Feature

Satu Dekade Bersahabat, Gading Marten-Andhika Pratama Tak Pernah Berselisih Paham

Tak ada yang menyangka usia persahabatan Gading Marten-Andhika Pratama sudah menginjak satu dekade alias 10 tahun. Susah senang dijalani keduanya bersama-sama.

“Persahabatan bagai kepompong iya. Nggak berasa kita jalan bareng sudah sepuluh tahun apa ya. Ya kita bersahabat apa adanya saja. Kita juga sahabatan di luar kerjaan ya sudah jalani saja,” ujar Gading seperti dikutip dari Detik Hot.

Di usia persahabatan yang tak bisa dibilang sebentar itu, keduanya mengaku tak pernah berselisih paham lantaran baik Gading maupun Andhika selalu memahami satu sama lain dan tak pernah menyinggung urusan pribadi.

“Saya sama Gading nggak pernah menyinggung area pribadi masing-masing. Jadi Gading punya privasinya sendiri, saya juga begitu kita berteman di luar itu,” sambung Andhika Pratama.

Lantaran sudah punya keluarga masing-masing, keduanya tetap saling mendukung satu sama lain. Tak jarang, obrolan dan diskusi mereka bahkan sampai ke topik soal bisnis dan pekerjaan. Kunci persahabatan sukses menurut keduanya adalah yang benar-benar bisa klik.

“Nggak tahu, klik saja. Pernah ada yang ngomong kalau teman 1000 kurang kalau musuh satu kebanyakan makanya kita cari teman sajalah. Kadang ada teman datang dan pergi tapi sejauh ini saya sih sama Dika klik gitu dalam pertemanan dan pekerjaan sama dia,” ujar Gading.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cinta yang Sesungguhnya Akan Dimulai Setelah Kita Menikah 

Pada proses penjajakan, sebelum akhirnya sah menjadi pasangan halal. Sebagian besar orang akan tampil dengan sempurna untuk masing-masing pasangannya. Mengalah pada setiap pendapat yang berbeda, mengaku salah walau sebenarnya tak salah, sampai pada hal lain yang bertujuan menyelamatkan hubungan. Anehnya, biasanya kita akan menganggap perbuatan-perbuatan tersebut adalah bentuk lain dari cinta. Padahal, belum tentu begitu adanya. 

Jangan dulu terbuai pada segala macam sikap romantis selama berpacaran dari lelakimu. Karena setelah menikah, kamu akan tahu, sesekali ia akan menentangmu. Begitu pula dengan para perempuan yang selama ini kamu kenal sebagai sosok lembut yang penyanyang, bisa jadi berubah memperlihatkan jati diri yang sebenarnya setelah menikah. 

Perihal menikah, memang datang dengan segala macam dilemanya. Tapi cinta yang sesungguhnya akan kian benar-benar terasa, setelah kamu dan si dia resmi menikah dan hidup berdua. 

Tak Akan Boleh Lagi Gegabah, Kita Lebih Teliti dalam Memilih Kata Jika Sedang Bicara

Jika pada saat pacaran, kita memilih kata agar enak didengar. Setelah menikah, kita memilih kata karena sadar jika melukainya bukanlah sesuatu yang benar. Beberapa kali kita mungkin akan terbawa emosi, salah ucap dan saling melukai. Tapi tak saling diam seperti saat dulu pacaran, setelah menikah buru-buru meminta maaf tanpa menunjuk siapa yang salah justru semakin menguatkan rasa.

Lebih tahu bagaimana caranya meredam semua amarah, semua kalimat atau ucapan yang akan disampaikan pastilah melalui pertimbangan. Bukan pujian manis yang terdengar puitis, kata-kata yang saling menguatkan justru jauh lebih dibutuhkan. 

Semakin Tahu Bagaimana Karakter Asli si Dia, dan Terbuka untuk Memperlihatkan Siapa Kita

Mungkin benar, jika sewaktu pacaran ada banyak kebohongan yang kita gunakan demi menuai simpatik dari pasangan. Memasuki kehidupan pasca pernikahan akan ada banyak rahasia yang mulai terbongkar. Kebiasaan-kebiasaan buruk yang ternyata dimiliki, keinginan-keinginan lain yang masih ingin dilakukan, sampai pada rahasia-rahasia besar yang baru pasangan kemukakan setelah pernikahan. 

Beberapa mungkin terasa menyebalkan, tapi sebagian lain justru menguatkan hubungan. Tentang bagaimana kita dan pasangan akan saling terbuka. Memahami satu sama lain dengan pikiran yang lebih lapang. Lalu sadar, jika perjalan cinta yang akan dilalui ternyata masih panjang. 

Sehebat Apapun Cintamu Sebelum Menikah, Kasih Sayang Setelah Menikah Justru Lebih Indah dari Segalanya

Bersama dia yang pernah jadi kekasih, kita mungkin sudah menjejaki berbagai macam petualangan yang menyenangkan. Pergi berlibur ke tempat nyaman, makan malam berdua di restoran mahal dan segala cerita lain yang selalu jadi memori indah yang layak dikenang. Lalu setelah menikah, kita memang mungkin akan lebih banyak di rumah.

Menikmati momen berdua dengan sesuatu yang ala kadarnya. Anehnya, hal-hal sederhana yang begini justru terasa lebih bermakna. Memberikan kita waktu yang lebih banyak untuk bicara, hingga sadar jika bahagia itu ternyata selalu ada dan berada dekat dengan kita. Tak lagi butuh segala sesuatu yang mewah, setelah menikah menghabiskan waktu berdua dengan suami atau istri sudah lebih indah dari segalanya.  

Hidup Berdua Membuat Kita Belajar, Jadi Semakin Paham Apa Itu Ketulusan

Mulai terbiasa berbagi tempat tidur, saling bantu dalam membersihkan rumah, berbagi tugas jika ingin memasak makan malam berdua. Ya, hal-hal sepele yang selalu dikerjakan berdua seperti ini, jadi penguat rasa atas hubungan dengan pasangan. Tak ada rasa enggan atau berpikir jika itu bukanlah pekerjaan yang harus aku selesaikan. Bahu-membahu melakukan semuanya berdua, membuat kita membuka mata. Melihat apa itu ketulusan yang sebenarnya. 

Berbeda dengan Cinta Saat Berpacaran, Kini Kasih Sayang yang Dimiliki Semakin Menguatkan Hati 

Tanpa bermaksud membeda-bedakan, tapi perubahan fase atas hubungan dari berpasangan menjadi suami-istri memang turut serta membawa perubahan baru pada masing-masing hati kita. Ketulusan dan keikhlasan untuk membantunya dalam segala hal, berusaha memberikan semuanya sepenuh hati tanpa berharap balasan seperti saat ketika masih pacaran. 

Kamu tak lagi berharap jika suamimu akan memberimu pujian, jika kamu membuatkan masakan untuk makam malam. Sebab kamu tahu, perbuatan itu adalah bentuk kasih sayang yang utuh bukan ajang untuk memperlihatkan kebolehanmu agar dipuji oleh pacarmu. Lelaki pun tak lagi merasa terlalu bangga, karena bisa melindungi istrinya dari hal-hal berbahaya. Karena sesungguhnya, itu adalah kewajiban yang sudah semestinya dijalankan tanpa menunggu adanya permintaan dari pasangan. 

Jika cinta dan kasih sayang yang kalian sudah miliki sudah sampai pada tahap ini, itu berarti rasa yang dimiliki memamg benar adalah cinta sejati. Cinta yang diberikan dengan tulus tanpa berharap adanya balasan dari dia yang dicintai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sekuel Thor 4 Siap Digarap Kembali oleh Taika Waititi

Thor akan kembali ke dunia Marvel. Sekuel film Thor yang ke-4 akan dibuat dan disutradarai kembali oleh Taika Waititi. Menurut The Hollywood Reporter. Taika sukses membawa film solo ketiga Thor itu meraih keuntungan hampir US$854 juta dari box office sedunia dan skor 93 persen Rotten Tomatoes pada tahun 2017.

Chris Hemsworth pun akan kembali berperan sebagai Thor. Kendati demikian, belum ada rincian lain terkait cerita dan jadwal rilisnya. Namun terakhir dalam Avengers: Endgame, Thor menyerahkan kaum Asgard pada Valkyrie di rumah baru mereka di bumi. Sementara itu, Thor ikut dalam pesawat luar angkasa bersama Guardians of the Galaxy.

Taika Waititi sendiri sukses memberi warna baru pada Thor. Pria New Zealand ini juga aktor di balik karakter Korg, raksasa batu yang lucu. Keterlibatannya lagi pada Thor 4 konon membuat proyeknya bersama Warner Bros. dalam film adaptasi manga Jepang, Akira, terganggu. Akira yang semula dijadwalkan rilis pada 2021 kabarnya harus menjeda jadwal syuting karena Taika juga mengembangkan naskah Thor 4. Sementara Chris Hemsworth baru selesai dengan film terbarunya Men in Black: International.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Statusnya sebagai Anak Farhat Abbas Buat Gusti Rayhan Sering Dibully

Gusti Rayhan mengaku tak ambil pusing dengan kelakuan ayahnya, Farhat Abbas yang baru-baru ini menghebohkan publik dengan perangnya melawan Hotman Paris. Sejak dulu, Gusti Rayhan menyebut sikap ayahnya memang membuatnya dibully di sekolah saat masih duduk di bangku SMP.

Tak mudah menjadi seorang anak dari pengacara kondang Farhat Abbas. Hal inilah yang dirasakan Gusti Rayhan, putra Farhat dari istri sirinya, Rita Tresnawati. Gusti mengaku lantaran sikap sang ayah yang sensasional, ia sering mendapat perundungan atau bully saat ia masih duduk di bangku SMP.

“Sempet (diledekin) pas kelas 7, kelas 8, dan diledekin (Farhat Abbas) itu malah bikin sensitif kalau orang-orang ngomong ‘kamu anaknya ini’ ‘kamu anak si ini’, aku lagi jalan terus dipanggil nama ayah, jadi sensitif gara-gara itu,” kata Gusti Rayhan seperti dikutip dari Suara, Rabu (17/7).

Perlakuan tak menyenangkan didapat Gusti bukan dari teman-teman sebayanya saja. Bahkan orangtua murid pun sempat memojokkan dirinya.

“‘Hey Farhat Abbas ‘gitu-gitu (ngeledeknya), ‘eh kamu anaknya ini (Farhat)’ wah pokoknya tiap aku ketemu anak lain atau orang tua selalu aja diomongin gitu. Aku cuma senyum, nggak bisa ngomong ‘nggak..nggak bukan’ juga, ya sudah, lama-lama berhenti sendiri,” jelasnya.

Sampai hari ini, ada saja yang mengaitkan dirinya dengan pengacara sensasional itu. Tapi Gusti lebih berlapang dada dan tak emosi seperti saat masih kecil dulu.

“Buat ejekan sih berhenti sendiri, kalau sekarang kaya lebih ke nanya aja orang-orang, emang benar (Farhat begitu?) Terus pernah ketemu nggak (sama Farhat), gitu-gitu,” tutup Gusti Rayhan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top