Feature

Sahabat Jadi Suara Kejujuran yang Paling Perlu Untuk Kamu Dengarkan

“Tidak ada lagi di dunia yang lebih berharga dari persahabatan sejati” –Thomas Aquinas

Dalam hidup, ada beberapa orang yang kamu anggap spesial. Jika yang lain cukup kamu panggil dengan sebutan teman, orang terpilih yang satu ini kamu sebut sebagai sahabat, Sekilas, kamu dan sahabatmu memang terlihat serupa, pada kenyataannya kalian adalah manusia berbeda dengan darah yang tak sama, namun kerap bersikap layaknya saudara.

Bahkan kita sering berpikir untuk bisa selalu tumbuh dan berkembang bersama. Karena sejatinya persahabatan, bukan tentang satu orang yang akan menjadi bintang paling terang, sedang yang lainnya hanya akan jadi pengikut dibelakang. Sebaliknya ini adalah tentang memberi dan diberi. 

Kadang Kala Hidup Akan Bergelombang, Dia Hadir Membantu Kita Untuk Menyamakan Gerakan

Meski mampu untuk melakukan banyak hal tanpa bantuan, kita juga manusia biasa yang kadang akan mendapati cobaan. Dari banyaknya kesusahan yang akan kita terima, tentu tak semua orang bersedia untuk mau mendengarkannya.

Berbeda dengan dia yang kita beri gelar sahabat. Dia selalu tahu, kapan waktu yang kita butuhkan untuk bertukar cerita. Meski diawal pertemuan dia kerap menunjukkan kekecewaan atas hal-hal yang seharusnya tak terjadi, selanjutnya dia akan jadi penawar untuk kekecewaan di hati.

Memberi beberapa nasehat yang akan membantu menenangkan diri, hingga hal lain yang akan membakar semangat untuk berjuang kembali.

Tanpa Perlu Diminta Dia Tahu Kapan Akan Membuka Suara

Hubungan kita dengan seorang sahabat, memang memiliki ikatan yang kuat. Meski berusaha untuk menghindar agar tak terus menerus meminta bantuan. Mereka ini bak peramal yang datang karena mendapat sinyal. Tak hanya untuk hal-hal yang memang butuh saran saja, dirinya tahu betul kapan waktu terbaik untuk menyodorkan bantuan.

Namun tak ingin memanfaatkan kepercayaan dari kita, dia selalu bertindak sebagaimana sahabat yang memang benar. Tak akan membuka suara jika dirasnyaa kita mampu menghadapinya, namun buru-buru memberi nasihat jika kita sudah berjalan pada pilihan yang dia rasa salah. 

Namun Tak Hanya Memberi Masukan Lewat Kata-kata Saja, Ia Juga Membantumu Lewat Tindakan Nyata

Pelajaran lain yang boleh kita kulik dari dirinya, adalah sikapnya yang jauh dari omong kosong tak berguna. Sosoknya yang selalu hadir dengan bukti nyata membuat kita membuka mata, bahwa semua hal yang kerap dia sampaikan bukan hanya obat penenang disaat susah. Lebih dari itu, dia memberi contoh yang kadang membuat kita berterima kasih pada pemilik semesta, betapa beruntungannya kita memiliki sahabat seperti dirinya. 

Salah Menentukan Pilihan Itu Masalah Biasa, Mereka Hadir Untuk Menentukan Arah

Peran lainnya yang tak kalah penting adalah ketika menemanimu menghadapi masalah dalam hidup. Benar memang kita masih punya keluarga untuk menyampaikan keluh kesah. Akan tetapi, ada waktu dimana kita tak ingin memberi beban pikiran berlebih untuk orangtua. Dan satu-satunya orang yang akan kita buru, untuk memberi pendapatan akan pilihan yang harus dibuat. Tentu saja dirinya!

Dia tak akan serta merta menyalahkanmu karena telah berada pada pilihan yang justru membuat kita susah. Dia bak malaikat pembawa hawa sejuk pada hati dan pikiran. Memberi kita pengertian, bahwa memang begitulah kehidupan. Salah dan benar itu masalah biasa, dirinya malah membantu kita membuka mata dan memandang kesalahan dari sisi yang berbeda.

Meski Dengan Alasan Apa Pun, Dia Tak Akan Berbohong Untuk Menyenangkanmu

Lupakan dulu perkara bahagia yang dia ciptakan. Toh dia bukanlah sosok yang bisa selalu siap sedia membuat kamu bahagia dengan cara apa pun. Kamu harus tahu bahwa ia juga punya hidup selain sahabatnya. Beberapa kali, dia mungkin tak dapat memenuhi keinginan untuk bertemu hatimu sedang gundah. Namun dikesempatan lain, dia akan datang dengan caranya sendiri.

Tapi jangan senang dulu, karena sejatinya sahabat bukanlah dia yang melulu menghiburmu. Ada masa dimana dia harus tegas, menyalahkanmu jika memang salah. Tapi tak lupa untuk menghargai keputusanmu jika itu memang dirasa benar olehnya. Kejujurannya dalam menilai semua upayamu, membuat kamu berkembang. 

Tapi Tak Semua Hal Akan Diaa Bantu, Dirinya Tahu Bahwa Kamu Berhak Menjadi Dirimu

Setiap kali kamu merasa butuh bantuan, dirinya bisa saja datang untuk menawarkan jasa. Namun dia juga paham jika kamu harus mulai tegak berjalan, dengan atau tanpa dirinya. Tak perlu merasa dia akan menghindar jika suatu kali, telponmu tak akan diangkat jika ada urusan mendadak yang memang butuh bantuan.

Hingga kemudian dibalas dengan ucapan maaf, yang diakhiri dengan pesan berisi dukungan yang menggambarkan bahwa kita bisa melakukannya tanpa dia. Akhirnya kita sadar bahwa ternyata sebagaimana yang dirinya katakan, menjadi diri sendiri itu perlu.

Dia Hadir Untuk Semua Tawa, Namun Tak Lantas Pergi Saat Kamu Sedang Berduka

Teman dikala suka itu rasanya sudah biasa, namun dia yang menemanimu saat kesusahan amat sulit ditemukan. Itu sebabnya, manusia yang tetap bersedia untuk tinggal meski kita sedang tak bahagia layak diberi nama sebagai sahabat.

Ini bukan perkara kecil, bagaimana pun sebagian besar orang kerap menghindar pada situasi yang digambarkan dengan tak enak. Namun kebersediaan manusia yang memiliki embel-embel sahabat ini memang perlu ditiru.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Rendah Diri dan Jangan Pula Tinggi Hati, Hidup Bisa Berubah Kapan Saja

Kamu mungkin pernah berandai-andai, kalau saja hidupmu berkecukupan. Pastilah bahagia dan tak sesedih sekarang. Padahal jika itu benar-benar terjadi, belum tentu demikian, kan? Sebaliknnya, jika saat ini hidupmu terasa bahagia sekali, jangan sesekali kau bertinggi hati. Apalagi sampai memandang rendah orang lain yang hidupnya tak lebih baik dari kita. 

Siapa pun dan bagaimana pun keadaanmu saat ini, berhenti untuk larut dalam sedih, tapi tak pula dianjurkan angkuh dan menyombongkan diri. Tetap jalani semua yang memang kau ingini, berusaha untuk mewujudkan mimpi, dan percaya jika hidup bisa berubah kapan saja.

Setelah Sedih Tentu ada Hal yang Akan Membahagiakan Hati 

Percayalah, tak ada hidup yang isinya melulu kesedihan saja. Suatu waktu, jika momennya sudah tiba dan semesta telah memberi restunnya, kamu pun bisa merasakan apa itu bahagia. Tertawa atas semua pencapaian yang sudah kamu lakukan, bersyukur atas segala hal yang mungkin bisa kamu dapatkan. 

Itulah mengapa kau tak bisa bersedih berlama-lama, tak pula menganggap semua kekurangan yang ada dalam diri akan berlangsung selamanya. Asal percaya dan terus berusaha, bahagia yang memang sudah ditakdirkan menghampirimu pasti akan datang juga. 

Begitupula Dengan Kesombongan Diri yang Bisa Berganti dengan Sebuah Kesedihan

“Hidup dan semua yang kita miliki, hanyalah sebuah titipan”

Begitu para orangtua mengingatkan. Dan percaya atau tidak, itu adalah sebuah pernyataan sekaligus nasihat yang benar. Segala yang ada dan kita miliki sekarang, bisa saja hilang dalam sekejap mata, jika memang Allah mengkehendakinya. Itulah mengapa, kita dilarang untuk menyombongkan diri sebanyak apapun harta yang dimiliki. 

Tetaplah santun, dan tetap rendah hati, tak perlu merasa menjadi manusia yang ‘paling’ hanya karena ada sesuatu yang kita miliki. Jaga semua yang sudah ada, dengan tetap menjadi manusia baik yang bersikap biasa-biasa saja.

Sisi Baik dan Buruk datang Bergantingan, Serupa dengan Sedih dan Bahagia yang Tentu Akan Datang

Sebab begitulah hidup, apa yang terjadi tak selalu sesuai dengan yang tadinya kita ingini. Tapi ini adalah perjalanan untuk berproses, bagaimana semua itu kita lewatkan tanpa merasa segalanya jadi beban. Nikmati semua sedihmu, jalani semua hari beratmu, walau semua terasa berat dan menyiksa, percayalah masa bahagia akan segera tiba.

Semua hal punya sisi baik dan buruk, jika hari ini masih sedih esok mungkin kita akan tertawa lagi. Dan begitu pula sebaliknya, jika hari ini tertawa terlalu bahagia, bisa jadi esok ada kesedihan yang harus kita rasa. 

Pilihanmu Akan Menentukan, Bagaimana Situasi Hatimu di Masa Depan

Coba bayangkan seseorang yang sudah terbiasa hidup dengan hati yang serupa setiap hari. Walau ada sedih ia tetap tertawa, walau ada bahagia yang bisa jadi alasan menyombongkan diri, ia tetap biasa saja. Jadilah seperti itu, bersikap serupa meski apapun yang sedang kamu rasa. Tak berlebihan, tak pula terasa kurang.

Ketika hati dan jiwa sudah terbiasa, maka apapun yang akan terjadi atau kita terima di masa depan, tentu rasanya akan sama seperti kehidupan kita pada masa silam. 

Hadapi Semua Sedih dan Bahagia dengan Lapang Dada

Tak ada sedih yang tak punya jalan keluar, tak ada pula bahagia yang tak akan berkesudahan. Semua hal di dunia sudah ada porsi dan waktunya, kapan setiap perasaan itu akan mengahampiri kita dan kapan pula mereka pergi untuk meninggalkan kita. Belajarlah menerima, ikhlaskan hati untuk semua yang terjadi, dengan begitu kau akan lebih paham, apa itu bahagia yang sebenarnya. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tetap Waspada, Inilah 5 Ciri-ciri Lelaki yang Hanya Inginkan Fisikmu Saja

Kalau sudah kepalang cinta, perempuan memang sering lupa untuk memakai logikanya. Mengira kekasihnya benar-benar cinta, padahal si lelaki bisa saja sedang memasang umpan untuk mendapatkan yang ia inginkan. Memang sih, tak semuanya brengsek seperti yang kamu kira. Tapi selain, orang-orang baik yang memang masih ada itu, ada beberapa ciri-ciri lelaki yang hanya menginginkan tubuhmu saja. 

Beberapa kali, dirimu mungkin sudah bisa membaca gelagatnya, tapi karena masih ragu dan sudah telanjur percaya. Hal-hal dibawah ini mungkin bisa lebih membuatmu percaya, apakah dirinya memang benar-benar cinta atau ingin menyalurkan nafusnya saja. 

Ia Terlalu Sering Memuji Fisikmu Dibandingkan Kemampuan Lain yang Kau Miliki

Jika diawal perkenalan ia memuji dari penampilan fisik mungkin akan terdengar wajar. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pengetahuannya tentang dirimu seharusnya bertambah. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya memujimu dengan kemampuan atau kelebihan lain, ia malah terfokus untuk memuji fisikmu dengan bahasa yang sedikit liar. Jika ini terjadi selama berkali-kali, kamu memang perlu untuk berhati-hati. 

Obrolannya Tak Jauh-jauh dari Perbincangan yang Mengarah ke Seks

Tanda-tanda lain yang juga perlu diwaspadai adalah bagaimana ia ketika sedang mengobrol bersamamu. Coba lihat dan perhatikan, bagaimana ia membangun obrolan setiap kali sedang berdua atau berkomunikasi lewat ponsel. Seolah jadi bahan perbincangan favorit, topik yang ia bicarakan selalu mengarah ke sesuatu yang bersifat mesum. Kalau sudah begini, mulailah ambil jarak, siapkan langkah-langkah untuk segera menjauh darinya. 

Mencarimu Saat Sedang Ada Maunya Saja

Lain dari saat pertama kali bersama, kini ia berubah dan tak lagi perhatian seperti awal hubungan. Tak lagi memberi perhatian, ia mendadak hilang setiap kali sedang dibutuhkan. Lalu akan datang jika ada sesuatu yang ia inginkan. Dari gelagat seperti ini, harusnya perempuan sudah tahu.

Jika lelaki ini memang tak benar-benar mencintaimu. Ada  sesuatu yang memang ia incar darimu, itulah mengapa ia datang saat sedang butuh saja. Dan ketika ia sudah berhasil mendapatkan yang ia mau, bukan tak mungkin jika kau akan ditinggalkan.

Mengajakmu ke Tempat-tempat Sepi yang Sebenarnya Tak Membuatmu Nyaman

Sepi di sini adalah sepi yang bermakna negatif, bukan sepi karena memang ingin ketenangan, tapi tempat sepi yang memungkinkan ia bisa leluasa untuk berbuat banyak hal atas dirimu bahkan tubuhmu. Bahkan meski kamu sudah berkata tak nyaman, bisa jadi ia tetap memaksakan. 

Padahal seorang lelaki yang memang benar-benar mencintai perempuannya, akan selalu berusaha membuat pasangannya nyaman dan merasa senang, Jika ternyata ia justru melakukan hal sebalikknya, tak apa untuk mencari penggantinya saja. 

Dan Mulai Berani Menyentuh Bagian-bagian Tubuhmu, Walau Sebenarnya Kamu Tak Mau

Tadinya, ia mungkin hanya beranin mengenggam tanganmu, merangkul pinggul mu atau sentuhan-sentuhan lain yang memang masih wajar. Tapi makin lama, ia terlihat berubah dengan sikap yang makin tak dijaga. Bukannya berhenti walau dirimu sudah bersuara, sentuhan-sentuhan yang ia berikan mulai menjalar dengan berani tanpa mau peduli dirimu suka atau tidak.

Kalau sudah begini, kamu memang perlu untuk membuat keputusan. Tinggalkan ia dan carilah lelaki lain yang bisa menghargai dan memperlakukanmu dengan benar, 

Jatuh cinta dan percaya itu sah-sah saja, tapi jangan sampai karena terlalu cinta, kamu menjadi bodoh dan mengiyakan semua yang ia inginkan. Bangunlah pertahanan baik yang jadi tembok pembatas atas diri dan tubuhmu dengan lelaki yang jadi pacarmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Walau Masih Cinta, Hubungan yang Menyiksa Harus Ditinggalkan Segera

Embel-embel ‘cinta’ atau ‘sudah pacaran lama’ kadang membuat kita menutup mata, atas banyaknya perilaku tak enak yang kita terima. Ya, kita memang tak bisa memilih akan jatuh hati kepada siapa, tapi kita tentu bisa memilih sosok seperti apa yang harusnya dipertahankan cintanya. 

Kalau saat ini, dirimu memang sedang terjebak dalam sebuah kubangan besar yang membuat perih dihati, bukan berarti kau tak bisa berbuat apa-apa. Jangan selalu menganggap dirimu lemah, kisah cinta yang toxic baiknya segera ditinggalkan. Bahagia adalah pilihan, cobalah renungkan beberapa hal ini jika dirimu masih ragu untuk meninggalkan. 

Tak Perlu Menunggu Dirinya untuk Berubah

Memang kalau masih cinta, kita kadang terlalu percaya bahkan memberinya kesempatan, walau nyatanya terus melakukan kesalahan yang sama. Maka tak jarang, jika hubungan yang toxic berakhir dengan kekerasan fisik. Melepasnya memang tak mudah, tapi demi kebaikanmu berhentilah untuk menunggu ia berubah.

Seseorang yang memang sudah memiliki kebiasaan untuk berbuat kasar, berbicara tak sopan, hingga memukul pasangan adalah watak yang sulit untuk dihilangkan. Ia tak akan berubah, jadi berhenti mencintai dan mempertahankan hubungan dengannya. 

Coba Ingat Lagi, Sudah Berapa Kali Kau Menangis Karena Ia Terus Menyakiti

Kalau dirimu masih sulit untuk melupakan banyaknya kebaikan yang (mungkin) pernah ia lakukan, cobalah ingat sudah berapa kali ia berbuat kasar. Sudah berapa kali ia memukulmu, membuat hatimu terluka, hingga akhirnya kau hanya bisa menangis berharap ia akan mengaku salah.

Sudahlah, katakan pada diri sendiri, tangisan terakhir yang ia hasilkan akan jadi perpisahan terakhir atas hubungan yang sedang kalian jalankan. Pergilah, tinggalkan ia dengan semua perbuatan buruknya. 

Kebahagian Ada di Tanganmu, Kau Berhak untuk Menentukan yang Terbaik untukmu

Ingatlah selalu, apapun yang terjadi atas hidup kita. Diri sendiri adalah satu-satunya pihak penentu yang akan memutuskan apa saja. Begitu pula dengan hubungan beracun yang mungkin selama ini sudah banyak membuat kita kecewa.

Meski dengan berat hati, dirimu harus berani memutuskan untuk meninggalkan pasangan yang sudah berlaku kasar. Ambillah satu keputusan dan berusahalah untuk kuat meski tak ada lagi pasangan. 

Lupakan Perasaannya Jika Kau Tinggalkan, Karena Perasaanmu Pun Tak Pernah ia Pikirkan

Demi hati yang bisa sembuh seperti sediakala, kamu memang harus ada sedikit rasa tega. Tak perlu berkutat dalam pertimbangan-pertimbangan yang bertujuan untuk dirinya. Hanya karena kau tak ingin ia kecewa, bersedih karena akhirnya kalian berpisah, berpura-pura memohon agar  kau tetap bersamanya, dan banyak drama lain yang bisa saja ia sedang berbohong demi menahanmu.

Abaikan semua pikiran yang masih menganggu, perasaan dan hatimu adalah prioritas yang haru kau dahulukan dari apapun.

Dan yang Paling Penting, Dirimu Layak untuk Mendapatkan Pasangan yang Lebih Baik dari Manusia Itu

Pada kenyataannya, mencintai seseorang saja tidaklah cukup jika ia tak balas mencintai kita. Waktu yang kau habiskan terlalu berharga untuk bersama dengan seseorang yang tak pantas untuk hidup bersamamu. Lepaskan ia yang memang tak tulus mencintai, kamu berhak mendapatkan cinta yang lebih baik dari yang ia beri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top