Feature

Sebab Bukan Cuma Kamu yang Kerap Dilanda Stres Pasca Liburan…

Liburan sejatinya memang untuk meredakan stres. Lalu untuk apa kalau selama liburan, kamu justru masih sibuk berkutat dengan pekerjaan? Karenanya, saat kamu liburan, siapkanlah waktu terbaik agar liburanmu bisa berjalan secara maksimal.

Tapi ada juga situasi yang membuat seseorang jadi cepat melupakan kesenangan pasca liburan lantaran setelah pulang dan tiba di rumah, biasanya langsung ‘dicecar’ dengan surat elektronik dari kantor, tuntutan pekerjaan, dan lainnya. Hal ini yang kemudian memicu rasa panik dan rasa cemas tetiba datang menghampiri. Menurut psikolog klinis dan penyiar radio program ‘The Web’, dr. Josh Klapow, sejatinya normal jika kita merasa stres atau ada disorientasi pasca liburan.

“Kembali ke kehidupan yang cepat, pekerjaan yang menumpuk, tanggung jawab, dan sederet tugas yang harus dikerjakan, kadang menimbulkan rasa cemas, takut dan sedih yang bisa menghapus manfaat liburan Anda,” katanya. Pada akhirnya, ketakutan pasca liburan yang kemudian menjadikan alasan orang lain enggan mengambil cuti. Padahal kalau mau ditelisik, hal ini bukan tentang liburannya, melainkan tentang persiapan kita.

Pikirkan Segala Persiapan dengan Detail Sebelum Berangkat Liburan

Beberapa hari sebelum berangkat, cobalah selesaikan setiap tugas yang menurutmu memang perlu diselesaikan daripada membayangi pikiran selama liburan. Selain itu, buatlah daftar prioritas tugas yang harus segera dikerjakan setelah pulang liburan. Ini membantu membebaskan pikiranmu selama liburan dan menyiapkan rencana produktif ketika sudah kembali lagi di rumah.

Selanjutnya, pastikan orang-orang tahu jika kamu sedang mengambil cuti. Hubungi manajer dan kirim email kepada kolega serta klien agar mereka tahu berapa hari kamu akan cuti. Jangan lupa, beri informasi bagaimana dan kapan mereka bisa menghubungimu saat liburan.

Selama Liburan, Nonaktifkan Ponsel Sejenak demi Mendapatkan Pengalaman Liburan yang Berkualitas

Untuk mendapatkan manfaat penuh dari liburan Anda, coba untuk ‘memutuskan’ hubungan sementara dengan pekerjaan. Nonaktifkan notifikasi email, pergi makan malam tanpa membawa ponsel, dan habiskan waktu dengan aktivitas seru di tempat wisata.

Jika tidak memungkinkan untuk benar-benar menghindari pekerjaan, buat jadwal per hari. Sebagai contoh, setidaknya sediakan waktu 30 menit di pagi dan sore hari untuk mengecek email dan menelpon klien. Strategi ini akan membantumu tetap bertanggung jawab pada pekerjaan tanpa mengorbankan liburan.

Carilah Waktu Pulang dengan Menyediakan Jeda Satu Atau Dua Hari Sebelum Masuk Kerja

Jangan terbiasa pulang liburan di hari terakhir cuti. Sebaiknya, justru sediakan waktu sehari atau dua hari sebelum masuk kerja kembali. Hal ini akan memberikanmu waktu ekstra untuk memulihkan stamina atau bahkan jetlag jika kamu bepergian ke luar negeri. Di samping itu, kamu juga jadi punya waktu untuk membongkar koper, mencuci baju kotor, serta menghabiskan waktu bersama keluarga.

Untuk menghindari kepanikan ketika menyadari sudah saatnya kembali bekerja, lebih baik katakan pada rekan kerja bahwa kamu memerlukan sedikit waktu untuk beradaptasi kembali. Jika mulai merasa cemas dan panik, keluarkan daftar tugas yang harus dikerjakan. Catatan tersebut akan membuatmu lebih fokus sehingga bisa menyelesaikan tugas satu per satu.

Yang terpenting, tetap berusahalah untuk mengatur napas dan rileks. Klapow merekomendasikan untuk beristirahat sejenak dari pekerjaan dan lihat kembali foto-foto liburan kemarin. Cara ini bisa mengalihkan emosi dan mengingatkan kembali pengalaman yang menyenangkan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Selain Indah, 7 Kota Ini Menyajikan Destinasi Wisata Yang Murah

Hidup dipenuhi tugas dan beban hidup lainnya terkadang seringkali membuat kita stress, salah satu cara agar menghilangkan stress adalah dengan liburan, namun katanya liburan juga harus mengeluarkan banyak uang, tahukah kamu bahwa tidak semua liburan bisa mengosongkan dompet kita. Duh, jangan sampai niat hati menghilangkan stress malah makin stress karena biaya liburan yang mahal ya.

Nah, kali ini akan kita bahas mengenai 7 kota termurah yang bisa kamu jadikan tempat liburanmu. Catat baik-baik ya!

1. Yogyakarta

Yang pertama adalah kota yang terkenal dengan sejarahnya, siapa lagi kalau bukan Yogyakarta. Yaps, di kota ini kamu tidak hanya bisa menikmati destinasi wisata yang murah namun jajanan yang pas di kantong juga. Disana terdapat bus trans yang bisa mengantarkanmu keliling kota melihat indahnya kota Yogya.

Biaya untuk satu kali perjalanan sangat murah, yakni hanya Rp 3.500. Dengan bus trans, kamu bisa berkunjung ke beberapa objek wisata seperti: Malioboro, Candi Prambananan, Museum Biologi, Tugu Yogya, dan masih banyak lagi yang lainnya.

2. Madura

Selanjutnya kita pindah ke Pulau Madura, Keindahan Madura sudah mulai dikenal banyak traveler, lho. Di antaranya seperti karapan sapi, api abadi, Gili Labak, air terjun Toroan, dan masih banyak lagi. Hayo siapa nih yang baru tahu?

Selain keindahannya, kuliner di Madura juga bersahabat di kantong. Ada bebek, rujak dulit, dan kaldu kokot yang sayang banget untuk dilewatkan. Walaupun dari satu tempat wisata ke tempat lainnya cukup jauh, kamu tidak akan menyesal menghabiskan waktu liburan di sini. Karena setiap perjalanan kamu akan menemukan hal-hal menarik yang membuatmu nyaman berada disana.

3. Solo

Sebagai salah satu kota yang menjadi pusat para pelajar untuk menimba ilmu, Solo mempunyai biaya hidup yang murah. Sama halnya dengan Yogya, kamu bisa mengandalkan bus trans yang beroperasi hingga malam hari. Tentunya, dengan biaya yang terjangkau juga ya.

Selain biaya hidup yang murah, solo juga memiliki beragam wisata menarik seperti: Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Museum Radya Pustaka, Kebun Binatang Taru Jurug, dan lain-lain. Kamu bisa memasukkan kota ini dalam list liburanmu ya.

4. Banyuwangi

 

Tahukah kamu? Banyuwangi memiliki segudang objek wisata indah seperti waduk Bajulmati, Gunung Raung, Gunung Ijen, pantai plengkung, dan sebagainya. Tak heran jika Banyuwangi mendapatkan penghargaan United Nations World Tourism Organization (UNWTO) yang diselenggarakan PBB, tahun lalu.

Selain objek wisata yang indah, harga tiket masuknya termasuk murah dengan akses yang mudah dijangkau. Kamu bisa menikmati wisata kuliner murah dan indah di sini. Seperti halnya di Pondok Indah Banyuwangi yang memiliki pemandangan layaknya di Ubud. Keren, kan?

5. Kediri

 

Selanjutnya adalah Kediri, kota yang terkenal dengan kuliner murahnya ini akan membuatmu betah berlama-lama disini. Mungkin bagi kalian yang pernah mengambil kursus di kampung inggris sudah tidak asing lagi dengan sajian kuliner yang ada disini.

Kamu bisa makan kenyang hanya dengan hanya Rp 5.000, coba bayangkan di kota asalmu apa yang akan kamu dapat hanya dengan budget segitu? Hmm, menarik bukan? Kemudian, untuk pilihan objek wisatanya, cobalah pergi kebun Bunga Matahari, Simpang Lima Gumul, Gunung Klotok, dan lainnya.

6. Malang

Malang memiliki segudang objek wisata murah seperti kampung warna-warni, kampung 3D, pantai, alun-alun, museum, dan masih banyak lagi lainnya. Kota ini juga terkenal sebagai destinasi liburan yang murah, khususnya di kalangan mahasiswa.

Tentang kulinernya, tak perlu lagi kalian ragukan rasanya. Kuliner yang tersedia ada beragam, seperti rawon, pecel, bakso, dan orem-orem. Kalau kamu ingin menikmati liburan yang lebih bervariasi, pergilah ke Kota Wisata Batu. Kamu akan menemukan beragam tempat liburan yang santai hingga ekstrem di sana. Tentunya dengan biaya yang bisa dijangkau juga ya.

7. Pulau Tidung

Pulau Tidung merupakan salah satu bagian dari Kepulauan Seribu yang lokasinya dekat dengan Jakarta. Bagi kalian yang lelah dengan keadaan ibu kota, jenuh dan butuh tempat untuk merefresh otak, Pulau Tidung merupakan salah satu pilihan terbaiknya.

Apa saja yang disuguhkan disana? Panorama pantai yang cantik dengan nuansa pantai putih dan luasnya hamparan laut tentu saja akan memanjakan mata kalian. Keindahan bawah lautnya wajib banget untuk di-eksplore. Lebih murah jika pergi secara rombongan, kamu bisa mendapatkan harga spesial. Mari, ajak kawan-kawanmu ya.

Jadi, kamu lebih tertarik yang mana nih?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Cerita Korban Pemerkosaan dan Kepedulian yang Dibutuhkan dalam Film “27 Steps of May”

Harus diakui, jika isu tentang kekerasan seksual terhadap perempuan selalu menjadi topik yang sexy untuk dibahas. Barangkali, itulah yang juga dipikirkan oleh sutradara Ravi Bharwani yang kemudian melahirkan film terbarunya berjudul ’27 Steps of May’.

Sebelum tayang pada 27 April 2019 mendatang secara reguler, kamu perlu tahu jika film ini sudah berhasil melenggang di beberapa pagelaran film di beberapa negara. Seperti Cape Town Internasional Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, Bengaluru International Film Festival, dan Busan International Film Festival. Dan tak hanya itu saja, ‘27 Steps of May’ juga mendapat antusiasme yang cukup epic pada penayangannya di Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan Plaza Indonesia Film Festival.

Ravi Bharwani bercerita, setidaknya ia membutuhkan waktu selama kurang lebih lima tahun, untuk memproduksi film tersebut. Dan salah satu kesulitan yang dirasakan Ravi selama menggarap film ini adalah mengatur waktu dengan baik.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Ceritanya dimulai dari sosok remaja perempuan berusia 14 tahun bernama May (Raihaanun). Dirinya diperkosa oleh beberapa lelaki yang tak dikenal. Dan seperti yang sudah kalian bayangkan, selapas peristiwa itu, hidup May berubah.

Ada luka yang tak bisa ia jelaskan, sehingga membuatnya menutup diri dari dunia luar. Dan ternyata kesedihan tersebut juga dirasakan oleh sang ayah yang diperankan oleh Lukman Sardi. Pepatah ‘Hidup enggan mati tak mau’, barangkali jadi sesuatu yang menggambarkan bagaimana May dan sang Ayah kemudian menjalani hidupnya. Dua orang ini terjebak dalam sebuah kekacauan yang semakin hari semakin menyakiti hati. Bagaimana situasinya? Silahkan tonton sendiri ya.

Jika selama ini kita hanya bisa berucap ‘kasihan’ atau merasa ‘iba’ pada para perempuan yang jadi korban pemerkosaan. Film ini akan membawa kita memahami mereka lebih dekat. Bagaimana May mengemban semua trauma dan ketakutannya. Meski tak banyak mengumpar kata-kata, kemampuan akting Raihaanun jadi sihir magis yang kemudian membawa kita turut merasakan penderitaannya.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Selanjutnya, kita juga akan menyaksikan bagaimana perasaan seorang Ayah tatkala mendapati putirnya jadi korban atas perbuatan keji dari orang-orang yang tak dikenal. Dan untuk perihal ini, bisa kita pahami dari emosi yang ditunjukkan oleh Lukman Sardi. Tak bisa berbuat banyak, ia meluapkan emosi diatas ring tinju yang akhirnya memberinya luka setiap kali pulang ke rumah. Dari sini, kita tahu jika luka yang dirasakan oleh sang anak jadi luka yang berlipat ganda bagi orangtua.

Makna lain yang juga ditampilkan adalah, korban pemerkosaan atau mereka yang pernah menerima kekerasan seksua, tak bisa sembuh dalam waktu cepat. Semuanya butuh waktu dan upaya untuk meredam semua luka. Sebagaimana May yang menutup diri dan tak mau bicara bertahun-tahun lamanya. Jika harus digambarkan, film ini jadi salah satu perpanjangan lidah oleh mereka yang pernah mengalami hal serupa seperti yang dirasakan oleh May. Sekaligus jadi pengingat bagi kita orang-orang yang mungkin berada di dekat mereka.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Berdurasi 112 menit, film ini juga akan dibintangi Ario Bayu dan Verdi Solaiman. Dan sebelum penayangan resminya, ‘27 Steps of May’ sudah berhasil menyabet 3 penghargaan, yakni ‘Film Panjang Asia Terbaik’ (Golden Hanoman Award) di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, dan dua penghargaan lainnya diraih dalam Festival Film Tempo 2018 di kategori ‘Aktris Pilihan Tempo’ dan ‘Penulis Skenario Pilihan Tempo’.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kiat Kencan Ala Film ‘Before Sunrise’ untuk Kamu dan si Dia

Film pertama yang kemudian jadi tripologi karya Richard Linklater ini memang sangat legendaris. Menyajikan kisah romansa sederhana, obrolan yang dibangun oleh Jesse dan Celine di film ini, memang patut di acungi jempol. 

Tak tanggung-tanggung, mereka ngobrol ngalur-ngidul untuk membicarakan segala hal. Mulai dari kehidupan, kultural, kepercayaan, filsafat, seni, cinta, dan dinamika kehidupan yang ada. Lalu coba bayangkan jika perjalanan keliling kota Viena yang mereka lakukan, kamu contek untuk mengajak si dia pergi kencan.

Percaya pada kami, ini akan jadi ide kencan tak biasa yang membuat kekasihmu makin cinta. Tapi, sebelum melangkah membopong si dia. Ada kiat dari kami yang mungkin perlu kamu pahami untuk bisa diikuti. 

Coba Tanya Ketersedian Waktu si Dia, Jangan Sampai Tak Bisa Diajak Pergi Ketika Hari-H

Boleh saja memang, jika kamu ingin mengajak si dia secara dadakan. Tapi untuk menghindari kemungkinan waktu yang tak sejalan, ada baiknya kamu beritahu dia sebelum hari-H. Tanyakan padanya, apakah ia tertarik pada ide kencan yang ingin diajukan. Dari sini, kamu bisa lihat apakah dirinya tertarik atau tidak. Tapi tebakan kami, dirinya pasti suka.

Kalian boleh percaya diri jika si dia pasti dengan senang hati ikut pergi. Karena kaum hawa selalu merasa istimewa jika pasangannya berbuat hal-hal berbeda untuk dirinya. Untuk itulah kamu tak boleh mengecewakannya, buat ia bahagia di kencan yang tak biasa.

Tentukan Tujuan, Titik Mana yang Jadi Awal dan Akhir Perjalanan Kencan

Untuk kamu yang sudah menonton film ‘Before Sunrise’, pasti tahu kan, jika pertemuan Jesse dan Celine terjadi di dalam kereta. Hingga akhinya mereka berkenalan, mengobrol, kemudian Jesse menawarkan Celine untuk turun di Viena saja. Disinilah awal mulanya, mereka menapaki berbagai tempat berdua.

Tapi statusmu kan berbeda, si dia sudah jadi kekasih. Itulah mengapa perlu untuk menentukan, tempat mana saja yang akan jadi tujuan untuk kencan sebelum pagi menjelang. Jika sekiranya kamu kehabisan ide untuk mencari tempat, tak ada salahnya untuk meminta rekomendasi pada dirinya. Siapa tahu ia juga punya keinginan untuk berdua di suatu tempat pada waktu yang tak biasa.

Barangkali ia ingin memulainya dari tempat makan, yang bisa disambung ke tempat bersejarah untuk hubungan, lalu kemudian dilanjutkan ke tempat kesukaan. Nah, untuk kesan romantis yang tak biasa, cari titik finish di tempat yang pas untuk melihat matahari terbit.

Siapkan Diri untuk Membangun Obrolan Menyenangkan, Jangan Sampai si Pacar Merasa Bosan

Ini adalah kunci dari keberhasilan kencan yang akan kalian lakukan, cari topik obrolan yang bisa membuat dirimu dan pacar terus mengbrol tanpa jeda. Sebagaimana dan Jesse dan Nona Celine di filmnya. Tak perlu yang berat-berat, biarkan obrolan mengalir begitu saja. Dan kian mudah jika kebetulan kamu dan si dia punya selera humor yang sama.

Saran kami, kamu hanya perlu menjadi diri sendiri untuk membangun komunikasi yang akan dilakukan sepanjang kencan. Beberapa kali, selipkan pertanyaan tentang perasaan nona selama berdua. Tanyakan pula apa hal yang mungkin ia inginkan dari dirimu. Percayalah, ini akan jadi kencan yang menyenangkan jika kita mampu tetap mempertahankan obrolan.

Karena Ini Akan Berlangsung Malam ke Pagi, Buat Persiapan untuk Segala Kemungkinan yang Bisa Terjadi

Kamu harus melakukan persiapan total, jangan sampai ada hal yang kurang ketika hendak memulai perjalanan kencan. Maka sebelum berangkat, pastikan jika tubuh sedang sehat, begitu pula dengan si dia. Siapkan kebutuhan logistik kecil, macam air mineral dan snack untuk menemani perjalanan.

Bahkan kalau perlu, buatkan playlist lagu kesukaan berdua yang bisa didengarkan di setiap pemberhentian yang ada. 

Dan Jangan Lupa untuk Menentukan, Dengan Apa Kalian Akan  Pergi Kencan

Berbalik sebentar pada filmnya, kedua tokoh utama memang bertemu di dalam kereta. Berkeliling kota dengan angkutan umum dan berjalan kaki berdua. Nah, berhubung kota-kota di Indonesia tak seperti Viena. Kamu perlu untuk menentukan akan dengan apa  kalian berdua pergi kencan. Apakah naik angkutan umum seperti Jesse dan Celine, atau pakai kendaran pribadi. 

Namun untuk vibe yang lebih terasa, jika memang tempat tujuannya masih bisa dijangkau dengan angkutan umum dan berjalan kaki. Ini bisa jadi pilihan yang baik tentunya. Dengan catatan, kamu bisa memastikan jika si dia tak akan keberatan. Karena, kan nggak lucu udah pergi jauh-jauh dan tak bawa kendaraan. Si dia malah ngambek di tengah jalan.

Jadi, kapan mau ‘before sunrise-an’ sama pacar?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top