Feature

Sadar Tak Sadar, Sejatinya Kita Punya Potensi Alay Saat di Media Sosial

Tak usah menampik, kamu pasti pernah berada di satu titik teralay dalam hidupmu, bukan? Entah ketika masih duduk di bangku sekolah atau kuliah. Tapi tak menutup kemungkinan perilaku alay-mu masih terbawa hingga hari ini.

Alay memang bukanlah suatu masalah besar. Kalau menurutmu hal-hal yang dituliskan dibawah ini sah-sah saja dilakukan, baiklah, tak masalah. Hanya saja, seringkali saat di media sosial, kita mungkin terlalu merasa ‘memiliki’ media sosial berikut linimasanya.

Kita merasa bebas membagikan apapun tanpa difilter dulu. Padahal kita tak pernah tahu, jangan-jangan tingkah laku kita justru membuat orang lain jengah. Alih-alih mencari likes, yang ada justru jadi bahan pembicaraan.

Alay Itu Mereka yang Terlalu Mengumbar Kemesraan di Media Sosial Padahal Belum Disahkan Oleh Status Halal

Kalau kamu penganut cara berpacaran yang satu ini, coba evaluasi lagi. Kalaupun ingin posting foto di media sosial, tak perlu yang berlebihan seperti berfoto dalam balutan busana terbuka dengan kekasih, atau mengumbar kemesraan dengan foto pelukan, ciuman, atau semacamnya.

Percayalah, orang lain pasti jengah melihatnya. Cukup dengan foto yang sederhana, tapi memberi makna kalau dia memang istimewa untukmu. Setidaknya kamu harus bisa membedakan mana yang bisa dikonsumsi publik dan yang harus disimpan sendiri. Bukankah lebih menyenangkan jika menjalin hubungan dalam lingkup yang lebih pribadi?

Sekalinya Posting Foto Tak Cukup Satu, Bisa Lima Hingga Sepuluh Foto 

Percayalah, keseringan posting juga membuat orang lain muak. Misalnya, dalam sehari kamu tak cukup posting satu foto, bahkan bisa lima hingga sepuluh foto setiap harinya. Mulai dari bangun pagi, foto perjalanan ke kantor, foto makan siang, dan foto-foto lainnya.

Pernahkah kamu membayangkan apa respon dari orang-orang yang melihatnya? Sejatinya kalau ini sudah jadi kebiasaan, yang ada citramu jadi sedikit ‘tercoreng’ karena tingkah alay-mu ini.

Terbiasa Mengunggah Status Berisi Curhatan Panjang yang Kadang Tak Bertujuan

Ini juga salah satu hal yang perlu dihindari. Kamu sudah dewasa, setidaknya kamu sudah bisa memilah mana hal yang tak perlu diketahui orang lain dengan yang tidak seharusnya. Lagipula, apa faedahnya mengisi timeline media sosialmu dengan curhatan. Selain mengumbar aib sendiri, orang lain juga jadi gak nyaman atau justru menjadikanmu bahan gunjingan.

Kalau kamu ingin curhat, mungkin akan lebih baik kalau kamu mencari teman yang kamu percaya untuk mau mendengar setiap ceritamu. Dengannya, rahasia yang kamu punya akan lebih terjaga, daripada harus diposting di sosial media.

Pamer dan Mengumbar Segala Pemberian dari Pacar di Timeline Media Sosial

Selain pamer kemesraan dengan pacar, barang pemberiannya pun tak luput untuk dipamerkan. Percayalah, kalau kamu masih melakukan hal ini, pasti diluar sana ada saja yang akan menilaimu terlalu berlebihan dalam bermain media sosial.

Alih-alih dicap romantis, terlalu sering mengumbar hal-hal pemberian pacar, termasuk kata-kata mesra adalah salah satu sikap yang rentan membuat orang lain jengah kalau melihatnya. Bukannya mereka sirik atas hubunganmu dengan si dia, tapi justru merasa geli atas sikap yang kamu lakoni demi menunjukkan kemesraan.

Gemar Berkomentar dengan Bahasa Nyinyir Saja Sudah Bikin Malas, Apalagi yang Suka Menyinggung SARA

Mungkin ini yang tergolong warganet alay yang sebenarnya. Ya, mereka hanya memakai media sosial sebagai sarana untuk menyampaikan komentar tapi dengan kata-kata yang tidak tepat dan menyinggung soal SARA. Begini, sikapmu benar-benar hanya akan merusak citra jika terus dipertahankan. Di lain sisi, pasti ada yang akan menilaimu kalau ternyata kamu ini belum siap dengan kemajuan teknologi yang ada. Buktinya, pola pikirnya belum ikut maju…

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

3 Zodiak Ini Dikenal Sangat Serius dalam Menjalani Hidup

Sifat yang dimiliki setiap orang sudah jelas berbeda. Ada orang yang sangat santai dalam menjalani kehidupan. Sebaliknya juga ada orang dengan karakter perfeksionis yang sangat serius dalam menjalankan hidupnya. Berdasarkan zodiaknya, ini adalah 3 zodiak yang dikenal sangat seris dalam menjalani hidup, zodiakmu termasuk tidak?

1. Zodiak Virgo

Virgo terkenal sebagai zodiak yang sangat perfeksionis. Dia sangat serius dalam mengerjakan suatu hal dan dalam menjalani hidup. Dia selalu ingin segalanya berjalan dengan keinginannya. Selain itu, dia juga sosok yang selalu menghasilkan sesuatu yang rapi, logis dan bisa dipertanggungjawabkan.

2. Zodiak Pisces

Pisces termasuk zodiak yang serius dalam menjalani hidup. Dia sangat sensitif dan pendiam. Sosok yang penutup dan lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Meskipun ada teman yang menyimpang, pisces bukan sosok yang mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya.

3. Zodiak Scorpio

Yang terakhir adalah zodiak scorpio. Scorpio termasuk zodiak yang dikenal kaku dan tegas. Dia sangatlah misterius dan bagi orang yang belum mengenalnya, mungkin dia akan menganggap scorpio adalah sosok yang kasar. Tapi sebenarnya scorpio memiliki karakter yang baik dan hati yang lembut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Apakah Kamu Juga Tambah Usia Makin Malas Update di Sosial Media?

Kehidupan kita di sosial media, memang terasa begitu nyata. Bagaimana tidak? Bersamanya kita tumbuh jadi manusia yang kini sudah (lebih) berbeda. Dari yang dulu suka ‘ngalay’ sampai yang sekarang hanya jadi pembaca saja.

Dulu, curhat panjang lebar di timeline facebook terasa jadi jalan keluar setiap kali kita butuh saran. Dan benar saja, beberapa kawan kerap berbaik hati untuk memberikan dukungan atau jawaban. Selain itu, sosial media punya semua hal yang kita butuhkan. Video-video lucu di instagram bisa jadi obat pelepas lelah, bertemu teman baru yang memberikan ilmunya. Hingga pacar pertama yang juga ditemukan lewat sosial media. Tapi kini, hal seperti ini terasa jadi sesuatu yang janggal kan?

Hidup terus berjalan, sosial media masih tetap jadi kawan. Bedanya kini kita tak lagi mau update sembarangan. Tapi kamu tahu tidak? Apa yang merubah kita jadi begitu?

Pandanganmu Berubah, Tahu Mana yang Layak Dibagikan dengan yang Harus Disimpan

Mari berbalik sebentar tentang aktivitas kita sebelum sedewasa sekarang. Berapa banyak cerita cinta-cintaan yang kita bagikan, hingga kekesalan lain yang sebenarnya tak berarti apa-apa meski sudah dijadikan status di sosia media. Kini, hal tersebut mungkin terasa menggelikan. Tapi tak apa, itu adalah bagian dari proses atas perubahan.

Sadar atau tidak, ada paradigma baru yang lahir pada dirimu. Kamu lebih paham, mana yang layak yang dibagikan dengan sesuatu yang memang seharusnya disimpan. Untuk itulah, sekarang hal-hal yang kamu bagikan sifatnya lebih umum, dan semua orang bisa menikmatinya tanpa merasa terganggu atas aktivitas sosial mediamu.

Bukan Keluh Kesah, Membagikan yang Mengundang Tawa Kini Lebih Terasa Indah

Harus diakui memang, dari semua keresahan yang sedang dirasakan, sosial media bisa jadi jalan keluar untuk menenangkan pikiran. Bisa jadi orang yang berbeda dari kehidupan nyata, meski sedang gundah gulana. Kita bisa saja jadi orang paling berbahagia di sosia media. Dan salah satunya dengan membagikan hal-hal lucu yang bisa mengundang tawa.

Aktivitas update status mungkin dikurangi, diganti dengan berbagi hal-hal lucu yang bisa menyenangkan hati. Tak hanya membuat kita lupa pada kesusahan yang sedang dialami, kegiatan macam ini bisa jadi obat penenang diri.

Lagipula, Kalau Dipikir-pikir Toh Tak Ada Orang yang Akan Peduli dengan Masalahmu

Pada masa lampau, kamu mungkin senang mendapat banyak komentar atas curhat yang kamu bagikan. Padahal faktanya mereka bisa jadi hanya sedang ingin tahu saja, bukan ingin membantumu mencari solusinya. Bahkan bisa jadi, mereka malah menjadikanmu sebagai bahan tertawaan karena terlihat kurang kerjaan.

Seiring dengan bertambahnya usia, kita pun sadar bahwa hanya segelintir orang yang bisa benar-benar peduli atas apa yang kita bagikan. Karena kini, mereka punya hidup yan juga perlu dipikirkan.

Tak Lagi Punya Waktu Luang, Jangankan untuk Buka Instagram Pulang Kerja Saja Sudah Larut Malam

Sudah punya kesibukan menyelesaikan skripsi atau bekerja, hampir seluruh waktu yang kita punya, dipakai untuk melakukan hal lain yang jadi tanggung jawab harian. Mulai dari harus bertemu dosen untuk bimbingan, menyelesaikan pekerjaan agar tak selalu pulang larut malam, hingga pada kegiatan lain yang selalu kamu lakukan di akhir pekan. Bahkan jika harus membagikan cerita kehidupan, sepertinya tak ada hal yang menarik untuk dibagikan. Untuk itu, kamu lebih menikmati semuanya secara nyata. Bukan untuk dibagikan pada kawan-kawan dunia maya.

Bahkan Kalaupun Ada Waktu Luang Kosong di Akhir Pekan, Tidur Siang Lebih Terasa Menyenangkan

Hayo, kamu pasti setuju kan? Kalau memanfaatkan waktu untuk tidur siang, jauh lebih menyenangkan dibanding stalking instagram sampai berjam-jam. Kamu semakin sadar jika ada hal-hal yang memang sebaiknya dikurangi, dengan sesuatu yang lebih berarti. Dan mengistirahatkan diri dengan tidur siang jadi sesuatu yang lebih penting.

Secara tidak langsung, kamu pun kian sadar jika menikmati setiap momen dalam hidup secara langsung. Lebih terasa menyenangkan daripada membagi fokus pikiran untuk membagikannya kepada orang-orang, wlaau hanya lewat fiturs stories di instagram.

Karena Pada Akhirnya Kamu Sadar, Kehidupan Nyata Jauh Lebih Dibutuhkan

Setiap kali ada masalah, sahabat dekat yang menjadi kawan di kehidupan nyata datang jadi penolong yang setia. Sedangkan mereka yang kau kenal di sosial media, barangkali hanya akan mengirimkan emoji ‘sedih’ yang tak berdampak apa-apa. Ya, semakin dewasa kamu makin sadar, bahwa 2 orang kawan yang berada di kehidupan yang nyata ternyata lebih berarti dari ribuan manusia yang menjadi temanmu di facebook.

Dan di Usia Sekarang, Media Sosial Bukan Lagi Jadi Sesuatu yang Harus Diprioritaskan

Lebih penting dari segala aktivitas di sosial media, ada ratusan hal penting lain yang perlu untuk dikerjakan dalam kehidupan. Mendalami hobi yang sempat tertunda, belajar hal-hal baru demi pekerjaan yang kita punya, dan kegiatan lain yang bisa menyokong kehidupan agar lebih baik ke depannya.

Kamu telah tumbuh menjadi manusia baru yang berbeda, yang sadar bahwa apapun yang terjadi di sosial media tak pernah bisa menggantikan kehidupan nyata yang kau punya. Kini, kamu kian sibuk membangun koneksi untuk hal baik demi kehidupan, sedangkan aktivitas media sosial dilakukan kalau sedang ingin saja. Tak lagi jadi sosok yang aktif untuk posting status, kini kamu hanya jadi pembaca status orang-orang yang lalu lalang di timeline.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Patung ‘Kelinci’ Jeff Koons Dilelang Rp 990 Miliar

Buah tangan dari Jeff Koons memang selalu berhasil menarik perhatian publik. Dan salah satunya, patung dari tahun 1986 yang baru-baru ini menarik perhatian adalah patung ‘kelinci’. Dan menariknya, patung tersebut akan dijadikan bahan lelang di Balai Lelang Christie’s New York dengan angka fantastis. Yakni sekitar Rp 707 miliar hingga Rp 990 miliar.

Diperkirakan, Karya Jeff Koons ini akan berpotens memecahkan rekor karya Koons sebelumnya di tahun 2013 dengan angka Rp 826 miliar. Angka tersebut untuk patung ‘Balloon Dog (Orange)’.

Alex Rotter mewakili Christie’s New York menagatakan jika, patung kelinci tersebut bakal mengguncang dunia seni.

“Bagi saya ‘kelinci’ adalah anti-Daud yang menandakan kematian patung tradisional. Serta menganggu media dengan cara yang sama dengan karya ‘Number 31’ ciptaan seniman Jackson Pollock dan kembali memikirkan apa itu gagasan melukis,” katanya.

Sebelumnya, patung tersebut dipamerkan untuk yang pertama kali pada tahun 1986. Selama tiga dekade belakangan, patungnya itu menjadi ikon seni kontemporer. Unutk jadwal pelelangannya sendiri, dijadwalkan pada 15 Mei di New York.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top