Tips

Sebenarnya Wajah Jutek yang Kupunya Ada Penjelasan Ilmiahnya

Walau sedang baik-baik saja, ada saja orang yang berpikir jika aku sedang marah. Manusia memang terlalu mudah untuk menebak kepribadian seseorang. Cukup hanya dengan melihat penampilan saja, lantas dengan enteng menyimpulkan.

Jadi begini, kukatakan padamu meski sering mendapatiku dengan ekspresi yang memang tak ramah bukan berarti aku sedang marah.

Aku ini hanyalah salah satu dari sekian banyaknya manusia yang bernasib serupa. Ya, ini bukan salahku, bukan salah ayah dan ibuku. Sebab aku mungkin jadi salah satu orang yang kadang merasa beruntung, mengalami Resting Bitch Face (RBF) yakni sebuah sindrom yang ditandai dengan ekspresi natural yang sering dipersepsikan seperti orang yang tidak tertarik, tak peduli, atau bitchy.

Sering Dipikir Sedang Marah, Padahal Memang Beginilah Wajah Asli yang Kupunya  

“Kamu lebih terlihat cantik saat tersenyum”

Jadi penyataan yang sudah sering kali kudengar. Hah, kalau bisa jujur aku pun ingin berlaku demikian. Nah untuk itu, saat ini ada sesuatu yang ingin kusampaikan. Dan berharap ini bisa menjelaskan.

Dari data yang didapat oleh beberapa para peneliti sudah mengonfirmasi bahwa RBF kini bisa diukur dengan serangkaian tes diagnostik. Riset ini dilakukan di Nordus Information Technology, Jason Rogers dan Abbe Macbeth menganalisa lebih dari 10.000 ekspresi yang dipindai menggunakan FaceReader.

Mereka menuturkan bahwa ada fakta, jika ekspresi rata-rata manusia terdiri dari 97 persen ekspresi alami dan tiga persen ekspresi emosi. Dan sebagai salah satu pecobaannya, mereka memindai wajah Kristen Stewart yang mungkin terlihat serupa dengan wajah yang kupunya. Iya, serupa juteknya maksudnya.

Mereka menemukan sebuah duri dalam emosi mereka, sebuah faktor X di balik raut wajah yang diyakini jadi penyebab mengapa kami ini susah terlihat ramah.

Kerap Sulit Mencari Teman Karena Dianggap Tak Bisa Beradaptasi dengan Benar

Seolah tak puas dengan perkataan yang menganggap kami ini tak tak bisa bersikap ramah, hal lain yang sering datang adalah kesulitan mencari teman. Belum lagi mencoba berteman lebih dekat, kalian kerap berpikir bahwa kami ini tak baik dijadikan teman.

Nampaknya, kalian memang lupa bahwa penampilan luar kadang tak menjadi alasan untuk menilai sisi dalam hati seseorang. Aku memang tak bisa terlihat ramah dengan senyum yang mempesona. Tapi bukan berarti pula diriku tak bisa membuka diri untuk berteman.

Atau Dicap Sebagai Orang yang Suka Menghakimi, Padahal Hanya Berujar Sesuai dengan Hal yang Diyakini

Untuk menilai seseorang, kita memang harus jujur. Tak ada yang perlu ditutup-tutupi. Jika memang tak suka ya sudah katakan saja. Dan pengalamanku yang kerap menerima tudingan-tudingan tak berdasar yang bilang bahwa aku bukanlah orang yang baik dijadikan teman. Membuat aku terbiasa berkata serupa. Namun tetap dengan pemahaman yang kupunya.

Kalian mungkin akan sering sakit hati, atas ujaran yang selalu kusampaikan dengan jujur. Walau akan terdengar menyakitkan, yang penting aku sudah katakan dengan jujur tanpa ada kepura-puraan.

Sialnya Lagi, Aku Sering Dipaksa Tersenyum Oleh Orang-orang yang Tak Bisa Memahami

“Senyum dong, nah gitu kan cantik!”

iya-iya cantik, tapi jika ternyata tak nyaman. Bagaimana dong pemirsah?

Dari banyaknya orang yang ada di lingkungan pertemanan, hanya sedikit mereka yang bisa memahami isi hati. Selebihnya kerap berujar sesuka hati.

Salah satunya, memaksaku tersenyum hanya karena berpikir wajahku tak terlihat ramah sama sekali. Padahal ini bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, murni karena memang beginilah situasinya.  

Dianggap Tak Punya Selera Humor, Sebab Jarang Tersenyum Meski Sedang Ngobrol Ngalur Ngidul

Kejadian berikut, jadi hal lain yang kadang memaksa diri untuk meratapi nasib sejenak. Bukan tidak mau bersyukur dengan raut wajah yang kupunya, hanya saja jika bisa sedikit lebih terlihat ramah mungkin situasinya akan berbeda.

Dan akan lebih terasa sulit jika ada momen-momen tertentu yang kadang memaksaku untuk tertawa, namun terlihat seperti dipaksa. Sebab disaat orang lain sudah mengeluarkan gelak tawa yang cukup bahagia, aku hanya bisa tersenyum tipis mengikuti irama bahagia yang ada.

Meski akhirnya gagal juga.

Tidak Bisa Banyak Bergaya, Disegala Situasi Raut Wajahku Akan Tetap Sama

Tuntutan lain yang sering membuat kami ini merasa semakin jatuh, tatkala diminta untuk berekspresi lewat raut wajah. Dan meski sedang dihadapkan dalam berbagai macam situasi, entah itu bahagia, kecewa,bersedih atau tertawa. Ekspresinya masih akan tetap sama.

Ini bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, konon budaya sekitar hingga faktor genetis dipercaya jadi sesuatu yang memicunya. Tak bisa berbuat banyak, meski sudah berkali-kali menjelaskannya, masih ada saja orang yang tak bisa memahaminya.

Dan untuk kamu yang mungkin bernasib sama, kamu bisa mengirimkan artikel ini untuk menjawab mereka. Iya mereka yang kerap bertanya, kenapa wajahmu selalu terlihat marah.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Brad Pitt dan Charlize Theron Dikabarkan Menjalin Hubungan

Dua tahun pasca, prahara rumah tangganya usai dengan Angelina Jolie. Aktor Brad Pitt dikabarkan tengan berkencan dengan aktris peraih Piala Oscar, Charlize Theron. Konon, keduanya bertemu karena dikenalkan oleh mantan tunangan Theron, yakni Sean Penn.

Dilansir dari The Sun, keduanya mulai terlihat menjalin hubungan usai Natal tahun lalu. Dengan kata lain, ini akan jadi hubungan serius pertama yang Pitt jalani usai berpisah dengan Jolie pada tahun 2016 lalu.

Masih dari laman yang sama, seorang sumber mengatakan jika  “Mereka sudah saling ketemu hampir sebulan ini. Mereka awalnya berteman biasa, ironisnya dikenalkan oleh Sean, tapi kemudian hubungan keduanya mulai semakin dekat.”

Maka tak heran, jika akhir pekan minggu lalu, keduanya tampak bersama usai pemutaran film yang berbeda pada Sabtu malam. Dimana Brad Pitt pergi menonton “If Beale Street Could Talk” di sebuah rumah pribadi di Hollywood Hills. Karena dirinya menjadi eksekutif produser. Sedangkan Theron menjadi salah tamu istimewa di pemutaran film “Roma” di Chateau Marmont, LA.

Selepas menghadiri acara masing-maing, Brad terlihat datang untuk menemui Chateu. Berganti baju dan bergabung duduk di salah satu sudut bar bersama dengan Charlize. Terlihat jika Charlize minum vodka sementara Brad minum air putih.”

Namun hingga saat ini, perwakilan Brad Pitt masih enggan untuk berkomentar tentang kabar ini.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top