Tips

Saat Smartphone Justru Memperlambat Pekerjaanmu, Siasati Dengan Cara Ini!

Saat ini banyak hal-hal bersifat sekunder yang telah beralih menjadi kebutuhan primer. Peralihan fungsi ini tanpa sadar membuat seseorang merubah keperluan menjadi kebutuhan. Salah satunya penggunaan handphone atau smartphone. Di era sekarang rasanya smartphone menjadi barang  yang wajib dimiliki semua orang. Namun pada kenyataannya, alih-alih mempermudah segala urusan smartphone justru bisa menjadi salah satu alasan produktivitas jadi terhambat.

Diam-diam Smartphone Bisa Membuat Kamu Jadi Gagal Fokus

Dilansir MarketWatch, penggunaan smartphone dapat mengurangi kemampuan untuk fokus. Telepon canggih ini membuat kita terdistraksi dari aktivitas yang seharusnya kita kerjakan. Penggunaan smartphone saat bekerja bisa mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi, lebih parahnya lagi penggunaan smartphone bisa menurunkan kuantitas dan nilai interaksi tatap muka.

Menurut survey yang dilakukan oleh careerBuilder kepada karyawan pada tahun 2016, handphone adalah ‘interupsi’ nomor satu di tempat kerja. Sekitar 90% responden mengatakan kalau mereka tidak bisa melepaskan diri dari handphone mereka pada saat bekerja. Penemuan tersebut didukung oleh hasil penelitian dari Julius Maximilian University, Wurzburg, Jerman dan NottinghaM-Trent University. Untuk saat ini smartphone memang menjadi salah satu masalah dalam hal produktivitas seseorang.

Meskipun Tidak Ada Pesan, Tangan Seolah Refleks Menggenggam Handphone Hanya Untuk Mengecek Sesuatu Yang Tidak Penting

Kamu tentu pernah merasa tidak nyaman jika dalam jangka waktu tertentu tidak menggenggam smartphone. Atau bahkan kamu sendiri pernah berhalusinasi ada pesan masuk dari smartphone-mu, namun ketika kamu cek tidak ada satu pun pesan yang masuk. Jika iya, tandanya kamu sudah mengalami kecanduan pada smartphone-mu.

Menurut psikolog Larry Rosen dan ahli neurosains Adam Gazzaley dalam buku mereka yang berjudul The Distracted Mind : Ancient Brains in a High-Tech World, distraksi terbesar berasal dari pesan email dan chat. Menurut Rosen, sekitar setengah dari interupsi yang didapatkan berasal dari luar, terutama berupa email ataupun pesan chat, bagian lain dari interupsi berasal dari dalam otak kita. Hal ini terjadi karena kita merasa perlu untuk terus-menerus terhubung sehingga mewajibkan diri untuk sering mengecek smartphone.

Smartphone Bisa Membuatmu Kehilangan Waktu Yang Berharga

“Kami tahu bahwa orang-orang mengecek handphone mereka setiap 15 menit atau kurang dan begitu mereka mengecek akan memakan waktu 20 menit untuk kembali ke tugas yang sedang mereka kerjakan. Ini tidak berarti pekerjaan itu jadi tidak produktif, tapi jika kamu menghentikan pekerjaan kamu dan kembali lagi 20 menit kemudian, kamu harus mengkatifkan kembali semua area yang kamu gunakan. Proyek itu sekarang akan menghabiskan waktu yang lebih lama untuk diselesaikan dan karena kamu akan terus-menerus merasa terganggu akan lebih banyak lagi tekanan dan kecemasan yang terlibat.” Ungkap Rosen

Waktu yang bisa kamu gunakan untuk hal yang lebih penting menjadi hilang hanya karena kamu sering mengecek smartphone. Disaat seharusnya bisa fokus pekerjaan, kamu malah memikirkan smartphone-mu, hingga menyebabkan kamu bolak-balik membuka smartphone. Jika terus begitu, kamu tidak bisa memaksimalkan potensi yang kamu miliki. Selain itu terlalu fokus dengan smartphone akan membuat kamu kehilangan momen penting yang tidak bisa terulang, seperti saat sedang berkumpul dengan teman ataupun sanak saudara. Smartphone menjadi benteng tebal antara kamu dan orang-orang di sekitarmu, bahkan mampu melumpuhkan komunikasi yang seharusnya bisa berjalan dengan baik.

Meski Begitu Ada Cara Yang Bisa Kamu Lakukan Agar Tak Lagi Kecanduan Smartphone Dan Bisa Memaksimalkan Produktivitasmu

Ada beberapa pekerjaan memang memerlukan smartphone untuk terhubung satu sama lain. Kewajiban untuk selalu stand by demi kabar terbaru dari pimpinan, menjadikan kamu tidak bisa lepas dari smartphone. Namun bukan berarti kamu tidak bisa mengatasi kecanduan smartphone yang kamu alami ketika sedang bekerja. Ada cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi kebiasaan kamu mengecek smartphone.

Saat ini banyak aplikasi chat yang tersedia tidak hanya di smartphone, tetapi juga tersedia untuk versi komputer. Dengan kamu mengunduh aplikasi tersebut bisa membantumu untuk meminimalisir kebiasaan membuka smartphone ketika kerja. Jika ada chat yang penting kamu bisa membaca melalui notifikasi yang keluar pada layar laptop atau pun komputermu. Dengan begitu kamu bisa menyaring pesan mana yang menjadi prioritas dan yang bisa dibalas ketika waktu senggang. Saat kerja usahakan meletakkan smartphone jauh darimu namun dalam posisi nada dering aktif, sehingga kamu bisa mengangkat telepon penting saja dan mengabaikan hal yang tak krusial.  Hal ini bisa membantumu untuk lebih konsentrasi dan terus-menerus mengecek smartphone-mu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Semakin Kita Dewasa, Waktu Terasa Semakin Cepat Berlalu! Kenapa ya?

Saat kamu masih kanak-kanak dulu pasti kamu sempat merasakan bahwa masa liburan sangatlah panjang. Hal sama juga kamu rasakan saat kamu menanti hari ulangtahunmu. Rasanya waktu berjalan amat sangat lambat. Namun saat kamu sudah tumbuh dewasa, hal sebaliknyalah yang kamu rasakan. Justru kamu merasa bahwa waktu berjalan sangat cepat tanpa kamu sempat menikmatinya.

Waktu Berjalan Lebih Lama Bagi Anak-anak Karena Ilmu yang Dipelajari Sangatlah Banyak di Usianya yang Masih Belia dan Otak Memproses Ilmu Tersebut

Sampai saat ini ada beberapa hipotesis yang menyatakan alasan kenapa manusia memiliki persepsi terhadap percepatan waktu dengan seiring bertambahnya usia. Nah salah satu alasannya karena adanya pemotongan secara berkala terhadap jam biologis manusia. Sedangkan perlambatan metabolisme tubuh juga akan bertambah seiring bertambahnya usia sehingga melambatkan detak jantung manusia.

Pemacu jantung pada anak ebrdetak lebih ceoat sehingga mereka mengalami penanda biologis lebih banyak seperti detak jantung juga denyut nafas dalam waktu tertentu. Inilah yang membuat mereka merasa waktu berjalan sangat lambat.

Pelajarilah lebih Banyak Hal Baru Agar Waktu Berjalan Lebih Lambat

Kamu bisa coba buktikan sendiri. Ada banyak ahli yang menyatakan bahwa saat dihadapkan dengan situasi yang baru, otak akan merekam lebih banyak memori secara lebih rinci sehingga penghimpunan informasi pun akan terasa lambat tentang kejadian yang dialami.

Jika dihadapkan dengan kehidupan yang semakin tua, maka bisa ditarik sebuah hipotesis bahwa semakin tua seseorang, akan semakin terbiasa orang tersebut dengan apa yang terjadi di sekeliling mereka. Inilah yang akhirnya menjadikan proses penyerapan informasi baru lebih sedikit dan membuat waktu seolah berjalan lebih cepat.

Hakikatnya, Semakin Terbiasa Kita pada Satu Rutinitas, Waktu akan Terasa Hilang Begitu Saja

Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, bahwa semakin tua seseorang, akan terbiasa seseorang itu dengan apa yang ada di sekelilingnya. Hasilnya, penyerapan informasi baru pun akan lebih sedikit dan hal ini membuat waktu terasa berjalan sangat cepat. Mekanisme biokimia dibalik hipotesis ini mengungkapkan bahwa pelepasan dopamin neurotransmitter beriringan dengan rangsangan pembelajaran tentang hal baru, yang akhirnya akan membantu seseorang belajar mengukur lamanya waktu.

Biasanya setelah melewati usia 20-an dan berlanjut pada usia yang semakin tua, lebel dopamin seseorang akan menurun dan inilah yang membuat waktu berjalan semakin cepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Gambaran Kemesraan Pasangan Baru Menikah yang Bikin Gemes

Awal pernikahan merupakan masa yang manis untuk dikenang. Kamu akan menikmati waktu yang lebih banyak dengan pasangan. Tentunya kamu pun akan lebih banyak melakukan kegiatan apapun bersama dengan pasanganmu. Nah, berikut ini adalah 10 gambaran kemesraan pasangan baru menikah yang bisa bikin kamu gemes dan baper abis.

1. Cukup Menggunakan Kode Kedipan Mata

Kamu dan pasangan tak lagi membutuhkan banyak kata untuk menyampaikan apa yang kamu atau pasanganmu inginkan. Dengan perbuatan dan juga tatapan mata itu sudah mampu menyampaikan banyak makna.

2. Istri Kerap Bertingkah Manja

Seringkali istrimu akan bertingkah sangat manja padamu. Mungkin dengan selalu memintamu untuk memberikan pelukan atau ciuman yang berlangsung secara random. Namun kamu pun tak pernah merasa terganggu, justru kamu lebih sering rindu.

3. Memiliki Keromantisan Tersendiri yang Unik

Seringkali bertingkah konyol dan aneh, namun hal itu justru menjadikan hubunganmu dan pasangan menjadi lebih erat lagi. Mungkin kamu dan pasangan tak memiliki selera keromantisan layaknya orang pada umumnya, namun cara konyolmu dan pasangan justru membuat hubungan menjadi lebih menggemaskan.

4. Lebih Suka Menghabiskan Waktu di Rumah

Kamu dan pasanganmu justru akan lebih suka menghabiskan banyak waktu di rumah dibanding bepergian ke suatu tempat yang ramai. Setidaknya kalau kamu dan pasangan di rumah kan dunia serasa milik berdua dan tak ada gangguan dari orang lain.

5. Sering Menjadikan Pasangan Bantal atau Selimut

Jika sudah menikah semua hal juga sah-sah saja untuk dilakukan berdua. Tak jarang baik kamu maupun pasanganmu sering menjadikan satu sama lain sebagai bantal bahkan selimut.

6. Tak Lagi Memerlukan Guling

Karena sudah ada teman untuk menemani tidurmu, kamu tak lagi membutuhkan guling untuk kamu peluk. Karena posisi guling kini sudah digantikan oleh pasangan halalmu.

7. Pujian Kecil Mampu Membuat Pasangan Merasa Dicintai

Misalnya saat sang istri atau suami sedang bersiap untuk pergi ke suatu tempat, lantas salah satu dari pasangan mengatakan bahwa kamu tak perlu dandan terlalu wah, karena apapun keadaanmu, kamu tetaplah cantik atau tampan. Pujian seperti inilah yang membuat hati pasangan tersentuh. Penerimaan atas apa adanya pasangan adalah sebuah penghargaan paling berharga dalam sebuah hubungan.

8. Selalu Bersama dalam Keadaan Apapun

Baik dalam keadaan susah maupun senang, kamu tetap bersama dengan pasanganmu. Misalnya saat pasanganmu sakit, kamu setia merawatnya dan memberikannya perhatian, begitu juga sebaliknya.

9. Istri Tak Ingin Ditinggal Tidur Duluan oleh Suami

Konyol banget sih kelihatannya. Namun hal ini juga biasanya terjadi loh pada pasangan yang baru menikah. Seringkali para istri tak ingin ditinggalkan, walau hanya ditinggal tidur suami duluan.

10. Suka Mengenakan Pakaian Pasangan

Sebenarnya kamu mengenakan pakaian pasangan bukan karena butuh untuk mengenakannya. Kamu hanya ingin mencium aroma tubuh pasanganmu yang melekat di pakaian miliknya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Fakta yang Harus Kamu Pahami Agar Tak Menyesal Nantinya

Setiap orang tentu ingin memiliki kehidupan yang berhasil. Namun pada perjalanannya, selalu ada yang namanya momen jatuh dan bangun. Inilah yang menyebabkan keberanian harus dimiliki oleh setiap orang dalam menjalani pahit manisnya kehidupan. Kamu pun harus memahami 10 fakta kehidupan ini agar kamu tak menyesal di waktu yang akan datang.

1. Sibuk dan Produktif Adalah Hal yang Berbeda

Kamu tak bisa menganggap sibuk dan produktif adalah satu hal yang sama. Kamu mungkin bisa sangat sibuk sepanjang hari, namun sampai hari itu hampir selesai, kamu masih saja kebingungan karena kamu belum menghasilkan apapun di hari itu. Hal inilah yang menyebabkan sibuk berbeda jauh dengan yang namanya produktif.

2. Jangan Katakan “Ya” Jika Kamu Tak Benar-benar Ingin

Kamu harus belajar untuk melakukan hal yang memang ingin kamu lakukan. Jangan terlalu sungkan kepada orang sehingga kamu tak bisa menolak apapun yang mereka minta. Sebisa mungkin, lakukanlah apa yang memang ingin kamu lakukan, bukan apa yang orang lain perintahkan.

3. Keyakinan Adalah Piranti Paling Penting dalam Menjalani Kehidupan

Cobalah untuk meningkatkan keyakinanmu setinggi mungkin. Dengan keyakinan itulah kamu memiliki energi lebih dalam meraih apa yang ingin kamu raih. Jangan pernah pedulikan omongan orang yang hanya ingin menjatuhkanmu. Gantilah cibiran mereka sebagai penambah keyakinanmu dan keberanianmu dalam menjadikan mimpimu menjadi sebuah kenyataan, bukan hanya sekedar ilusi semata.

4. Kamulah yang Menentukan Ingin Hidup Seperti Apa

Sejatinya kamu hidup dalam kehidupan yang kamu ciptakan sendiri. Apa yang kamu jalani saat ini adalah imbas dari apa yang kamu usahakan. Cobalah tanamkan pada dirimu sendiri, semakin keras kamu berusaha, maka akan semakin indah kehidupan yang tercipta untukmu.

5. Berhentilah Mengatakan “Seandainya”

Perkataan ini hanya dimiliki oleh orang yang penuh dengan penyesalan. Dan jangan sampai kamu menjadi salah satu dari mereka. Berhentilah berkata “seandainya” karena hal itu hanya akan menghambat jalanmu untuk meraih masa depan yang lebih baik dari hari kemarin dan hari ini.

6. Mulailah Membuat Jadwal yang Terperinci Tentang Apa yang Ingin Kamu Lakukan

Jika kamu belum terbiasa, mungkin kamu akan kesulitan. Namun cobalah untuk membuat jadwal agar kehidupanmu lebih terarah. Buatlah jadwal mengenai kegiatan apa saja yang ingin kamu lakukan dalam satu hari penuh. Mulai dari bangun tidur hingga waktu untuk tidur kembali di malam hari.

7. Fokuslah pada Solusi, Bukan Kondisi

Tak peduli bagaimana pun kondisinya, kamu harus tetap fokus dalam mencari solusi untuk memecahkan masalah yang sedang kamu hadapi. Jangan membuang waktumu dengan memikirkan hal yang tak penting.

8. Berhentilah Melontarkan Hal Negatif tentang Diri Sendiri

Berhentilah berpikir atau melontarkan hal negatif tentang dirimu sendiri. Ingatlah, pikiran bisa menjadi sebuah motivasi terkuat, namun juga bisa beralih menjadi pembunuh yang handal. Jangan biarkan pikiran negatifmu membunuh segala keyakinan baikmu dalam kehidupan ini.

9. Berhentilah Mencari Kesempurnaan

Tak ada yang sempurna di muka bumi ini. Kamu hanya akan menyiksa dirimu sendiri saat kamu selalu mengejar yang namanya kesempurnaan. Kamu hanya bisa melakukan apapun dengan semaksimal yang kamu mampu, sehingga kamu bisa mendapatkan yang terbaik. Karena apa yang ada adalah yang “terbaik” bukan yang “sempurna”.

10. Belajarlah Memaafkan Diri Sendiri

Membenci diri sendiri tak akan membuatmu maju. Kamu hanya akan menyiksa dirimu sendiri. Karenanya cobalah untuk memaafkan diri sendiri dan berusaha untuk memperbaiki segala kesalahan yang sudah kamu lakukan sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top