Feature

Saat Tak Setuju dengan Ide Perjodohan, Sampaikan Penolakanmu dengan Cara yang Sopan

Lantaran terlalu lama sendiri, orangtua jadi khawatir urusan jodoh anak mereka. Alih-alih membiarkan anaknya memilih, ada orangtua yang tak sungkan untuk menjodohkan anaknya bak tradisi Siti Nurbaya. Ini semata-mata karena orangtua ingin anak mereka mendapat jodoh yang terbaik.

Sementara itu, kamu yang terjebak di situasi semacam ini, pasti merasa risih karena orangtua seperti tak memberi kebebasan dalam memilih pasangan. Jangankan untuk menyampaikan penolakan, kamu selalu kalah argumen duluan dari orangtuamu. Tenang, tak usah frustasi, ada lho cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk menolak ide perjodohan tersebut. Melansir dari Elite Daily, mungkin kamu ingin mencoba beberapa cara berikut.

Komunikasikan dengan Orangtuamu, Ajaklah Orangtua untuk Mengobrol dan Diskusi

Shallow Focus Photography of Smiling Woman Holding Gold Iphone 7

Bisa jadi alasan orangtuamu menjodohkanmu karena keduanya melihat kamu nggak memiliki waktu untuk kehidupan asmaramu. Sedangkan di sisi lain, kamu memang ingin fokus pada hal lain di luar dari cinta. Apa pun kondisi dan alasan yang melatarbelakangi perjodohan, luangkan waktu spesial untuk berbicara dengan mereka ya.

Cobalah jelaskan keadaanmu, keinginanmu, dan keputusanmu dalam hidup pada mereka. Kamu juga perlu menenangkan hatimu dan mengatakan kalau kamu pun pasti juga memikirkan perkara pernikahan, tapi bukan dalam waktu dekat. Buat kedua orangtuamu mengerti dengan keadaan dirimu. Sebab terkadang, yang mereka butuhkan adalah penjelasan darimu untuk membuatnya memahami situasimu.

Tetaplah Bersikap Sopan dan Menurut

Woman Wearing Blue Button-up Jacket

Tenang, tak usah memberontak. Tindakan semacam itu bukanlah cara yang baik demi menolak perjodohan yang diusulkan oleh orangtua. Sebab, semakin kamu menolak, bisa jadi  mereka pun jadi semakin ingin mempertemukanmu dengan sosok yang mereka mau. Karena itu, coba bersikap menurut di hadapan keduanya.

Ketika kamu dan keluargamu akan menemui calon pasangan dan keluarganya, bersikap sopan dan turuti kemauan orangtua. Saat momen pertemuan terjadi, coba tunjukkan senyum ramah pada semua orang. Termasuk pada lawan jenis yang dikenalkan orangtuamu.

Namun setelah acara berakhir, kamu bisa mendekati calon pasanganmu dan mengatakan dengan jujur kalau dirimu kurang tertarik dengan perjodohan ini.

Jujur Soal Hal-hal Kecil Tentang Dirimu Saat Sudah Bertemu dengan Calon Pasangan yang Dipilih Orangtuamu

Woman and Man Standing on Brown Wooden Dock

Langkah ini terdengar klise memang. Tapi bagaimanapun, masing-masing orang memiliki hal yang ia sukai dan tak ia sukai dari seseorang lainnya. Bisa jadi ada karakter darimu yang yang tak disukai oleh calon dari orangtuamu. Jadi, hal yang perlu kamu lakukan adalah mengungkapkan detail kecil pada dirimu yang membuat calon pasangan menjauh.

Hanya saja, untuk melakukan hal ini, kamu tentu perlu mengamati calonmu itu agar tahu dulu soal kepribadiannya. Misalnya, dia adalah seseorang yang sangat rapi, mungkin kamu bisa mengatakan padanya jika dirimu paling senang dengan suasana kamar yang berantakan.

Sibukan Dirimu Sendiri Dulu dengan Aktivitas yang Kamu Sukai

Woman Sitting in Front of Macbook

Orangtuamu membuat jadwal pertemuan dengan keluarga calon pasangan di akhir pekan? Jadwalkan pekerjaan atau acara penting lainnya di hari yang sama. Mungkin ini bisa jadi salah satu alternatif. Di hari itu, cobalah cari anggota keluarga yang lain dan habiskan waktu bersama mereka.

Apapun kondisinya, coba saja sibukkan dirimu sehingga kamu tak punya kesempatan untuk bertemu atau bicara padanya. Mungkin kalau melihatmu yang sukar meluangkan waktu dan selalu sibuk, calon pasanganmu perlahan akan mengundurkan diri dari perjodohan.

Ambilah Beasiswa atau Pekerjaan di Luar Negeri Kalau Kamu Memang Ada Niatan Kesana

Woman In Black Blazer Holding A Smartphone While Standing Near Wall

Sering berada di dalam rumah atau masih berada dalam jangkauan orangtua, menandakan masih besarnya kesempatan dijodohkan terjadi dalam kehidupanmu lho. Kamu sendiri, apa tidak terpikir untuk beranjak sejenak ke lingkungan yang lebih luas? Misalnya, jika masih mengejar pendidikan, ambil beasiswa kuliah di luar negeri.

Kalau dalam fase mencari kerja, kirimkan lamaran pada perusahaan di luar negeri atau di luar kota yang cukup jauh dari rumahmu. Kamu pun bisa memberikan alasan pada orangtuamu jika dirimu ingin fokus menggapai mimpi dan mengejar karier impian sehingga memutuskan untuk kuliah atau bekerja di luar kota. Dengan cara ini, setidaknya kamu bisa mengulur waktu sejenak dari perjodohanmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sering Merasa Sedih? Cobalah Lakukan Hal Ini Agar Hidupmu Lebih Bahagia Lagi

Ternyata, hal paling membahagiakan seseorang adalah ketika ia berhasil memecahkan sebuah persoalan dan bisa memahami semua keinginan yang ia inginkan. Namun untuk bisa mendapatkan itu semua, tentu tak akan mudah. Ada beberapa hal yang perlu dirubah, ditingkatkan dan ditambah dalam porsi yang lebih besar.

Ini bisa jadi susah, tapi bisa juga terasa mudah. Tergantung bagaimana kamu menilainya dan bertindak untuk menjadikannya nyata. Kira-kira apa saja ya?

Jangan Menunda-nunda, Kerjakan Apa yang Memang Harus Diselesaikan

Begini, kamu tidak akan bisa berjalan atau merasa bahagia. Jika hingga saat ini, kamu masih bingung untuk menentukan tujuan dan masih kerap menunda pekerjaan atau kegiatan.

Seorang penulis bernama Marilyn Vos Savant menyarankan kita untuk membuat daftar dari setiap tugas kecil yang harus dilakukan dalam sehari kemudian kamu bisa melakukannya  satu demi satu. Jangan sampai ada yang kelewatan ya. Hal tersebut juga bisa diterapkan untuk tugas mingguan dan bulanan lho.

Langkah ini hanya sederhana, karena kamu hanya cukup menyelesaikan apa yang memang jadi tanggung jawabmu sendiri. Tapi, yakinlah jika itu akan membuatmu lebih mudah untuk merasa bahagia.  

Tetapkan Tujuan dan Fokuslah Pada Apa yang Sedang Kamu Kerjakan

Pikirkan apa yang telah kamu capai mulai dari titik permulaan hingga sekarang ini. Kemudian belajarlah, untuk menghargai setiap proses yang akan kamu lakukan untuk pencapaianmu. Jika hal itu sudah berhasil kamu capai. Hal selanjutnya adalah melatih diri untuk bisa tetap fokus pada apa yang tadi sudah ditetapkan.

Kalau memang dirasa perlu, cobalah buat pengingat kecil yang bisa kamu lihat setiap saat. Dengan begitu, setiap kali kamu merasa lupa atau bimmbang, ada gambaran yang akan membantumu untuk tetap fokus pada tujuan.

Ubah Pandangan yang Selama Ini Kau Yakini, ‘Dari Mendapatkan Menjadi Memberikan’

Sebuah pepatah dari Wayne Dyer mengutarakan, “Ketika Anda mengubah cara Anda melihat sesuatu, hal-hal yang Anda lihat akan berubah.”

Ini mungkin akan sedikit susah dirubah, apalagi jika selama ini yang kita jadikan ukuran kebahagian adalah ketika kita mendapatkan. Bergeser dari yang selama ini dipercayai, kamu perlu untuk merubah cara pandang yang akan memberikan kebahagian.

Titik ini akan membuat kamu termotivasi melakukan hal lain yang bertujuan membuat bahagia orang lain. Bukan sekedar membuat dirimu bahagia saja. Tapi anehnya, meski yang kau lakukan bukanlah untuk dirimu sendiri. Ada hal lain yang justru membuatmu lebih bahagia dari yang selama ini kamu jalani.

Rubah dan Tetapkan Kebiasaan untuk Konsistensi yang Lebih Bisa Dipegang

Dari semua sumber bahagia, konsistensi untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hati selalu jadi kunci untuk bisa lebih bahagia lagi. Kita butuh konsistensi dan pengulangan atas sesuatu hal. Karena ketika kita sudah berhasil untuk melakukan hal tersebut secara berulang dan konsisten. Ini akan membantu otak kita mudah beradaptasi akan runitinitas baru lain.

Selanjutnya keberhasilan kita untuk bisa tetap berpegang teguh pada rutinitas yang sudah dijadikan kebiasaan. Jadi hal lain yang selanjutnya akan melahirkan rasa bahagia dalam kegiatan yang kita jalankan.

Perbanyak Bersyukur dan Belajar untuk Lebih Fokus pada Lingkunganmu

Mereka yang menghabiskan waktu bersamamu akan mengubah hidupmu menjadi lebih baik, maka senantiasa tebarkanlah hal-hal positif disekitar orang-orang yang mendukungmu. Serta jangan lupa pula untuk berterimakasih atas kehidupan yang selama ini kamu dapatkan. Orang-orang baik yang ada di dekatmu, dan semua hal yang selama ini sudah ada dalam hidupmu.

Rasa syukur atas penerimaan diri atas apa yang dimiliki dalam kehidupan akan mendatangkan energi positif yang mampu membuatmu bahagia. Walau sebenarnya apa yang kau miliki adalah hal-hal sederhana.

Setiap Kali Hampir Menyerah, Visualisasikan Masa Depan Impianmu

Berita suka dan bahagia kerap datang tanpa diminta. Hari ini kita mungkin sedang berada pada tingkat bahagia yang tetinggi. Tapi esok hari bisa saja kita merasakan sedih yang paling bawah. Untuk bisa mengembalikan semangat yang hilang. Mari uraikan lagi gambaran masa depan yang kamu inginkan.

Buatlah bayangan, akan seperti apa hidupmu dalam 3 atau 5 tahun ke depan. Masih tetap menjadi dirimu yang sekarang, atau ingin jadi sosok yang lebih besar? Dari pertanyaan-pertanyaan seperti ini, secara tak langsung kamu akan terdorong untuk melakuka apa saja demi mewujudkannya.

Dan Ambil Lebih Banyak Tindakan dari Semua Hal yang Sudah Kamu Rencanakan

“Talk Less do More”

Simpan semua omong kosong yang hanya bisa terdengar menyenangkan telinga. Mari ganti dengan sebuah tindakan nyata yang bisa merubah hidup kita. Karena selain membuat diri bahagia, satu tindakan tentu jauh lebih berarti jika dibandingkan dengan semua hal-hal yang selama ini hanya kamu bicarakan tanpa dibuktikan.

Pakailah waktu untuk membuat diri bahagia, dan mewujudkan semua mimpi yang selama ini sudah ada dalam kepala.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top