber pendapatan. Jika kamu berpikir Saracen yang sedang hangat diperbincangkan adalah Panser beroda enak milik anggota militer Inggris, kamu salah.

Sebaliknya saracen adalah sebuah forum sindikat penyebar ujaran kebencian berisi SARA, yang minggu lalu berhasil diungkap oleh Bareskrim Mabes Polri. Dan setidaknya hingga kini sudah 3 orang tersangka yang berada dibalik layar, berhasil di ringku. Diantarannya Jasriadi, Muhammad Faizal Tonong, dan Sri Rahayu Ningsih.

Antara Pembaca Yang Kurang Piknik Dan Aktor Penggoreng Isu Yang Tak Sadar Bahwa Perbedaan Semakin Pelik

Di era pesatnya perkembangan teknologi ternyata tak mampu merubah kita sebagai individu yang bijak. Sebaliknya kebiasan malas untuk mencerna baik-baik sebuah informasi, ternyata semakin mengkerdilkan kita dalam hal memahami sesuatu. Itulah yang tercermin dalam dunia sosial media yang ada di tanah air dalam dua tahun belakangan. Segala hal yang bersinggungan dengan perbedaan, selalu berujung ricuh dengan pertentangan.

Tak paham jika diri sedang dijadikan wayang, kita malah berlomba untuk menyuarakannya lebih lantang. Membagikan konten-konten panas tanpa membaca isi didalamnya, hingga mengajak lebih banyak orang untuk berlaku sama. Padahal apa yang dibagikan, belum tentu benar. Sebagai manusia yang hidup di peradaban teknologi tinggi, harusnya kita tahu bahwa ada dalang yang sedang bersembunyi dibalik batu. Tapi nyatanya? kita tak tak tahu itu!

Pandai Membaca Situasi, Mereka Jadikan Kita Lahan Untuk Meraup Keuntungan

Semua kontent dan bahan yang berisi ujaran kebencian tentu telah melewati beberapa alur untuk tujuan tertentu. Dan hiruk pikuk pertentangan yang ada, dipandang sebagai lumbung padi besar untuk memperkaya mereka. Benar saja, mereka berhasil menyihir kita untuk percaya.

Tak tanggung-tanggung mereka memainkan peran dengan kelihaiannya. Hal ini dikuatkan dengan ditangkapnya ketiga pelaku utama Saracen. Dimana mereka adalah pasukan inti yang juga menaungi 800 akun lainnya. Group yang dibentuk pada laman sosial media naungan Mark Zuckerberg ini, ternyata berdiri sejak 2015 lalu. Dengan kata lain, mereka telah beroperasi selama 2 tahun terakhir.

Tak hanya itu dirinya juga cukup mahir untuk mengambil alih akun-akun milik kelompoknya. Jika salah satu akun ditutup, ia akan beralih untuk membuka akun baru atau mengambil alih kembali akun tersebut. Uniknya cara merekrut yang ia lakukan pun terbilang sederhana. Hanya dengan membuat kiriman bernada provokasi dan jika mereka yang bervisi sama dengan mudah ikut serta ke dalam grup tersebut.

Menganggap Diri Sebagai Yang Paling Benar, Justru Kita Sedang Dijadikan Alat Untuk Berjualan

Sebagai pengguna media sosial yang aktif, menemukan berbagai macam postingan yang bersifat sara bukanlah sesuatu yang baru lagi. Rasanya hal-hal seperti ini sudah jadi bagian dari pemandangan biasa. Mereka yang tak merasa sabar akan berteriak menyuarakan dengan berbagai cara, meski itu salah.

Sedang yang lain yang sedikit pintar dan punya kesabaran mungkin akan memilih diam dan menelaah sendiri kebenaran beritanya. Masalahnya sebagian besar masyarakat kita, rasanya suka sekali dianggap pintar meski nyatanya salah. Ketika kita sedang berkutat dengan opini masing-masing, mereka yang ada dibalik sana bisa saja sedang tertawa.

Dan Hanya Dengan Menyebar Kebencian, Mereka Sudah Jadi Jutawan

cara investasi

Tak hanya Jasriadi yang jadi punggawa, disisi lain pada bidang media informasi juga ada Muhammad Faizal Tonong yang punya peranan penting.

Dari beberapa kesaksiannya sejak di tanggal 20 Juli 2017 lalu di koja, Jakarta Utara. Ia adalah pembuat meme yang berisi SARA dan ujaran kebencian itu, untuk selanjutnya akan disebarkan oleh Sri Rahayu Ningsih yang juga telah ditangkap pada 5 Agustus 2017 lalu di Cianjur. Wilayah yang juga masuk dalam naungan tanggung jawabnya.

Dan untuk pertanyaan penting dari usaha mereka, kita tentu akan melongok kaget atas nilai fantastis yang mereka dapatkan. Karena kononproposal penawaran pembuatan kontent ujaran kebencian tersebut. Bareskrim menemukan nilai yang ditawarkan mencapai 75 juta hingga 800 juta rupiah. Meski pihak terkait belum bisa menafsirkan sudah berapa banyak keuntungan yang mereka dapatkan. Setidaknya nilai yang terungkap sudah cukup jadi bukti banyaknya keungungan yang telah berhasil mereka kumpulkan.

Lalu Bagaimana Kita Yang Ternyata Hanya Jadi Korban Atau Alat Pelancar Perpecahan?

fokus bekerja

Disamping itu sebagai alat yang dijadikan untuk menggencar perpecahan, kita justru tak dapat apa-apa. Padahal jika dipikir-pikir sebagai wayang yang digerakan kesana dan kemari, harusnya kita juga dapat bagian. Alih-alih mendapat bagian dari banyaknya peran yang sudah kita lakukan. Justru kita hanya dapat cacian dari banyaknya pihak yang punya pandangan tak sepaham. Kita memang bisa dijadikan telah jadi korban atas liciknya oknum dibalik saracen.

Tapi apa iya itu mereka satu-satunya pihak yang patut dipersalahkan? Rasanya tentu tidak! Kita mungkin bisa saja tak tergabung dalam bagian group yang mereka dirikan. Tapi bisa jadi kita penikmat atas kontent-kontent yang mereka bagikan. Dan untuk yang memang bodoh, mungkin akan termakan rayuan. Berbondong-bondong melakukan hal yang sama, dan menebar kebencian.

Jadilah Bijak Dengan Pemahaman Yang Benar, Karena Perbedaan Adalah Keberagaman Bukan Ajang Untuk Perpecahan

kaos kaki

“Ah ini bukanlah SARA, orang isi memenya lucu begini”

Salah satu pembelaan yang dilontarkan beberapa orang yang katanya berpendidikan, tapi tak paham atas apa yang sedang ia bagikan. Bukan bermaksud untuk menggurui, tapi nampaknya kita memang harus banyak belajar. Terlebih dalam menggunakan media sosial!

Sebagai pihak yang terlibat dan cukup sering membagikan kontent-kontent berisi SARA, tentu kita akan mengelak dan membenarkan diri. Dan benar saja, kita memang akan selalu jadi yang terbaik versi cerita kita. Kemudian beralih menyalahkan mereka yang punya pandangan tak sejalan. Ternyata kemajuan zaman dan teknologi dan serta merta menjadikan kita pintar.

Untuk itu kita memang perlu belajar bijak untuk setiap hal. Sebelum memberanikan diri untuk menyebar sesuatu hal yang memang bermakna sensitif. Cobalah untuk mencari tahu kebenaran informasinya.

Pada intinya semua pihak akan tetap merasa diri paling benar, atas pertentangan yang ada. Bahkan sering saling mengancam atas apa yang sedang diperdebatkan. Hasilnya kita yang baku hamtam, mereka yang dapat keuntungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lika-Liku Selingkuh, yang Perlu Kamu Tahu

Setelah banyaknya kasus selingkuh yang kerap dikaitkan dengan istilah ‘Pelakor’, beberapa orang menjadi was-was. Takut jika pasangannya dipikat atau terpikat oleh pihak lain. Padahal yang namanya selingkuh, itu tak hanya karena si penggoda saja. Lihat juga reaksi yang digoda, atau jangan-jangan pasanganmulah yang menggoda.

Jangan buru-buru sensi, buat bilang kalau si lelaki selingkuhan istrimu adalah brengsek. Atau perempuan yang konon merebut suamimu, kau cap murahan. Sekali lagi, selingkuh dilakukan dua orang dengan sadar. Tak ada yang bisa dibenarkan dan disalahkan. Agar tak terjebak dalam pemahaman yang salah, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang selak beluk penyelewengan yang melukai hati.

Kenali Dulu Siapa Dia, Sebab dari Hasil Penelitian Ada Orang yang Memang Gampang Selingkuh

Selingkuh itu merenggut kebahagian, dan memotong impian masa depan. Untuk itu, mendapati pasangan yang mendua jelas jadi sesuatu yang tak diinginkan kita semua. Nah, untuk membebaskan dari ancaman kejadian yang menyakitkan ini. Dari hasil beberapa penelitian, inilah beberapa jenis karakter orang yang disebut-sebut mudah sekali untuk selingkuh.

Apalagi Jika Dirinya Gemar Posting Foto Mesra di Sosial Media

Dikutip dari laman Tirto.id, Gwendolyn Seidman, seorang profesor psikologi pada Albright College, yang mempelajari relationship dan cyberpsychology menyatakan bahwa saat ini banyak pasangan yang merasa perlu menampilkan hubungan percintaan mereka di media sosial. Bukan benar-benar bahagia, pasangan yang gemar memasang foto mesra, bisa jadi sedang menyembunyikan masalah hubungannya.

Dan Jika Suamimu Mendadak ‘Bernafsu’ Bisa Jadi Ia Sedang Selingkuh

Tanpa bermaksud untuk mengajakmu tak percaya pada suamimu. Namun, perubahan yang signifikan perlu untuk dicurigai. Coba perhatikan lagi, bagaimana ia bersikap sebelumnya. Masih serupa atau mendadak berbeda. Bahkan, dari hasil penelitian. Suami atau pasangan yang sedang berselingkuh, konon akan lebih bernafsu bercinta dari hari-hari biasa. 

Itulah Sebabnya, Hasil Studi Bilang : Tukang Selingkuh Berpotensi Meninggal Lebih Cepat dari Dia yang Setia

Untuk kamu para pelaku yang kerap berselingkuh, hati-hat saja nih. Pasalnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dan diterbitkan dalam Jurnal Of Sexual Medicine oleh University Of Florence, Italia menyebutkan, kebiasaan selingkuh terbukti membuat usia lelaki lebih cepat meninggal dibandingkan laki-laki yang setia.

Tapi Selalu Ada Alasan, yang Memicu Seseorang Selingkuh dari Pasangannya

Percayalah selingkuh selalu jadi awal atas segala kerhancuran hubungan dengan pasangan. Namun, kalaupun harus ditelisik lebih dekat, faktor pemicu yang akhirnya membuat seseorang selingkuh jelas sangatlah beragam. Untuk itu, sekelompok ilmuwan punya penjelasan menganai alasan seseorang menyeleweng dari pasangannya. Berikut ini adalah beberapa alasannya.  

Lalu Jika Sudah Selingkuh, Pantaskah Ia Kembali Lagi Padamu?

Jadi momok yang selalu ditakutkan dalam hubungan, tak seorang pun ingin hubungannya berakhir karena perselingkuhan. Tapi, perjalanan cerita cinta selalu datang dengan berbagai macam kejutannya. Jika “selingkuh” tiba-tiba jadi prahara, kita tak selalu bisa menolaknya. Untuk bisa mempertimbankan apakau dirinya layak diterima lagi atau tidak, kamu bisa membacanya disini.

Sebagai Pelajaran yang Akan Menguatkan, Mari Berbenah Diri dari Sakit Hati Karena Diselingkuhi

Tak bisa memilih cerita hidup, beberapa orang bernasib sial karena pernah menjadi korban perselingkuhan dari seseorang yang mungkin disayang. Tapi nasi sudah menjadi bubur, segala bentuk sakit hati yang tak bisa dihindari. Ada beberapa pelajar yang bisa kamu jadikan acuan untuk terus bangkit dari sakit hati, karena diselingkuhi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sederet Alasan, Mengapa Seseorang Selingkuh dari Pasangan

Percayalah selingkuh selalu jadi awal atas segala kerhancuran hubungan dengan pasangan. Namun, kalaupun harus ditelisik lebih dekat, faktor pemicu yang akhirnya membuat seseorang selingkuh jelas sangatlah beragam. Untuk itu, sekelompok ilmuwan punya penjelasan menganai alasan seseorang menyeleweng dari pasangannya.

Dan dari hasil temuan tersebut, sebagaimana yang dilansir dari Brightside.me, ada beberapa alasan yang bisa membuat seseorang berselingkuh. Berlaku untuk setiap orang, termaksud mereka yang hubungannya terlihat mesra. Sebab mereka juga berpotensi untuk tergoda oleh orang ketiga.

Keintiman Memudar dan Tak Tahu Bagaimana Caranya Mengembalikan

Bayangkan, kamu akan bertemu dengan orang yang sama setiap hari. Dari sejak kamu membuka mata hingga tertidur pada malam harinya. Bosan itu manusiawi, tapi jika hal tersebut justru merubah kalian berdua sampai kehilangan keintiman. Jelas bisa berbahaya. Tak mamu untuk menciptakan suasana yang bisa membawa kalian dalam percakapan hangat, jadi kemungkinan yang bisa menghantar hubungan pada perselingkuhan, yang bisa berakhir pada perceraian. 

Seks sering disebut-sebut sbagai salah satu hal yang dicari oleh lelaki yang berselingkuh dari pasangannya. Padalah, pada buku The Truth on Cheating, konselor pernikahan Gary Neuman mengatakan bahwa 47% klien lelakinya yang berselingkuh mengaku tak memiliki keintiman emosional dengan pasangannya. Dan kian sulit untuk bisa dideteksi, karena laki-laki tidak suka menunjukkan perasaan mereka. Padahal, banyak perempuan yang sangat menginginkan agar pasangan prianya memiliki perasaan terbuka.

Merasa Tak Dihargai Oleh Pasangan Sendiri

Percaya atau tidak, sebagian besar lelaki menginginkan eksistensi dan penghargaan atas apapun juga. Akan jadi cerita buruk, jika ternyata sang istri berperilaku dengan sesuka hati tanpa berpikir bagaimana perasaan sang suami. Entah dari perkataan, sikap, perbuatan, dan hal lain dalam interaksi serta hubungan berdua.

Laki-laki akan merasa dilukai tatkala istrinya memandang rendah pekerjaannya, hanya karena si istri punya penghasilan yang lebih besar, misalnya. Rasa rendah diri atas sikap seperti ini akhirnya melahirkan sakit hati yang kemudian memicunya untuk mencari perempuan lain yang bisa menghargai dirinya seperti keinginannya. Dan bisa terjadi juga sebaliknya, perempuan selingkuh karena tak merasa dihargai oleh suaminya.

Berkurangnya Romansa dan Gairah Tiap Kali Ingin Bercinta

Yap, tetap mempertahankan romansa cinta seperti awal menikah memang susah. Geliat bercinta dan emosi bisa pudar seiring bertambahnya usia. Tapi, hal yang perlu dan baiknya tetap ditumbuhkan keterbukaan perihal kehidupan seks pada pasangan kita. Karena kalau tidak, pasanganmu bisa pergi dan mencari kebutuhan jasmaninya di luar.

Hal ini dibenarkan oleh survei dalam buku berjudul The Normal Bar oleh Chrisianna Northrup, Pepper Schwartz, dan James Witte. Katanya, kurangnya emosi, hilangnya geliat romansa, serta kehidupan seks yang membosankan menjadi alasan bagi 70% pria dan 49% wanita memutuskan untuk berselingkuh dari pasangannya. Menariknya, orang-orang dalam surveri tersebut mengaku memiliki kehidupan yang bahagia secara umum. Tak ada masalah atau skandal lainnya.

Waktu yang Tadinya Dipake Berdua, Direnggut Oleh Sosial Media

Mewabahnya tren sosial media, memang memberi dampak tersendiri bagi hubungan. Lelaki yang sibuk pada games di ponsel pintar atau perempuan yang terus berselancar pada timeline Instagram. Kadang perempuan lupa, bahwa ada pasangan yang perlu disambut ketika pulang kerja. Begitu pun sebaliknya, laki-laki lupa kalau istrinya pun butuh waktu berdua untuk tetap menghidupkan rasa.

Maka jika salah satu pasangan sudah terjebak pada aktivitas dunia maya yang berlebihan, kemungkinan selingkuh akan meningkat. Sementara kamu sibuk denga gadgetmu, lelakimu mungkin akan sibuk mencari perempuan yang bisa menggantikan peranmu.

Salah Satu atau Masing-masing, Terlalu Sibuk untuk Bekerja

Kecintaan terhadap pekerjaan dan alasan lain, seringkali membuat seseorang lupa. Bahwa selain mengumpulkan pundi-pundi rupiah, ada pasangan yang juga membutuhkan dirinya. Perjalanan bisnis atau kebohongan yang disengaja, jadi celah paling banyak yang dimanfaatkan oleh lelaki untuk menyeleweng dari pasangan.

Sedangkan perempuan, biasanya akan berselingkuh di tempat kerja, pada rekan yang biasanya dekat dan bisa memahaminya. Dan, tahun 6 hingga ke 9 konon jadi tahun paling rawan atas perselingkuhan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Dari sini kita belajar, bahwa manajemen waktu antara bekerja dan pulang ke rumah menikmati kebersamaan dengan pasangan bisa jadi salah satu penekan keinginan selingkuh dari pasangan.

Mendapat Pengaruh dari Luar Diri

Yap, circle pertemanan memang kerap disebut-sebut sebagai pembentuk karakter seseorang. Walau sebenarnya kita tetap jadi pihak terkuat yang bisa menentukan akan jadi seperti apa kita kelak. Kita cenderung bersikap sebagaimana beberapa teman kita bersikap.

Bahkan dalam sebuah polling anonim, lebih dari 75% laki-laki yang melakukan hubungan badan dengan perempuan yang bukan istrinya mengaku terpengaruh karena teman-temannya juga melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, orang sekitar bisa jadi pemicu yang mendorong seseorang untuk selingkuh.

Selingkuh, Sudah Jadi Kebiasaan yang Mendarah Daging Baginya

Percayalah, persentase seorang peselingkuh berubah sangatlah sedikit. Jadi, jika sudah pernah ketahuan satu kali selingkuh, kemungkinan besar akan melakukan hal serupa di hari berikutnya. Sebab, selingkuh itu memberi efek ‘nagih’. Ada sensasi berbeda yang dirasa ketika berhasil menaklukkan banyak perempuan, jika ia adalah seorang lelaki. Pun begitu sebaliknya.

Maka jika sedari pacaran saja, kamu sudah tahu ia adalah ‘tukang selingkuh’. Sebaiknya pertimbangkan niatmu untuk terus bersamanya. Karena sifat tersebut, mungkin sudah jadi tabiatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top