Feature

Sebagai Pasanganmu Jelas Aku Cemburu Bila Kau Chat Mantanmu

Ada sesuatu yang belakang membuatku tak tenang. Kekasih yang selama ini bersamaku, terlihat memberi perhatian pada seseorang dari masa lalu. Dari obrolan biasa yang katamu tak berarti apa-apa, hingga senyummu tiap kali sedang membalas chat darinya, jelas membuatku marah.

Bukannya tak percaya pada kamu yang kucinta, tapi kisah lama yang pernah ada, bisa saja bangkit dan menggodamu semaunya. Maka sebagai seorang pacar, ada rasa tak enak melihatmu chat dengan dia yang tiba-tiba datang untuk menyapamu.

Perempuan Itu Pecumburu Sayang, Bersikaplah Bijaksana dengan Tak Perlu Mengungkit Kisah Lama

Kamu memang tak menutupi, bahkan memberitahuku jika ia kembali menyapamu. Awalnya kupikir itu adalah sesuatu yang biasa, hanya sekedar bertanya kabar biasa. Hingga akirnya, ada tanda yang mulai membuatku curiga. Senyummu berbeda, lain dari biasanya.

Terlihat nyaman untuk membalas pesan. Ponsel yang sebelumnya jarang kau pegang setiap kali berdua, mendadak tak bisa lepas dari genggamanmu barang sebentar saja. Untuk itu, kali ini harus kuakui jika aku mulai cemburu pada perempuan itu. Melihatmu tersenyum karenanya, membuatku merasa ada sesuatu yang ia ambil dari kebersamaan kita.

Apapun Alasannya, Aku Tentu Tak Suka Jika Kau Membagi Tawa dengannya 

“Hanya mengenang cerita zaman kuliah saja kok, tak lebih” Katamu dengan wajah datar tanpa rasa bersalah. Padahal, seharusnya kamu paham. Nada suara meninggi yang aku sampaikan adalah bentuk lain dari rasa tak senang.

Tak mau protes dengan semua kenanganmu dengan dia di masa silam. Namun, sebagai seorang pacar, harusnya dirimu paham. Bagaimana menjaga hati pasangan yang benar. Menceritakan kisah masa lalumu tentu adalah sesuatu yang kusuka, tapi jika isinya hanya tentang kamu dan si dia, tentu saja aku tak mau mendengarnya.

Berhenti membagi tawa dengannya, aku tak rela jika kamu merasa bahagia karena dia, bukan karenaku yang kini jadi pilihanmu.

Sebagaimana Aku yang Selalu Menghargaimu, Cobalah Lakukan Hal yang Sama Kepadaku

Dengan segala hal yang sudah kita lalui bersama, tentu dirimu paham. Bagaimana besarnya rasa sayang yang selama ini aku miliki. Tak pernah memintamu untuk mencintaiku dengan porsi yang lebih. Aku hanya berharap, dirimu bisa mencintaiku dengan cara yang sama. Meski pada kenyatannya kamulah yang bisa menentukan.

Kau dan dia pernah saling cinta, saling tertawa dan berbagi bahagia bersama. Itulah kenapa, aku merasa tak nyaman tiap kali melihatmu berkirim pesan dengan dia. Bukan ingin menjadikanmu sebagai sosok yang jahat, aku hanya sedang berusaha mengingatmu. Sebelum nanti kau kembali memberi hatimu pada dia yang datang dari masa lalu.

Melihatmu Begitu Membuat Hatiku Gaduh, Khawatir Jika Ia Akan Merebutmu Dariku

Dengar sayang, setiap perempuan punya intuisi yang tinggi. Aku bisa merasa, jika ada sesuatu yang berjalan dengan tak semestinya. Pun begitu dengan aktivitas chat dengan mantanmu itu. Maka meski katamu kalian berdua hanya membahas obrolan biasa, di mataku hal macam itu selalu jadi celah yang bisa saja dipakainya untuk merebut hatimu lagi. Tak mau kehilanganmu, apalagi harus berbagi hati dengan perempuan itu.

Kalian Mungkin Hanya Bertanya Kabar Lewat Pesan, Tapi Dimataku Itu Adalah Sebuah Ancaman

Harus kuakui, sedari awal hubungan kita. Aku tak pernah merasa butuh mengawasi untuk urusan sosial media atau pesan yang kau terima entah dari siapa. Tapi, ketika tahu ia adalah mantan pacarmu, ada rasa tak tenang yang mendadak menghantui pikiran. Tak perduli apa yang ingin kalian bicarakan, kupikir kamu harusnya paham batasan. Bagaimana kamu harusnya bersikap dengan mantan pacar dengan kewajiban untuk menjaga perasaanku sebagai pacarmu.

Semua Ini Kusampaikan Karena Aku Mencintaimu dan Kuharap Berhentilah Membuatku Cemburu

Tahu jika sang pacar tengah menjalin komunikasi yang intens dengan mantannya, selalu jadi ketakutan tersendiri pada setiap pasangan. Itulah yang juga aku rasakan sekarang. Kehadirannya yang tiba-tiba menyapamu lewat chat, seolah jadi senjata tajam yang pelan-pelan memasuki tubuhku. Ada luka yang ia buat, sehingga aku selalu merasa tak siap jika nanti akan kehilanganmu.

Merasa tak rela jika ia akan merebutmu dariku, berhentilah untuk berbagai pesan dengan dia yang sudah jadi mantan kekasihmu. Dengan begitu, perempuan yang kau panggil pacar ini tak lagi butuh khawatir setiap kali melihatmu membuka pesan. Ya, kuharap itu bukan lagi dari si mantan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perihal Jodoh, Jangan Pernah Memaksa atau Merasa Terpaksa

Tak pernah tahu cintamu akan berlabuh kepada siapa, jodoh selalu jadi misteri dan sulit diterka. Dan dari sekian banyak rasa bahagia atas cinta, mendapat balasan rasa yang sama adalah hal paling istimewa. Itulah mengapa, orang-orang kerap berpendapat jika jodoh adalah tentang menerima dan diterima.

Bukan tentang seberapa besar cinta yang ada, bukan tentang seberapa kuat kamu menjaga dan menahannya agar tak kemana-mana. Jodoh itu perihal rasa menermukan dan berjanji untuk tetap tinggal, bukan memaksa dan dipaksa agar tetap dan akan selalu bersama.

Mencintai dan Dicintai Jauh Lebih Bermakna Dibanding Memaksa atau Dipaksa

Jika kamu adalah pihak yang memaksa, bayangkan kamu ada berada di posisinya. Terpaksa melakukan sesuatu yang dipaksa hingga akhirnya merasa tersiksa dan merana. Tak akan menjadi sesuatu yang baik, memaksa seseorang hanya akan melahirkan luka.

Luka untuk kita karena ternyata ia tak pernah cinta, dan luka untuk dirinya yang selama ini ternyata hanya pura-pura cinta. Carilah ia yang bisa menerima, mau membalas rasa dan bersedia untuk saling mencintai tanpa diminta.

Bahkan Meski Tetap Bersama, Situasi Tersebut Tak Akan Merubah Perasaan yang Ada

Ya, dia yang kau paksa untuk terus menjadi pacar, bisa saja tetap tinggal. Tubuhnya memang dekat denganmu, tapi hatimu kemungkinan besar tak ada untukmu. Meski katanya bersama bisa menumbuhkan rasa, jika sedari awal saja ia sudah tak nyaman tapi tetap kau paksa. Jelas tak akan merubah apa-apa.

Buka mata dan lihat bagaimana responnya, meski kamu bahagia bersamanya. Bisa jadi ia justru sedang berjuang agar lepas dari perasaan yang kian menyiksa. Mendekapnya lebih kuat bisa jadi bukti sayang, tapi jika yang didekap tak menginginkan, dekepan tersebut bisa jadi bumerang. Membunuhnya atau membunuhmu pelan-pelan.

Karena Sesuatu yang Dilakukan dengan Rasa Tak Suka Pada Akhirnya Akan Sia-sia

Tak peduli sekuat apa kamu bertahan, jika memang dia tak ditakdirkan untuk berjodoh ia akan pergi jua. Karena cinta itu tentang bagaimana kita berupaya untuk saling mempertahankan. Saling membuat pasangan senang, dan saling memberi semua rasa walau tak pernah diminta.

Bersama bukan tentang berdua dalam waktu yang lama. Jika diawal saja sudah tak ada ketertarikan, ia akan pergi walau tak kau lepaskan. Jadi, memaksa seseorang untuk mencintai kita hanya buang-buang waktu saja. Untuk itu tak perlu kau lakukan, walau ia adalah sosok yang selama ini kamu harap-harapkan.

Jangan Habiskan Waktu dengan Sesuatu yang Akhirny Sudah Kau Tahu

Atas nama harapan, kita memang sering menutup mata atas segala kemungkinan yang sebenarnya bisa dibaca diawal. Sudah tahu perempuannya tak suka, tapi masih diharapkan. Sudah tahu lelakinya tak tertarik, tapi masih juga berupaya untuk menarik perhatian.

Kamu memang bebas menentukan apa saja, tapi memaksa seseorang untuk cinta jelas tak baik untuknya. Menghabiskan waktu untuk sebuah upaya yang sia-sia. Tak perlu menunggu lama, seharusnya kamu sudah tahu akan bagaimana hasilnya.

Sebab Sosok yang Bijak, Tahu Kapan Akan Setuju dan Berkata Tidak

Bergeser sedikit dari pihak yang doyan memaksa, kali ini tempatkan diri sebagai sosok yang dipaksa. Bukannya tegas untuk menolak, yang kamu lakukan justru mengisyarakatkan harapan untuk si dia. Berhenti untuk membuatnya percaya jika kamu cinta, berubah lah bijak untuk bisa menolak dan berkata tidak jika memang tak suka. Tak hanya kamu yang akan terganggu atas sikapnya, ia pun akan kecewa karena selama ini dirimu ternyata tak pernah benar-benar suka.

Kamu Berhak Bahagia Tapi Juga Tak Bisa Memaksa

Tentang jodoh yang kita mimpikan, jelas adalah kebahagian yang selalu diharapkan. Bagaimana sosoknya, bagaimana ia bisa memberikan cintanya, hingga hal-hal lain yang mungkin sedang kita idam-idamkan. Punya kesempatan serupa, siapapun kamu dan dimanapun dirimu. Kamu selalu berhak untuk mencintai dan dicintai, bahagia yang tertawa, serta memberi hatimu dan menerima hatinya.

Dengan catatan, kamu perlu melihat. Bagaimana sosok yang kamu sayang, apakah ia memilki perasaan yang serupa atau malah sebaliknya. Teruslah melangkah dan memberi cinta jika memang ia suka juga, tapi berhenti memaksa jika nyatanya ia tak memiliki perasaan apa-apa.

Jadilah Dewasa dengan Menghargai Apapun yang Kamu Terima, Sekalipun Ia Adalah Orang yang Kau Cinta

Dirimu bukanlah bocah, kamu tahu bagaimana perasaan orang lain yang sesungguhnya, dari raut wajahnya. Maka untuk memastikan apakah ia punya rasa yang serupa, cobalah lihat bagaimana responnya. Bahagiakah tiap kali kalian bersama atau gelisah dan kerap resah? Jika ia terlihat leluasa untuk tertawa, kamu boleh percaya diri kalau ia memang suka. Tapi ekspresi yang ditunjukkan justru sebaliknya, itu artinya lampu merah, agar kamu berhenti untuk mendekatinya.

Karena segala sesuatu yang sifatnya dipaksa tentu tak akan berakhir dengan bahagia, begitu pula dengan cinta dan kasih sayang untuk dia yang kelak jadi jodoh kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Aturan Baru yang Lebih Syariah, Pendaki Lelaki dan Perempuan di Rinjani Akan Dipisah

Digagas oleh BTNGR, rencananya Gunung Rinjani akan menerapkan aturan baru yang berdasarkan syariah. Tentang keputusan untuk para pendaki laki-laki dan perempuan yang konon akan dipisah.

Hal ini dituturkan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani BTNGR Sudiyono dalam sambungan telepon sebagaimana dilansir dari detik.com, Rabu (19/6/2019), dimana adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan wisatawan ketika naik ke Rinjani. Seperti ketika mereka mendaki ke bukit di sekitar Sembalun, ke Bukit Pergasingan misalnya.

“Konsep kita bahwa kita nggak tahu pendaki ini yang berpasang-pasangan itu sudah resmi atau belum. Kemudian yang kedua adanya dugaan wisatawan ke destinasi di sekitar Rinjani itu kurang baguslah,” imbuh beliau.

Nah, berbalik ke belakang tentang bagaimana konsep ini akhirnya dicetuskan. Pemisahan ini terdengar selaras dengan ‘wisata halal’ yang diusung oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk membedakan daerahnya dengan Bali. Namun di sisi lain, hal tersebut lahir dikarenaka sikap dan penyimpangan yang memang ditunjukkan para wisatawan. Ya, Sudiyono mengaku adanya penyimpangan wisatawan laki-laki dan perempuan yang mendaki bukit-bukit di sekitar Sembalun. Namun jika mendaki ke Gunung Rinjani akan lebih kecil potensi terjadi penyimpangan.

“Iya ada penyimpangan. Tapi saya kira pendakian ke Gunung Rinjani akan berbeda. Karena mendaki Gunung Rinjani ini cukup memakan energi,” jelas Sudiyono.

“Berbeda dengan ke bukit di sekitar Sembalun. Sehingga ke Gunung Rinjani dan berbuat macam-macam ya kecil. Secara logika begitu,” tambahnya lagi. 

Akan tetapi, konsep pemisahan yang dimaksudkan hanya akan berlaku ketika para pendaki atau wisatawan akan tidur. Jadi tempat camp untuk laki-laki akan dibuat berjarak dengan tempat camp untuk perempuan. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasangan Selebgram dari Jerman Dihujat, Karena Buka Donasi untuk Biaya Liburan

Kata donasi memang identik dengan penggalana dana untuk sesuatu/orang yang membutuhkan. Tapi bagaimana jika donasi yang dibuka ternyata untuk membiayai orang liburan? Eits jangan dulu marah, coba baca terus ke bawah.

Nama Catalin Onc dan Elena Engelhardt atau yang biasa disapa Cat dan Elena belakangan jadi buah bibir netizen. Pasangan selebgram asal Jerman ini memang cukup populer di Instagram dalam akun  @another_beautiful_day_off. Serupa dengan selebgram lain, keduanya memang kerap terlihat berlibur bersama ke berbagai negara, termaksud Indonesia, dan selalu mengunggah foto-foto indah di akun Instagram milik mereka. 

Akan tetapi, kali ini nama mereka muncul di berbagai media karena keduanya diketahui membuka menggalang dana melalui situs GoFundMe.com. Dan rencananya, dana yang berhasil dikumpulkan nanti akan mereka pakai untuk membayar tandem bike dan kebutuhan lain dalam perjalanan mereka ke Afrika pada bulan Juli mendatang.

Sumber : ladbiblegroup.com

Dikutip dari laman Ladbible, adapun jumlah donasi yang mereka butuhkan adalah sebesar € 10 ribu atau sekitar Rp159,6 juta. Dan sepanjang 8 hari, selama donasi itu dibuka, hanya ada 6 orang penyumbang dengan total donasi € 200 atau Rp3,19 juta. Sekilas ini sangat wajar, tentu banyak orang yang menilai jika sikap mereka ini sebagai bentuk ‘tak tahu diri’. Karena perjalanan tersebut hanyalah untuk memberikan kesenangan pada mereka berdua, tanpa memberi dampak baik untuk orang lain. Ditambah lagi, fakta lain yang menyebut jika selama ini biaya liburan yang mereka berdua gunakan ternyata berasal dari uang ibu Cat.

Melansir dari Daily Mail, mereka mengaku bahwa sang ibu memiliki dua pekerjaan untuk membiayai kebutuhan liburan putra dan menantunya tersebut. Bahkan mereka memilih untuk tak bekerja, karena katanya bekerja akan merugikan mereka.

Sumber : https://www.instagram.com/another_beautiful_day_official/

“Kami bisa menjadi model dan menghasilkan uang dengan cepat, tapi kami tidak ingin mengiklankan konsumerisme. Pekerjaan normal pada saat ini akan merusak diri kami. Beberapa menyarankan kami untuk bekerja, seperti semua orang dan berhenti mengemis. Namun ketika kamu memiliki dampak yang kita beri pada kehidupan orang lain, memiliki pekerjaan bukanlah pilihan,” tulis mereka.

Bahkan tak sampai di situ, mereka juga menyatakan jika mereka tidak meminta uang kepada sang ibu.“Ibuku membayari kami. Kami tak pernah minta uang tapi dia senang dia bisa membantu kami. Ibu, aku hanya ingin kau tahu bahwa bukan cuma kami berdua tapi ada ratusan orang lain yang diuntungkan karena bantuanmu”, tutur Cat padaDaily Mail.

Menurutmu bagaimana, apakah kamu bersedia menyumbang untuk biaya liburan mereka?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top