Feature

Sebab Setiap Kali Aku Menjemputmu di Pelabuhan Adalah Bukti Kalau Aku Mau Bertahan  

Konon, cinta itu butuh pengorbanan. Nyatanya memang benar. Kita pun tak lagi bisa diam saja saat tahu cinta ini telah menemukan muaranya. Kamu mungkin bukan yang pertama, tapi untukmu, aku siap mengambil tindakan (yang kata orang) penuh risiko, aku berani menimbang segala konsekuensi. Saat orang-orang meragukan hubungan ini, justru disitulah titik awal perjuangan kita.

Siapa yang tak gamang bila ditinggal pergi pasangan karena situasi dan kondisi pekerjaannya? Tak hanya jadi beban pikiran, batinku pun ikut bergolak. Tak seperti pasangan lainnya, aku harus puasa untuk sekadar menatap matamu, menggandeng tanganmu, bahkan melihat tawamu. Juga pelukanmu pasti akan absen saat aku benar-benar membutuhkannya. Tapi kita tak boleh menyerah, karena aku yakin, setiap proses panjang yang kita lewati pasti ada maksudnya.

Di Awal Hubungan, Kita Sepakat Untuk Saling Setia. Kamu Tak Perlu Risau Meski Kita Jarang Bertatap Muka

Kita sama-sama tak ingin main-main dengan hubungan ini. Sepakat untuk saling setia menjadi alasanku mengapa tak perlu ragu dengan segala konsekuensi yang mungkin akan kita hadapi. Meski terpisah jarak dan terbentang laut, aku tak takut.

Satu-satunya konsekuensi terberat bagiku adalah tak bisa bertatap muka denganmu sampai hitungan bulan. Tapi aku tak sendiri, di luar sana pasti ada pasangan yang menghadapi pergumulan serupa. Kamu tak perlu takut perihal apa pun tentang aku disini yang menanti kepulanganmu, cukup yakinkan aku kalau kita harus sama-sama setia.

Seberat-beratnya Pasangan LDR, Hubungan Kita Jauh Lebih Sukar. Tak Ada Kontak Berbulan-bulan Nyatanya Memang Sering Membuat Hati Gusar

Melakoni hubungan jarak jauh pasti berat. Ada yang terpisah kota, terpisah pulau, bahkan terpisah negara. Sementara yang kita lakoni adalah terpisah darat dan laut. Bagian terberatnya, aku tak tahu kapan bisa mengontakmu walau sekadar ingin mendengar suaramu. Tak seperti pasangan LDR lainnya yang masih bisa berkirim pesan instan hingga video call, keberadaan teknologi pun tak cukup membantu karena keterbatasan sinyal.

Lagi-lagi aku harus bergelut melawan rindu yang setiap hari membumbung tinggi. Tak masalah, aku pasti bisa mengatasinya. Pun juga kamu di sana. Satu hal, jangan lupa selipkan namaku dalam setiap doamu. Sebab itu satu-satunya cara kita bertemu meski terbentang jarak ribuan kilometer.

Bahagia Melihatmu Kembali Pulang Adalah Sebuah Tanda Jika Rindu Ini Milikmu Tuan

Siapa yang tidak bahagia kala bertatap muka dengan seseorang yang dinantikannya selama ini? Terlebih aku menunggumu tak cukup sebulan atau dua bulan. Kalau pekerjaanmu mengharuskan kamu pergi selama enam bulan, maka tugasku adalah lagi-lagi menunggu.

Pasti ada titik jenuh, tapi aku tahu semua ini ada ujungnya. Bersamamu, aku jadi belajar untuk menuntaskan rindu pada waktu yang telah ditentukan. Ujian dalam hubungan kita belum seberapa. Kita hanya sedang diminta bersabar. Bahagiaku ketika berjumpa denganmu adalah agar kamu tahu seberapa besar rindu yang sudah kutabung selama ini.

Bukan untuk Sekali-Dua Kali Saja, Menjemputmu di Pelabuhan Kelak Akan Jadi Tugasku di Tahun-tahun Berikutnya

Pertemuan di pelabuhan adalah sebaik-baiknya cara kita menuntaskan rindu. Setelah sekian lama terpisah, akhirnya kita kembali bertemu di tempat itu. Kalau kamu melihatku kembali berdiri untuk menjemputmu, berarti aku memilih bertahan.

Aku percaya ada konsekuensi dari setiap pilihan yang telah kuambil. Prinsipku, ketika pilihan itu telah kuputuskan, berarti saat itulah aku harus mulai menghadapi konsekuensinya. Bukan justru lari dan melupakanmu begitu saja. Aku memilih bertahan dan setia pada komitmen kita sejak awal. Kuharap kamu pun demikian, sehingga kelak, menjemputmu di pelabuhan adalah tugas mulia yang wajib aku lakukan pada tahun-tahun berikutnya.

Bersamamu, Aku Belajar Jika Setia Bukan Saja Sebatas Kata, Perlu Bukti Agar Hal Itu Bukan Sekadar Janji

Hal ini benar adanya, bersamamu aku belajar jika setia dan rindu bukan hanya sebatas kata yang diungkapkan begitu saja. Setia itu tak mudah, menuntut kita berpegang teguh pada janji, bukan hanya lewat kata. Nantinya, ketika kita berhasil melewati satu ujian ini, mungkin itu bisa jadi bukti terkuat betapa kamu memang menjunjung tinggi kesetiaan dalam hubungan kita. Untuk sekarang, cukup bersabar dan percayalah bahwa Tuhan akan menolong kita dalam setiap ujian jarak yang kita lalui.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top