Feature

Sahabatan Tak Selalu Adem, Konon Butuh Konflik Biar Makin Klik

Siapa bilang kalau kalian sahabatan nggak jauh dari yang namanya musuhan? banyak kok alasan yang membuat kamu bisa musuhan sama teman kamu. Seperti masalah sikap yang tidak bisa kamu maklumi, rasa iri sampai permasalahan kamu dan temanmu naksir orang yang sama, hmm. Tapi itu alasan nyata yang tentunya kamu pernah alamin kan?

Tentu saja gara-gara masalah yang disebutkan di atas, bisa membuat kamu jadi diem-dieman sampai sudah nggak bisa diajakin asik lagi. Lewat sebuah konflik ini tentunya kamu bisa jadikan tolak ukur apakah temanmu tersebut merupakan sahabat terbaikmu atau orang yang cuma numpang lewat doang sebagai teman di hidupmu.

Kalau masalahnya bisa diselesaikan dan kalian kembali berteman pasti kalian menjadi sahabat sejati nantinya. Karena untuk mengenal sikap satu sama lain dibutuhkan suatu konflik. Kira-kira konflik seperti apa yang membuat persahabatan kamu makin erat?

Kesibukan Membuat Kamu Atau Dia Merasa Terlupakan, Padahal Rasa Rindu Selalu Ada di Pikiran

Ketika usia sudah tak lagi bermain-main, karena pekerjaan dan kewajiban mencari uang sudah diemban membuat kalian merasa sibuk banget.  Bisa jadi kamu atau dia, merasa sudah dilupakan karena memiliki teman baru padahal tak ada teman baru namun kesibukan baru. Sehingga untuk memberikan kabar atau nanya lagi di mana? saja sungkan rasanya. Apalagi untuk main bareng kaya dulu lagi. Sebenarnya itu hanya pikiran kamu saja yang hiperbola, coba aja bikin grup di WA atau Line, pasti ia akan menjawab seperti orang yang kamu kenal.

Bukan Tak Senang Kalau Sahabat Sukses, Tapi Ada Rasa yang Tak Beres

Kesuksesan seorang teman memang terkadang membuat kamu bangga. Tapi lama kelamaan jurang perbedaan itu terlihat jelas, kamu jadi merasa nggak pede dengan kesuksesannya. Apalagi kalau diukur lewat umur, apa yang kamu punya dengan yang dia punya sangat jelas perbedaanya. Sehingga rasa minder tersebut membuat kamu jaga jarak dengan sahabatmu. Awalnya berat, apalagi ketika ia menceritakan apa yang ia kerjakan. Namun ia terkadang kerap mencarimu karena ia menganggap kamulah sahabat terbaiknya yang mengerti tentang kondisinya. Dari situ sudah jelas kalau perbedaan antara kalian tak jadi permasalahan.

Selain Itu Adanya Kenalan Baru Membuatmu Semakin Canggung Bertemu Temanmu

Teman baru yang dimiliki sahabatmu terkadang membuat terlalu takut untuk mengajak sahabatmu bermain. Karena merasa ia sedang asyik dengan teman barunya sekarang, nah ini bisa menjadi hal yang mengganjal dalam dunia persahabatan. Kalau kamu merasa sahabatmu memiliki teman baru akan melupakanmu, itu merupakan hal yang konyol. Karena sahabat terbaik tak mungkin seperti itu, tentu ia tetap ingin mencarimu.

Di Mata Kalian Mungkin Sahabat Terlihat Pamer, Padahal Dia Tidak Berniat Seperti Itu

Saat ia datang bermain kepadamu dengan membawa handphone baru, tas baru, bahkan mobil baru, ia tak ada niatan untuk pamer sebenarnya. Mungkin di matamu saja ia seperti itu, ditambah lagi intensitas kalian yang jarang bertemu semakin kamu beralasan kuat seperti itu.

Tapi ingatlah dulu ketika kamu dan dia, sama-sama ingin memiliki barang dan tak punya uang. Hanya bisa membayangkan saja, sedih kan? sekarang ketika sudah bekerja ia ingin mencapai semua keinginan yang dulu ia inginkan. Contohnya ya seperti membeli barang. Jadi wajar kan?

Dulu Berantem Karena Naksir Orang yang Sama, Sekarang Malah Tertawa

Siapa dari kalian pernah berantem dengan sahabat karena naksir orang yang sama? pasti dulu merasakan anehnya bahkan sampai kesal dengan alasan, kok tega sih bisa suka sama orang yang gua suka, tapi ketika masa itu telah lewat, palingan kalian malah menjadikan hal itu sebagai lelucon dan ketawa bareng. Karena tak ada rasa cinta yang tulus selain kepada orang tua dan sahabat tentunya.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Patung ‘Kelinci’ Jeff Koons Dilelang Rp 990 Miliar

Buah tangan dari Jeff Koons memang selalu berhasil menarik perhatian publik. Dan salah satunya, patung dari tahun 1986 yang baru-baru ini menarik perhatian adalah patung ‘kelinci’. Dan menariknya, patung tersebut akan dijadikan bahan lelang di Balai Lelang Christie’s New York dengan angka fantastis. Yakni sekitar Rp 707 miliar hingga Rp 990 miliar.

Diperkirakan, Karya Jeff Koons ini akan berpotens memecahkan rekor karya Koons sebelumnya di tahun 2013 dengan angka Rp 826 miliar. Angka tersebut untuk patung ‘Balloon Dog (Orange)’.

Alex Rotter mewakili Christie’s New York menagatakan jika, patung kelinci tersebut bakal mengguncang dunia seni.

“Bagi saya ‘kelinci’ adalah anti-Daud yang menandakan kematian patung tradisional. Serta menganggu media dengan cara yang sama dengan karya ‘Number 31’ ciptaan seniman Jackson Pollock dan kembali memikirkan apa itu gagasan melukis,” katanya.

Sebelumnya, patung tersebut dipamerkan untuk yang pertama kali pada tahun 1986. Selama tiga dekade belakangan, patungnya itu menjadi ikon seni kontemporer. Unutk jadwal pelelangannya sendiri, dijadwalkan pada 15 Mei di New York.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Respon Garin Nugroho Terhadap Petisi Tolak Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’

Sudah tayang sejak 18 April 2019 lalu, film “Kucumbu Tubuh Indahku” merupakan karya terbaru dari Garin Nugroho yang sebelum tayang secara reguler di Tanah Air. Film tersebut sudah dibawa melanggang buana ke beberapa festival film Internasional dan meraih banyak penghargaan.

Namun, rupanya “Kucumbu Tubuh Indahku” tak begitu bisa diterima di Indonesia. Terbukti dari munculnya petisi untuk menolak penayangan film tersebut di laman change.org. Rakhmi Mashita, sang pembuat petisi, menolak film “Kucumbu Tubuh Indahku” karena dianggap menyebarluaskan paham LGBT.

Sebuah film selain dibuat untuk menceritakan true story, seharusnya sebuah film bisa membawa efek positif bagi penontonnya, seperti menjadi inspirasi positif,kreatif,dan menambah wawasan yg bernilai positif jgJika film seperti ini diijinkan tayang dan disebarluaskan, kita mesti khawatir, bahwa generasi muda yg mengalami kesulitan menemukan jati diri akan mencontoh perilaku dalam film ini.”  tulis Rakhmi di website change.org. Hingga ini dituliskan dari target 5 ribu orang, sudah 3 ribu lebih orang yang ikut menandatangi petisi tersebut.

Menanggapi hadirnya petisi tersebut, Garin Nugroho buka suara. Ia memberikan pernyataan sebagai berikut:

“Petisi untuk tidak menonton film “Kucumbu Tubuh Indahku” lewat ajakan medsos, tanpa proses dan ruang dialog, bahkan tanpa menonton telah diviralkan di media sosial. Penghakiman massal lewat media sosial berkali terjadi pada karya seni dan pikiran atas keadilan. Gejala ini menunjukkan media sosial telah menjadi medium penghakiman massal tanpa proses keadilan, melahirkan anarkisme massal.

Bagi saya, anarkisme masa tanpa proses dialog ini akan mematikan daya pikir terbuka serta kualitas warga bangsa, memerosotkan daya kerja serta cipta yang penemuan warga bangsa, serta mengancam kehendak atas hidup bersama manusia untuk bebas dari berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan sebagai tiang utama demokrasi.

Lewat keprihatinan ini, saya ingin menyatakan keprihatinan terbesar atas gejala menjamurnya penghakiman massal tanpa proses dialog dan penegakan hukum berkeadilan. Bagi saya, kehendak atas keadilan dan kehendak untuk hidup bersama dalam keberagaman tanpa diskriminasi dan kekerasan tidak akan pernah mati dan dibungkam oleh apapun, baik senjata hingga anarkisme massal tanpa proses berkeadilan.” tutupnya.

Film “Kucumbu Tubuh Indahku” sendiri menceritakan kisah penari Lengger bernama Juno. Film produksi Fourcolours Films ini diperankan oleh Muhammad Khan, Sujiwo Tejo, Teuku Rifnu Wikana, Randy Pangalila, dan sederet artis peran pendukung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Memintaku Betah Tapi Ditanya Hubungan Kita Apa Jawabmu Entah

Akhir-akhir ini, banyak hal yang berubah dengan cepat. Merombak tatanan yang tadinya sudah rapi, karena sikap labil yang bisa membakar diri. Iya, serupa dengan kamu yang hampir memenangkan hati. Membuatku nyaman dengan manisnya perbuatan. Tapi aku harus sadar kalau sampai saat ini, tak ada kepastian yang bisa kupegang atas hubungan yang kita jalankan.

Hal-hal yang kau ajukan sebagai rutinitas kita berdua, tadinya masih bisa kau terima. Tak ada bedanya memang, aku dan kamu besikap layaknya orang pacaran. Namun kali ini aku ingin bilang, aku lelah jika terus menerus tanpa kepastian.

Harus Kuakui, Sikap Manismu Berhasil Meluluhkan Hati

Meski tulisan ini tak akan kau baca, aku akan tetap bilang. Kalau dirimu adalah salah satu orang yang selalu tahu cara untuk membuatku tertawa. Tak tahu dirimu yang hebat untuk membuat orang nyaman, atau diriku yang terlalu menganggap semuanya dengan berlebihan.

Lihai dalam melihat celah, hampir semua hal yang kau perbuat selalu berujung dengan bahagia. Senyumku yang sudah lama hilang, kini mekar atas perbuatan yang kerap dirimu tunjukkan. Keberhasilanmu meluluhkan hati, pernah jadi sesuatu yang kusyukuri.

Pelan-pelan Kita Mulai Saling Menuntut

Awalnnya, semuanya berjalan sesuai rencana. Lagipula, kupikir kita tak perlu tergesa-gesa untuk mendeklrasikan hubungan berdua. Tanpa sadar, semua hal pun ikut berubah. Sesuatu yang tadinya kita anggap biasa, kini mendadak jadi sebuah kewajiban yang terasa dipaksa. Aku menuntutmu untuk tetap menjaga hati, meski kutahu ada banyak hati yang juga sedang kau tandangi.

Selain itu, kamu memintaku agar terus percaya kalau dirimu tak akan kemana-mana. Sialnya, kamu mendadak jadi sosok yang berbeda. Menghindar tiap kali aku bertanya ‘kita ini apa?’ dan marah jika aku harus pergi dengan lawan jenis yang katamu tak kau suka. Loh, kita kan bukan siapa-siapa?

Terjebak dalam Hubungan Tanpa Arah, Dimataku Ini Akan Sia-sia

Masih dengan situasi serupa, kekesalan atas sikapmu yang mulai arogan kadang jadi sesuatu yang tak terlalu aku pikirkan. Sebab biar bagaimana pun, aku selalu sadar bahwa kita berdua hanyalah dua orang yang sedang bersama bukan sepakat untuk bersama.

Logikamu mungkin berbeda, karena berpikir jika perbuatan yang selama ini kamu tunjukkan bisa membuatku percaya. Padahal dimataku, kejelasan atas status hubungan lebih penting dari keposesifan yang kerap kamu lakukan. Percayalah, apa yang kita berdua lakoni hanyalah kebahagian sebentar. Tak akan berlangsung lama, jika dirimu sendiri belum bisa yakin untuk mengiyakan komitmen untuk bersama.

Kamu yang Selalu Punya Alasan untuk Menghindar, Maka Aku pun Berhak untuk Melangkah ke Depan

Kau harus tahu, jika perempuan lebih peka untuk urusan perasaan. Walau kau pikir aku tak pernah memerhatikan, diam-diam aku sudah mempelajari. Bagaimana caramu lari dari semua pertanyaan yang kerap tak bisa kau jawab. Dan salah satunya adalah tentang status hubungan.

“Entah”

Katamu sembari menghembuskan asap rokok yang sedari tadai bertengger di bibirmu. Tak bisa berbuat banyak, aku pun tak mau memaksamu untuk berikrar tentang hal yang memang aku inginkan. Tapi satu hal yang pasti, kau pun tak bisa memintaku untuk terus mengikuti apa yang menjadi keinginanmu. Sebab sebagaimana dirimu yang terus menghindar, diriku pun berhak untuk meninggalkan apa yang kuanggap tak pantas diperjuangkan.

Tak Pernah Memberi Respon Atas Kejelasan Hubungan, Lalu Bagaimana Aku Bisa Percaya?

Disamping segala perbuatan baik yang selama ini membekas di hati. Hal yang akhirnya membuatku memutuskan pergi, tentu saja karena janji yang tak bisa kau beri. Seolah sedang membangun rumah kebohongan, kau hanya bisa memberiku ilusi tentang indahnya kebahagian.

Memintaku untuk percaya bahwa kamu adalah satu-satunya sumber bahagia yang harus dipercaya. Faktanya, kamu bisa pergi dan melukai hati kapan saja kau mau untuk melakukannya. Setelah itu, mungkin aku hanya bisa meratap dan tak bisa berbuat apa-apa. Karena sedari awal kita memang bukan siapa-siapa.

Bagiku Komitmen Adalah Dasar untuk Percaya, Tapi Katamu Perbuatan Lebih dari Segalanya

Mungkin benar, untuk bisa membangun hubungan yang baik. Persamaan keyakinan atas berbagai macam hal adalah dasar dari sebuah kepercayaan atas hubungan. Sialnya, sedari awal kita memang berbeda. Aku yang meyakini janji sebagai asal mula cinta, harus berhadapan dengan kamu yang tahunya menuntut orang lain jadi orang yang disuka tanpa mau memberi kejelasan atas rasa.

Tak akan menemukan titik temu yang bisa jadi jalan keluar, biar bagaimana pun kau akan selalu percaya perbuatanmu jauh lebih baik dari segalanya. Sedang aku, yakin jika hubungan yang baik haruslah dimulai dengan janji untuk mau mengiyakan diri untuk bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top