Community

Sebelum Drama Korea, 10 Drama Jepang yang Pernah Jadi Primadona

Kamu generasi 90-an pasti nggak asing lagi dengan adanya animasi Jepang dan drama Jepang yang dulu sempat menjadi primadona. Ya meskipun kini sudah sedikit digeser oleh ketenaran drama Korea sih. Masih ingat nggak kamu dengan 10 drama Jepang yang sempat merajai televisimu di masa lampau ini?

1. Drama Oshin

Drama Oshin merupakan salah satu drama Jepang yang paling fenomenal dan ikonik. Drama ini sendiri terdiri dari 249 episode. Meski kisahnya sangat panjang, namun nyatanya drama ini tak hanya laris di Indonesia, namun juga di beberapa negara lainnya. Kisahnya menceritakan tentang kisah perjalanan hidup yang memiliki nuansa sejarah.

2. Drama Tokyo Love Story

Drama ini diperankan oleh Szuki Honami dan Oda Yuji. Drama ini memang termasuk sangat lawas, namun nyatanya banyak generasi 90-an yang jatuh cinta dengan kisahnya. Drama ini mengisahkan alergi percintaan Rika dan Kanji. Kehidupan keduanya dalam drama ini benar-benar bisa mengaduk-aduk hati penontonnya.

3. Drama Long Vacation

Siapa yang masih ingat dengan drama lawas yang satu ini? Masak sih dulunya kamu nggak jatuh cinta dengan drama ini? Kisah yang ada dalam drama ini termasuk anti mainstream sehingga membuat banyak orang tak mau ketinggalan kisahnya.

4. Drama 101 Marriage Proposals

Drama ini merupakan kisah Beauty and the Beast versi Jepang. Kisah dalam drama ini tak mudah ditebak sehingga kamu tak akan ingin ketinggalan untuk mengikuti kisahnya. Saking suksesnya, drama ini juga ada re-make nya versi Korea dan Tiongkok loh.

5. Drama Ordinary People

Drama ini menceritakan tentang persahabatan lima orang yang penuh dengan dilema dan romansa. Pasti kamu juga masih ingat kan dengan drama yang mampu membuat banyak orang terpana dengan kisahnya ini?

6. Drama Anchor Woman

Kisah dalam drama ini tentang dinamika kehidupan keluarga seorang presenter berita sukses yang berusaha beradaptasi dengan anak tirinya, begitu pula sebaliknya. Kisahnya sangat menarik hati dan nggak bakal bikin kamu bosan.

7. Drama Friends

Drama yang satu ini memang bukan drama yang murni dari Jepang. Karena pada kenyataannya drama ini lahir dari kerjasama antara Jepang dan Korea. Drama ini bukan drama yang receh loh. Artis yang memerankannya saja merupakan bintang paling bersinar pada masanya, yaitu Kyoko Fukada dan Won Bin.

8. Drama Great Teacher Onizuka

Drama ini mengisahkan petualangan seorang guru antimainstream dalam menakhlukkan kelas yang berisi anak-anak bermasalah. Karena kepopulerannya, Indonesia juga samai membuat sinetron yang kisahnya menyerupai drama ini.

9. Drama One Litre of Tears

Kamu pasti bakal dibuat nangis sesenggukan saat menonton drama ini. Drama yang satu ini memang cukup menguras emosi dan air mata. Wajar saja karena kisahnya adalah tentang perjuangan Aya Kito yang divonis nggak akan hidup lama.

10. Drama Forbidden Lovers

Drama ini mengisahkan tentang cinta terlarang yang terjadi antara murid dengan guru perempuannya. Kisah cinta keduanya dipenuhi dengan suka dan duka, namun untungnya tetap memiliki akhir yang bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top