Feature

Sahabat Bukanlah Tempat yang Tepat untuk Menceritakan Masalahmu dengan Pasangan

Curhat tentang masalah pasangan, seringkali memang jadi topik yang seru saat bertemu sahabat, ‘kan? Baik laki-laki maupun perempuan, pasti pernah yang namanya melampiaskan kekesalan mereka dengan cerita pada sahabat ihwal situasi dalam hubungan yang mungkin sedang berkonflik. Hal itu sebenarnya tak masalah, hanya saja, kamu perlu tahu batasannya ya, Kawan. Sebab, sedekat apa pun dengan sahabat, kamu tetap harus menghargai pasanganmu, dengan tidak mengumbar kekurangannya di depan sahabatmu.

Namanya Saja Masalah Berdua, Jadi Hadapi dan Diselesaikan Berdua Dahulu, ya…

Kalau memang pasanganmu sudah memberi izin padamu untuk membagikan kisahnya demi mencari solusi yang lebih baik, ya tak masalah kalau kamu memang mau menceritakannya pada sahabatmu. Tapi, kalau memang belum ada pembicaraan lagi seputar hal itu, lebih baik kamu tak usah membeberkan kisahmu sekalipun pada sahabat terdekat. Kenapa, kalau pasanganmu tahu, takutnya dia tak senang bila masalah yang terjadi diumbar dan itu bisa membuat kamu kehilangan kepercayaan darinya.

Untuk yang Sudah Menikah, Tak Perlu Menceritakan Salah Paham dengan Pasangan Saat di Ranjang

Saat bersama dengan sahabat, sekalipun bak sudah sedekat nadi, tak perlu menceritakan aktivitas seks dengan pasangan. Lagi-lagi, memangnya pasanganmu akan senang kalau kamu menceritakan perihal bagian tubuhnya kepada sahabatmu? Bukankah jauh lebih baik menjaga perasaan pasangan dibanding melukainya dengan sesuatu yang mungkin menurutmu biasa saja. Soal ranjang pun sejatinya tak perlu jadi topik curhatanmu dengan sahabat sekalipun kamu dan pasangan sedang ada salah paham saat di ranjang.

Setiap Pasangan Pasti Punya Opininya Sendiri Soal Teman-temanmu, Kamu Tak Perlu Meneruskan Opini Tersebut Langsung ke Sahabatmu

Ini yang sering diabaikan dan dianggap hal yang wajar oleh semua orang. Banyak yang tak segan berbagi pendapat pasangannya akan teman-temannya kepada sahabat terdekat.Padahal hal tersebut bisa membuat anggapan sahabatmu terhadap pasangan jadi berubah. Tak menutup kemungkinan yang tadinya mendukung, jadinya malah kesal. Untuk itu, kalau pasangan mungkin merasa tak sreg dengan sahabatmu, biarkan waktu yang membuat pasanganmu bisa lebih tahu soal sahabatmu.

Kamu yang Sudah Menikah, Tak Usah Mengumbar Masalah Keuangan pada Sahabat

Coba pikirkan lagi, memangnya apa manfaatnya kamu mengumbar perihal pendapatan, pengeluaran, serta masalah yang sedang kamu alami pada sahabatmu? Rumah tangga  itu harus punya privasi. Sekalipun pada sahabat, mulailah menanamkan pola pikir kalau sekarang ini kamu tak bisa sebebas dulu yang bisa menceritakan perihal apa pun pada sahabatmu.

Ada batasan antara persahabatan dan rumah tangga yang kamu jalani sehingga setiap apa pun yang terjadi dalam rumah tanggamu, sebaiknya terbukalah dahulu pada pasanganmu. Bukan sahabatmu. Kecuali kalau kamu memang menikahi sahabatmu ya…

Bila Pasanganmu punya Masalah dengan Keluarganya atau Teman Sekantornya, Tak Perlu Kamu Ceritakan pada Sahabatmu Hanya demi Topik Mengobrol

Begini, kamu sudah dipercayakan pasanganmu sebagai teman berbagi cerita. Ada masalah apa pun, kamu adalah tempat cerita bagi pasanganmu. Pun dengan masalah yang sifatnya privasi seperti masalah keluarganya. Kalaupun kamu merasa bingung harus merespon apa terkait masalah yang dialami pasanganmu, bukan berarti ini bisa dijadikan alasan sehingga kamu bisa menceritakan masalah pribadi pasanganmu kepada sahabat. Ingatlah, kamu pun harus menjaga privasi pasangan. Hargailah perasaannya dan jadilah pasangan yang bisa dia percaya dalam situasi apa pun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top