Feature

Sebab Break Bukanlah Jaminan untuk Kelangsungan Hubunganmu yang Complicated Itu

Putus-nyambung mungkin sudah menjadi hal yang biasa, tapi pernahkah kamu memilih break untuk sementara? Dan biasanya untuk yang kebetulan sudah berpacaran lama, menyudahi hubungan tentu bukanlah sesuatu yang mudah.

Keinginan untuk berkomitmen dalam hubungan yang lebih serius, hingga keengganan untuk kembali beradaptasi dengan orang baru mungkin jadi salah satu alasannya. Maka demi memperbaiki hubungan karena beberapa masalah, berpisah sementara atau break jadi alternatif baik untuk dipilih.

Konon situasi ini jadi momen yang pas untuk introspeksi diri. Adakah hal yang mungkin telah berubah, hingga sikap yang mungkin salah. Bahkan pakar relasi CEO Master Matchmaker, Steve Ward, mengatakan, “Break diperlukan agar seseorang bisa lebih mengetahui dan mendalami apakah ia menjadi lebih baik, produktif ketika bersama orang lain dalam sebuah hubungan,”.

Akan tetapi hal lain yang justru menjadi pertanyaan, apakah break yang dilakukan kamu dan pasangan akan membawa perubahan?

Ini Jadi Ajang Untuk Memberi Ruang Agar Hati Lebih Sedikit Tenang

Hal-hal yang melatari breaknya sebuah hubungan tentulah sesuatu yang besar. Sebab jika hal-hal tersebut hanyalah sebuah pertikaian biasa, tentu break bukanlah solusi yang harusnya dipilih.

Pertengkaran hebat yang sudah membuncah jelas membuat hati tak karuan, dan selama break berlangsung kita mungkin akan lebih sedikit tenang. Terhindar dari keributan dengan pasangan, untuk kemudian bisa menikmati waktu sendiri dengan tenang.

Sebab situasi dan kondisi hati, jadi faktor penting yang akan mempengaruhi keputusan. Apakah kembali bersama setelah break usai atau memilih untuk berpisah. Dan sebuah keputusan yang diambil dengan kepala dingin biasanya akan jadi pilihan yang terbaik.

Kerinduan Satu Sama Lain pun Bisa Kembali Tumbuh

Tak bertemu dalam beberapa waktu, hingga terputusnya komunikasi tentu jadi tantangan tersendiri. Hal-hal yang biasanya jadi kebiasan kini berubah jadi sesuatu yang kita rindukan. Break jelas merubah segalanya, dan barangkali memang inilah salah satu fungsinya.

Rasa sayang yang sama kuat seperti saat awal berhubungan, akan menghantarmu dan pasangan pada momen merindu meski tak saling tahu. Sesuatu yang sedang kalian pahami hanyalah cinta dan kasih yang masih mendiami hati.

Cobalah Kenali Diri Lebih Dalam, dan Siapa Dia yang Menjadi Pasanganmu

Sejatinya hati memang kerap berubah tanpa kita tahu peyebabnya. Dia yang tadinya kita cintai, berubah jadi orang asing yang tak ada artinya. Atau sebenarnya kita masih saling cinta, namun jika diminta untuk kembali bersama, ada sesuatu yang justru terasa menganjal di jiwa. Tak bisa dijelaskan, untuk itu break sementara mungkin akan membantumu menemukan jawaban.

Pahami dulu apa yang hatimu mau, benarkah ia masih jadi orang yang kita inginkan untuk menjadi pasangan atau justru kini sudah bukan. Lebih baik sakit sekarang, daripada nanti menyesal. Menyudahi hubungan hanya karena merasa sudah tak lagi sepaham tentu terdengar terlalu mengada-ada. Tapi ini jadi bahan pertimbangan yang kita perlukan. Sebab jika nanti sudah terlanjur jauh, akan lebih rumit lagi.

Jika Memang Merasa Masih Saling Sayang, Pastikan dulu Kadar Kecocokannya

Sebenarnya banyak makna yang bisa kita ambil dari sebuah perpisahan sementara. Dianggap sebagai ajang koreksi dan pendewasaan diri, fase ini mungkin akan menjembatani kita pada hal-hal yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Dan pakailah waktu ini untuk mengukur kadar kecocokan diri.

Jika ternyata kesendirian justru lebih terasa menenangkan, sudah waktunya memberi tahu dia untuk mengakhiri hubungan. Akan tetapi jika perasaanmu justru sebaliknya, segera perbaiki hubungan agar tak larut dalam jarak yang sedang kalian ciptakan.

Tapi Ini Bukanlah Sebuah Jaminan Bisa Kembali, Karena Seringnya Jadi Ajang Untuk Melepaskan Diri

Kata break yang terucap sebenarnya bukanlah sebuah solusi untuk mencari titik masalah yang sedang dialami. Sebab ada beberapa hal lain yang biasanya diam-diam jadi pemicu. Disebut-sebut sebagai proses pereda konflik sementara, faktanya break sering dipakai sebagai strategi untuk melepaskan diri.

Walau katanya break bukan berarti akhir dari sebuah hubungan, akan tetapi tetap saja kita tak bisa terlalu berharap. Daripada percaya akan kembali seperti semula, sebaiknya siapkan hati dan diri untuk kemungkinan lain yang bisa saja terjadi.

Bisa Pula Ini Hanyalah Sebuah Strategi Untuk Memastikan Perasaan

Marni Feuerman, seorang terapis hubungan yang bertempat tinggal di Florida, mengungkapkan bahwa memilih “break” merupakan salah satu pilihan sehat untuk menentukan masa depan hubungan. Walaupun disisi lain resikonya juga bisa saja mengarah pada kandasnya hubungan.

Dengan kata lain, ini bisa dijadikan sebuah upaya untuk tahu mendalamai perasaan kamu dan pasangan. Apakah kalian berdua masih saling cinta atau justru sudah sebaliknya?

Meski pada dasarnya apa pun yang akan dijadikan pilihan untuk kedua pasangan, baik itu berpisah atau tetap bersama pasca break, tetap akan jadi keputusan terbaik nantinya. Hal lain yang perlu diingat, ini hanya bisa dijadikan bahan cerminan ketika kita masih berstatus pacaran, sebab jika nanti sudah menikah tak ada lagi alasan untuk break

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Pertanyaan yang Sering Kamu Dapati Saat Kamu Tak Kunjung Memiliki Pacar

Status single sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang besar. Single adalah pilihan. Namun herannya terkadang bukan orang yang menyandang status itu yang kebingungan, malah orang yang ada di sekitarnya. Kamu yang tak kunjung memiliki pasangan, pasti kerap mendapati 10 pertanyaan ini terlontar dari mulut orang lain untukmu.

1. “Kenapa Sih Kok Tidak Mau Pacaran?”

Mereka mengajukan pertanyaan ini karena penasaran dengan alasanmu masih bertahan dengan kesendirianmu. Tapi karena kamu menjadikansingle sebagai pilihan hidup, kamu biasa-biasa saja saat mendapati pertanyaan ini dan terasa sudah sangat kebal.

2. “Ada yang Deketin Kan?”

Jika kamu memutuskan untuk menjadi seorang single, pasti kamu memiliki alasan yang kuat di belakangnya. Meski begitu orang lain pasti tetap ingin tahu, selama ini masih ada kan orang yang mendekatimu.

3. “Pernah Tidak Kamu Berpikir untuk Pacaran?”

Banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang kamu pikirkan saat kamu menjadi seorang single. Salah satunya adalah apakah kamu sendiri pernah berpikir untuk berpacaran dengan seseorang.

4. “Kamu Orang yang pemilih, Ya?”

Karena kamu tak kunjung berpacaran, akhirnya banyak orang yang memandangmu sebagai seorang yang pemilih. Padahal sebenarnya kamu hanya menunggu jodoh terbaik yang Tuhan siapkan untukmu.

5. “Bagaimana Perasaanmu Saat Melihat Teman atau Orang Lain Pacaran?”

Padahal kamu tak ada masalah dengan orang yang berpacaran di depan matamu secara langsung. Namun masih saja banyak orang mempertanyakan hal ini kepadamu.

6. “Sebenarnya Usia Berapa Sih Kamu Mau Pacaran?”

Saking gemasnya orang lain melihatmu yang betah dengan status single-mu, mereka sampai mempertanyakan hal ini padamu. Kenapa sampai kamu masih bertahan tanpa seorang pasangan dan sebenarnya mau pacaran pada usia berapa sih kamu itu.

7. “Apa Kamu Pernah Dijodohkan?”

Pasti banyak orang berpikir bahwa dengan jangka waktumu menjadi seorang single, sudah banyak teman dan keluarga yang menjodohkanmu dengan seseorang. Dan inilah yang ingin dicari tahu oleh orang tersebut, apakah kamu pernah dijodohkan atau tidak.

8. “Pernah Tidak Sih Kamu Merasakan yang Namanya Jatuh Cinta?”

Siapa tahu kamu pernah mencoba memulai menjalin hubungan, meski akhirnya gagal juga. Alasannya pun tentu beragam. Orang akan mempertanyakan mengenai hal ini saat kamu tak kunjung memiliki pasangan.

9. “Apa Kamu Tidak Ingin Pacaran?”

Ada banyak hal yang ingin kamu capai terlebih dulu. Tapi banyak orang langsung saja mempertanyakan tentang apakah kamu ingin pacaran atau tidak. Jawabannya tentu iya tapi bukan untuk saat ini.

10. “Apakah Kamu Takut untuk Memulai?”

Rasa takut pasti ada, karena kamu sudah lama bertahan dengan status single-mu. Entah apa alasan yang membuat kamu bertahan, tak ada yang tahu. Mungkin ini jugalah yang dikhawatirkan oleh orang-orang terdekatmu. Mereka takut jika ketakutanmu membuatmu terus bertahan dalam kesendirian dalam jangka waktu yang panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 7 Tipe Mantan Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

Momen kelulusan adalah momen yang paling ditunggu banyak mahasiswa tingkat akhir. Namun kehidupan pasca lulus kuliah, tak semua orang suka menjalaninya. Ada beberapa tipe mantam mahasiswa setelah lulus dari Universitas tempatnya menuntut ilmu dulu. Apa saja sih tipenya? Mungkin kamu termasuk salah satunya.

1. Tipe Sulit Move On

Mereka yang termasuk tipe ini adalah orang yang sulit move on dari kehidupannya sebagai mahasiswa dulu. Bagi mereka kehidupan perkuliahan lebih menyenangkan karena mereka tak perlu memikirkan tentang dunia kerja pasca lulus dari Universitas.

2. Tipe Pekerja Keras

Tipe pekerja keras adalah mereka yang anti dengan istilah menganggur. Meskipun mereka belum mendapatkan pekerjaan tetap, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat, mungkin salah satunya adalah merintis usaha baru.

3. Tipe Pengembara

Mereka yang masuk dalam kategori tipe ini adalah orang yang suka melakukan travelling. Momen setelah lulus banyak dihabiskannya untuk mengunjungi banyak tempat baru yang menurutnya menarik untuk dikunjungi.

4. Tipe Rumahan

Tipe rumahan adalah mereka yang lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah. Kebanyakan sih memiliki hobi tidur dan nonton film kesukaan di dalam kamar. Sehingga tak ada alasan buat mereka untuk pergi ke luar rumah.

5. Tipe Penyuka Keramaian

Tipe ini akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Entah itu berkumpul dengan teman-temannya di suatu tempat seperti cafe atau pergi menonton konser musik favorit mereka.

6. Tipe Media Sosial

Tipe media sosial ini adalag tipe orang yang tak bisa lepas dari media sosial barang sebentar saja. Saat bangun tidur, hal pertama kali yang akan dilakukan adalah mencari smartphone miliknya untuk membuka media sosialnya.

7. Tipe Romantis

Orang yang termasuk tipe ini biasanya orang yang memang memilih untuk menikah setelah lulus kuliah. Kebanyakan sih sedari SMA memang sudah punya pasangan, sehingga setelah lulus inginnya cepat-cepat menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Hal Lucu yang akan Kamu Rasakan Saat Berjodoh dengan Sahabat Sendiri

Jodoh, kematian dan rezeki adalah rahasia Tuhan. Kamu tak akan pernah tahu dengan siapa akhirnya kamu berjodoh. Dengan orang yang belum pernah kamu kenal atau justru dengan orang yang susah sangat kamu kenal. Ada loh pasangan yang akhirnya berjodoh dengan sahabat sendiri.

Terbiasa dengan hubungan luwes yang terasa santai dan menyenangkan. Beberapa kali, kamu mungkin akan merasa aneh. “Kok bisa ya sampai berjodoh sama sahabat sendiri?. Nah, setidaknya berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin kamu rasakan ketika nanti berjodoh dengan sahabatmu sendiri.

1. Tertawa Sendiri Saat Memandang Wajah Pasangan

Saat kamu memandang wajahnya, itu sudah mengingatkanmu tentang apa yang sudah kalian lewati bersama. Dengannya? mungkin kamu tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kamu akan berjodoh dengan sahabatmu yang konyol itu, dan itu kerap membuatmu tertawa hanya dengan memandang wajahnya saja.

2. Sering Berantem Saat Bertemu Namun Rindu Saat Sedang Jauh

Bahkan kamu pun sering bingung dengan tingkahmu ini. Saat pasanganmu ada di sampingmu justru kamu sangat sering bertengkar. Namun saat kamu berjauhan dengannya, rasanya rindumu begitu memuncak.

3. Berniat Romantis Namun Akhirnya Jadi Ledekan

Sebagai sepasang sahabat, kamu dan dia memang tak pernah bertingkah romantis. Jadi makhlum jika setelah menikah saat kamu maupun dia ingin mencoba romantis, selalu berakhir dengan ledekan satu sama lain.

4. Tak Jaim untuk Saling “Mempermalukan”

Kalian memang saling mencintai sebagai satu pasangan, namun humoris di dalam hubunganmu dengannya memang sudah besar. Sehingga tak ada lagi rasa jaim untuk mempermalukan satu sama lain.

5. Tak Mau Saling Mengalah untuk Berbagi Sesuatu

Bisa diambil contoh, untuk hal kecil seperti nonton TV. Kamu sering berebut remote control dengannya. Tak ada salah satu dari kalian yang mau mengalah. Bisa dibilang tingkahmu dengan pasangan layaknya anak kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top