Trending

Sakit Tak Hanya Menyerang Fisik, Tak Ada yang Tahu Kapan Gangguan Jiwa Datang Mengusik

Apa yang ada di benakmu jika kamu diminta ke psikolog? Kira-kira mau tidak? Sejatinya, kebanyakan orang akan merasa takut dan menolak jika diminta ke psikolog. Bukan apa-apa, stereotip yang ada membuat kita  beranggapan kalau orang yang datang ke psikolog itu pasti mengidap sakit jiwa. Lebih menyedihkannya lagi, sakit jiwa itu dianggap sebagai aib yang memalukan. Padahal, tanpa disadari sebenarnya kita yang merasa normal dan baik-baik  sejatinya juga membutuhkan psikolog untuk berkonsultasi.

Apalagi tak ada yang bisa menebak situasi dan kondisi jiwa seseorang. Kamu perlu tahu, bukan hanya jasmani saja yang dapat sakit, mental seseorang pun bisa. Tanggal 10 Oktober ini rutin diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Peringatan yang berlangsung setiap tahunnya pun bertujuan agar orang tak lagi menganggap sakit jiwa sebagai sebuah momok, melainkan sebuah penyakit yang bisa diperangi. Karenanya, penting sekali untukmu mengenali jenis penyakit kejiwaan berikut gejalanya.

Terlalu Perfeksionis Bisa Jadi Tanda Kalau Seseorang Mengalami Gangguan Kepribadian Obsessive Compulsive

Sebagian orang masih beranggapan kalau sifat perfeksionis adalah sebuah kelebihan. Apalagi orang dengan sifat yang demikian punya keahlian untuk berfokus pada detail sehingga tak ingin ada kesalahan yang terjadi. Inilah mengapa sang perfeksionis kemudian menjadi andalan dalam beberapa hal. Tapi kamu harus tahu, tak melulu sifat perfeksionis itu baik. Sebab ada salah satu gangguan kepribadian  yaitu Obsessive Compulsive Disorder dan biasanya dikenali lewat ciri-ciri orang yang terlalu perfeksionis.

Penderita gangguan ini biasanya punya kecenderungan harus melakukan segala hal dengan benar. Kalau tidak, hal itu bisa mengganggu produktivitas mereka. Dengan sifatnya yang terlalu perfeksionis, umumnya penderita jadi terjebak pada hal-hal yang detail, mereka menetapkan standar yang tinggi namun jadi tidak rasional baik untuk dirinya maupun orang di sekitarnya. Mereka dengan penyakit ini biasanya kesulitan untuk bersosialisasi dan bekerja dalam tim lantaran sulit percaya dengan orang lain.

Moodswing Nan Ekstrim Ternyata Salah Satu Ciri Terkuat Seseorang Mengidap Bipolar

Kamu pernah menonton film Silver Lining Playbook? Pat Solitano (Bradley Cooper) awalnya sakit hati karena pengkhianatan oleh sang istri. Hal itu berdampak pada kejiwaan Pat dimana ia tak bisa mengendalikan diri. Emosinya yang meledak-ledak dan mudah tersinggung membuatnya kelimpungan. Setelah diperiksa, ia ternyata didiagnosis mengidap bipolar disorder.

Gangguan bipolar biasanya ditandai dengan moodswing yang hebat serta perubahan perilaku. Penderita akan mengalami perubahan mood yang dramatis. Pengidap bipolar punya dua ‘episode’ dalam hidupnya. Yaitu episode mania dan episode depresi.

Pada fase mania yang bisa berlangsung selama beberapa jam, hari, atau minggu, penderita bipolar biasanya menunjukkan perilaku yang ekstrem dan tak terkendali. Dalam beberapa kasus, penderitanya sampai tidak bisa menjalani aktivitas sehari-hari seperti bersekolah dan kerja, hingga harus masuk rumah sakit. Inilah yang biasanya terjadi pada episode mania.  Sementara pada episode depresi, penderitanya akan menunjukkan kesedihan atau keputusasaan yang tidak wajar.

Skizofrenia Membuat Penderitanya Harus Menjalani Pengobatan Seumur Hidup

Istilah “skizofrenia” berasal dari bahasa Inggris yaitu schizophrenia yang memiliki arti “pikiran terbagi atau terpecah” dimana hal itu mengacu pada terganggunya keseimbangan pada emosi dan pikiran. Mengutip dari Mayo Clinic, skizofrenia bisa diartikan sebagai sekelompok gangguan berat pada otak dimana orang akan menafsirkan realitas dengan abnormal, tidak seperti orang pada umumnya.

Orang yang mengalami hal ini akan mengalami beberapa hal seperti halusinasi, khayalan, dan gangguan pada pemikiran dan perilaku. Mayoritas dari penderitanya mengalami rasa takut yang luar biasa. Biasanya, penyakit ini mulai muncul pada usia dewasa muda. Ironisnya, pengidap skizofrenia harus terjebak dengan situasi yang kronis dimana penderitanya harus terus menerus melakukan pengobatan dan perawatan seumur hidup mereka.

Insomnia Tak Melulu Berkaitan dengan Gangguan Tidur, Penderita PTSD Pun Mengalami Hal yang Sama

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) adalah salah satu gangguan kejiwaan yang bisa membuat sifat seseorang berubah drastis dalam waktu singkat atau dalam kurun waktu yang cukup lama dari kejadian yang membuatnya trauma. Gangguan ini dipicu oleh kejadian tragis yang pernah dialami oleh seseorang. Misalnya, ia pernah jadi korban kecelakaan lalu lintas, bencana alam, tindak kejahatan seperti pemerkosaan atau perampokan, hingga trauma akibat ditinggal orang tersayang meninggal.

Jiwanya akan terganggu lantaran selalu mengingat detail mengerikan dari kejadian tragis atau sering bermimpi buruk tentang kejadian tersebut. Pola pikirnya pun cenderung menjadi negatif terhadap diri sendiri, orang lain dan masa depannya yang berkaitan dengan traumanya. Perubahan emosi yang menjadi gampang uring-uringan, waspada berlebihan, insomia, mudah terkejut, dan takut.

Ketika dirimu menemukan situasi seperti ini, entah pada dirimu sendiri atau orang lain, jangan ragu untuk konsultasi kepada terapis ataupun psikolog untuk memperbaiki gangguan yang terjadi. Selain itu, jangan sungkan untuk bercerita kepada orang yang tepat agar kamu juga mendapatkan kelegaan dan penanganan yang tepat. Jangan biarkan orang dengan gejala penyakit kejiwaan ini justru merasa sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Lelaki Paruh Baya Tebas Kepala Temannya Hingga Tewas Karena Kesal Ditanya “Kapan Nikah?”

Sebenarnya pertanyaan kapan nikah adalah sebuah ungkapan biasa. Tapi akan berbeda jika ditanyakan pada mereka yang mungkin belum juga menikah pada usia yang terbilang sudah tua. Merasa tak nyaman, hingga menuai kesal seorang laki-laki bernisial AM alias Aswin (52) diberitakan menebas teman sekampungnya hanya karena ditanya “Kapan Nikah”.

Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (18/5/2019) pukul 22.00 Wita, Aswin yang merasa kesal menebas temannya Ari Kongingi (47) dengan memakai parang. Peristiwa naas tersebut berawal ketika Aswin pergi ke rumah korban Ari untuk membeli minuman keras jenis cap tikus. Mulainya mereka sempat berbincang akrab, namun obrolan berubah menjadi tegang karena korban bertanya kepada tersangka perihal kapan menikah. Merasa kesal karena terlalu mencampuri apa yang sebenarnya bukan urusannya. Pelaku meminta korban untuk tak perlu ikut campur tentang statusnya.

“Jangan ikut campur, itu urusan keluarga saya,” jawab tersangka. Selapas obrolan tersebut, tersangka langsung kembali ke rumahnya. Namun ternyata diikuti oleh korban yang ternyata merasa tersinggung atas pernyataan Aswin.

Masuk ke dalam rumah Aswin, mereka berdua sempat berdebat di dalam rumah. Sempat dilerai oleh kepala lingkungan setempat, nyatanya pertengkaran tersebut tak bisa dilerai hingga akhirnya Aswin yang sudah mengambil parang dari dalam rumah menebas kepala korban bagian kiri.

Ari yang menjadi korban, sempat dilarikan ke Puskesmas Ratahan, namun nyawanya tak lagi bisa tertolong ketika dirujuk ke RSUD Noongan Langoan  karena mengalami luka robek dan pendarahan hebat di kepalanya. Kompol Ronny Tumalun, Kapolsek Ratahan mengatakan perisitiwa berdarah tersebut terjadi di  jalan raya Kelurahan Wawali, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Sabtu (18/5/2019) jam 22.00 Wita. 

“Tersangkanya AM alias Aswin (52), melakukan penganiayaan kepada korban dengan sebilah parang dengan cara sekali menebas korban kena bagian kepala sebelah kiri,” kata Kapolsek Ronny Minggu (19/05/2019).

“Korban meninggal dunia pada  Minggu (19/5/2019) pukul 01.30 Wita di rumah sakit,” kata Kompol Ronny

Sempat melarikan diri selepas menebas kepala korbannya, hingga akhirnya berhasil diringkus di rumahnya untuk selanjutnya sudah diamankan ke Mapolsek Ratahan.

“Kami langsung mendatangi rumah tersangka dan menangkapnya. Atas perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat sehingga mengakibatkan orang mati,” jelasnya.

Dari hasil menyelidikan semenatar dari Polsek Ratahan, kasus penganiayaan yang menyebabkan korban tewas, disebabkan karena ketersinggungan atau sakit hati dirasakan tersangka atas ucapan korban. Dan ternyata saat ini, pacar dari tersangka sedang mengandung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Tiga Hari Debut, John Wick Berhasil Geser Posisi Avengers: Endgame

Memasuki hari ketiga penayangannya sejak 17 Mei 2019 lalu, seri ketiga dari film laga John Wick diberitakan berhasil menyaingi pendapatan sensasional dari Avengers: Endgame di puncak box office. Sebagaimana dilansir dari Reuters, John Wick: Chapter 3-Parabellum berhasil mengantongi debut tiga pekan sebesar US$57 juta dari pemutaran di 3.850 lokasi Amerika Utara. Angka tersebut jadi kekuatan yang akhirnya berhasil menggeser posisi Avengers: Endgame yang hanya mengoleksi US$29,4 juta pada periode serupa.

Tak hanya itu saja, film seri ketiga yang diperankan aktor kawakan Keanu Reaves ini juga berhasil mengalahkan 2 seri sebelumnya. Film pertama John Wick (2014) mendapatkan US$14,4 juta dengan periode yang sama, Lalu John Wick: Chapter 2 (2017) mendapatkan US$30,4 juta.

John Wick: Chapter 3-Parabellum adalah lanjutan cerita perjalan John Wick yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran yang tengah mempertahankan nyawa dari buronan semua orang setelah ia ketahuan membunuh salah seorang anggota High Table di wilayah netral, Hotel Continental di New York.

Untuk kamu yang beriat menonton, namun belum pernah melihat dua seri sebelumnya. Sebaiknya, sempatkan waktu untuk menontonnya terlebih dahulu, karena seri ketiga akan berlangsung sebagai lanjutan dari seri 2. Dimana, John Wick terlihat tergopoh-gopoh sambil berlari menuju beberapa tempat demi bertemu teman lama untuk dimintai pertolongan.

Jadi santapan baik untuk para pecinta film laga, penonton seolah tak diberi celah untuk bernafas lega atas rentetan adegan pemburuan yang dilakukan oleh John. Tapi tak melulu menyajikan kekerasan, adegan berdialog yang tersaji beberapa kali diselipi lelocon yang bisa melupakan tumpahan darah dari adegan sebelumnya.

Serangkaian aksi baku hantam dengan tangan kosong dan senjata yang berlangsung selama 130 menit tersebut dinilai lebih variatif dari seri sebelumnya. Menariknya lagi, ada aksi dua aktor laga kebanggaan yang juga turut serta untuk melawan John Wick. Siapa lagi kalau bukan Yayan Ruhiyan dan Cecep Arief Rahman. Selain memperlihatkan kebolehan baku hantam dengan pencak silatnya, mereka juga menggunakan Bahasa Indonesia dalam dialognya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Robert Pattinson Didapuk Gantikan Ben Affleck sebagai Batman

Warner Bros. akhirnya mengumumkan aktor pengganti Ben Affleck untuk peran Batman dalam film Batman garapan sutradar Matt Reeves. Mengutip Variety, rumah produksi tersebut akhirnya memilih aktor Twilight Saga, Robert Pattinson. Meskipun belum ada tanda tangan kontrak, kata sumber-sumber tersebut, Pattinson adalah pilihan utama.

Sejauh ini memang belum ada komentar dari Warner Bros. mengenai kabar tersebut. Namun film The Batman rencananya siap diputar di bioskop pada 25 Juni 2021. Proses praproduksinya film Warner Bros. dan DC Comics itu diharapkan bisa dimulai pertengahan tahun 2019. Matt Reeves mengambil alih kursi sutradara The Batman dari Ben Affleck pada Januari 2017 lalu. Sejak itu sosok di balik kesuksesan Planet of the Apes tersebut sudah mengembangkan ceritanya.

Affleck sendiri berbicara tentang pengunduran diri dari peran dan kursi sutradara The Batman setelah Justice League rampung. Matt Reeves pun mendapat keleluasaan untuk memilih aktor pemeran Batman. Ia juga menjadi produser The Batman bersama rekan kerjanya di Planet of the Apes, Dylan Clark. Pilihan pada Pattinson disebut sudah diputuskan ketika Reeves merampungkan versi final skenarionya. Robert Pattison yang kini berusia 33 tahun akan menjadi Batman termuda di layar lebar dalam sejarah karakter komik karya Bob Kane dan Bill Finger itu.

Sementara itu, Robert Pattinson sendiri merupakan aktor idola remaja, namanya mulai dikenal sejak membintangi film Harry Potter and The Goblet of Fire sebagai Cedric Diggory. Namun namanya baru melambung semenjak ia mendapatkan peran sebagai Edward Cullen di trilogi Twilight. Robert Pattinson memiliki total empat film sepanjang 2019. Film-film itu adalah High Life, The Lighthouse, The King, dan Waiting for the Barbarians.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top