Feature

Sebab Bahumu Adalah Rumahku, Jangan Pergi Jauh-jauh

Menjadi bagian dari hidupmu dalam beberapa tahun terakhir, sabar jelas jadi hal yang giat aku tumbuhkan. Hidup bersamamu di bawah atap yang sama, tentu ada yang terasa hilang tiap kali kamu tak di rumah. Aroma khas kemejamu sehabis pulang kerja, hingga pujian atas masakan makan malam di rumah pelan-pelan mulai kurindukan.

Aku paham, kamu tentu juga tak ingin kita berjauhan. Tapi dengan alasan berbagai kepentingan yang lebih banyak karena pekerjaan. Mau tak mau, aku lagi-lagi harus ditinggalkan. Perempuan lain yang bernasib sama mungkin tahu, bagaimana aku berjuang mengalahkan beratnya hari saat harus menunggu kamu yang kucinta pulang ke rumah.

Tak Ingin Beranjak dari Tidur, Pagiku Seolah Berhenti Karena Tak Ada Kamu yang Biasanya Minta Dibuatkan Kopi

“Tak akan lama, mungkin 2 sampai 3 minggu saja,” katamu di ambang pintu untuk kepergian yang entah sudah ke berapa. Kujawab dengan senyum yang kamu sendiri tahu, jelas bukan tanda bahagia. Sebab setiap kali kamu pergi, itu artinya aku akan sendiri di rumah.

Hariku memang masih berjalan seperti biasa, tapi menyadari kamu tak akan pulang saat senja datang, jadi sesuatu yang berat untuk dilewatkan. Sebab ini artinya aku hanya akan makan dan bersantai seorang diri tanpa teman. Menonton tayangan tevelisi kesukaan hingga bermalas-malasan di akhir pekan.

Hilangnya kamu sementara waktu memang tak selalu merubah hampir seluruh hidupku, sebab aku masih bisa melakoni hal-hal yang kusuka seperti biasa. Hanya saja tak ada orang yang tadinya biasa menjadi juri untuk memberi komentar secara cuma-cuma.

Di Sana Kamu Sedang Berjuang Untuk Hidup yang Katamu Akan Lebih Nyaman, Sedang Aku Hanya Bisa Menunggu Kapan Kamu Pulang

Jauh sebelum memanggilmu sebagai suami, kita memang sudah menjalani ini. Bertahan sekian lama, jadi alasan lain yang akhirnya mendorong kita meresmikan hubungan. Hal lain yang selalu membuat aku bisa meredam ketakutan, tujuanmu pergi yang memang menjadi bagian dari pekerjaan.

“Sabar sebentar ya, ini demi masa depan,” jadi perkataan selalu berhasil membuat aku tetap kuat bertahan. Sembari memberimu dorongan semangat untuk terus berjuang, aku hanya bisa mendoakanmu agar selalu dalam lindungan-Nya.

Aku Belajar Untuk Bersahabat dengan Waktu, Kesendirian, Hingga Rindu yang Terus Datang Meski Tak Diundang

Suatu kali selepas pulang dan menikmati waktu berdua dirumah, kamu pernah bertanya bagaimana aku menjalani hari setiap kali kamu jauh. Tak ingin jadi pasangan yang egois, aku memang jarang menyampaikan kerinduan agar kamu segera pulang. Karena aku tahu, setiap kali akan pergi ada kerinduan yang juga sama sedang mengisi isi kepalamu.

Dari situ aku belajar, bahwa tak hanya aku saja, ternyata kamu juga merasakan hal yang sama. Pulang bekerja dan tak disambut oleh siapa-siapa, hingga urusan lain yang akan kamu selesaikan seorang diri. Jelas lebih berat dari apa yang aku jalani.

Pelan-pelan aku mulai terbiasa memahami arti dari kesendirian yang memang hanya sementara, hingga pintar dalam hal manakar rindu yang terus membesar.

Memahami Semua Rentang Jarak yang Ada, Hingga Berdoa Agar Kamu Tak Lagi Harus Bepergian Ke Luar Kota

Tak peduli ini akan jadi doa yang kamu harapkan atau tidak, tapi biar bagaimana pun ini jadi sesuatu yang memang aku mohonkan pada Tuhan.

“Kan cuma ke luar kota, bagaimana jika ke luar negeri?” katamu dengan nada becanda.

“Aku sudah berdoa biar kamu dapat proyek yang hanya di dalam kota saja,” kataku tak kalah bercandanya. Meski seperti katamu, posisimu yang masih dalam tahap pertimbangan membuatmu hanya bisa mengiyakan segala perintah atasan. Kamu harus siap sedia, pergi kemana saja yang diminta.

Untuk itulah aku akan terus berdoa semoga tak ada lagi, list luar kota untuk tugas yang kamu punya. Dan kuharap semesta akan mendengar dan mengamininya.

Perjalanan Kita Jelas Akan Jadi Memori, Sudah Kususun Rapi dan Kelak Akan Kuceritakan Lagi

Kamu mungkin akan menggeleng tak habis pikir mengapa aku bisa tiba-tiba menelpon dengan suara yang berat hanya karena tiba-tiba menangis karena rindu. Hingga kamu yang mendadak posesif meski aku hanya akan pergi dengan teman perempuan untuk sekedar makan di luar.

Satu per satu cerita yang sudah kita lalui, sudah mulai tersusun rapi dalam lemari. Kelak jika sedang ingin, aku akan membukanya kembali dan kubagikan pada dia yang kelak jadi buah hati. Ia harus tahu betapa ibu dan bapaknya, dulu pernah begitu rindu hanya karena jarang bertemu.

Perlahan Doa Kita Mulai Didengarkan, Kamu Tidak Lagi Harus Bepergian dan Aku Pun Tak Terus Diterkam Rasa Takut Kehilangan

Menjadi teman yang selama ini menemani kamu berjuang di kejauhan, kalimat “Aku akan stay, dan tak lagi bepergian.” jelas jadi sesuatu yang amat membahagiakan. Karena itu artinya, aku tak akan lagi tidur sendirian. Bisa bangun dengan girang, karena ada seseorang yang harus dibuatkan sarapan. Hingga menunggumu pulang dengan hati yang bahagia saat malam telah datang.

Gambaran kehidupan rumah tangga yang selama ini kita mimpikan, akhirnya akan jadi kenyataan. Bahkan meski aku tak akan menjelaskan, kamu sendiri jelas tahu seberapa senang hatiku sekarang.

Kita Pun Jadi Belajar, Jika Pasangan Adalah Alasan Indah Untuk Segera Pulang Saat Senja Datang

Tak peduli seberapa lelah dan padat kegiatanku, bayang-bayang akan bertemu denganmu di rumah saat sore tiba, jadi kenyataan lain yang kerap memberiku energi jauh lebih besar setelah lelah bekerja seharian.

Jangan pergi-pergi lagi, sebab kamu telah menjadi bagian dari nadiku, aku tak ingin kamu jauh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Menurunkan Berat Badan Bukan dengan Diet, tapi Pacaranlah dengan Orang yang Salah

Pasangan yang kita anggap sempurna belum tentu tepat. Itulah kenapa menemukan orang yang tepat untuk dijadikan pasangan bahkan teman hidup bukanlah perkara yang mudah. Nah, kalau bertemu orang yang tepat akan membuatmu bahagia sampai mungkin kamu mengalami kenaikan berat badan, maka bertemu orang yang salah hanya akan membuatmu berada dalam tekanan sehingga fisik dan mentalmu yang jadi taruhannya. Dan tak semua orang bisa dengan cepat menemukan tambatan hatinya dengan tepat, ada yang prosesnya memakan waktu bertahun-tahun. Mungkin kita salah satunya…

Dia Mulai Membandingkan dirinya dengan Mantanmu atau Membandingkanmu dengan Mantannya

Jika di awal hubungan saja dia selalu membandingkan kamu dengan masa lalunya, atau dirinya dengan masa lalumu, maka pertimbangkan lagi dirinya untuk jadi bagian dari masa depanmu. Kalau sampai dia dengan gamblang berani membandingkan dirimu dengan mantannya, kamu patut curiga, mungkin ada indikasi kalau dia belum melupakan mantannya. Karenanya, butuh pertimbangan kalau kamu menghadapi kekasih dengan tipikal semacam ini.

Dia Tak Berusaha Memahamimu, tapi Justru Ingin Mengubahmu

Sebelum kamu dan dia beranjak ke jenjang yang lebih serius, coba pertimbangkan lagi, sudahkah dia berusaha untuk memahamimu?  Kalau yang terjadi justru dia berusaha mengubahmu, maka untuk apa kamu mempertahankan hubunganmu yang sekarang?

Kamu bukanlah sebuah robot, kamu ada untuk jadi partnernya, ‘kan? Kalau misalnya dia sudah terang-terangan memberi komentar negatif soal penampilanmu misalnya, maka sejatinya dia sudah lupa arti menghargai keberadaan pasangannya. Yakin, kamu masih mau terus jalan bareng si dia?

Hubungan Sudah Semakin Tak Sehat kalau Kamu Merasa Hubunganmu yang Sekarang tak Lebih Baik dari Sebelumnya

Bila kamu berada di titik dimana kamu merasa belum menemukan sesuatu yang lebih baik dari pasanganmu yang sekarang, munngkin karena memang masih ada yang mengganjal di dalam hatimu. Sekalipun kamu berusaha menampiknya dengan perasaan nyaman yang sudah tercipta, tapi kamu tak merasa hubunganmu yang sekarang jauh lebih baik dari yang dulu. Kalau begini kondisinya, bukannya membuatmu bahagia, yang ada membuatmu terus berpikir untuk mencari cara menyudahi hubunganmu, ‘kan?

Jika Teman Dekat atau Keluargamu Tak Suka Dengan Kehadirannya, Memang Ada Kemungkinan Kamu Menyayangi Orang yang Salah

Mungkin kamu punya pendapat sendiri soal ini. Tapi maksudku kali ini, kalau sebagian besar orang di lingkunganmu hampir tidak menyukainya, terutama orangtua atau saudara kandung, mungkin kamu memang sedang berada di dalam pilihan yang tidak tepat. Coba, tanyakan kembali pada hatimu, benarkah hatimu memang sudah menetap padanya dan sungguh ingin mempertahankannya, Kawan?

Pacaran dengan Orang yang Salah Bisa Membuatmu Justru Merasa Tidak Bersemangat bila Membahas Rencana Masa Dapan Bersamanya

Banyak orang yang mengatakan bahwa pasangan kamu ikut bertanggung jawab atas kebahagiaanmu saat ini dan masa depan. Mungkin karena kontribusinya begitu besar dalam hidup kita. Tapi kalau soal ini saja dia tak berhasil membuatmu bahagia, justru malah membuatmu merasa khawatir dan tidak bersemangat ketika bersama pasangan kamu, mungkin saja kamu belum menemukan pasangan yang tepat untuk hidup kamu.

Tak perlu terus-terusan berpegangan pada satu orang yang sejatinya tak tepat untukmu. Justru, mulailah untuk lebih peka mengerti soal hatimu. Bantulah dirimu untuk melepaskan apa yang memang bukan untukmu. Masih banyak orang yang benar-benar lebih cocok untuk kamu di luar sana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Waspadalah, Para Pemburu CLBK Gemar Manfaatkan Momen Ini!

Tak semua orang siap dan legowo menatap cintanya yang telah lalu. Banyak barisan para mantan yang kerap masih berharap untuk kembali kepada passangannya. Termasuk mereka para mantan  pasangan kita saat ini.

Tapi tentu mereka pun penuh gengsi dan tak mau bergerak secara terang-terangan. Mereka berusaha mencari momen untuk melancarkan kembali godaan agar pasanganmu kembali ke pangkuan mereka. Gombal!

Nah supaya kamu tak kecolongan, waspadai beberapa momentum berikut ini yang sering kali digunakan para pemburu CLBK untuk melancarkan aksinya.

 

Momen Reuni Dimanfaatkan Mengajak Lupa Diri

Ini urusan paling banyak digunakan para mantan untuk berusaha merayu pasangan kita lagi. Bisa saja itu reuni sekolah, kuliah atau tempat kerja yang lalu. Ajang reuni akan dimanfaatkan untuk tempat temu kangen dan mengingat momen-momen indah dahulu yang sesungguhnya sudah basi.

Nah, cobalah kamu berkomunikasi lebih intens jika pasanganmu akan dan sudah reuni belum lama ini. Jangan sampai mereka terbuai rauyan manis para mantannya untuk kembali ke momen yang telah lalu tersebut.

Hari Raya Natal Malah dibuat Nakal

Dimulai dengan mengucapkan “selamat natal ya“, kemudian dilanjut dengan “mamah papah masih masak yang sama seperti tahun lalu?“, mendekati dari sisi keluarga memang ditengarai dapat membangkitkan memori harmonis. Apalagi pasanganmu cukup tersentuh apabila membicarakan tentang keluarga.

Dan tak ada yang bisa menjamin, jika obrolan seperti ini akan berhenti begitu saja. Sebab biasanya, umpan yang disampaikan si mantan pastilah akan disambut dengan kalimat basa-basi dari pasangan, yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh sang mantan. Hati-hati, meski sederhana ini bisa merusak hubunganmu dan si dia.

Hari Raya Idul Fitri Malah Mengajak Kawin Lari

Dua hal yang paling melekat dari hari raya ini adalah soal mudik dan bermaaf-maafan. Biasanya mantan yang tak tahu diri itu, mencuri moment ini dengan mantan kekasihnya lewat basa-basi mengucapkan hari raya. Sedari awal tujuannya padahal bukan untuk meminta maaf atas tindak tanduk perbuatan sih, namun agar ada alasan pasti kenapa ia bisa chatting-an lagi.

Kalau kamu sedang bersama pasanganmu di hari itu, karena kamu bermain kerumahnya, coba lirik sedikit gawainya apakah ada ucapan hari raya dari mantannya yang berlanjut ke obrolan mesra.

Lewat Ucapan Ulang Tahun Rayuan Maut Dilancarkan

Hari ulang tahun pasanganmu, adalah momen bagi kamu sebagai pasangan untuk memberikan kejutan atau pun hadiah. Tetapi itu tidak hanya berlaku bagimu saja, kan? bagi mantannya pun juga. Karena tak ada larangan mantan untuk bertindak saat dia untuk ulang tahun, mungkin hanya lebih ke arah etika saja.

Saat pasanganmu sedang berulang tahun, dan dia baru menjalani hubungan bersamamu, mungkin ada tradisi khusus yang dilakukan mantannya kepadanya di setiap edisi saat ulang tahun. Bisa jadi, hal ini dapat merobek kepercayaan pasangamu kalau kamu tak memberikan perlakuan spesial. Kamu dapat ‘kecolongan’, apalagi sang mantan bertindak dengan membawa kue dan hadiah, sekaligus berkata, “Rasanya masih sama seperti saat kita jadian ya?”. Wah, bahaya kan?

Masih Ngebet Rayakan Hari Anniversary Padahal Sudah Mantan

Nah, hari ini sangat krusial, apalagi bagi kamu yang baru jadian. Bayang-bayang mantan masih bisa seliweran di benak pasanganmu sekarang. Tak ada yang bisa menghalangi perasaan, mau sekuat apapun kamu berusaha untuk memberikan cinta kasih, kalau ia masih ada rasa meskipun sedikit kepada mantan semuanya bakal sulit.

Sang mantan datang dengan alasan, “Agak random nih aku chat kamu, apalagi ini tanggal kita jadian sebelum udahan,” sebenarnya adalah menyelipkan kata rindu dan kangen secara tersirat. Kalau pasanganmu, menanggapinya. Hubunganmu bisa jadi runyam begitu saja.

Tahun Baruan, Malah Mengajak Untuk Selingkuhan

Biasanya tahun baru adalah moment spesial yang dijalani oleh setiap orang, sebenarnya sih nggak spesial-spesial amat. Tergantung bagaimana seseorang membungkusnya saja. Nah, bagi yang berpasang-pasangan, pasti ada saja hal yang dilakukan secara spesial. Mulai dari dinner berduaan, sampai liburan bareng dan menatap langit penuh kembang api sambil bergandengan tangan.

Bisa jadi malam spesial yang dijalani. Andai saja, mantannya pasanganmu kembali kemudian mengucapkan, “Selamat tahun baru ya, jadi inget malam di Bali, di pinggir pantai itu”. Kalau itu masih berbekas di hati pasanganmu, pasti mereka bercerita sampai pagi-pagi buta, dan pasanganmu lupa kalau, “oh iya aku sudah punya pasangan, tapi tak apalah mengenang sedikit kan bukan perselingkuhan”.

Momentum dimanfaatkan oleh mantan untuk kembali lewat tegur sapa, dibalik hari raya keagamaan dan hari besar. Banyak orang yang mengambil secuil kesempatan ini untuk mengabari mantannya. Dengan harapan si mantan dapat tergoda, dan kembali menjalin seperti dahulu kala.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Usah Bertanya Aneh-aneh, apalagi Berkomentar Negatif Saat Menjenguk Temanmu dan Bayinya

Saat mendengar kabar kalau sahabat atau teman kita baru saja melahirkan, secara tak langsung pasti kamu ikut berbahagia, ‘kan? Keberadaan bayi dan kondisi kesehatan temanmu yang jadi fokusmu saat datang berkunjung. Kamu pun dengan senang hati mendengarkan pengalaman temanmu yang bercerita tentang kelahiran anaknya itu.

Percayalah, mendengarkan ceritanya jauh lebih baik dibanding bertanya dengan pertanyaan yang justru berisiko menyinggung perasaan temanmu. Yup, sadar tak sadar sering lho, sebagai tamu, ada beberapa orang yang asal saja ketika bertanya dan tak memikirkan perasaan para ibu baru. Ini dia pertanyaan yang sebaiknya kamu hindari.

Tak Perlu Berkomentar Negatif Saat Tahu Temanmu Melahirkan secara Caesar

Kalau sekadar bertanya mungkin tak masalah. Tapi kalau sampai berkomentar negatif seperti “Malas gerak, ya?” atau “Takut sakit, ya?”

Tentu saja pertanyaan singkat semacam itu membuat mereka jadi tersinggung. Jadi lebih baik kamu tidak memberikan komentar yang secara tak sadar menyakiti perasaan mereka. Kamu sendiri memangnya mau bila melahirkan nanti lalu temanmu ada yang bertanya demikian?

Kemudian Tak Perlu Tanya Perihal Diinduksi atau Tidak, Itu Bukan Ranah untukmu Bertanya Demikian

Begini, tak semua perempuan punya tubuh dan kekuatan yang sama. Ada perempuan yang membutuhkan induksi dan obat saat proses melahirkan. Kamu atau temanmu yang baru saja melahirkan pun demikian. Untuk itu,rasanya kurang tepat kalau bertanya soal induks atau tidak.

Soal Berat Badan Bayi pun Tabu Dibicarakan

Sah-sah saja kalau kamu hanya ingin menanyakan berat badan bayi. Namun hindarilah berkomentar kalau bayi tersebut terlalu kecil atau terlalu besar. Selain tidak sopan, pertanyaan semacam itu jelas akan membuat sang ibu bersedih atau justru tersinggung. Setiap bayi yang lahir jelas jadi anugerah untuk para ibu. Karenanya, jauh lebih baik memberikan dukungan dibanding harus berkomentar.

Simpan Saja Komentarmu Soal ASI

Kembali lagi soal tubuh perempuan yang memang diciptakan berbeda sejak lahir. Hingga akhirnya setiap perempuan menjadi ibu pun, perbedaan itu akan tetap ada. Ada perempuan yang tidak bisa langsung memberikan ASI. Untuk itu, jagalah komentarmu perihal anaknya atau temanmu yang mungkin mengalami keterbatasan soal hal ini.

Berat Badan Si Ibu Juga Tak Usah Ditanyakan Lagi

Adalah natural kalau misalnya seorang perempuan hamil kemudian mengalami pertambahan berat badan. Justru memang menurunkan berat badan setelah melahirkan bukanlah hal yang mudah dan memang perlu waktu. Untuk itu hindarilah pertanyaan seputar berat badan berikut dengan kenaikannya saat kamu menengok seseorang yang baru melahirkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top